Gelar Coffee Morning, Kepala Bea Cukai Tembilahan Terangkan Alasan 8 Pelaku Penyelundupan Rokok yang Dilepaskan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kepala Kantor Pengawasan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Tembilahan menggelar Coffee Morning bersama awak media di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Rabu (5/2/2020).


Acara tersebut digelar di Aula Sri Gemilang Kantor Pengawasan Bea Cukai di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 48 Tembilahan, Inhil – Riau.


Dalam sambutannya, Kepala Bea Cukai Tembilahan mengatakan agenda ini digelar guna menjalin silaturahmi kepada awak media yang ada di Kabupaten Inhil.


“Acara coffee morning ini merupakan tempat kita untuk menjalin silaturahmi dan agar saya bisa lebih mengenal Insan Pers yang ada di Inhil,” tutur Kepala Kantor Bea Cukai Tembilahan yang baru bertugas, Ari Yusuf Wibawa.


Disela itu, Ari Yusuf Wibawa juga menerangkan terkait alasan dilepaskannya 8 pelaku penyelundupan Rokok Tanpa Cukai yang digagalkan oleh Tim Buru Sergap Narasinga Satuan Reskrim Polres Inhu di ruas jalan lintas Sumatera Desa Danau Rambai, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), beberapa waktu lalu.


“Perlu kami luruskan kenapa 8 orang ini tidak kami tahan. Kami tidak melepaskan orang, tetapi dalam proses lidik kami tidak punya kewenangan menahan orang,” imbuhnya.


Lanjutnya, Karena belum masuk tahapan penyelidikan sehingga orang ini tidak bisa ditahan. Yang pasti saat ini identitas dan segala macam sudah kami pegang, dan begitu masuk proses sidik, orangnya bisa langsung kami ambil.


“Saya pastikan kasus ini masih terus berjalan, tidak ada istilah tidak dikerjakan atau 86,” tegas Ari Yusuf  kepada awak media, dan beberapa awak media dari Kabupaten Inhu  yang turut hadir saat itu.



Sebelumnya pada pemberitaan yang dilansir dari cakaplah.com menuliskan bahwa Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kantor Pengawasan Bea dan Cukai tipe Madya Pabean C Tembilahan diduga membebaskan para pemilik rokok maupun sopir kendaraan pengangkut rokok illegal tanpa Pita Bea Cukai.


Pemilik dan sopir kendaraan pengangkut rokok tanpa Pita Bea Cukai tersebut ditangkap Tim Buru Sergap Narasinga Satuan Reskrim Polres Inhu di ruas jalan lintas Samutera Desa Danau Rambai, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Inhu Kamis (14/11/2019) lalu.


Kapolres Inhu, AKBP Efrizal S.IK melalui Pejabat Sementara Perwira Urusan (Paur) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Inhu, Aipda Misran saat dikonfirmasi membenarkan pemilik rokok maupun sopir kendaraan pengangkut rokok illegal telah dibebaskan.


“Dari informasi yang kita terima memang benar delapan pelaku penyeludupan rokok tanpa cukai dan barang bukti hasil tangkapan Polres Inhu telah dibebaskan penyidik Bea Cukai Tembilahan. Kenapa dibebaskan, silahkan rekan-rekan pers konfirmasi ke pihak Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Tembilahan,” Kata Misran.







Ia menjekaskan, penangkapan terhadap para pelaku berawal pada Rabu 13 November 2019 Satuan Reskrim (Satres) Polres Inhu mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di sekitar wilayah Kecamatan Batang Gansal sering dilintasi kendaraan roda empat yang bermuatan rokok yang diduga illegal atau rokok yang tidak dilengkapi dengan pita cukai.


Berdasarkan informasi itu, tim Buser Narasinga Polres Inhu yang dipimpin Kanit Buser Narasinga, Ipda Dahniel Syariantoni SSos beserta sejumlah personel melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.


Setelah beberapa jam melakukan penyelidikan dan pengintaian, Kamis Subuh 14 November 2019 sekitar pukul 05.00 WIB melintas 1 unit mobil jenis Toyota Kijang Innova dengan Nopol BH 1034 AP dari arah Sincalang menuju arah Simpang Granit.


“Tim Buser yang telah curiga dengan mobil itu berusaha mengejar dan menghentikan mobil tersebut di wilayah Desa Danau Rambai.


Setelah berhasil dihentikan dan digeledah, ternyata polisi menemukan 26 dus rokok illegal yang terdiri dari 20 dus merek Luffman dan 6 dus merek H Mild,” jelas Misran


Setelah menemukan rokok itu, Kata Misran, kemudian Polisi langsung mengamankan sopir mobil IHK sekaligus pemilik rokok dan temannya PHS.







Selang berapa menit kemudian, lewat lagi mobil jenis Toyota Avanza BM 1372 GA yang dikemudikan SBL yang mengangkut 13 dus rokok illegal merek Luffman.


Kemudian tak lama berselang, lewat lagi mobil Toyota Avanza BM 1639 GD yang dikemudikan oleh SPR bersama temannya SRL yang membawa 22 dus rokok.


Beberapa menit selanjutnya lewat lagi mobil jenis Mitshubishi Expander BM 1751 EI yang dikemudikan HDR dengan muatan 23 dus rokok.


Dan terakhir, lewat lagi mobil jenis Toyota Avanza BM 1496 BV yang dikemudikan IDS bersama temannya APR membawa rokok illegal sebanyak 15 dus.


Delapan pelaku yang diamankan saat itu adalah SBL (43) warga Desa Sekaro Kecamatan Kemuning Inhil sebagai sopir sekaligus pemilik rokok.


HDR (32) warga desa Danau Rambai, Kecamatan Batang Gansal, Inhu sebagai sopir sekaligus pemilik rokok. IHK (32) warga Desa Kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida, Inhu sebagai sopir sekaligus pemilik rokok.


PHS (37) Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida sebagai sopir. IDS (32) warga Desa Sekayan Kecamatan Kemuning Inhil sebagai pemilik rokok.







Kemudian APR (31) warga Sekayan Kecamatan Kemuning Inhil sebagai sopir dan pemilik rokok, SPR (31) warga Desa Keritang Kecamatan Kemuning Inhil dan SRL (31) warga Desa Keritang Kecamatan Kemuning Inhil teman SRL.


Kemudian, ungkap Misran, sekira pukul 20.30 WIB dilaksanakan penyerahan para pelaku dan barang bukti kepada PPNS kantor Pengawasan Bea dan Cukai tipe Madya Pabean C Tembilahan atas nama Cendera Sutanto.


Selain ribuan bungkus rokok illegal merek Luffman dan H Mild, tim Buser juga mengamankan 8 tersangka baik sebagai pemilik rokok maupun sopir kendaraan pengangkut rokok illegal dan lima unit kendaraan roda empat.


Editor Arbain




Jembatan Sungai Piring di Dapil Ketua DPRD Inhil Memprihatinkan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sudah bertahun-tahun kondisi Jembatan Kelurahan Sungai Piring, Kecamatan Batang Tuaka, sangat memprihatinkan dan membahayakan masyarakat yang melintas disana.


Menurut penuturan warga setempat, Ali, kondisi tersebut sudah terjadi sangat lama namun seakan tidak pernah mendapat perhatian serius baik dari DPRD maupun pemerintah setempat.


Yang sangat dikeluhkan lagi banyak wakil-wakil dari mereka menduduki posisi strategis mulai sejak menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Inhil priode 2014-2019 sampai menjabat Ketua DPRD Inhil priode 2019-hingga saat ini.


“Wilayah inikan merupakan daerah pemilihan (Dapil) Ketua DPRD Inhil saat ini. Tapi tak juga ada pengaruhnya,”kata bapak beranak 3 ini, kemarin.


Dia menilai bahwa kedekatan para wakil rakyat hanya kepada rakyat ketika hendak Pemilihan Legislatif (Pileg). Akan tetapi setelah itu, janji hanya tinggal janji ibarat cinta monyet manis saat berdua.


Hal yang sama juga disampaikan Masta, salah seorang warga disana. Mereka sangat menaruh harapan besar kepada wakil-wakilnya yang saat ini duduk di kursi Legislatif. Terutama yang punya jabatan strategis pada unsur pimpinan.


“Terutama komandan-komandan disana yang punya aspirasi lebih besar,”celetuknya, mengibaratkan komandan adalah unsur pimpinan  DPRD Inhil.


Bukan saja jembatan tersebut, bahkan banyak lagi jembatan di Dapil 2 yang mengalami kerusakan cukup parah. Salah satunya Jembatan Sungai Pinggan. Akibat kerusakannya, sehingga menelan korban jiwa.


Ketua RT setempat, Edi Ruspian, menjelaskan hal itu sudah beberapa kali di bahas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang). Hanya saja belum ada realisasi pembangunan.


“Kami berharap kepada anggota Dewan untuk memperhatikannya. Karena ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak,”jelasnya.


Lurah Sungai Piring, Suratman, mengakui kondisi Jembatan tersebut. Menurutnya hal itu sudah di bahas di dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) di wilayahnya.


“Jembatan ini sudah cukup tua. Sehari bisa ribuan masyarakat yang melintas disana,”terangnya. Oleh karena itu dia minta pihak terkait DPRD dan Pemerintah segera mengawal agar dana perbaikan jembatan agar segera terealisasi.


Sementara itu Ketua DPRD Inhil H Ferriyandi, saat di konfirmasi melalui sambungan seluler pribadinya tidak menjawab. Demikian pula pesan singkat yang dikirimkan, hingga berita ini dinaikan belum ada jawaban dari yang bersangkutan.(rls)


Editor Arb




Rocky Gerung Minta Jokowi ‘Diungsikan’: Kekuasaan Sudah Keropos, Pembelaan Harun Masiku Compang-Camping

Foto : Rocky Gerung







ARB INdonesia, JAKARTA – Polemik keberadaan Harun Masiku yang masih buron karena lari dari kasus korupsi pergantian antar waktu (PAW) Anggota DPR RI PDIP Dapil Sumsel I Riezky Aprilia, kembali mendapat tanggapan dari pengamat politik.


Kali ini, Rocky Gerung angkat bicara terkait sikap pemerintah yang terkesan plin-plan menjelaskan keberadaan Harun.


Sebab, ia melihat pernyataan Presiden Joko Widodo yang hanya menyindir penjelasan Menkumham Yasonna H. Laoly soal keberadaan Harun tidak memperjelas keberadaan buronan itu.


Kata Rocky pernyataan politik Kepala Negara itu justru menguatkan adanya permainan politik yang dilakukan oleh para penguasa.







“Permainan semacam ini dengan mudah dibongkar karena logika pembelaannya compang-camping,” ucap Rocky.


Selain itu, sikap Yasonna Laoly yang secara tiba-tiba memutasi Direktur Jendral Imigrasi Kemenkumham, Ronny F. Sompie, juga dianggap oleh Rocky sebagai ketidakjujuran pemerintah.


Ditambah dengan temuan CCTV Tempo media di Bandara Soekarno-Hatta, yang memperlihatkan keberadaan Harun di Jakarta pada tanggal 7 Januari 2020.


“Jadi delegitimasi itu berjalan terus karena ketidakmampuan kekuasaan bersikap jujur terhadap peristiwa itu,” kata Rocky.


Fakta-fakta itu yang kemudian disebutkan Rocky sebagai kebobrokan pemerintah. Sebab katanya, keadilan hanya bisa didapatkan ketika penguasa berkata.







“Bahwa ada yang decay (membusuk) dalam kekuasaan. Itu enggak bisa dicegah, karena tidak ada cara lain untuk mengatakan bahwa kekuasaan ini sudah keropos,” imbuh Rocky.


Lebih lanjut, pendiri Setara Institute ini berharap Presiden Jokowi sadar bahwa dirinya tengah dikelilingi oleh elite-elite haus kekuasaan.


“Jadi saatnya memang, bukan memindahkan ibukota, tapi memindahkan kepala negara ke tempat seperti suaka politik sebentar, supaya dia bisa mengambil jarak dengan kelompok koalisinya,” pungkasnya. (*)




loading…




Sumber Pojoksatu.id
https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2020/02/03/rocky-gerung-minta-jokowi-diungsikan-kekuasaan-sudah-keropos-pembelaan-harun-masiku-compang-camping/




Benarkah Konsumsi Kelelawar jadi Penyebab Munculnya Virus Corona?

Ilustrasi sup kelelawar buah. © Imgur







ARB INdonesia – Salah satu hal yang disebut bisa menjadi penyebab virus corona baru atau yang dikenal 2019-nCOV adalah kelelawar. Konsumsi hewan ini di Wuhan disebut bukan hal aneh sehingga rentan terjadi penyebaran virus tersebut dari hewan ini.


Anggapan ini juga didukung oleh video yang banyak beredar di sosial media mengenai wanita yang mengonsumsi sup kelelawar. Benarkah hal ini jadi penyebab munculnya virus corona di Wuhan?


“Virus corona awalnya menyerang hewan, seperti kelelawar. Namun, jika sudah dijadikan sup, seharusnya virus sudah mati,” jelas dokter spesialis penyakit dalam sekaligus pakar penyakit infeksi dan tropis, Erni Juwita Nelwan di Kantor PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jakarta Pusat.


“Apabila memang sup kelelawar terbukti menyebarkan virus corona, ya bisa saja proses pembuatannya tidak matang,” sambungnya.







Tetap Risiko Menyebar


Erni melanjutkan, harus dipastikan apakah sup kelelawar yang dimakan matang atau tidak.


Kita harus memastikan apakah supnya matang atau setengah mentah. Kalau sudah direbus, harusnya virus bisa mati, lanjutnya.


Sementara itu, dokter spesialis anak klinis Darmawan Budi Setyanto menanggapi, walaupun sup kelelawar sudah matang, risiko virus corona terjangkit ke manusia masih ada.


“Virus ini kan bisa ditularkan lewat udara. Artinya, virus bisa menempel di mana saja, terlebih lagi pada koki dan pramusaji yang menyiapkan dan mengantarkan makanan,” komentar Darmawan.


Ketika virus menempel pada piring atau sendok, otomatis bisa berisiko terjangkit pneumonia dari virus corona baru ini,” tandasnya.


loading…




Sumber: Liputan6.com /merdeka.com


https://m.merdeka.com/sehat/benarkah-konsumsi-kelelawar-jadi-penyebab-munculnya-virus-corona.html




Jangan Bersedih Karena Perlakuan Orang Lain, Tapi Lihatlah Perlakuan Mereka Terhadap Sang Khaliq

Foto Ilustrasi liputan6.com







ARB INdonesia, LA TAHZAN – Menurut Imam Ahmad, dalam bukunya Az-Zuhd, Allah pernah berkata:


“Sungguh aneh kamu wahai anak Adam. Aku ciptakan kamu, namun kamu menyembah selain Aku, dan Aku beri kamu rezeki namun kamu bersyukur pada selain Aku. Aku berikan cinta-Ku melalui nikmat-nikmat itu, padahal Aku sama sekali tidak membutuhkanmu, namun kamu melakukan kebencian pada-Ku dengan melakukan kedurhakaan padahal kamu sangat membutuhkan-Ku. Kebaikan-Ku turun kepadamu, namun kejahatanmu naik pada-Ku.”


Dikisahkan dalam catatan biografi Isa a.s. bahwa ia telah mengobati sebanyak tiga puluh orang sakit dan telah menyembuhkan banyak orang buta, namun mereka itu kemudian berbalik menjadi musuh-musuhnya.


 (Karya  Dr. Aidh al- Qarni – Penerbit Qisthi Press)




Jangan Memakai Baju Kepribadian Orang Lain

Foto Ilustrasi Tribunnews.com







ARB INdonesia, LA TAHZAN – {Dan, bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka, berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan.} (QS. Al-Baqarah: 148)


{Dan, Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat.} (QS. Al-An’am: 165)


{Sungguh, tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing).} (QS. Al-Baqarah: 60)


Setiap manusia memiliki kelebihan, potensi dan bakat masing-masing. Dan, salah satu keagungan Rasulullah adalah kemampuannya untuk menempatkan setiap sahabatnya sesuai dengan kemampuan, bakat, dan kesiapan mereka masing-masing.


Ali misalnya, ditempatkan pada posisi kehakiman, Mu’adz dalam masalah keilmuan, Ubay yang menyangkut al-Qur’an, Zaid dalam masalah Faraidh, Khalid ibn Walid dalam persoalan jihad,
Hassan dalam masalah syair, dan Qais ibn Tsabit dalam orasi.







Baca juga : Cara Mudah Menghadapi Kritikan Pedas


Menempatkan parfum di tempat pedang tentu sangat berbahaya sebagaimana pedang kala ditempatkan di tempat parfum. Larut dalam kepribadian orang lain pada hakikatnya adalah bunuh diri. Memakai baju kepribadian orang lain adalah sebuah pembunuhan yang direncanakan.


Salah satu tanda kebesaran Allah adalah perbedaan sifat yang ada pada manusia dan karakter yang mereka miliki, serta perbedaan bahasa dan warna kulit mereka. Abu Bakar dengan kelembutan dan wataknya yang pengasih telah memberikan manfaat bagi umat dan agama. Umar dengan sikapnya yang keras dan keteguhannya telah membangkitkan Islam dan pemeluknya.


Artinya, menerima dengan penuh kerelaan pemberian yang ada pada diri Anda, merupakan karunia. Oleh sebab itu, kembangkanlah,
tumbuhkanlah, dan dapatkanlah manfaat darinya.


{Allah, tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.} (QS. Al-Baqarah: 286)


Taklid buta dan terlalu mudah melebur ke dalam kepribadian orang lain merupakan penguburan hidup-hidup terhadap bakat yang Allah berikan, pembunuhan terhadap kemauan, dan penghancuran sistem terhadap karakter penciptaan manusia itu sendiri.


(Karya  Dr. Aidh al- Qarni – Penerbit Qisthi Press)