STUDIO SENAM DAN DANCE TERBAIK DI INHIL

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Senam merupakan salah satu olahraga yang banyak diminati masyarakat. Selain terbilang murah, senam terbukti memberikan banyak manfaat buat tubuh. Disamping bermanfaat secara fisik, senam juga bermanfaat pada psikis pelakunya.


Dilansir dari situs healthsportcom, orang yang secara teratur berolahraga senam akan mendapatkan manfaat dari kemampuan gerak tubuhnya (motor ability).


Senam dapat membentuk daya tahan otot, kekuatan, kelenturan, kelincahan, keseimbangan, dan koordinasi gerak tubuh yang semuanya berkaitan dengan sistem kerja jantung dan paru (cardio-vaskular system).


Adapun manfaat senam secara fisik diantaranya: baik bagi kesehatan jantung, mengoptimalkan fungsi otak, dapat menurunkan berat badan, meningkatkan stamina, memperbaiki bentuk fisik, merawat kesehatan tulang, dan membuat tubuh tidak mudah terserang penyakit.


Yulia Yusfariance (kiri) bersama Ibu Hj. Zulaikha dari Pembina PKK Kabupaten Inhil. Foto : Dokpri.


Sedangkan secara psikis, senam dapat mengurangi stres dan meningkatkan mood yang berpengaruh pada produktivitas dan kreativitas seseorang.
Sanggar Senam dan Komoditi Bisnis Kebugaran
Senam kini tidak sekedar sebagai bentuk kegiatan olahraga semata, tetapi senam telah menjadi salah satu bentuk aktualisasi gaya hidup sehat yang berdampak secara mental dan sosial.


Senam yang dilakukan secara kolektif menyediakan begitu banyak pengalaman dan membuat orang menjadi lebih percaya diri dalam mengontrol tubuhnya. Dengan demikian, tingkat keberhasilan yang didapatkan pun menjadi lebih tinggi.


Senam secara kolektif diketahui dapat membangun relasi sosial, membentuk pola hidup aktif dan disiplin, dan mengembangkan interaksi antar personal dalam konsep yang positif.


Melihat berbagai manfaat sebagaimana di atas, tak heran senam kemudian menjadi sebuah komoditi bisnis kebugaran yang cukup menjanjikan.


Maraknya kemunculan sanggar senam jelas membuat semakin banyak pula pilihan bagi para pecinta olahraga kebugaran ini untuk memilih tempat dimana ia akan berlatih.


Setiap sanggar senam sudah barang tentu punya ‘spesifikasi’ tersendiri dalam menarik minat para pecinta olahraga kebugaran ini agar berlatih ditempatnya.
Demikan pula halnya dengan sebuah tempat senam yang bernama Studio Dance Works (SDW). Studio dance works dan senam yang terletak di Jln. Sederhana Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ini selalu berusaha menyajikan performa terbaik bagi para membernya.



Mengapa Pilih Senam di Studio Dance Works?
Studio Dance Works merupakan Studio dance dan senam yang didirikan oleh Ibu Yulia Yusfariance, ST. Walau belum genap setahun berdiri, Studio Dance Works aktif mengikuti  berbagai event line dance, baik yang ada di daerah maupun di luar daerah.


Ibu Yulia Yusfariance sendiri merupakan seorang praktisi olahraga kebugaran yang sudah cukup dikenal di kota Tembilahan. Dia juga PNS di salah satu instansi pemerintahan di Tembilahan.


Usai mengikuti acara Workshop Share Dance dan Gathering yang diadakan The Universal Line Dance (D’ULD) Riau pada Sabtu (7/3/20), dia dipercaya menjadi pengurus Perwakilan D’ULD Riau Cabang Inhil.


Acara yang berlangsung sukses di Pengeran Hotel Pekanbaru menghadirkan pengurus D’ULD Pusat beserta instruktur dance dan senam yang cukup terkenal dari Jakarta, yakni Bambang Satiyawan (Mas Bembi).


Dipercaya sebagai pengurus D’ULD Riau Cabang Inhil tentu menjadi amanah yang harus diembannya agar olahraga kebugaran ini dapat secara luas dirasakan manfaatnya oleh para perempuan yang ada di Inhil.


Yulia Yusfariance (paling kanan) bersama sebagian anggota tim Studio Dance Works Tembilahan menerima piala Performance Participation usai perform di Pangeran Hotel Pekanbaru (Sabtu, 7/3/20). Piala diserahkan oleh Bambang Satiyawan dari The Universal Line Dance (D’ULD) Pusat – Jakarta. Kredit Foto : Dokpri.


Saat awak media menyambangi Studio Dance Works, Selasa (10/3/20) sore, “Ince”, sapaan akrab sang owner mengatakan bahwa motivasinya mendirikan Studio Dance Work merupakan bentuk kepeduliannnya kepada para perempuan Inhil, khususnya yang ada di Kota Tembilahan agar dapat memiliki fisik dan psikis yang sehat tanpa harus mengeluarkan biaya yang relatif mahal dalam berolahraga.


“Untuk mendapatkan tubuh yang sehat orang tentu harus berolahraga. Selaku praktisi olahraga kebugaran, saya ingin membantu perempuan di Inhil agar menjadi lebih sehat secara fisik maupun psikis. Melalui senam, kedua manfaat itu akan di dapat tanpa harus mengeluarkan biaya ekstra demi memperoleh vitalitas tubuh yang sempurna”, ucap perempuan cantik berusia  38 tahun ini.


Lebih lanjut Ince menjelaskan bahwa Studio Dance Works miliknya memiliki beragam “menu” olah tubuh yang bermanfaat bagi kesehatan, diantaranya: Line Dance, Body Language, Aerobic Mix dan Dance Modern untuk Anak Remaja.


Adapun saat ini Line Dance menjadi ‘menu’ andalan yang banyak diminati oleh kalangan perempuan muda maupun ibu-ibu dari berbagai usia di Tembilahan. Latar belakang mereka pun berbeda-beda, seperti: PNS, wiraswasta, Ibu Rumah Tangga, dll.
Bahkan Ibu Hj. Zulaikha selaku pembina PKK Kabupaten Inhil juga mengikuti kegiatan Line Dance yang diadakan di Aula PKK Kabupaten Inhil.


Ince juga dikenal aktif membina Kelompok Perempuan Sehat Kreatif Mandiri (Paskem) di Tembilahan melalui Line Dance Outdor. Kegiatan ini di support oleh Bapak H. Alwi Effendy dari Komisi IV DPRD Inhil dan istrinya Ibu Hj. Ernawati.


Di Indonesia sendiri Line Dance sudah cukup populer karena seni gerak tubuh yang berasal dari Southern America ini selain dikenal cepat membakar kalori dalam tubuh juga memperlancar daya motorik, memperkuat konsentrasi, mengurangi resiko osteoporosis (pelapukan tulang) dan meningkatkan aktivitas sosial.



Melalui pola latihan yang tepat, tempat berlatih yang representatif dan dibalut dengan cara membangun hubungan kekeluargaan yang hangat dengan para member, maka tidak salah kiranya bagi perempuan yang ada di Inhil untuk memutuskan berlatih senam di Studio Dance Works milik Ibu Yulia Yusfariance.

“Sedikit saya tambahkan, melalui dance dan senam bisa menjadi sarana bagi kita untuk menciptakan harmoni kehidupan”, ucapnya menutup perbincangan.
Jadi, tunggu apa lagi?


Buruan daftarkan segera diri Anda di Studio Dance Works Tembilahan melalui Contact Person: 0812 7775 0315 (WA) / hp 0823 6021 3455. Raih dua manfaat kesehatan sekaligus, yaitu: fisik yang sehat dan psikis yang sehat.


“Promotional Article ini atas kerja sama Studio Dance Works Tembilahan dengan anjar.com”. (***)




Berlomba Menimbun Masker, Menggali Kubur Sendiri

Jika tenaga kesehatan dan orang sakit tak dibekali masker, maka Indonesia perlu bersiap menghadapi wabah selain COVID-19.
Foto ilustrasi ©arbindonesia.com


ARB INdonesia – Ditengah merebaknya wabah virus SARS-CoV-2, orang bisa melihat kemurahan hati seorang laki-laki membagikan puluhan karton masker ke kantor polisi di Cina. Tapi Indonesia keadaannya berbeda. Harga masker dan produk pembersih tangan justru naik gila-gilaan.


Barang-barang ini kemudian menjadi langka di pasaran. Sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya dua Warga Negara Indonesia (WNI) positif COVID-19, produk pembersih tangan berbasis alkohol ludes dalam hitungan jam.


Jauh sebelum COVID-10 diberitakan muncul di Indonesia, masker penutup mulut juga sudah mengalami kelangkaan. Kami sempat memonitor pergerakan harga pembersih tangan di salah satu platform belanja online pada Senin, (2/3/2020).


Sekitar Pukul 11.30 WIB, Jokowi menggelar konfrensi pers menyatakan Indonesia positif COVID-19. Hingga pukul 12.00 WIB harga pembersih tangan masih normal. Namun satu jam kemudian produk-produk tersebut mulai mengalami kenaikan harga.







Pukul 14.00 WIB, toko yang memajang harga normal sudah habis diserbu pembeli, tersisa produk-produk dengan harga tak masuk akal. Produk pembersih ukuran 400 ml yang semula dihargai Rp45 ribu naik menjadi Rp300-350 ribu.


Tak cuma platform online, toko-toko grosir pun diserbu pembeli yang mencari pembersih tangan berbasis alkohol.


“Saya pergi ke enam Alfamart, kosong semua,” Permatasari, 29 tahun, menceritakan pengalaman berburu produk pembersih tangan di kawasan Tangerang Selatan.


Sari cukup panik setelah mendengar himbauan pemerintah untuk rajin mencuci tangan, atau menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol untuk menghindari COVID-19. Virus SARS-CoV-2 memang bertransmisi dari tetesan batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi.


Sisa cairan itu, lebih banyak menyebar lewat sentuhan tangan ke area wajah. Maka, rajin cuci tangan merupakan pencegahan terbaik saat ini. Lantaran anjuran masif diserukan, Sari kemudian yakin akan ada gerakan borong pembersih tangan seperti masker kemudian harganya menjadi mahal. Kekhawatiran Sari terbukti benar.


Desainer di salah satu butik di Jakarta ini baru bisa mencari produk pembersih tangan selepas pulang kantor. Sekitar lima jam paska pengumuman resmi soal COVID-19 dari pemerintah. Sari akhirnya menemukan produk tersebut di toko keenam. Tersisa sebelas pembersih tangan berbasis alkohol, itupun hanya yang varian anak.


“Saya beli cuma dua yang ukuran kecil. Kasihan yang lain juga perlu,” katanya, satu kotak ukuran 18 ml ia beli dengan harga normal Rp14 ribu.







Mereka Lebih Butuh Masker


Sejak seminggu ini Mila, 26 tahun, sudah pontang-panting mencari masker di daerah Surabaya. Anak pertama dan suaminya sedang flu berat. Kondisi tersebut membikin keduanya masuk kelompok yang perlu dibekali masker agar tidak menyebarkan virus influenza ke lingkungan sekitar.


“Saya khawatir virusnya nyebar ke si adek, batuk pilek kan harus maskeran supaya gak nular ke orang lain,” ujar Mila.


Tapi, usahanya nihil. Masker sudah sangat langka sejak satu bulan lalu. Sementara harga di platform belanja online sudah mencapai Rp300 ribuan per dus. Ibu dua anak ini kemudian berinisiatif mencari penjual masker di media sosial dan menemukan akun Instagram @cahaya_bike_77.


“Dia (penjual) bilang harus beli minimal satu karton seharga Rp600 ribu,” katanya.


Singkat cerita setelah melakukan transaksi pengiriman uang, penjual mengaku tengah menipu dan langsung menonaktifkan semua nomor. Kelangkaan masker juga membikin susah para korban bencana letusan Gunung Merapi kemarin.


Dyan Fidrianto, seorang warga Klaten yang terdampak abu Merapi mengeluh sakit tenggorokan akibat terlalu banyak menghirup partikel vulkanik itu. Sementara saat kejadian letusan Merapi, ia tak bisa menemukan masker di toko sekitar.







“Jadi memakai buff (masker dari kain tipis, biasanya terbuat dari bahan spandex),” ungkapnya, Kamis, (5/3/2020).


Kisah Mila dan Dyan adalah gambaran lunturnya empati manusia. Dalam situasi sulit dan tidak kondusif seperti ini mereka mengambil keuntungan dari celah ketidakgesitan pemerintah mengatur kestabilan dan ketersediaan barang.


Mereka menjual masker bekas, menipu pembeli, dan membuat standar harga yang tinggi. Di sisi lain, ada kelompok-kelompok egois yang melakukan aksi borong masker, membuat kelompok yang benar-benar membutuhkan jadi sulit mengakses produk kesehatan tersebut.


Sekarang ini, tenaga kesehatan yang menjadi di garda terdepan penanganan berbagai macam penyakit mengaku harus dijatah untuk mendapat masker. Padahal tanpa masker, mereka sangat beresiko tertular tak hanya virus SARS-CoV-2, tapi juga TBC, Hepatitis, dan penyakit menular lainnya.







“Dijatah, maksimal sepuluh masker buat satu minggu, jadi ini kadang satu masker buat dua hari,” ungkap Rahma, 23 tahun, seorang perawat di salah satu rumah sakit di Jakarta.


Bahkan Rahma bercerita pasokan pembersih tangan di rumah sakit lebih cepat habis karena digunakan untuk isi ulang. Krisis ini membuat kebijakan rumah sakit jadi ikut berhemat. Pasca-tindakan ke pasien, tenaga kesehatan cukup diminta cuci tangan menggunakan sabun biasa.


“Susah, padahal yang terkena risiko kan lebih ke kami (tenaga kesehatan),” keluh Rahma.


Jika pada akhirnya masker serta pembersih tangan langka, lalu orang-orang sakit serta tenaga kesehatan tak dapat jatah, maka tak hanya COVID-19 tapi beragam penyakit mengancam kesehatan masyarakat Indonesia secara lebih luas.


Orang sehat yang memakai masker tetap berisiko tinggi terserang virus, sementara tenaga kesehatan bisa ikut sakit karena tak dibekali alat pelindung yang memadai. Kemudian Indonesia harus bersiap menghadapi ancaman wabah selain COVID-19.







Respon Pemerintah


Sejak pertama kali dunia gempar akibat munculnya virus SARS-CoV-2, pejabat kita lebih meributkan penyelesaian konflik Natuna. Ketika wabah COVID-19 sudah menyebar ke beberapa negara, pemerintah santai dan mengatakan Indonesia masih terbebas dari virus tersebut.


Disaat negara lain berkolaborasi memaksimalkan seluruh laboratorium yang mereka miliki untuk mendeteksi virus, uji laboratorium Indonesia masih tersentralisasi di pusat. Sementara negara lain membagikan masker cuma-cuma, pemerintah kita masih tak acuh soal pengendalian harga.


Sampai ramai-ramai kelangkaan masker terjadi di banyak wilayah Indonesia berjalan hitungan bulan, operasi masker baru digelar. Masyarakat baru bisa membeli masker dengan harga murah, namun tetap dibatasi jumlahnya. Melihat penanganan yang seperti ini, wajar akhirnya dunia sempat skeptis tentang nihilnya kasus COVID-19 di Indonesia.    
                                                                                                   


Jika melirik Singapura dan membandingkannya dengan Indonesia, kita bisa melihat perbedaan mencolok keduanya. Singapura bertindak gesit mengatasi penyebaran virus SARS-CoV-2. Sejak awal Februari sejumlah 1.500 personel militer diberdayakan untuk mengemas 5,2 juta masker.







Masker-masker ini didistribusikan secara gratis ke 1,3 juta rumah tangga. Setiap rumah tangga mendapat jatah empat masker. Tempat-tempat publik juga disterilisasi dan dilengkapi cairan pembersih tangan. Tak ada panic buying karena pemerintah memberi informasi yang jelas dan lugas sejak awal berita COVID-19 muncul.


“Dari 117 kasus, sebanyak 81 orang berhasil disembuhkan, 29 lainnya dalam keadaan stabil dan tengah mendapat perawatan di rumah sakit, dan tujuh lainnya kritis,” demikian ringkasan perkembangan terakhir dalam laman resmi Kementerian Kesehatan Singapura.


Dengan membandingkan kedua negara ini kita bisa memetik pelajaran, bahwa ketakutan hanya akan menciptakan perilaku irasional, egois, dan tidak bertanggung jawab.


Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom mengatakan, musuh terbesar dunia saat ini bukan virus, tapi ketakutan, rumor, dan stigma. Sementara kekuatan terbesar kita adalah fakta, penjelasan, dan solidaritas.







Penulis: Aditya Widya Putri
Sumber tirto.id
https://tirto.id/berlomba-menimbun-masker-menggali-kubur-sendiri-eDfi




Pengamat Prediksi 6 Bulan Lagi Rezim Jokowi Jatuh

ARB INdonesia, JAKARTA – Aktivis senior yang juga pengamat politik Syahganda Nainggolan meramal Presiden Joko Widodo bakal lengser tahun ini.

“Saya bukan kecewa, ini saya lagi menghitung Jokowi kapan jatuhnya,” kata Syahganda saat ditanya presenter talk show “Sarinya Berita” Rahma Sarita apakah dia kecewa dengan rezim Jokowi, seperti yang sebarluaskan, Sabtu (29/2).

“Tidak dijatuhkan, tidak ada yang jatuhkan, jatuh saja. Ini ramalan saya sebagai pengamat,” lanjut Syahganda di akhir pernyatananya dalam wawancara tersebut.

Syahganda melihat fenomenanya saat ini sudah panic game. Pemerintah dihantam banyak virus, dan bingung mau berbuat apa.
Virus itu antara lain, virus corona, virus Jiwasraya, virus Harun Masiku, virus Asabri, dan virus omnibus law.

“Dalam teori organisasi, panic game itu karena struktur lemah, dan leadernya bakal jatuh. Jadi saya hitung-hitung, kalau corona bisa enam bulan tidak ketemu vaksinnya, mungkin Jokowi di tahun ini, enam bulan lagi.

Akibat virus dari dalam dan luar negeri itu, Jokowi akan kesulitan mencari uang untuk membiayari rezimnya. Apalagi saat ini, pemerintah sangat membutuhkan iventasi untuk pembiayaan pembangunan ibukota negara baru.

Diprediksi, di tengah krisis pertumbuhan ekonomi dunia yang rata-rata sekitar 2 persen, dan laju pertumbuhan ekonomi China yang melambat karena virus corona, serta ditambah tidak kuatnya ketahanan ekonomi nasional, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperdiksi tambah anjlok.

“Bayangan saya pertumbuhan ekonomi kita pada angka 3 sampai 4 persen,” sebut Syahganda yang merupakan Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC).

Bukti panic game lainnya, diskusi siapa figur calon presiden 2024 sudah mulai dibicarakan, padahal Jokowi dan Maruf Amin baru saja dilantik. Orang-orang partai dan lembaga survei sudah membicarakan suksesi Jokowi.

“Biasanya survei pilres itu jelang dua atau satu tahun. Itu menunjukkan yang existing ini (Jokowi) sudah ditinggalkan orang, sudah mantan. Padahal masih menjabat,” ujar Syahganda.

Dengan banyaknya virus dan fenomena panic game, tambah Syahganda, apa yang dilakukan pemerintah malah tidak nyambung. Pemerintah terlihat hanya sibuk mencari investor ke luar negeri untuk mendanai ibukota negara baru.

Dan tambah aneh lagi, di luar akal sehat pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp 72 miliar untuk media dan influencer dalam rangka promosi wisata. (*)







Sumber Pojoksatu.id
https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2020/02/29/pengamat-prediksi-6-bulan-lagi-rezim-jokowi-jatuh/




Google Doodle Hari Ini Beri Penghormatan pada Sastrawan NH Dini

ARB INdonesia – Sosok sastrawan NH Dini muncul menjadi Google Doodle hari ini. Merayakan hari kelahiran novelis ‘Pada Sebuah Kapal’, wajahnya bakal menghiasi laman pembuka Google sepanjang hari.

Ilustrasi NH Dini digambar oleh seniman Kathrin Honesta. Dilihat dari gambar Google Doodle hari ini, wajah NH Dini yang dikenal berkacamata menggantikan huruf O di logo Google.

Ia tampak sedang menulis di lembaran berwarna hijau toska hingga biru muda. Huruf O lainnya di kata Google menggambarkan lautan yang cerah dan ada dalam salah satu novelnya ‘Pada Sebuah Kapal’.

Perempuan bernama lengkap Nurhayati Sri Hardinia Siti Nukatin adalah seorang sastrawan kelahiran Semarang, Jawa Tengah, pada 29 Februari 1936. Ia menikah dengan pria berdarah Prancis, Yves Coffin, pada 1960.

“Sastra sebenarnya adalah makanan bergizi untuk jiwa dan pikiran manusia. Ini adalah fondasi dasar kemanusiaan, cerminan masyarakat, realitas, pengetahuan, dan kebijaksanaan,” kata novelis NH Dini dilansir dari laman Google, Sabtu (29/2/2020).

Selepas bercerai dari Yves Coffin, ibunda dari sutradara ‘Despicable Me’, Pierre-Louis Padang Coffin, mengabadikan hidupnya untuk menulis.

Ia telah menerbitkan lusinan novel, cerita pendek, puisi, sepanjang 60 tahun kariernya. Melalui karya-karyanya seperti ‘Pada Sebuah Kapal’ (1985), ‘Namaku Hiroko’ (1986), fiksi-fiksi NH Dini terus mengutamakan persoalan perempuan. (*)







Editor Arb
Sumber detik.com
https://m.detik.com/hot/book/d-4919537/google-doodle-hari-ini-beri-penghormatan-pada-sastrawan-nh-dini?tag_from=wpm_nhl_12




Perpisahan Manager PLN ULP Tembilahan, Afrizal : ini Hanya Sebatas Pengantar Tugas

Foto : Afrizal bersama sang Istri dalam menyampaikan kata sambutan pada acara perpisahan


ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kurang lebih baru 4 bulan bertugas di Negeri Hamparan Kelapa Dunia Dunia, yakni Kabupaten Indragiri Hilir  (Inhil), Manager PT PLN ULP Tembilahan dipindah tugaskan kekantor Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Acara perpisahanpun digelar di Pondok Indragiri, Kamis (27/2/2020).


Dihadapan tamu undangan yang hadir, dalam sambutan terakhirnya Afrizal mengatakan mudah-mudahan silaturahmi ini tetap terjalin sampai batas waktu yang tidak ditentukan.


Sebab, menurut Manager yang memiliki kepribadian responsif dan humanis tersebut menilai bahwa pada dasarnya ini bukanlah suatu perpisahan, tetapi ini hanya sebatas pengantar tugas.


Selain itu, Afrizal menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh rekan kerja serta mitra PLN ULP Tembilahan yang telah membantunya selama bertugas di Kabupaten Inhil.


“Seorang manager tidak ada apa-apanya tanpa adanya kerjasama yang baik dari seluruh Stakeholder yang ada di PLN Tembilahan serta mitra kerja,” tutur Afrizal.


Ibnu Sanjaya


Semantara itu, Ibnu Sanjaya dalam sambutannya mengaku tidak percaya akan perpindahan tugas Manager PLN ini yang dinilainya begitu singkat bertugas di Tembilahan.


“Lebih sukses lagi, semoga ditempat baru nantinya mampu  memberikan sinergitas dan nuansa yang baru,” imbuhnya.


Muridi Susandi


Selain itu, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Inhil, Muridi Susandi yang juga diberikesampatan dalam menyampaikan kalimah penghantar tugas dalam acara perpisahan tersebut, ia mengaku berat atas perpisahan ini.


“Terimakasih kepada Magager PLN, Afrizal atas pengabdiannya di Kabupaten Inhil,” imbuh MS.


Untuk dektahui, saat ini sabagai pengganti Manager PLN ULP Tembilahan belum diketahui ataupun masih kosong.


Foto bersama awak media Kabupaten Inhil


Reporter ARB




Pelatihan dan Pemberangkatan Relawan Karhutla

ARB INdonesia, PEKANBARU –  Para Relawan Pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang sudah memperoleh pelatihan dari instruktur berpengalaman, diterjunkan ke lokasi Karhutla di Dusun Teluk Kumbang, Desa Sukarjo, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Selasa (25/2/2020).


Sebanyak 11 orang relawan diberangkatkan pada Senin, 24 Februari 2020, pukul 17.30 WIB menuju Pulau Rupat, Bengkalis guna memadamkan api di lahan gambut.


Relawan akan  menginap di Dumai dan hari ini, Selasa, 25 Februari 2020, pukul 07.00 WIB, diantar Satpolair Polres Dumai menuju Pulau Rupat dan akan diterima Kapolres Bengkalis atau Kapolsek Rupat.


“Diharapkan dengan diterjunkannya para relawan ini ke lokasi Karhutla dapat membantu proses pemadaman di sana,” kata Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, SIK, MSi, melalui Kabid Humas Kombes Pol Sunarto.


Para relawan tersebut merupakan Angkatan Ke-1 dari pelatihan dilakukan Posko Relawan Pemadam Karhutla dengan instruktur dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, dan Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sabtu, 8 Februari 2020 lalu.


“Para relawan yang diterjunkan tersebut akan bergabung dengan petugas yang sudah lebih dulu berjibaku memadamkan karhutla di Rupat,” tuturnya.


Relawan yang diterjunkan telah mendapatkan pelatihan yang memadai dari instruktur profesional. Materi yang menjadi bekal mereka antara lain teori tata cara dalam pemadamam api di lapangan, pengenalan alat-alat yang digunakan untuk pemadaman api, serta praktek pemadaman api simulasi di lapangan.


“Dengan bekal materi yang memadai tersebut serta didukung oleh semangat membara para relawan diharapkan mampu mengalahkan bara api karhutla yang terjadi di Dusun Teluk Kumbang, Desa Sukarjo, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis”. kata Sunarto.


Kabid Humas Kombes Pol Sunarto menjelaskan, tak hanya mengirimkan relawan ke lokasi Karhutla di Pulau Rupat, Bengkalis, hari ini dan esok, Rabu, 26 Februari 2020, sebanyak 250 mahasiswa dan karyawan Universitas Lancang Kuning (Unilak), juga akan mengikuti pelatihan pemadaman Karhutla.


“Acara ini akan dipusatkan di Kampus Unilak, Rumbai, serta Posko Relawan Pemadam Karhutla, Purna MTQ, Pekanbaru,” ungkap Kombes Sunarto,” imbuhnya.


Kegiatan ini akan dihadiri langsung Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Afrizal Nasution dan Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, SIK, M.Si. Dalam pelatihan tersebut, para relawan akan menerima materi teori tata cara pemadaman api di lapangan, pengenalan alat-alat digunakan untuk pemadaman api, serta praktik di lapangan.


Sementara itu, Rektor Unilak, Dr Junaidi, SS, MHum mengatakan, kegiatan ini implementasi dari MoU antara Unilak dengan Polda Riau dalam penanggulangan Karhutla, 30 Januari 2020 silam.


“Unilak berkomitmen melakukan pencegahan dan pemadaman Karhutla. Kami mendorong mahasiswa dan civitas akademika memiliki spirit relawan dalam penanggulangan Karhutla. Ini tanggung jawab kita semua,” kata Rektor Unilak, Dr Junaidi, S.S, M.Hum.


Di hari pertama, pelatihan akan diisi Materi Penanganan Karhutla dan Kebakaran Gedung dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) serta Polda Riau. Selain itu, para relawan juga akan mengunjungi Posko Relawan Pemadam Karhutla di Anjungan Sri Gemilang-Indragiri Hilir Purna MTQ Pekanbaru guna melihat dari dekat seperti apa penanganan pemadaman serta aplikasi Dashboard Lancang Kuning.

Di hari kedua, Rabu (26/2/2020), para relawan akan mempraktikkan pemadaman Karhutla usai menerima bekal teori dari instruktur terlatih dalam pemadaman.


“Kegiatan ini terlaksana atas dukungan PT RAPP menyediakan peralatan dan tim pemadam kebakaran dalam pelatihan ini. Kita berharap perusahaan swasta lainnya dapat berperan juga pelaksanaan pelatihan kebakaran,” pungkas Junaidi. (rls/Bid Humas Polda Riau)