Sempat Diremehkan, kini Herman Bukan lagi Lawan yang bisa di Anggap Sembarangan

OPINI – Sosok Herman merupakan lawan yang patut dipertimbangkan pada kontestasi pilkada inhil 27 November 2024 mendatang. Birokrat satu ini awalnya bukanlah siapa-siapa bagi mayoritas penduduk di negeri seribu parit tersebut.

Nama Herman sendiri bahkan belum di kenal secara luas oleh masyarakat saat awal menjabat sebagai bupati inhil. Namun Putra asli kelahiran kota Tembilahan itu kini di pastikan akan menjadi calon kuat yang akan bersaing bersama lawan lainnya seperti Bapaslon Ferryandi, Suhaidi serta Mimi Lutmila.

Sejak menjabat sebagai Bupati inhil dimulai pada akhir November 2023 lalu, Herman pun sempat menduduki kursi Bupati Inhil selama kurun waktu 8 Bulanan. Kala itu nama Herman terus naik kelas menduduki peringkat teratas di jajaran para pejabat yang dianggap populer dan memiliki elektabilitas.

Para politisi yang bergelut di dunia perpolitikan inhil justru tidak mengira bahwa Herman akan maju di pilkada serentak pada November mendatang. Mereka mengira Herman hanyalah seorang birokrat yang akan terus menjadi pejabat publik hingga sosok Bupati terpilih penggantinya di lantik pada Februari 2025 mendatang.

Diruang publik sendiri terjadi diskursus pro dan kontra, ada yang menyebut apa yang di lakukan Herman hanyalah sebuah pencitraan, namun faktanya mayoritas masyarakat mengapresiasi kesungguhan Herman dalam melakukan perubahan.

Hal itu di buktikan Herman dengan melakukan aksi nyata, mulai dari pembenahan infrastruktur jalan hingga kepedulian nya dalam mengangkat harkat dan martabat masyarakat yang selama ini termarjinalkan dan nyaris tak pernah terperhatikan.

Hal menarik lainnya adalah saat Herman masih menjabat, ada yang menyebut segelintir orang yang haus akan kekuasaan mengira sosok Herman mudah di setir dan di kendalikan guna memenuhi nafsu syahwat kekuasaan agar terus dapat dipertahankan.

Celaka nya sosok Herman ternyata tidak sesuai dengan harapan, Herman ternyata bukan sosok pejabat yang mudah di atur maupun di kendalikan oleh kepentingan sekelompok orang yang notabene nya hanya ingin mengeruk keuntungan.

Bahkan rumor yang berkembang menyebut Herman dengan tegas kala itu melawan tirani kekuasaan yang ingin menjadikan dirinya sebagai remote kontrol bagi para segelintir orang agar Herman mudah di kendalikan.

Dari sini lah kemudian kabar miring tak sedap mulai bermunculan bahkan di isyu kan Herman disebut sebagai pemicu persoalan sehingga terjadi konflik di internal yang merasa terganggu atas kehadiran sosok Herman yang memang dikenal apa adanya dan Blak-blakan.

Pro dan kontra di jajaran elit pun mulai terjadi, namun menurut kalangan awam asumsi nya sederhana sebab kinerja Herman sulit mereka tandingi, karna sudah terlena dan nyaman berada di ruang ber-AC. Apalagi Herman paham betul akan Angka-angka dan hitungan di lapangan dan anti terhadap laporan Asal Bapak Senang (ABS), sehingga pejabat yang satu ini sulit untuk di kibuli bagi kaum oportunis yang hanya memikirkan keuntungan.

Hingga saat ini Herman terus saja di serang dari berbagai arah oleh pihak yang memang tidak menginginkan kehadiran dirinya, tapi tampaknya Herman mengganggap ini semua hanya persoalan politik belaka, toh masyarakat lah yang akan menilai siapa yang Benar-benar tulus dan siapa yang modus dalam membantu rakyatnya.

Kini Herman dipastikan telah terlanjur disukai oleh berbagai kalangan, mulai dari para pengusaha hingga rakyat jelata, yang peduli dan inginkan perubahan akibat selama ini terkesan terbiarkan. Herman pun diketahui telah memiliki basis dan massa yang sangat solid dan dikenal militan.

Momen itu terlihat saat pasangan Herman bersama Yuliantini di arak oleh ribuan simpatisan saat mendaftarkan diri ke KPU Inhil beberapa minggu silam. Hal itu cukup membuat pihak lawan kelimpungan sebab, mereka tak mengira bahwa Herman ternyata bukanlah lagi orang yang bisa di remehkan.

Tak pelak hal ini kemudian menjadi catatan sejarah baru bagi dunia per politikan inhil , sebab sosok sederhana mantan tukang becak ini rupanya memiliki kharisma tersendiri untuk meraih hati mayoritas pemilih dan tak bisa lagi di anggap sebagai lawan sembarangan.

Akankah para Paslon lain dapat mengalahkan Pasangan Herman-Yulianti dalam pilkada nanti? Kita tunggu jawabannya setelah KPU Inhil menetapkan hasil perolehan suara pasca pencoblosan di 27 November 2024 mendatang.

Penulis: F. Andriyan Founder Garis Tengah Media Inhil (GTMI)




Hamster Kombat Makin Populer, Tapi Menuai Kontroversi

ARB INdonesia – Meskipun telah mencapai lebih dari 250 juta pengguna sebelum peluncuran, Hamster Kombat perlu mendapatkan dukungan dari otoritas Rusia. Hamster Kombat, sebuah permainan ketuk untuk memperoleh penghasilan di mana pemain berperan sebagai CEO hamster dari sebuah bursa mata uang kripto, telah menghadapi kritik yang signifikan dari otoritas Rusia.

Dilansir dari coinmarketcap.com, Anatoly Aksakov, Ketua Komite Duma Negara untuk Pasar Keuangan, telah meminta agar operasi permainan tersebut dihentikan di Rusia, dan menyebutnya sebagai manipulatif dan curang.

Ia mengecam tugas yang harus diselesaikan pemain untuk mendapatkan koin virtual untuk airdrop yang akan datang, dan menggambarkannya sebagai sesuatu yang dapat menyebabkan kondisi hampir psikotik.

“Orang-orang mudah tertipu dan dimanipulasi, terkadang menyebabkan kecanduan internet”, tambahnya.

Meskipun ada kontroversi, Hamster Kombat (HMSTR) telah menjadi hit besar di Rusia. Pengecer lokal melaporkan bahwa penjualan alat pijat otot, yang digunakan untuk mengetuk layar ponsel berulang kali, hampir tiga kali lipat dari Mei hingga Juni.

Sementara beberapa negara seperti Iran memandang Hamster Kombat sebagai alat “perang lunak”, CEO Telegram Pavel Durov memuji permainan tersebut atas dampaknya. Durov yakin bahwa Hamster Kombat dapat memperkenalkan teknologi blockchain kepada jutaan orang setelah token tersebut diluncurkan melalui jaringan TON.

Banyak penipu yang menggunakan permainan ini sebagai senjata untuk mengelabui pemain dan mencuri data mereka, seperti dompet kripto mereka. Meskipun demikian, platform ini berkembang pesat, menarik semakin banyak pemain setiap harinya.

Popularitas Hamster Kombat yang Semakin Meningkat

Diperkenalkan pada bulan Maret di Telegram, permainan tap-to-earn ini menjanjikan distribusi token HMSTR kepada para pemain. Namun, airdrop Hamster Kombat dan acara TGE masih menjadi misteri, permainan ini menjadi perbincangan hangat di pasar kripto.

Kombo harian dan kode sandi Hamster Kombat menarik perhatian penggemar kripto, yang memungkinkan pemain untuk membuka 6 Juta koin. Memilih kombinasi kartu yang tepat membantu pengguna membuka 5 Juta koin Hamster dan memasukkan kode Morse yang tepat memberi hadiah kepada pemain berupa 1 Juta token.

Terinspirasi oleh keberhasilan Notcoin (NOT), visi proyek Hamster Kombat adalah menjangkau 1 Miliar orang di seluruh dunia dan meningkatkan interaksi mereka dengan blockchain dan dunia Web3. Pada saat berita ini ditulis, harga Notcoin diperdagangkan pada $0,01412, setelah penurunan intraday sebesar 8,79%.

Kesimpulan

Meskipun menghadapi kritik yang signifikan dan seruan untuk pelarangan dari otoritas Rusia, Hamster Kombat telah mencapai popularitas yang luar biasa, menarik jutaan pengguna dan secara signifikan meningkatkan penjualan produk terkait.

Sementara kekhawatiran tentang manipulasi dan kecanduan internet terus berlanjut, permainan ini terus berkembang, dengan potensinya untuk memperkenalkan teknologi blockchain kepada jutaan orang yang dipuji oleh para pemimpin industri seperti CEO Telegram Pavel Durov. Seiring pertumbuhan platform, ia tetap menjadi titik fokus di sektor kripto, menarik perhatian baik dari penggemar maupun kritikus. ***




Khidmad Ber HMI

KHIDMAD BER HMI, oleh Kandidat Ketua Umum Badko HMI Riau Kepri, SYARIF HIDAYATULLAH.

ARB INdonesia, PEKANBARU – Gerakan mahasiswa adalah kegiatan di dalam maupun di luar kampus yang bertujuan untuk meningkatkan kecakapan, intelektualitas, dan kemampuan kepemimpinan para aktivis. Dalam sejarah bangsa, gerakan mahasiswa sering menjadi cikal bakal perjuangan nasional.

Mahasiswa merupakan manifestasi dari insan intelektual dalam civitas kampus. Lebih dari itu, mahasiswa pada umumnya merupakan generasi muda calon pencerah sekaligus pelaku kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara untuk kehidupan yang akan datang. Dalam sejarahnya mahasiswa sudah banyak ikut andil dalam peran pembangunan dan mengawal kesejahteraaan bagi bangsa ini.

Perubahan gaya hidup mahaiswa diitengah-tengah keseriusan Indonesia dalam mempersiapkan menuju Indonesia Emas

Pola prilaku mahasiswa saat ini menjadi sebuah polemik dan pembahasan yang sangat luas, ada beberapa polemik yang dimana harus ada pembahasan dalam sebuah perkumpulan atau organisasi pergerakan Mahaiswa di segala sektor, sebagai upaya pembaharuan dan evaluasi akan esensi daripada organisasi pegerakan.

HMI sebagai organisasi tertua dan terbesar, telah terbukti memenangkan pertarungan keras dalam sejarah republik ini, sejarah HMI tidak dapat di pisahkan dari sejarah perjalanan Indonesia ini. Sebagai organisasi yang bernafaskan keislaman dan keindonesiaan, HMI menjadi wadah candra dimuka yang sampai hari ini tetap komitmen untuk melahirkan kader yang progresif dan
revolusioner untuk menjawab persoalan umat dan bangsa.

Namun diusianya yang tak lagi muda, HMI yang seyogyanya tumbuh menjadi organisasi yang matang ternyata terus mengalami kemunduran. Selaras dengan yang ditulis Prof. Dr. H Agussalim Sitompul dalam bukunya “44 Indikator Kemunduran
HMI”.

Tentunya ini menjadi kritik dan koreksi untuk kebangkitan kembali
HMI. Salah satu kemunduran nyata yang sedang dihadapi oleh HMI adalah terjebak dalam romantisme kejayaan masa lalu sehingga tenggelam dalam realitas masa kini.

Dalam buku bintang arasy dijelaskan bahwa tolak ukur kesejahteraan suatu bangsa bukanlah terletak pada luas
wilayah atau jumlah penduduknya, bukan juga dilihat dari sistem politik dan sistem bernegara. Ternyata faktor utama yang menjadikan suatu negara maju dan berkeadaban dan mencapai kesejahteraanbbersama ternyata ditentukan oleh sumber daya Insani yang ada pada negara tersebut.

konsep Khidmad ber HMI adalah upaya yang harus disikapi oleh individual kader agar keseriusan dalam menjalani organisasi, patuh terhadap norma, prilaku bermasyarakat dan patuh terhadap AD-Art internal organisasi serta menjunjung tinggi kehormatan negara dan organisasi adalah konsep yang bisa diambil sebagai problem solver atas persoalan dan kondisi yang tengah dihadapi oleh Himpunan Mahasiswa Islam.

Perlu adanya semangat dan kesadaran antar Individual kader dan upaya pembangunan ukhuwah agar barisan kaum intlektual ini menjadi kokoh untuk mencapai misi keumatan dan kebangsaan yang di imban. Disisi lain juga harus hadirnya pembangunan sumber daya manusia yang nantinya di tahun 2045 generasi Indonesia akan diproyeksikan untuk menjawab tantangan bonus demografi.




Rahasia yang Harus Diketahui Orang Tua Dalam Mempersiapkan Anak yang Berdaya dan Berpikir Kritis

‘SPION ITU BERNAMA AYAH DAN BUNDA’
[Rahasia Anak-anak yang Harus Diketahui Orangtua,
Dalam Mempersiapkan Anak yang Berdaya dan Berpikir Kritis] Oleh: Irniyati Samosir

ARB INdonesia – Kana adalah seorang anak berusia 6 tahun, saat itu ia tengah jalan-jalan sore bersama ayahnya menaiki sepeda motor matic. Seperti biasa, Kana berdiri di depan. Sambil melihat pemandangan sore, Kana dan ayahnya ngobrol dan bercanda.

Disela-sela obrolan, Kana nyeletuk “Pah, di belakang kita ada yang ngikutin kita lho”. Lantas sang ayah menjawab “nggak ada nak, itu mah orang lain yang mau lewat aja”.

Kana tetap mempertahankan pendapatnya, dan ayah-pun juga tetap pada argumentasinya.

“Yang ngikutin kita cewe cantik lho pah,” Kana kembali menyampaikan pandangannya. Lalu ayahnya penasaran dan bertanya kepada Kana, “Memang Kana tahu darimana kalau ada yang mengikuti kita perempuan cantik?,” tanya sang ayah.

“Ya dari spionlah, dari tadi kan Kana lihat spion terus ayah,” jawab kena. Sang ayah mencoba memperhatikan, ternyata memang ada yang sedang mengikutinya.

Keajaiban Dunia Anak yang Terlupakan

Pengasuhan anak adalah peran yang penuh tantangan, tetapi ada rahasia penting yang harus diketahui oleh setiap orangtua, bahwa  mereka adalah spion terbaik yang akan membentuk anak-anak menjadi individu yang berdaya dan berpikir kritis.

Dibalik segala aktivitas sehari-hari, peran orang tua sebagai model yang diperhatikan anak-anak seringkali terlupakan. Setiap langkah yang diambil oleh orang tua tidak hanya berdampak pada kehidupan sehari-hari anak, tetapi juga membentuk pola pikir dan perilaku mereka dimasa depan.

Orang tua adalah model utama bagi anak-anak. Mereka menyaksikan, meniru, dan belajar dari setiap tindakan dan kata-kata yang diucapkan oleh orang tua mereka.

Anak merupakan observer yang baik dan sekaligus peniru yang ulung, otak anak laksana spons yang mampu menyerap berbagai informasi dan persitiwa yang kelak dijadikan sebagai referensi dalam bersikap dan bertindak.

Pada periode sensitif-golden age, anak yang sedang dalam proses perkembangan memiliki kepekaan yang khusus dan kuat. Ayah dan bunda menjadi figure utama yang selalu teramati dan terawasi mata anak melalui spion keluarga.

Jika Ayah dan Bunda menunjukkan sikap positif, keberanian menghadapi tantangan dan keterbukaan untuk belajar, anak-anak akan menginternalisasi nilai-nilai tersebut dan mengembangkannya dalam kehidupan mereka.

Begitu juga sebaliknya, jika ayah dan bunda menunjukkan sikap negatif, ketakutan, atau ketidaksantunan, anak-anak juga cenderung meniru perilaku tersebut.

Oleh karena itu, menjadi penting bagi orang tua untuk menyadari bahwa mereka adalah “spion” yang tak terelakkan dalam kehidupan anak-anak mereka. Setiap tindakan, setiap kata, bahkan setiap sikap akan berdampak pada perkembangan anak-anak mereka.

Ini adalah tanggung jawab yang besar, tetapi juga merupakan kesempatan yang luar biasa untuk membentuk generasi yang kuat dan berdaya.

Maka, mari setiap orang tua menyadari peran penting mereka sebagai “spion” dalam kehidupan anak-anak. Dengan menjadi model yang positif, mendukung, dan menginspirasi, ayah dan bunda dapat membantu mempersiapkan anak-anak untuk menjadi individu yang berdaya, berpikir kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Spion itu memang bernama ayah dan bunda, dan kekuatan mereka dalam membentuk masa depan generasi mendatang tidak boleh diabaikan.

Irniyati Samosir, Bandung, 11 Mei 2024. Penulis adalah Mahasiswa Program Doktoral Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UPI Bandung, dan bekerja sebagai Dosen di Poltekesos Bandung.




Haji Herman ‘Child Prodigy’ yang Tak Diinginkan

Penulis : Fitra Andriyan (Sekjen Karang Taruna Tembilahan Hulu)

ARB INdonesia – Sejak bergulirnya wacana peralihan tampuk kekuasaan untuk menempati posisi orang nomor 1 di kabupaten Indragiri hilir menggantikan posisi HM.Wardan sebagai bupati 2 periode karena memasuki masa purna tugas, beberapa nama pun kemudian bermunculan untuk diusulkan menjadi penjabat sementara sebagai pemimpin di negeri yang pernah dinobatkan sebagai kota ibadah ini.

Kala itu ada 9 nama pejabat eselon II yang di Gadang-gadang akan mengikuti seleksi untuk mengisi kekosongan jabatan sebagai penjabat bupati. Masing-masing dari 9 nama tersebut merupakan usulan dari hasil penjaringan yang dilakukan oleh DPRD Kabupaten Inhil sendiri sebanyak 3 Orang, kemudian di lanjutkan 3 nama dari usulan Pemprov Riau, serta 3 lainnya merupakan usulan yang dilakukan oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri)

Diantara 9 nama tersebut H. Herman merupakan salah satu calon yang berasal dari pejabat eselon II yang saat itu sedang menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemprov Riau.

Sejarah panjang H.Herman yang lahir dari keluarga sederhana yang berasal dari Kota Tembilahan itu, diketahui sejak lama telah menjadi ASN di kabupaten Indragiri hilir. Herman sendiri bukanlah pendatang baru, dirinya memiliki sejarah dan rekam jejak yang panjang dalam dunia birokrasi, pasca ia di mutasikan di era kepemimpinan Indra Muklis Adnan ke pulau terpencil di meranti yang saat ini telah menjadi kabupaten termuda di provinsi riau.

Nama H.Herman sendiri bukanlah calon yang diunggulkan. Santer beredar kabar justru nama Roni Rahmat, Zainal Arifin dan Helmi D yang menduduki peringkat atas yang di Gadang-gadang menjadi calon kuat, untuk menduduki posisi orang nomor 1 dari jajaran pejabat eselon II saat itu.

Namun takdir ternyata berkata lain, nama H.Herman yang di anggap sebagai calon “Kelas Teri” dan bahkan kala itu sempat berhembus kabar bahwa dirinya di sebut tidak akan mungkin menduduki jabatan orang nomor 1 itu tampaknya tidak terbukti.

“Child Prodigy” yang tidak di inginkan lahir oleh sebagian kalangan inipun ternyata kemudian mendapatkan restu dari “Penguasa Alam” sehingga Kementrian Dalam Negeri melalui Menteri Tito Karnavian memerintahkan Plt Gubernur Riau saat itu untuk melantik dirinya menjadi penjabat (Pj) bupati Indragiri hilir.

Langkah Herman untuk kembali ke kampung halaman tercinta sejak ia di mutasikan beberapa dekade silam hanyalah bertujuan untuk membenahi carut marutnya sistem birokrasi dan lemahnya kinerja pemerintahan, serta diperburuk oleh defisitnya anggaran APBD Inhil diluar batas kewajaran, dan hal ini turut di perparah oleh lemahnya fungsi perencanaan dan pengawasan yang tak berjalan sebagai mana mestinya. Ironisnya hal ini baru ia ketahui ketika dirinya menginjakan kaki di negeri yang dulu pernah ia dilahirkan.

Ternyata langkah Herman untuk memperbaiki keadaan tidak mudah, dirinya justru mendapat berbagai halangan dan rintangan. Bahkan Herman di anggap sebagai ancaman bagi segelintir orang yang di duga ingin mempertahankan “Status Quo” karena kenyamanan “Mereka” menjadi terganggu, akibat berbagai kebijakan yang dilakukan Herman, padahal niat H. Herman hanyalah semata untuk memperbaiki kampung halaman.

Berbagai isu dan tuduhan miring pun terus digulirkan baik di kehidupan maya maupun kehidupan nyata kepada dirinya, agar citra buruk dapat dilekatkan di masyarakat, sehingga perjuangan dan Cita-cita H.Herman untuk membenahi kondisi kampung halaman dapat tersamarkan.

Namun tampaknya H.Herman tak tunduk dan gentar dalam menghadapi keadaan, “Child Prodigy” ini terus melaksanakan tugas dan kewajiban dalam membenahi kampung halaman nya, sebagai mana sumpah dan janji kepada Tuhan dan Negara yang telah ia ucapkan saat dilantik oleh Plt Gubernur Riau Edy Natar Nasution berdasarkan surat keputusan Kemendagri pada akhir November 2023 lalu.

Berbagai terobosan pun terus ia lakukan terutama dalam melakukan efisiensi anggaran keuangan daerah serta memaksimalkan pembangunan infrastruktur yang selama puluhan tahun terbengkalai dan tidak berjalan.

Tantangan-tantangan ini tampaknya terus memacu H.Herman tanpa kenal lelah dengan berkunjung ke berbagai daerah desa terpencil dan kelurahan serta kecamatan. Hal ini ia lakukan hanya untuk melihat kondisi riil di lapangan terhadap kesulitan dan keluhan yang di alami oleh rakyat nya selama 10 tahun belakangan. Padahal H. Herman sendiri diketahui sudah memasuki usia yang tidak muda lagi, namun fisik dan daya tahan tubuh serta semangatnya patut mendapat apresiasi.

Bahkan hanya dalam tempo 4 bulan semenjak ia dilantik, dengan berbagai terobosan dan aksi nyata dan bukan hanya sekedar retorika dan Janji-janji semata, kinerja Herman pun turut di amini oleh mayoritas masyarakat inhil yang menginginkan perubahan negeri berjuluk seribu parit ini menjadi lebih baik.

Hari ini tampaknya H.Herman masih terus berjuang tanpa kenal lelah agar apa yang di Cita-citakan oleh Founding Father negeri terhadap kemakmuran rakyatnya dapat ia wujudkan, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi nya dalam menjalankan tugas negara sebagai penjabat Bupati Indragiri Hilir.

Penulis : Fitra Andriyan (Sekjen Karang Taruna Tembilahan Hulu)




TESTING THE WATER Menjelang Pilkada Kabupaten Inhil

“TESTING THE WATER” Menjelang Pilkada Kabupaten Inhil”

Oleh : H Mhd Ramadhani, Pengurus Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kab Inhil Bidang Hukum dan Politik

“Testing the water”adalah strategi politik yang digunakan untuk mengukur reaksi publik sebelum mengambil aksi lebih lanjut, seperti mengeluarkan kebijakan atau keputusan.

Metode ini mencakup berbagai aspek, termasuk menilai perasaan dan opini publik, mengumpulkan informasi dari sumber-sumber seperti media massa, sosial media, dan pemerintah, serta menghadapi persoalan dan kritik dari wakil rakyat dan masyarakat.

Strategi ini banyak digunakan di negara demokrasi dan disebut sebagai “testing the water” atau “cek ombak” sebelum kontestasi pemilu atau Pilkada dimulai.

Testing The Water dalam politik atau pilkada mengacu pada proses mengeksplorasi dan mengukur tingkat dukungan atau respons masyarakat terhadap kemungkinan pencalonan seseorang dalam sebuah kontestasi politik.

Ini melibatkan berbagai strategi, seperti survei pendapat, dialog dengan pemangku kepentingan, observasi terhadap respon di media sosial, dan lain sebagainya.Hal ini dibuat untuk mengevaluasi potensi kandidat dan memahami isu-isu yang penting bagi pemilih.

Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang peluang sukses dalam kontes politik tersebut sebelum benar-benar memutuskan untuk maju sebagai calon.

Strategi “testing the water” merupakan metode yang digunakan oleh pemimpin politik untuk mengumpulkan informasi mengenai perasaan dan keinginan masyarakat terhadap kebijakan dan keputusan atau aksi yang sedang dan akan diambil.

Adapun hasil dari testing the water ini sudah barang tentu akan menimbulkan pro dan kontra ditengah masyarakat. Hal ini merupakan sesuatu yg lumrah dan wajar.

Bagaimana dgn situasi politik yg terjadi di Kabupaten Inhil akhir-akhir ini..?

Satu hari setelah di tunjuk sebagai Pj Bupati inhil melalui Surat Keputusan Mendagri pada tgl 22 Nov 2023 lalu, H Herman langsung menuju kota tembilahan karena ingin menyelesaikan APBD Murni Kab Inhil Thn 2024 yang harus segera di serahkan ke Pemprov Riau.

Dalam sebuah wawancara dgn awak media H Herman sempat mengatakan bahwa “APBD ini untuk kepentingan Inhil satu tahun kedepan.Tentu saya ingin membersihkan dulu APBD itu, kita mau lihat dulu antara pendapatan dan pengeluaran cocok atau tidak, tentu akan kita bahas juga disesuaikan dengan program nasional”.

Bila kita simak dari hasil “bersih- bersih” terkait APBD yg di sampaikan, terdengar selentingan diberbagai ruang -ruang percakapan, bahwa ada banyk sekali Anggaran Tahun 2024 yang dicoret oleh H Herman krna dinilai tidak pro rakyat, tidak cocok dan tidak sesuai antara pendapatan dengan belanja/pengeluaran.
Setakat ini menurut hemat penulis, hal yang demikian sangatlah patut untuk kita berikan apresiasi yang tinggi.

Kembali pada judul tulisan di atas, menurut penulis ‘sepertinya” gonjang ganjing politik yang sedang terjadi akhir-akhir ini adalah sebuah “testing the water” yang sedang “dimainkan” oleh H Herman dalam kapasitasnya sebagai Pj Bupati Kabupaten Inhil.

Sebagai seorang pemimpin eksekutif tertinggi di Kabupaten, yang memegang kendali pemerintahan, kemudian memiliki kewenangan membuat kebijakan dan keputusan, tentu membuat H Herman lebih leluasa untuk “bergerak dan bertindak”.

Kita bisa melihat berbagai gebrakan kebijakan dan keputusan yang H Herman buat, mulai dari membuka kran Ekspor kelapa bulat untuk masyarakat di Pelabuhan prt 21, melakukan pembongkaran tempat kuliner( Kelapa Gading) yang disalahgunakan, membongkar kios-kios yang menurut info di jadikan tempat maksiat di area Pasar Dayang Suri, semua dengan sigap dan cepat di ekseskusi.

Hari ini, terlepas dari pro dan kontra yang sedang terjadi, suka atau tidak suka, setuju atapun tidak, kebijakan dan keputusan sudah di buat dan dilaksanakan. Satu hal yang harus menjadi kesepakatan kita bersama adalah; apapun kebijakan yang pro rakyat, untuk kemaslahatan daerah dan ummat wajib kita dukung bersama-sama.

Menutup tulisan ini, menurut hemat penulis bahwa Pj Bupati H Herman tentu sudah mengkaji secara matang dengan pendekatan yang objektif dan rasional semua faktor yang mempengaruhi keputusannya untuk maju atau tidakk sebagai Cabup atau Cawabup dalm Pilkada Inhil tahun ini.

Terlebih “testing the water” atau “cek Ombak” sudah dilempar di tengah masyarakat. Sekarang kita sedang menunggu “Cek Ombak” selanjutnya oleh para kandidat Cabup atau Cawabup Inhil lainnya. Wallahu A’lam.