Beauty Workshop and Fashion Show Kebaya di Inhil, Tampilkan 32 Model Cantik Layaknya Princess





ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Puluhan model cantik berpenampilan bak princess hilir mudik di atas panggung memperlihatkan kebaya gaun dan riasan wajah yang memukau para undangan.

Model cantik yang berjumlah 32 orang tersebut hadir dalam acara Beauty Workshop and Fashion Kebaya with Andy Maryam, Minggu (24/11/2019).

Suasana acara bak Negeri Dongeng dengan bertemakan Barbie Look itu disponsori oleh beberapa Salon terkemuka di Tembilahan dan Luar kota Tembilahan

Icha Arissa selaku Pimpinan produksi dan timnya merasa bahwa kegiatan ini lebih dari apa yang mereka harapkan. Acara yang berlangsung meriah dan megah ini,  banyak menarik perhatian penonton.

Selain dari aksi catwalk para Princes,  acara ini juga menampilkan bintang tamu spesial,  yaitu Dede Suhendra, seorang akademisi muda dan seniman berbakat multitalenta yang mengiringi jalannya para model dengan suara emasnya.

Bersama Sanggar Citra Sebati,  Tembilahan Dede juga menampilkan sebuah tari modern garapan bertemakan “Hollywood Glam” yang menampilkan 18 orang penari profesional. Hiburan tersebut memecah panggung menjadi semakin meriah dan penonton semakin bersemangat menyaksikan acara sampai akhir.

Adapun tujuan acara ini adalah sebagai sarana berbagi ilmu melalui workshop yang disampaikan oleh Andi Maryam (Mua dari Pengalihan) selaku Pemateri dan sebagai ajang promosi dari kurang lebih 40 lebih sponsor, yaitu sponsor Kebaya dan para pengusaha di bidangnya masing-masing.

“Ini sebenarnya bukanlah ivent perdana yang saya tangani, tapi memang saya akui ini ivent terbesar dan tersukses yang pernah saya garap,” jelas Ica

Hal itu dikatakannya karena melibatkan 32 kebaya sponsor serta 32 Model yang telah melewati tahap khusus melalui sanggar dan manajemen modelling Tembilahan dari Rumah Seni Inhil Model, Alfaderi Model dan Sanggar Tiga Dara Model.

Tentunya acara ini dapat terlaksana juga tidak lepas dari support panitia yang telah berkerja keras, meluangkan waktu tenaga dan fikiran utk mempersiapkan acara ini, lanjutnya.

Ada pun beberapa nama besar yang mendukung acara ini adalah Andi Maryam selaku nara sumber yang mengisi materi tutorial makeup barbie look. Reni RAgisti Makeup selaku Asisten Pimpinan Produksi yang merangkul banyak sponsor dan bazar.





Serta Wedding Organizer Oni Rama Beauty Kreatif yang telah medekorasi gedung sedemikan rupa hingga menjadi mewah dan megah seperti negri-negeri dongeng putri-putri raja.

Para model berpose di Green Carpet pun tidak lupa di abadikan setiap momentnya olah Fotografer dari LSP (Lensa Seribu Parit) dan HCI (Hunting Club Inhil) yang juga mejadi salah satu sponsor acara ini.

“Saya harap event seperti ini akan terus ada dan menjadi agenda tahunan krena selain sebagai sarana berbagi ilmu acara ini juga sebagai sarana menjalin silaturahmi dengan para Make up artist bukan hanya di dalam Tembilahan tetapi juga di luar Tembilahan,” tukas Icha Arissa selaku Pimpinan Produksi. (***)




Kegagalan Tangga Meraih Kesuksesan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Setiap orang pasti menginginkan kesuksesan dalam hidupnya. Namun bak kata pepatah, semua tak semudah membalikkan telapak tangan.

Banyak rintangan yang akan dilalui dan dihadapi. Oleh karena itu, butuh tekad yang kuat, kegigihan dan semangat pantang menyerah untuk terus berjuang.

loading…



Sebab, tak jarang apa yang sudah direncanakan berjalan bertolak belakang dari yang diharapkan.

Semangat inilah yang membuat salah seorang pemuda asal Kabupaten Indragiri Hilir kini mampu menyandang gelar Magister Administrasi Publik disaat gagal terpilih pada
kontestasi Pileg April 2019 lalu.

Pria yang bernama lengkap Kojim, S. Pd., M. AP berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan S2 di salah satu kampus ternama yakni Universitas Wijaya Putra yang berada di Surabaya.

Dalam kisahnya ia bercerita, karena kesungguhan mengikuti Pileg tersebut dan benar-benar berniat ingin mengabdi diri, sehingga pada saat itu ia berjuang dengan totalitas.

Tak ayal, tidak hanya fikiran dan tenaga saja, bahkan ratusan juta pun rela dikeluarkan sebagai bagian dalam cost politik seperti pembelian Alat Peraga Kampanye (APK) dan lainnya.

Maka dari itu pria Kelahiran Desa Sungai Ara Kecamatan Kempas 26 Juni 1984, hampir saja putus asa.

Namun berkat dukungan keluarga terutama istrinya, akhirnya apa yang menjadi impian pria Kelahiran Desa Sungai Ara Kecamatan Kempas itu untuk menyelesaikan kuliah, bisa terwujud.

Rasa haru dan bersyukur pun tak kuasa ia ungkapkan semoga apa yang diraih bisa menjadi kebanggaan bagi dirinya, keluarga dan masyarakat.

“Kegagalan adalah sesungguhnya merupakan tangga bagi kita untuk meraih kesuksesan. Tanpa kegagalan kita tidak akan tau artinya perjuangan dan pengalaman,” ungkap anak dari Bapak Ismail dan Ibunda Suprihatin, Minggu (10/11/2019). (***)




Hasil Riset: Layar Ponsel dan Televisi Ganggu Perkembangan Otak Anak

loading…



ARB INdonesia – Seiring berkembangnya ponsel pintar, namun perlahan menggerus aktivitas anak-anak bermain dengan teman sebaya.

Orang tua diharapkan dapat mengubah kebiasaan tersebut, karena terpapar layar ponsel dalam waktu lama memberikan efek negatif pada anak.

Dalam riset terbaru yang diterbitkan oleh jurnal JAMA Pediatrics, mengungkapkan bahwa ponsel pintar, tablet, bahkan televisi dapat menghambat perkembangan otak pada bayi, balita, dan anak-anak prasekolah.

Temuan itu didapat setelah para peneliti menganalisis hasil pemindaian otak anak usia antara tiga sampai lima tahun, dan melihat seberapa sering mereka terpapar layar elektronik.

loading…



Hasilnya penelitian itu menjelaskan, anak-anak yang terpapar televisi dan gawai selama lebih dari satu jam sehari tanpa pendampingan dari orang tua, memiliki tingkat perkembangan yang lebih rendah pada sel otak yang berperan penting dalam keterampilan bahasa, literasi, dan kognitif.

“Ini adalah studi pertama yang mendokumentasikan hubungan antara tingkat keseringan penggunaan layar, dengan ukuran struktur dan keterampilan otak yang lebih rendah pada anak-anak usia prasekolah,” kata John Hutton, pemimpin riset sekaligus doter anak dari peneliti klinis dari Cincinnati Children’s Hospital, melansir laman Medical Daily, Sabtu (9/11/2019).

Ini penting diketahui, lanjut Hutton, karena ota berkembang sangat cepat dalam lima tahun pertama manusia hidup. Dia mencatat, bahwa otak anak-anak berusia tersebut masih sangat plastis.

Artinya, setiap perubahan atau keterlambatan perkembangan pada otak anak, dapat menimbulkan masalah yang bisa bertahan seumur hidup anak tersebut.

Penelitian dilakukan oleh Hutton dan rekannya, dengan menganalisis 47 otak anak-anak sehat, menggunakan MRI khusus yang disebut diffusion tensor imaging. Alat ini berguna untuk melihat secara dekat white matter di setiap otak responden.

Selain itu, responden juga mendapatkan tes kognitif. Sementara orang tua mereka diminta untuk menjawab pertanyaan yang disediakan oleh American Academy of Pediatrics.

Sumber Sindonews com

  • https://sumut.sindonews.com/read/5650/3/hasil-riset-layar-ponsel-dan-televisi-ganggu-perkembangan-otak-anak-1573251068



FKWI Resmi terdaftar di Kemenkumham

loading…



ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Untuk penguatan kelembagaan berdasarkan azas legalitas yang sesuai dengan aturan Negara Republik Indonesia, Debi Candra Shr S.Sos selaku Ketua FKWI periode 2019-2022, Muhammad Daud, S.Kom selaku Sekjen dan Arbain, S.Pdi selaku Bendahara secara resmi mendaftarkan Akta Notaris Forum Komunikasi Wartawan Indragiri Hilir (FKWI) ke KEMENKUMHAM.

Penguatan badan hukum tersebut disaksikan langsung oleh pendiri FKWI Ir Wahyuni Khalid di kantor Notaris Yunusul Khairi di Jalan Gunung Daek, Kelurahan Tembilahan Kota, Kabupaten Inhil, Riau, Kamis (7/10/19).

Ir Wahyuni Khalid mengatakan dengan telah dilakukannya pembaharuan Akta Notaris serta mendaftarkan FKWI ke Menkumham sebuah bentuk memperkuat eksistensi serta keberadaan FKWI sebagai tempat berkumpulnya seluruh wartawan menjalankan tugas jurnalistiknya di Kabupaten Inhil.

“Forum wartawan ini merangkul seluruh jurnalis yang ada di Kabupaten Inhil,” sebut Mahyuni Khalid merupakan wartawan senior ternama masa Rusli Zainal

Ia memaparkan semenjak berdirinya FKWI tahun 2000 lalu, Mahyudi Khalid bersama para tokoh wartawan bercita-cita menyatukan persepsi dan meningkatkan kebersamaan dalam pengembangan profesionalitas jurnalis. Hingga pada 5 Mei tahun 2011 lalu FKWI didaftarkan ke Akta Notaris sebagai Badan Hukum beranggotakan para wartawan yang bertugas di Indragiri Hilir.

Maksud dan tujuan perubahan Akta Notaris serta mendaftar ke Menkumham 6 November 2019, menurut Mahyuni Khalid, agar regenerasi kepengurusan FKWI terus berlanjut tanpa ada intervensi dan rasa memiliki kepentingan kelompok-kelompok.

“Saya berharap kepengurusan FKWI beregenerasi, agar forum ini selalu hidup untuk menaungi seluruh wartawan,” tegasnya

Ditempat yang sama, Ketua FKWI Debi Candara mengatakan, sejak terbitnya legal formal forum ini, secara hukum sudah mengikat para anggota bergabung di dalamnya untuk mengikuti aturan AD/ART melaksanakan Musyawarah Besar dalam pergantian kepengurusan.

Bukan hanya aturan kelembagaan, Debi Candara menekankan kepada seluruh pengurus serta wartawan yang bergiat di FKWI tidak dibenarkan melakukan kegiatan yang bersifat individu dengan mengatasnamakan forum sesuai aturan dalam akta tersebut.

”Dengan kata lain, setiap kegiatan apa pun semuanya adalah atas nama lembaga, kecuali kegiatan dalam peliputan sebagai pewarta,”tegasnya.

Debi berkomitmen dan yakin bersama pengurus Periode 2019 – 2022 akan berupaya menanamkan citra positif organisasi FKWI di kalangan dunia pers dengan totalitas berkarya dan pengabdian kepada masyarakat dalam segala bidang. “Bukan hanya peningkatan kapasitas jurnalistik, namun hadirnya FKWI harus memberikan kontribusi untuk masyarakat luas,” tegasnya. (***)




Alam Batik Diminati dari Asia hingga Eropa

ARB INdonesia, BUDAYA – Sebagai salah satu warisan budaya asli Indonesia, batik terus berkembang pesat. Tak hanya motifnya yang kian bagus, warna batik pun kian beragam.

Kini, batik yang menggunakan pewarna alami semakin disenangi warga mancanegara dan bernilai tinggi. Ciri khas batik warna alam adalah warna-warna berkarakter tenang dan lembut.

Penggunaan bahan pewarna alami menjadi tren seiring gencarnya kampanye pelaestarian lingkungan. Bunga, dedaunan, bebatuan hingga akar-akaran menjadi pilihan bahan pewarna alam.

Fery Sugeng Santoso asal Pasuruan, Jawa Timur ini mencontohkan, untuk mendapatkan warna kuning, bahan yang digunakan adalah kayu tegeran. Jika menginginkan warna kuning muda, dalam pengikatannya menggunakan batu tawas yang mengandung aluminium.

Sementara, untuk warna kuning yang lebih tua, diikat menggunakan batu kapur karena mengandung tembaga dan kalsium. Untuk warna gelap seperti hitam dan abu-abu, yang digunakan untuk mengikat adalah bahan yang mengandung besi.

Batik dengan pewarna alam diyakini memberikan rasa percaya diri. Karena batik tak sekadar seni, tetapi juga mengandung filosofi. Inilah yang menjadi keyakinan pria yang kerap akrab dipanggil Ferry ini hingga dapat memasarkan produknya ke berbagai negara.
Hingga saat ini, karyanya telah mendapatkan apresiasi di sejumlah negara seperti Korea, Australia, Malaysia, Singapura, dan sejumlah negara di Eropa. Batik dengan pewarna alam memang lebih dihargai di negara-negara tersebut. Eropa tidak mau sintetis, maunya warna alam.

Ia mengakui, dengan idealismenya ini, produk yang dihasilkan tidak selalu mengikuti keinginan pasar. Akan tetapi, ia yakin, konsistensilah yang menjadi ciri khas produk Alam Batik. Selain itu, produk yang dihasilkan menjadi ekslusif bagi pemiliknya.

Bergabung SETC

Awalnya saya tidak suka dengan batik, namun setelah kenal dengan Sampoerna Enterpreneurship Training Center (SETC) pada tahun 2007 ia semakin mantap, apalagi diberikan pembinaan dari awal memulai usaha hingga cara pemasarannya, itupun masih dengan bendera usaha batik Dinar Agung milik orangtuanya.

Kemudian pada tahun 2009, Ferry mulai mendirikan Alam Batik di bawah pembinaan SETC, sejak saat itulah ia mengaku bisnisnya berkembang dengan pesat. Ihwal perkembangan bisnis Alam Batik, Ferry mengaku tidak membuat SETC berhenti mendampinginya.
Perkembangannya luar biasa. Apalagi sering diajak kegiatan pameran sehingga peluang besar untuk kami. Penting untuk campaign. Expo tidak hanya untuk jualan, tetapi juga memperkenalkan kepada masyarakat.

Kesempatan mengikuti pameran yang diselenggarakan SETC , menjadi kesempatan besar bagi Ferry untuk memperkenalkan produknya. Alasannya, hingga kini ia tak memasarkan produknya secara online.

“Saya ingin pembeli atau calon konsumen melihat, memegang langsung batik karya saya. Dari situ, dia akan merasakan keistimewaannya. Maka, kesempatan mengikuti expo, jadi kesempatan besar buat saya. Saya jualannya masih konvensional, belum online,” kata Ferry.

Selain mengikuti pameran lanjut Ferry, UKM binaan Sampoerna juga mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan terkait peningkatan kualitas produk dan kemasan. Bagi Ferry, pengetahuan mengenai hal ini, sangat bermanfaat bagi pengembangan bisnisnya.
Ke depannya, ia berharap, akan ada pelatihan dan pendampingan terus menerus untuk memperluas pasar UKM binaan.

Ferry juga mengungkapkan, ia kini kerap menjadi mentor pelatihan membatik dengan pewarna alam yang diselenggarakan oleh Sampoerna melalui SETC. “Bahkan belum lama ini saya diundang ke Belanda untuk fashion show dan memberikan pengalaman membatik dari bahan alami,” ungkapnya.

Kepergiannya ke Belanda undangan pribadi dari penyelenggara event Pasar Malam Azie.
“Kami diundang penyelenggara Pasar Malam Azie di Belanda dan diminta untuk memperkenalkan budaya yang kita miliki terutama batik,” tuturnya.

Karya-karya yang diperkenalkan di Belanda merupakan karya Ferry yang terbaik yaitu kain batik Kasampurnan, baju batik untuk musim panas dan gaun pesta batik.

Batik Kasampurnan yaitu Batik dengan warna lembut dan kebiruan bercorak kupu-kupu dengan bunga kenanga berada di sela-selanya.

“Orang bilang Kasampurnan yang dilihat langsung kupu-kupunya. Padahal kupu-kupunya menjadi efek, perjalanan kesempurnaan itu justru di belakangnya, yakni bunga Kenangan,” katanya menjelaskan.

“Kenanga sendiri dari kata ‘Keneng ‘a’ yang berarti mengingat. Apa yang diingat? Ajaran para leluhur sehingga kita menuju sempurna. Sempurna bukan hanya lahirnya, tetapi juga baginya,” tambahnya menguraikan.

Selama di Belanda Fery memamerkan karyanya melalui pameran dan fashion show di Enshede Belanda pada tanggal 27-29 September dan pada tanggal 5 Oktober di Almere. Selain memamerkan hasil karyanya, Fery juga menularkan ilmunya kepada kelompok-kelompok masyarakat pembatik yang ada di Belanda.

“Mereka sangat suka dengan batik Indonesia terutama yang menggunakan warna alami,” tuturnya.

Mengurangi Pengangguran

Membangun usaha pasti mengalami pasang surut dan inilah yang menjadi tantangan. Demikian pula yang dialami Ferry. Persoalan bahan baku tak jadi persoalan buatnya. Namun, yang menjadi tantangan adalah mencari sumber daya manusia (SDM) pembatik.

Di Pasuruan, hal ini menjadi tantangan tersendiri karena sebagian besar, terutama generasi muda, memilih bekerja di pabrik. “Apalagi Pasuruan. Pabrik banyak, jadi pencarian tenaga kerja berat. Kenapa saya sampai terlambat produksi, karena hambatan tenaga kerja, bukan bahan baku,” kata dia.

Namun walaupun begitu ia tetap berusaha keras untuk mencari orang-orang yang belum memiliki pekerjaan sehingga secara tidak langsung akan mengurangi pengangguran. Kini ia telah memiliki dan mendidik 10 hingga 15 pembatik remaja putus sekolah. Proses yang dilaluinya dilalui juga tak mudah untuk membuat mereka mau dididik menjadi pembatik. Imbalan layak adalah komitmen yang diberikan Ferry agar menjamin kesejahteraan hidup dan meningkatkan kehidupan sosial para pembatik muda ini.
Sebagai salah satu warisan budaya asli Indonesia, batik terus berkembang pesat. Tak hanya motifnya yang kian bagus, warna batik pun kian beragam.Di masa yang akan datang, Ferry memiliki impian untuk mengikutkan pembatik didikannya dalam berbagai pelatihan SETC, seperti yang pernah dijalaninya dengan tujuan untuk melatih kemandirian. Ia tak mempersoalkan jika mereka yang sudah dibina kemudian memilih jalan untuk berdikari.
“Harapan saya anak-anak muda ini diberi kesempatan untuk mendapat pelatihan-pelatihan untuk membentuk kemandirian,” ujar Ferry.

Impian lainnya, ia ingin merangkul lebih banyak lagi para remaja putus sekolah atau kelompok marjinal untuk dilatih menjadi pembatik.

“Mereka yang punya ijazah tidak susah (cari kerja). Tapi mereka yang tidak punya ijazah, tanggung jawab siapa? Saya selama ini merangkul anak putus sekolah untuk mengerjakan batik di rumah. Saya ingin lebih banyak lagi anak-anak yang demikian. Tapi saya tidak bisa melakukannya sendiri, harus ada partner,” kata Ferry.

Semoga apa yang diharapkan Fery Sugeng Santoso terwujud dan menjadi inspirasi semua orang. Apapun usahanya jika ditekuni akan membuahkan hasil yang sempurna. (syarif wibowo)

Sumber SINDONEWS. com




Tujuh Bahaya Begadang untuk Kesehatan

Foto Ilustrasi: Dengan kurangnya waktu tidur, sederet bahaya begadang mengintai Anda. (Istockphoto/bymuratdeniz)

ARB INdonesia, KESEHATAN – Kurang tidur dapat berpengaruh terhadap banyak hal. Mulai dari kesehatan fisik, mental, hingga mengganggu aktivitas harian. Dengan kurangnya waktu tidur, sederet bahaya begadang mengintai Anda.

Banyak ahli menekankan pentingnya tidur demi kesehatan mental dan fisik. Meski tampak mudah dan sepele, tapi tidur adalah aktivitas yang mewah bagi banyak orang, khususnya para pekerja yang kerap begadang untuk menyelesaikan tugasnya.

Begadang bukan hadir tanpa risiko. Ada sederet ancaman yang mengintai jika begadang jadi kebiasaan sehari-hari.

1. Kadar gula darah naik
Begadang bisa membuat kadar gula narah naik. Mengutip Bustle, studi pada 2015 menemukan, studi yang dilakukan terhadap sampel kecil menunjukkan partisipan wanita yang punya kebiasaan begadang lebih mungkin mengalami kenaikan gula darah.

Dalam kondisi parah, hiperglikemia atau kadar gula darah tinggi dapat berujung pada penyakit kardiovaskular dan kerusakan ginjal.

2. Risiko penyakit jantung
Begadang bisa membahayakan jantung. Sebuah penelitian menemukan, setiap satu jam waktu tidur yang berkurang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 11 persen.

3. Kenaikan berat badan
Seringkali begadang membuat mulut ingin mengunyah. Apa daya, berbagai camilan pun dilahap. Padahal, hal ini jelas tak baik jika dilakukan terus menerus.

Perut akan kembali merasa lapar saat tengah malam. Mengutip Health, kebiasaan begadang yang akan membawa Anda pada aktivitas ngemil akan menimbulkan masalah pada proses metabolisme tubuh.

Makan larut malam bisa merusak periode puasa alami tubuh. Kebiasaan ini juga bisa mengganggu kemampuan tubuh untuk membakar lemak.

4. Rasa lelah
Tak hanya durasi, waktu Anda tidur juga berpengaruh terhadap tubuh. Alih-alih beristirahat, tidur selama delapan jam (waktu ideal untuk tidur) yang dimulai pada dini hari akan membuat Anda lelah dan pusing.

5. Ganggu mood hingga depresi
Bahaya begadang yang perlu diwaspadai adalah gangguan perasaan (mood) hingga depresi. Studi pada 2015 yang dipublikasikan pada Depression and Anxiety menyebut, kebiasaan tidur larut membuat seseorang mengalami perubahan mood dengan sangat bervariasi.

Sedangkan studi pada 2008 yang dipublikasikan pada Personality and Individual Differences menemukan, orang yang tidur cukup dan bangun pagi lebih mudah berpikir dan mencapai kesepakatan.

Sementara itu, kebiasaan begadang dan bangun siang berisiko mengganggu emosi seseorang. Dengan begadang, seseorang akan mudah gugup, depresi, tak percaya diri, dan mudah berubah pikiran.

6. Risiko kematian lebih tinggi
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Chronobiology International menunjukkan bahwa orang yang begadang memiliki risiko kematian 10 persen lebih tinggi daripada mereka yang tidak.

Mengutip Pop Sugar, studi ini melibatkan 433 ribu orang dewasa yang diteliti selama 6,5 tahun.

7. Tekanan darah tinggi
Coba cek tekanan darah setelah Anda begadang semalaman. Studi pada 2013 menemukan, orang yang gemar melek semalaman 30 persen lebih mungkin mengalami kenaikan tekanan darah daripada mereka yang gemar bangun pagi.

Beberapa bahaya begadang di atas perlu dicermati untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

Sumber CNNIndonesia. com