Lift Tanpa Angka 4: Tradisi dan Kepercayaan yang Masih Bertahan

ARB INdonesia – Bagi masyarakat yang sering menggunakan lift di gedung-gedung tinggi, keberadaan lantai tanpa angka 4 mungkin sudah menjadi hal yang biasa.

Fenomena ini bukan sekadar kebetulan, melainkan berkaitan erat dengan tetraphobia, yaitu kepercayaan bahwa angka 4 membawa kesialan.

Dalam budaya Tionghoa dan beberapa negara Asia lainnya, angka 4 diucapkan sebagai “si”, yang mirip dengan kata “mati”. Karena itu, banyak gedung memilih menghindari angka tersebut pada nomor lantai, menggantinya dengan 3A atau langsung melompat ke angka 5.

Praktik ini dapat ditemukan di berbagai tempat, termasuk hotel, apartemen, rumah sakit, dan bahkan nomor kamar di beberapa institusi.

Menurut seorang ahli budaya, menghindari angka 4 bukan hanya soal kepercayaan, tetapi juga strategi bisnis. Banyak pengembang properti ingin memastikan kenyamanan pelanggan mereka, terutama dari kalangan yang mempercayai mitos ini. Menghilangkan angka 4 dianggap dapat meningkatkan daya tarik bagi calon pembeli atau penghuni.

Fenomena serupa juga ditemukan di negara-negara Barat, di mana angka 13 sering dihindari karena dianggap membawa kesialan. Meskipun tampak seperti takhayul, praktik ini telah menjadi standar dalam arsitektur banyak gedung di dunia. /Beberapa sumber/red




Krisis Darurat Militer Korea Selatan : Implikasi Diplomasi dan Hukum Internasional

ARB Indonesia – Babak baru dalam Krisis Politik Korea Selatan, Korea Selatan yang selama ini dikenal sebagai salah satu negara demokrasi paling stabil di Asia Timur, baru-baru ini mengguncang dunia internasional setelah Presiden Yoon Suk Yeol mengumumkan status darurat militer pada 3 Desember 2024.

Langkah mendadak ini dilakukan dengan dalih menghadapi ancaman dari kelompok oposisi yang disebut “anti-negara.” Namun, banyak pihak, termasuk masyarakat Korea Selatan, menganggap pengumuman ini sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan untuk mempertahankan kendali politik di tengah tekanan yang semakin besar dari oposisi.

Kurang dari enam jam setelah pengumuman, Presiden Yoon mencabut status darurat militer akibat tekanan dari berbagai pihak. Meski demikian, langkah ini meninggalkan keretakan politik yang signifikan di dalam negeri dan menimbulkan pertanyaan besar di panggung internasional terkait komitmen Korea Selatan terhadap prinsip-prinsip demokrasi, supremasi hukum, dan stabilitas kawasan. Situasi ini mengingatkan pada masa-masa sulit di era kediktatoran militer Korea Selatan pada tahun 1980-an, ketika hak-hak sipil dan politik dirampas demi kepentingan kekuasaan.

Laporan dari Reuters mencatat bahwa oposisi Korea Selatan dengan cepat merespons tindakan ini dengan menyerukan pemakzulan Presiden Yoon. Mereka menilai langkah tersebut tidak hanya melukai demokrasi tetapi juga mencederai kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan yang seharusnya menjaga supremasi hukum. Dengan konteks ini, krisis darurat militer Korea Selatan menjadi ujian berat bagi negara tersebut untuk membuktikan bahwa sistem demokrasinya mampu bertahan dari ancaman internal.

Reaksi Internasional: Diplomasi dalam Ujian
Pengumuman darurat militer ini memicu reaksi cepat dari komunitas internasional. Amerika Serikat, sebagai sekutu utama Korea Selatan, menyatakan keprihatinan mendalam. Gedung Putih dalam pernyataannya menyerukan kepada pemerintah Yoon untuk segera kembali ke jalur demokrasi dan menjaga stabilitas di Semenanjung Korea. Sebagai negara dengan aliansi militer yang kuat, Korea Selatan adalah bagian integral dari strategi Amerika Serikat dalam menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan Asia Timur, terutama dalam menghadapi Korea Utara dan pengaruh Tiongkok.

Sementara itu, Jepang dan Tiongkok turut mengeluarkan pernyataan yang mengkhawatirkan potensi destabilisasi regional. Jepang menekankan pentingnya transparansi dalam penanganan krisis ini, mengingat hubungan ekonomi dan keamanan yang erat antara kedua negara. Tiongkok, meskipun sering berseberangan dengan kebijakan Korea Selatan, juga menyuarakan keprihatinan terhadap ketegangan yang dapat merusak kestabilan kawasan.

ASEAN, sebagai salah satu mitra utama Korea Selatan dalam perdagangan dan diplomasi, menyerukan dialog terbuka untuk meredakan ketegangan. Dalam pernyataannya, perwakilan ASEAN menyatakan bahwa stabilitas di Semenanjung Korea adalah elemen kunci bagi keamanan dan pertumbuhan ekonomi regional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), melalui Sekretaris Jenderal António Guterres, menekankan pentingnya menghormati hak asasi manusia dan supremasi hukum sebagai landasan penyelesaian konflik ini.

Reaksi internasional ini menunjukkan bahwa krisis di Korea Selatan bukan hanya masalah domestik. Sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama dunia, ketidakstabilan politik di negara ini berpotensi menimbulkan efek domino yang memengaruhi hubungan diplomatik, perdagangan global, dan keamanan regional.

Perspektif Hukum Internasional: Tantangan terhadap Rule of Law
Dalam konteks hukum internasional, deklarasi darurat militer oleh Presiden Yoon menimbulkan kontroversi serius. Sebagai anggota aktif Perserikatan Bangsa-Bangsa dan penandatangan sejumlah perjanjian internasional, Korea Selatan memiliki kewajiban untuk mematuhi standar internasional yang menjunjung tinggi demokrasi, hak asasi manusia, dan supremasi hukum (rule of law). Pengumuman darurat militer tanpa dasar hukum yang jelas dinilai bertentangan dengan prinsip-prinsip ini.

Menurut para pakar hukum internasional yang dikutip oleh Reuters, langkah Presiden Yoon dapat diklasifikasikan sebagai tindakan yang tidak proporsional dan berpotensi melanggar komitmen internasional Korea Selatan. Selain itu, deklarasi tersebut dapat menciptakan preseden negatif di kawasan Asia Timur, di mana beberapa negara masih berjuang untuk menegakkan prinsip-prinsip demokrasi yang kokoh.

Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (UDHR) dan Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR) menjadi dua dokumen utama yang relevan dalam menilai legalitas tindakan ini. Hak-hak dasar seperti kebebasan berkumpul dan berekspresi harus tetap dilindungi bahkan dalam situasi darurat nasional. Dalam hal ini, tindakan pemerintah Korea Selatan dapat dilihat sebagai pelanggaran terhadap kewajibannya di bawah hukum internasional.

Komunitas internasional, melalui PBB dan organisasi hak asasi manusia seperti Amnesty International, dapat memainkan peran penting dalam mendorong akuntabilitas. Investigasi independen terhadap pelanggaran selama periode singkat darurat militer dapat menjadi langkah awal untuk memastikan bahwa pemerintah Korea Selatan bertanggung jawab atas tindakannya.

Dampak Terhadap Keamanan Regional dan Stabilitas Global
Ketidakstabilan politik di Korea Selatan memberikan dampak yang luas terhadap keamanan regional dan global. Dalam situasi normal, Korea Selatan memainkan peran sentral dalam menjaga stabilitas di Asia Timur, terutama melalui aliansinya dengan Amerika Serikat dalam menghadapi ancaman dari Korea Utara. Namun, krisis politik domestik ini berpotensi mengalihkan fokus pemerintah Korea Selatan dari isu-isu keamanan regional. Hal ini dapat memberikan ruang bagi Korea Utara untuk meningkatkan tekanan, baik melalui retorika agresif maupun tindakan militer di sepanjang perbatasan.

Lebih jauh lagi, krisis ini juga memiliki dampak signifikan terhadap hubungan ekonomi internasional. Sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia, Korea Selatan adalah pusat utama dalam rantai pasok global, terutama dalam industri semikonduktor dan teknologi. Ketidakstabilan politik dapat menurunkan kepercayaan investor internasional, yang kemungkinan besar akan menunda investasi baru hingga situasi politik stabil kembali.

Selain itu, ketegangan ini dapat memengaruhi hubungan diplomatik Korea Selatan dengan negara-negara mitra dagang utama, termasuk Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok. Negara-negara ini memiliki kepentingan besar dalam memastikan stabilitas di Korea Selatan karena dampaknya yang signifikan terhadap perekonomian global.

Pelajaran dari Krisis: Demokrasi yang Rapuh

Krisis darurat militer di Korea Selatan menjadi pengingat yang kuat bahwa demokrasi, betapapun matang dan stabilnya, tetap rentan terhadap ancaman internal. Langkah Presiden Yoon menunjukkan bahwa bahkan di negara-negara demokratis sekalipun, godaan untuk menggunakan kekuasaan darurat sebagai alat politik selalu ada. Dalam konteks ini, komunitas internasional memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa demokrasi di Korea Selatan tidak hanya pulih tetapi juga diperkuat untuk mencegah krisis serupa di masa depan.

Krisis ini juga memberikan pelajaran penting bagi rakyat Korea Selatan. Keterlibatan aktif masyarakat sipil dalam menjaga nilai-nilai demokrasi dan memantau kinerja pemerintah menjadi kunci untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan. Pemerintah juga perlu memperkuat mekanisme checks and balances dalam sistem politiknya untuk memastikan bahwa setiap keputusan penting, termasuk pengumuman darurat militer, memiliki dasar hukum yang jelas dan transparan.

Kesimpulan: Menjaga Demokrasi dan Stabilitas Regional
Krisis darurat militer di Korea Selatan tidak hanya menjadi tantangan bagi stabilitas domestik tetapi juga memiliki implikasi luas terhadap keamanan regional dan hukum internasional. Dari sudut pandang diplomasi, langkah ini menunjukkan bahwa ketegangan politik domestik dapat dengan cepat berkembang menjadi masalah internasional yang memengaruhi hubungan antarnegara. Dari sudut pandang hukum internasional, krisis ini menjadi pengingat penting bahwa komitmen terhadap demokrasi dan rule of law harus tetap diutamakan, bahkan dalam situasi darurat.

Komunitas internasional, melalui diplomasi multilateral, harus terus mendorong penyelesaian damai dan mendukung langkah-langkah yang memperkuat demokrasi di Korea Selatan. Hanya dengan cara ini, Korea Selatan dapat kembali memainkan perannya sebagai pemimpin demokrasi di kawasan Asia Timur, sekaligus memastikan stabilitas dan keamanan yang berkelanjutan untuk dunia.

Penulis Artikel : Muhamad Husein, S.Sos.I., M.Hum., M.I.Kom., M.H., M.Pd., M.M., M.MT., M.Sos., M.Si




Sempat Diremehkan, kini Herman Bukan lagi Lawan yang bisa di Anggap Sembarangan

OPINI – Sosok Herman merupakan lawan yang patut dipertimbangkan pada kontestasi pilkada inhil 27 November 2024 mendatang. Birokrat satu ini awalnya bukanlah siapa-siapa bagi mayoritas penduduk di negeri seribu parit tersebut.

Nama Herman sendiri bahkan belum di kenal secara luas oleh masyarakat saat awal menjabat sebagai bupati inhil. Namun Putra asli kelahiran kota Tembilahan itu kini di pastikan akan menjadi calon kuat yang akan bersaing bersama lawan lainnya seperti Bapaslon Ferryandi, Suhaidi serta Mimi Lutmila.

Sejak menjabat sebagai Bupati inhil dimulai pada akhir November 2023 lalu, Herman pun sempat menduduki kursi Bupati Inhil selama kurun waktu 8 Bulanan. Kala itu nama Herman terus naik kelas menduduki peringkat teratas di jajaran para pejabat yang dianggap populer dan memiliki elektabilitas.

Para politisi yang bergelut di dunia perpolitikan inhil justru tidak mengira bahwa Herman akan maju di pilkada serentak pada November mendatang. Mereka mengira Herman hanyalah seorang birokrat yang akan terus menjadi pejabat publik hingga sosok Bupati terpilih penggantinya di lantik pada Februari 2025 mendatang.

Diruang publik sendiri terjadi diskursus pro dan kontra, ada yang menyebut apa yang di lakukan Herman hanyalah sebuah pencitraan, namun faktanya mayoritas masyarakat mengapresiasi kesungguhan Herman dalam melakukan perubahan.

Hal itu di buktikan Herman dengan melakukan aksi nyata, mulai dari pembenahan infrastruktur jalan hingga kepedulian nya dalam mengangkat harkat dan martabat masyarakat yang selama ini termarjinalkan dan nyaris tak pernah terperhatikan.

Hal menarik lainnya adalah saat Herman masih menjabat, ada yang menyebut segelintir orang yang haus akan kekuasaan mengira sosok Herman mudah di setir dan di kendalikan guna memenuhi nafsu syahwat kekuasaan agar terus dapat dipertahankan.

Celaka nya sosok Herman ternyata tidak sesuai dengan harapan, Herman ternyata bukan sosok pejabat yang mudah di atur maupun di kendalikan oleh kepentingan sekelompok orang yang notabene nya hanya ingin mengeruk keuntungan.

Bahkan rumor yang berkembang menyebut Herman dengan tegas kala itu melawan tirani kekuasaan yang ingin menjadikan dirinya sebagai remote kontrol bagi para segelintir orang agar Herman mudah di kendalikan.

Dari sini lah kemudian kabar miring tak sedap mulai bermunculan bahkan di isyu kan Herman disebut sebagai pemicu persoalan sehingga terjadi konflik di internal yang merasa terganggu atas kehadiran sosok Herman yang memang dikenal apa adanya dan Blak-blakan.

Pro dan kontra di jajaran elit pun mulai terjadi, namun menurut kalangan awam asumsi nya sederhana sebab kinerja Herman sulit mereka tandingi, karna sudah terlena dan nyaman berada di ruang ber-AC. Apalagi Herman paham betul akan Angka-angka dan hitungan di lapangan dan anti terhadap laporan Asal Bapak Senang (ABS), sehingga pejabat yang satu ini sulit untuk di kibuli bagi kaum oportunis yang hanya memikirkan keuntungan.

Hingga saat ini Herman terus saja di serang dari berbagai arah oleh pihak yang memang tidak menginginkan kehadiran dirinya, tapi tampaknya Herman mengganggap ini semua hanya persoalan politik belaka, toh masyarakat lah yang akan menilai siapa yang Benar-benar tulus dan siapa yang modus dalam membantu rakyatnya.

Kini Herman dipastikan telah terlanjur disukai oleh berbagai kalangan, mulai dari para pengusaha hingga rakyat jelata, yang peduli dan inginkan perubahan akibat selama ini terkesan terbiarkan. Herman pun diketahui telah memiliki basis dan massa yang sangat solid dan dikenal militan.

Momen itu terlihat saat pasangan Herman bersama Yuliantini di arak oleh ribuan simpatisan saat mendaftarkan diri ke KPU Inhil beberapa minggu silam. Hal itu cukup membuat pihak lawan kelimpungan sebab, mereka tak mengira bahwa Herman ternyata bukanlah lagi orang yang bisa di remehkan.

Tak pelak hal ini kemudian menjadi catatan sejarah baru bagi dunia per politikan inhil , sebab sosok sederhana mantan tukang becak ini rupanya memiliki kharisma tersendiri untuk meraih hati mayoritas pemilih dan tak bisa lagi di anggap sebagai lawan sembarangan.

Akankah para Paslon lain dapat mengalahkan Pasangan Herman-Yulianti dalam pilkada nanti? Kita tunggu jawabannya setelah KPU Inhil menetapkan hasil perolehan suara pasca pencoblosan di 27 November 2024 mendatang.

Penulis: F. Andriyan Founder Garis Tengah Media Inhil (GTMI)




Hamster Kombat Makin Populer, Tapi Menuai Kontroversi

ARB INdonesia – Meskipun telah mencapai lebih dari 250 juta pengguna sebelum peluncuran, Hamster Kombat perlu mendapatkan dukungan dari otoritas Rusia. Hamster Kombat, sebuah permainan ketuk untuk memperoleh penghasilan di mana pemain berperan sebagai CEO hamster dari sebuah bursa mata uang kripto, telah menghadapi kritik yang signifikan dari otoritas Rusia.

Dilansir dari coinmarketcap.com, Anatoly Aksakov, Ketua Komite Duma Negara untuk Pasar Keuangan, telah meminta agar operasi permainan tersebut dihentikan di Rusia, dan menyebutnya sebagai manipulatif dan curang.

Ia mengecam tugas yang harus diselesaikan pemain untuk mendapatkan koin virtual untuk airdrop yang akan datang, dan menggambarkannya sebagai sesuatu yang dapat menyebabkan kondisi hampir psikotik.

“Orang-orang mudah tertipu dan dimanipulasi, terkadang menyebabkan kecanduan internet”, tambahnya.

Meskipun ada kontroversi, Hamster Kombat (HMSTR) telah menjadi hit besar di Rusia. Pengecer lokal melaporkan bahwa penjualan alat pijat otot, yang digunakan untuk mengetuk layar ponsel berulang kali, hampir tiga kali lipat dari Mei hingga Juni.

Sementara beberapa negara seperti Iran memandang Hamster Kombat sebagai alat “perang lunak”, CEO Telegram Pavel Durov memuji permainan tersebut atas dampaknya. Durov yakin bahwa Hamster Kombat dapat memperkenalkan teknologi blockchain kepada jutaan orang setelah token tersebut diluncurkan melalui jaringan TON.

Banyak penipu yang menggunakan permainan ini sebagai senjata untuk mengelabui pemain dan mencuri data mereka, seperti dompet kripto mereka. Meskipun demikian, platform ini berkembang pesat, menarik semakin banyak pemain setiap harinya.

Popularitas Hamster Kombat yang Semakin Meningkat

Diperkenalkan pada bulan Maret di Telegram, permainan tap-to-earn ini menjanjikan distribusi token HMSTR kepada para pemain. Namun, airdrop Hamster Kombat dan acara TGE masih menjadi misteri, permainan ini menjadi perbincangan hangat di pasar kripto.

Kombo harian dan kode sandi Hamster Kombat menarik perhatian penggemar kripto, yang memungkinkan pemain untuk membuka 6 Juta koin. Memilih kombinasi kartu yang tepat membantu pengguna membuka 5 Juta koin Hamster dan memasukkan kode Morse yang tepat memberi hadiah kepada pemain berupa 1 Juta token.

Terinspirasi oleh keberhasilan Notcoin (NOT), visi proyek Hamster Kombat adalah menjangkau 1 Miliar orang di seluruh dunia dan meningkatkan interaksi mereka dengan blockchain dan dunia Web3. Pada saat berita ini ditulis, harga Notcoin diperdagangkan pada $0,01412, setelah penurunan intraday sebesar 8,79%.

Kesimpulan

Meskipun menghadapi kritik yang signifikan dan seruan untuk pelarangan dari otoritas Rusia, Hamster Kombat telah mencapai popularitas yang luar biasa, menarik jutaan pengguna dan secara signifikan meningkatkan penjualan produk terkait.

Sementara kekhawatiran tentang manipulasi dan kecanduan internet terus berlanjut, permainan ini terus berkembang, dengan potensinya untuk memperkenalkan teknologi blockchain kepada jutaan orang yang dipuji oleh para pemimpin industri seperti CEO Telegram Pavel Durov. Seiring pertumbuhan platform, ia tetap menjadi titik fokus di sektor kripto, menarik perhatian baik dari penggemar maupun kritikus. ***




Khidmad Ber HMI

KHIDMAD BER HMI, oleh Kandidat Ketua Umum Badko HMI Riau Kepri, SYARIF HIDAYATULLAH.

ARB INdonesia, PEKANBARU – Gerakan mahasiswa adalah kegiatan di dalam maupun di luar kampus yang bertujuan untuk meningkatkan kecakapan, intelektualitas, dan kemampuan kepemimpinan para aktivis. Dalam sejarah bangsa, gerakan mahasiswa sering menjadi cikal bakal perjuangan nasional.

Mahasiswa merupakan manifestasi dari insan intelektual dalam civitas kampus. Lebih dari itu, mahasiswa pada umumnya merupakan generasi muda calon pencerah sekaligus pelaku kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara untuk kehidupan yang akan datang. Dalam sejarahnya mahasiswa sudah banyak ikut andil dalam peran pembangunan dan mengawal kesejahteraaan bagi bangsa ini.

Perubahan gaya hidup mahaiswa diitengah-tengah keseriusan Indonesia dalam mempersiapkan menuju Indonesia Emas

Pola prilaku mahasiswa saat ini menjadi sebuah polemik dan pembahasan yang sangat luas, ada beberapa polemik yang dimana harus ada pembahasan dalam sebuah perkumpulan atau organisasi pergerakan Mahaiswa di segala sektor, sebagai upaya pembaharuan dan evaluasi akan esensi daripada organisasi pegerakan.

HMI sebagai organisasi tertua dan terbesar, telah terbukti memenangkan pertarungan keras dalam sejarah republik ini, sejarah HMI tidak dapat di pisahkan dari sejarah perjalanan Indonesia ini. Sebagai organisasi yang bernafaskan keislaman dan keindonesiaan, HMI menjadi wadah candra dimuka yang sampai hari ini tetap komitmen untuk melahirkan kader yang progresif dan
revolusioner untuk menjawab persoalan umat dan bangsa.

Namun diusianya yang tak lagi muda, HMI yang seyogyanya tumbuh menjadi organisasi yang matang ternyata terus mengalami kemunduran. Selaras dengan yang ditulis Prof. Dr. H Agussalim Sitompul dalam bukunya “44 Indikator Kemunduran
HMI”.

Tentunya ini menjadi kritik dan koreksi untuk kebangkitan kembali
HMI. Salah satu kemunduran nyata yang sedang dihadapi oleh HMI adalah terjebak dalam romantisme kejayaan masa lalu sehingga tenggelam dalam realitas masa kini.

Dalam buku bintang arasy dijelaskan bahwa tolak ukur kesejahteraan suatu bangsa bukanlah terletak pada luas
wilayah atau jumlah penduduknya, bukan juga dilihat dari sistem politik dan sistem bernegara. Ternyata faktor utama yang menjadikan suatu negara maju dan berkeadaban dan mencapai kesejahteraanbbersama ternyata ditentukan oleh sumber daya Insani yang ada pada negara tersebut.

konsep Khidmad ber HMI adalah upaya yang harus disikapi oleh individual kader agar keseriusan dalam menjalani organisasi, patuh terhadap norma, prilaku bermasyarakat dan patuh terhadap AD-Art internal organisasi serta menjunjung tinggi kehormatan negara dan organisasi adalah konsep yang bisa diambil sebagai problem solver atas persoalan dan kondisi yang tengah dihadapi oleh Himpunan Mahasiswa Islam.

Perlu adanya semangat dan kesadaran antar Individual kader dan upaya pembangunan ukhuwah agar barisan kaum intlektual ini menjadi kokoh untuk mencapai misi keumatan dan kebangsaan yang di imban. Disisi lain juga harus hadirnya pembangunan sumber daya manusia yang nantinya di tahun 2045 generasi Indonesia akan diproyeksikan untuk menjawab tantangan bonus demografi.




Rahasia yang Harus Diketahui Orang Tua Dalam Mempersiapkan Anak yang Berdaya dan Berpikir Kritis

‘SPION ITU BERNAMA AYAH DAN BUNDA’
[Rahasia Anak-anak yang Harus Diketahui Orangtua,
Dalam Mempersiapkan Anak yang Berdaya dan Berpikir Kritis] Oleh: Irniyati Samosir

ARB INdonesia – Kana adalah seorang anak berusia 6 tahun, saat itu ia tengah jalan-jalan sore bersama ayahnya menaiki sepeda motor matic. Seperti biasa, Kana berdiri di depan. Sambil melihat pemandangan sore, Kana dan ayahnya ngobrol dan bercanda.

Disela-sela obrolan, Kana nyeletuk “Pah, di belakang kita ada yang ngikutin kita lho”. Lantas sang ayah menjawab “nggak ada nak, itu mah orang lain yang mau lewat aja”.

Kana tetap mempertahankan pendapatnya, dan ayah-pun juga tetap pada argumentasinya.

“Yang ngikutin kita cewe cantik lho pah,” Kana kembali menyampaikan pandangannya. Lalu ayahnya penasaran dan bertanya kepada Kana, “Memang Kana tahu darimana kalau ada yang mengikuti kita perempuan cantik?,” tanya sang ayah.

“Ya dari spionlah, dari tadi kan Kana lihat spion terus ayah,” jawab kena. Sang ayah mencoba memperhatikan, ternyata memang ada yang sedang mengikutinya.

Keajaiban Dunia Anak yang Terlupakan

Pengasuhan anak adalah peran yang penuh tantangan, tetapi ada rahasia penting yang harus diketahui oleh setiap orangtua, bahwa  mereka adalah spion terbaik yang akan membentuk anak-anak menjadi individu yang berdaya dan berpikir kritis.

Dibalik segala aktivitas sehari-hari, peran orang tua sebagai model yang diperhatikan anak-anak seringkali terlupakan. Setiap langkah yang diambil oleh orang tua tidak hanya berdampak pada kehidupan sehari-hari anak, tetapi juga membentuk pola pikir dan perilaku mereka dimasa depan.

Orang tua adalah model utama bagi anak-anak. Mereka menyaksikan, meniru, dan belajar dari setiap tindakan dan kata-kata yang diucapkan oleh orang tua mereka.

Anak merupakan observer yang baik dan sekaligus peniru yang ulung, otak anak laksana spons yang mampu menyerap berbagai informasi dan persitiwa yang kelak dijadikan sebagai referensi dalam bersikap dan bertindak.

Pada periode sensitif-golden age, anak yang sedang dalam proses perkembangan memiliki kepekaan yang khusus dan kuat. Ayah dan bunda menjadi figure utama yang selalu teramati dan terawasi mata anak melalui spion keluarga.

Jika Ayah dan Bunda menunjukkan sikap positif, keberanian menghadapi tantangan dan keterbukaan untuk belajar, anak-anak akan menginternalisasi nilai-nilai tersebut dan mengembangkannya dalam kehidupan mereka.

Begitu juga sebaliknya, jika ayah dan bunda menunjukkan sikap negatif, ketakutan, atau ketidaksantunan, anak-anak juga cenderung meniru perilaku tersebut.

Oleh karena itu, menjadi penting bagi orang tua untuk menyadari bahwa mereka adalah “spion” yang tak terelakkan dalam kehidupan anak-anak mereka. Setiap tindakan, setiap kata, bahkan setiap sikap akan berdampak pada perkembangan anak-anak mereka.

Ini adalah tanggung jawab yang besar, tetapi juga merupakan kesempatan yang luar biasa untuk membentuk generasi yang kuat dan berdaya.

Maka, mari setiap orang tua menyadari peran penting mereka sebagai “spion” dalam kehidupan anak-anak. Dengan menjadi model yang positif, mendukung, dan menginspirasi, ayah dan bunda dapat membantu mempersiapkan anak-anak untuk menjadi individu yang berdaya, berpikir kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Spion itu memang bernama ayah dan bunda, dan kekuatan mereka dalam membentuk masa depan generasi mendatang tidak boleh diabaikan.

Irniyati Samosir, Bandung, 11 Mei 2024. Penulis adalah Mahasiswa Program Doktoral Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UPI Bandung, dan bekerja sebagai Dosen di Poltekesos Bandung.