AG Entertainment Kembali Perkenalkan Single Terbaru Tenny AP

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – AG Entartaimen kembali memperkebalkan rilis single lagu terbaru Tenny Amelia Putri (TAP)  yang berjudul ‘Satu Rasa Satu Cinta’ (SRSC), Minggu (29/3/2020).


Bersamaan dengan Hits lagu yang berjudul ‘Kurang Apa Aku’ menjadi trending di cover beberapa Youtubers, saat ini penyanyi yang akrab dikenal dengan TAP, sebagai kilas balik untuk mengenal TAP seorang gadis cantik dan manis asal Curup Bengkulu, saat ini merupakan HOST program “KUY SANTUY” dan yang berkecimpung di dunia entertainment baik sebagai artis di beberapa sinetron dan beberapa program TV. 


Lewat tangan dingin seorang pencipta lagu Odien Paboesky, TAP merilis single terbarunya yang berjudul “SATU RASA SATU CINTA” yang merupakan single ke empatnya setelah lagu BINGUNG, KURANG APA AKU dan TEMAN BAIK. 


SRSC dipilih menjadi single ke empat dari TAP, lagu yang menceritakan tentang ajakan untuk kita harus tetap semangat melangkah lebih maju apapun rintangan nya dan kuatkan tekad untuk satu tujuan demi meraih harapan dan cinta.


Sehubungan dengan adanya bencana Virus Corona (Covid-19) yang sedang melanda di Negara Indonesia, dengan hadirnya lagu baru ini semoga bisa menjadi inspirasi dan semangat demi menguatkan hati kita untuk menghadapi situasi dan kondisi disaat ini.


“Lagu ini dikemas dengan nuansa musik pop yang sangat catchy dengan kekuatan lirik yang sangat easy listening,” tutur  Manajemen AG Entartaimen.


Lanjutnya, dengan penuh rasa hormat kepada teman-teman radio, media elektronik, cetak, online, sponsorship, event organizer di seluruh Indonesia, kami dari AG Entertainment Official ingin memperkenalkan Single terbaru TAP  yang berjudul ‘Satu Rasa Satu Cinta’.


“Berharap single terbaru ini lebih mendapatkan support, dukungan promo serta dapat diterima di seluruh lapisan pecinta musik Indonesia,” Imbuh Manajemen AG Entartaimen.


“Kami ucapkan terimakasih atas kerjasamanya kepada teman-teman media, baik media radio, elektronik, cetak, online yang sangat mengagumkan dalam proses lebih memperkenalkan kembali di Single terbaru ini ke masyarakat, tidak hanya di kota-kota besar, namun juga hingga kepelosok-pelosok tanah air. You All The Best,” tutupnya.


Editor Arb




Ngeyel pada Perintah Petugas Penanggulangan Wabah Menular, Bisa Diancam Pidana

Foto : Yudhia Perdana Sikumbang, S.H.,Cpl


ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR –  Hati-hati bagi anda yang masih ‘Ngeyel’ dengan perintah petugas dalam penanggulangan Wabah penyakit menular, bisa dikenakan ancaman pidana UU nomor 14 tahun 1984.


Hal itu disampaikan Lawyer Muda, Yudhia Perdana Sikumbang, S.H., CPL kepada media, Sabtu (28/3/2020).


Dalam hal ini, Y.P Sikumbang meminta kepada masyarakat agar menghargai petugas yang sedang melaksanakan tugas dalam upaya pencegahan penularan penyakit menular, salah satunya virus corona.


Lanjutnya, dalam Pasal 14 ayat 1 dan 2 yang berbunyi


(1) Barang siapa dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 1 (satu) tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah).


(2) Barang siapa karena kealpaannya mengakibatkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah).


(3) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah kejahatan dan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) adalah pelanggaran.


“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menghormati apapun keputusan pemerintah daerah dan jajarannya untuk menanggulangi wabah penyakit menular ini, seperti yg terjadi saat ini wabah Covid-19. Petugas punya cara tersendiri jadi kepada masyarakat agar mematuhi apapun perintah dr petugas,” terang Y. P Sikumbang.


Selain itu, menurut Praktisi Hukum Y. P Sikumbang, penggunaan Pasal 212 KUHP kurang tepat digunakan untuk menjerat seseorang yang dengan sengaja menghalangi petugas dalam penanggulangan Wabah penyakit menular.


Sebab, dari pasal yang berbunyi, ‘Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan kepada seseorang pegawai negeri yang melakukan pekerjaannya yang sah, atau melawan kepada orang yang waktu membantu pegawai negeri itu karena kewajibannya menurut undang-undang atau karena permintaan pegawai negeri itu, dihukum karena perlawanan, dengan hukuman penjara selama-lamanya satu tahun empat bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp4.500,’ ( Pasal 212 KUHP).


Dalam sebuah buku Hukum Pidana, R.Soesilo (hal. 168) menjelaskan bahwa supaya dapat dihukum menurut pasal ini, maka orang itu harus:


a.    Melakukan perlawanan memakai kekerasan atau ancaman kekerasan. Tentang “kekerasan” R. Soesilo merujuk pada penjelasannya terkait Pasal 89 KUHP yaitu “mempergunakan tenaga atau kekuatan jasmani tidak kecil secara tidak sah” misalnya memukul dengan tangan atau dengan segala macam senjata, menyepak, menendang, dan sebagainya. Yang disamakan dengan “melakukan kekerasan” ialah membuat orang jadi pingsan atau tidak berdaya.


Merebut dan melepaskan orang yang ditangkap oleh polisi dari tangan polisi adalah perbuatan kekerasan. Waktu ditangkap oleh polisi atau diperintahkan oleh polisi menurut undang-undang, orang memukul atau menendang polisi adalah perbuatan kekerasan juga.


b.    Perlawanan tersebut dilakukan terhadap pegawai negeri yang sedang menjalankan tugasnya yang sah, atau terhadap orang (tidak perlu pegawai negeri) yang membantunya dalam tugas itu. Apabila pegawai negeri tersebut tidak sedang menjalankan tugas yang sah, maka orang tidak dapat dihukum.


c.    Orang yang melawan harus mengetahui, bahwa ia melawan kepada pegawai negeri (biasanya bisa dilihat dari pakaian seragam atau tanda-tanda atau surat legitimasi), tetapi tidak perlu bahwa orang itu harus mengetahui pegawai negeri itu sedang bekerja dalam melakukan pekerjaan jabatannya yang sah. Tentang sah atau tidaknya itu dia tidak boleh menimbang. Bahwa pegawai negeri itu sedang melakukan pekerjaannya dalam jabatannya yang sah itu dalam ketentuan ini adalah suatu keadaan yang menentukan sifat dapat dihukum.


Dalam buku yang di tulis R. Soesilo, juga menjelaskan seseorang agen polisi yang mendapat perintah dari Hulpmagistraat (pembantu jaksa) untuk menangkap dan membawa ke kantor polisi orang yang disangka melakukan peristiwa pidana, pada waktu melakukan penangkapan tersebut boleh dikatakan dalam melakukan tugas yang sah.


Contoh lain, seseorang yang tidak memakai karcis pada saat naik kereta api, lalu diperintahkan turun oleh kondektur sebagaimana yang telah disumpah, kemudian tidak mau turun dan melawan dengan kekerasan dapat dikenakan pasal ini.


Ancaman hukuman dapat ditambah, jika perlawanan itu menimbulkan akibat-akibat seperti yang diatur dalam Pasal 213 KUHP:


Paksaan dan perlawanan yang diterangkan dalam pasal 211 dan 212 dihukum:


1.    Penjara selama-lamanya lima tahun, kalau kejahatan itu atau perbuatan yang menyertai kejahatan itu menyebabkan sesuatu luka;


2.    Penjara selama-lamanya delapan tahun enam bulan, kalau menyebabkan luka berat.


3.    Penjara selama-lamanya 12 tahun, kalau menyebabkan mati orang tersebut.


“Jadi lebih tepat menggunakan UU nomor 14 tahun 1984 tentang Wabah penyakit menular dalam pasal 14 ayat 1 dan 2, dari pada menggunakan Pasal 212 KUHP,” terang Yudhia.


“Namun yg menjadi catatan, ancaman pidana ini adalah upaya terakhir untuk masyarakat yang tidak patuh dengan upaya pemerintah dalam penanganan, pencegahan penyebaran penyakit menukar,” terang Yudhia.


Lebih lanjut,  Yudhia menyapaikan ada beberapa regulasi yang relevan, jangan asal comot regulasi harus kita pahami betul soal


– UU nomor 14 tahun 1984 tentang penanggulangan penyakit menular pasal 14 ayat 1 dan 2 itu ketentuan pidananya diatur disana lalu turunannya


– PP No. 40 Tahun 1991 tentang Penanggulangan Wabah Penyakit Menular


– UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan


– Permenkes No. 82 Tahun 2014 Tentang Penanggulangan Penyakit Menular.


Hal itu berlaku pada 13 Oktober 2009, UU No. 36 Tahun 2009 mengatur secara khusus penyakit menular dalam satu bab (Bab X). Kegiatan yang dapat dilakukan adalah promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative bagi individu atau masyarakat yang terjangkit.


“Ini adalah salah satu peraturan pelaksanaan UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Penyakit menular ke manusia berdasarkan Permenkes ini dapat disebabkan agen biologi, antara lain virus, bakteri, jamur, dan parasit,” jabarnya


“Ini adalah beberapa regulasi yg tepat untuk keadaan saat ini,” tutur Y. P Sikumbang.


Penulis: Yudhia Perdana Sikumbang, S.H.,CPL


Editor Arbain
 




Viral China Pasok Alqur'an untuk Tangkal Corona, Ini Cek Faktanya

Video-video viral di Facebook yang diklaim sebagai pembagian Alquran di China untuk menangkal virus corona. Klaim itu tidak benar. Foto/Altnews.in

ARB INdonesia.com – Sebuah video yang viral di Facebook menunjukkan orang-orang dengan emosional berebut buku. Video itu diklaim sebagai pembagian kitab suci Alquran oleh pemerintah China untuk menangkal virus corona jenis baru, COVID-19.

Dilansir dari Cek fakta SINDOnews.com, Senin (16/3/2020), menyimpulkan klaim itu tidak benar. Keberadaan video itu sudah ada sejak 2013 dan tak ada kaitannya dengan wabah COVID-19.

Akun Facebook seperti “Pakistan is online” dan “Niyaz Ahmed” telah mem-posting video ini dengan judul “China Govt. Restricted to read HoLy Quraan and after Corona Virus Govt. Supplying Quraan to read. What a amazing miracle of ALLAH and Quraan”.

Setelah dicek, posting-posting video itu menyesatkan. Namun, video itu viral di Facebook dan banyak orang percaya itu terkait dengan wabah virus corona di China pada saat ini. Padahal, faktanya tidak demikian

Dengan alat verifikasi InVID, pada awalnya memotong video viral itu dalam kerangka kunci (keyframe). Kemudian, menggunakan pencarian gambar terbalik pada keyframe ini ditemukan bahwa video tersebut ternyata sudah ada di internet sejak 2013.

Di sebuah situs web bernama “gospelprime.com”, sebuah cerita diterbitkan menggunakan foto yang sama dari seorang wanita yang memegang buku yang mirip dengan yang ditampilkan dalam video viral itu. Cerita di situs itu diterbitkan pada 19 Maret 2013. Cerita di situs itu adalah reaksi orang-orang Kristen China setelah menerima Alkitab.

Video yang sama juga diunggah di YouTube pada tahun 2014, dengan tulisan Spanyol yang harfiah bermakna reaksi emosional orang-orang Kristen China setelah menerima Alkitab.



Halaman Facebook saluran keagamaan “God TV” juga mem-posting video ini dengan tulisan “Orang Kristen China yang menerima Alkitab untuk pertama kalinya”.

COVID-19, menurut data dari situs pelaporan online worldometers.info, pada saat ini (16/3/2020), tercatat 169.610 kasus infeksi di 157 negara dengan jumlah orang meninggal mencapai 6.518 orang. Sedangkan jumlah pasien yang disembuhkan secara global sebanyak 77.776.


Editor Arbain
Sumber Sindonews.com
https://international.sindonews.com/read/1557886/40/viral-china-pasok-alquran-untuk-tangkal-corona-ini-cek-faktanya-1584337512




STUDIO SENAM DAN DANCE TERBAIK DI INHIL

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Senam merupakan salah satu olahraga yang banyak diminati masyarakat. Selain terbilang murah, senam terbukti memberikan banyak manfaat buat tubuh. Disamping bermanfaat secara fisik, senam juga bermanfaat pada psikis pelakunya.


Dilansir dari situs healthsportcom, orang yang secara teratur berolahraga senam akan mendapatkan manfaat dari kemampuan gerak tubuhnya (motor ability).


Senam dapat membentuk daya tahan otot, kekuatan, kelenturan, kelincahan, keseimbangan, dan koordinasi gerak tubuh yang semuanya berkaitan dengan sistem kerja jantung dan paru (cardio-vaskular system).


Adapun manfaat senam secara fisik diantaranya: baik bagi kesehatan jantung, mengoptimalkan fungsi otak, dapat menurunkan berat badan, meningkatkan stamina, memperbaiki bentuk fisik, merawat kesehatan tulang, dan membuat tubuh tidak mudah terserang penyakit.


Yulia Yusfariance (kiri) bersama Ibu Hj. Zulaikha dari Pembina PKK Kabupaten Inhil. Foto : Dokpri.


Sedangkan secara psikis, senam dapat mengurangi stres dan meningkatkan mood yang berpengaruh pada produktivitas dan kreativitas seseorang.
Sanggar Senam dan Komoditi Bisnis Kebugaran
Senam kini tidak sekedar sebagai bentuk kegiatan olahraga semata, tetapi senam telah menjadi salah satu bentuk aktualisasi gaya hidup sehat yang berdampak secara mental dan sosial.


Senam yang dilakukan secara kolektif menyediakan begitu banyak pengalaman dan membuat orang menjadi lebih percaya diri dalam mengontrol tubuhnya. Dengan demikian, tingkat keberhasilan yang didapatkan pun menjadi lebih tinggi.


Senam secara kolektif diketahui dapat membangun relasi sosial, membentuk pola hidup aktif dan disiplin, dan mengembangkan interaksi antar personal dalam konsep yang positif.


Melihat berbagai manfaat sebagaimana di atas, tak heran senam kemudian menjadi sebuah komoditi bisnis kebugaran yang cukup menjanjikan.


Maraknya kemunculan sanggar senam jelas membuat semakin banyak pula pilihan bagi para pecinta olahraga kebugaran ini untuk memilih tempat dimana ia akan berlatih.


Setiap sanggar senam sudah barang tentu punya ‘spesifikasi’ tersendiri dalam menarik minat para pecinta olahraga kebugaran ini agar berlatih ditempatnya.
Demikan pula halnya dengan sebuah tempat senam yang bernama Studio Dance Works (SDW). Studio dance works dan senam yang terletak di Jln. Sederhana Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ini selalu berusaha menyajikan performa terbaik bagi para membernya.



Mengapa Pilih Senam di Studio Dance Works?
Studio Dance Works merupakan Studio dance dan senam yang didirikan oleh Ibu Yulia Yusfariance, ST. Walau belum genap setahun berdiri, Studio Dance Works aktif mengikuti  berbagai event line dance, baik yang ada di daerah maupun di luar daerah.


Ibu Yulia Yusfariance sendiri merupakan seorang praktisi olahraga kebugaran yang sudah cukup dikenal di kota Tembilahan. Dia juga PNS di salah satu instansi pemerintahan di Tembilahan.


Usai mengikuti acara Workshop Share Dance dan Gathering yang diadakan The Universal Line Dance (D’ULD) Riau pada Sabtu (7/3/20), dia dipercaya menjadi pengurus Perwakilan D’ULD Riau Cabang Inhil.


Acara yang berlangsung sukses di Pengeran Hotel Pekanbaru menghadirkan pengurus D’ULD Pusat beserta instruktur dance dan senam yang cukup terkenal dari Jakarta, yakni Bambang Satiyawan (Mas Bembi).


Dipercaya sebagai pengurus D’ULD Riau Cabang Inhil tentu menjadi amanah yang harus diembannya agar olahraga kebugaran ini dapat secara luas dirasakan manfaatnya oleh para perempuan yang ada di Inhil.


Yulia Yusfariance (paling kanan) bersama sebagian anggota tim Studio Dance Works Tembilahan menerima piala Performance Participation usai perform di Pangeran Hotel Pekanbaru (Sabtu, 7/3/20). Piala diserahkan oleh Bambang Satiyawan dari The Universal Line Dance (D’ULD) Pusat – Jakarta. Kredit Foto : Dokpri.


Saat awak media menyambangi Studio Dance Works, Selasa (10/3/20) sore, “Ince”, sapaan akrab sang owner mengatakan bahwa motivasinya mendirikan Studio Dance Work merupakan bentuk kepeduliannnya kepada para perempuan Inhil, khususnya yang ada di Kota Tembilahan agar dapat memiliki fisik dan psikis yang sehat tanpa harus mengeluarkan biaya yang relatif mahal dalam berolahraga.


“Untuk mendapatkan tubuh yang sehat orang tentu harus berolahraga. Selaku praktisi olahraga kebugaran, saya ingin membantu perempuan di Inhil agar menjadi lebih sehat secara fisik maupun psikis. Melalui senam, kedua manfaat itu akan di dapat tanpa harus mengeluarkan biaya ekstra demi memperoleh vitalitas tubuh yang sempurna”, ucap perempuan cantik berusia  38 tahun ini.


Lebih lanjut Ince menjelaskan bahwa Studio Dance Works miliknya memiliki beragam “menu” olah tubuh yang bermanfaat bagi kesehatan, diantaranya: Line Dance, Body Language, Aerobic Mix dan Dance Modern untuk Anak Remaja.


Adapun saat ini Line Dance menjadi ‘menu’ andalan yang banyak diminati oleh kalangan perempuan muda maupun ibu-ibu dari berbagai usia di Tembilahan. Latar belakang mereka pun berbeda-beda, seperti: PNS, wiraswasta, Ibu Rumah Tangga, dll.
Bahkan Ibu Hj. Zulaikha selaku pembina PKK Kabupaten Inhil juga mengikuti kegiatan Line Dance yang diadakan di Aula PKK Kabupaten Inhil.


Ince juga dikenal aktif membina Kelompok Perempuan Sehat Kreatif Mandiri (Paskem) di Tembilahan melalui Line Dance Outdor. Kegiatan ini di support oleh Bapak H. Alwi Effendy dari Komisi IV DPRD Inhil dan istrinya Ibu Hj. Ernawati.


Di Indonesia sendiri Line Dance sudah cukup populer karena seni gerak tubuh yang berasal dari Southern America ini selain dikenal cepat membakar kalori dalam tubuh juga memperlancar daya motorik, memperkuat konsentrasi, mengurangi resiko osteoporosis (pelapukan tulang) dan meningkatkan aktivitas sosial.



Melalui pola latihan yang tepat, tempat berlatih yang representatif dan dibalut dengan cara membangun hubungan kekeluargaan yang hangat dengan para member, maka tidak salah kiranya bagi perempuan yang ada di Inhil untuk memutuskan berlatih senam di Studio Dance Works milik Ibu Yulia Yusfariance.

“Sedikit saya tambahkan, melalui dance dan senam bisa menjadi sarana bagi kita untuk menciptakan harmoni kehidupan”, ucapnya menutup perbincangan.
Jadi, tunggu apa lagi?


Buruan daftarkan segera diri Anda di Studio Dance Works Tembilahan melalui Contact Person: 0812 7775 0315 (WA) / hp 0823 6021 3455. Raih dua manfaat kesehatan sekaligus, yaitu: fisik yang sehat dan psikis yang sehat.


“Promotional Article ini atas kerja sama Studio Dance Works Tembilahan dengan anjar.com”. (***)




Berlomba Menimbun Masker, Menggali Kubur Sendiri

Jika tenaga kesehatan dan orang sakit tak dibekali masker, maka Indonesia perlu bersiap menghadapi wabah selain COVID-19.
Foto ilustrasi ©arbindonesia.com


ARB INdonesia – Ditengah merebaknya wabah virus SARS-CoV-2, orang bisa melihat kemurahan hati seorang laki-laki membagikan puluhan karton masker ke kantor polisi di Cina. Tapi Indonesia keadaannya berbeda. Harga masker dan produk pembersih tangan justru naik gila-gilaan.


Barang-barang ini kemudian menjadi langka di pasaran. Sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya dua Warga Negara Indonesia (WNI) positif COVID-19, produk pembersih tangan berbasis alkohol ludes dalam hitungan jam.


Jauh sebelum COVID-10 diberitakan muncul di Indonesia, masker penutup mulut juga sudah mengalami kelangkaan. Kami sempat memonitor pergerakan harga pembersih tangan di salah satu platform belanja online pada Senin, (2/3/2020).


Sekitar Pukul 11.30 WIB, Jokowi menggelar konfrensi pers menyatakan Indonesia positif COVID-19. Hingga pukul 12.00 WIB harga pembersih tangan masih normal. Namun satu jam kemudian produk-produk tersebut mulai mengalami kenaikan harga.







Pukul 14.00 WIB, toko yang memajang harga normal sudah habis diserbu pembeli, tersisa produk-produk dengan harga tak masuk akal. Produk pembersih ukuran 400 ml yang semula dihargai Rp45 ribu naik menjadi Rp300-350 ribu.


Tak cuma platform online, toko-toko grosir pun diserbu pembeli yang mencari pembersih tangan berbasis alkohol.


“Saya pergi ke enam Alfamart, kosong semua,” Permatasari, 29 tahun, menceritakan pengalaman berburu produk pembersih tangan di kawasan Tangerang Selatan.


Sari cukup panik setelah mendengar himbauan pemerintah untuk rajin mencuci tangan, atau menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol untuk menghindari COVID-19. Virus SARS-CoV-2 memang bertransmisi dari tetesan batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi.


Sisa cairan itu, lebih banyak menyebar lewat sentuhan tangan ke area wajah. Maka, rajin cuci tangan merupakan pencegahan terbaik saat ini. Lantaran anjuran masif diserukan, Sari kemudian yakin akan ada gerakan borong pembersih tangan seperti masker kemudian harganya menjadi mahal. Kekhawatiran Sari terbukti benar.


Desainer di salah satu butik di Jakarta ini baru bisa mencari produk pembersih tangan selepas pulang kantor. Sekitar lima jam paska pengumuman resmi soal COVID-19 dari pemerintah. Sari akhirnya menemukan produk tersebut di toko keenam. Tersisa sebelas pembersih tangan berbasis alkohol, itupun hanya yang varian anak.


“Saya beli cuma dua yang ukuran kecil. Kasihan yang lain juga perlu,” katanya, satu kotak ukuran 18 ml ia beli dengan harga normal Rp14 ribu.







Mereka Lebih Butuh Masker


Sejak seminggu ini Mila, 26 tahun, sudah pontang-panting mencari masker di daerah Surabaya. Anak pertama dan suaminya sedang flu berat. Kondisi tersebut membikin keduanya masuk kelompok yang perlu dibekali masker agar tidak menyebarkan virus influenza ke lingkungan sekitar.


“Saya khawatir virusnya nyebar ke si adek, batuk pilek kan harus maskeran supaya gak nular ke orang lain,” ujar Mila.


Tapi, usahanya nihil. Masker sudah sangat langka sejak satu bulan lalu. Sementara harga di platform belanja online sudah mencapai Rp300 ribuan per dus. Ibu dua anak ini kemudian berinisiatif mencari penjual masker di media sosial dan menemukan akun Instagram @cahaya_bike_77.


“Dia (penjual) bilang harus beli minimal satu karton seharga Rp600 ribu,” katanya.


Singkat cerita setelah melakukan transaksi pengiriman uang, penjual mengaku tengah menipu dan langsung menonaktifkan semua nomor. Kelangkaan masker juga membikin susah para korban bencana letusan Gunung Merapi kemarin.


Dyan Fidrianto, seorang warga Klaten yang terdampak abu Merapi mengeluh sakit tenggorokan akibat terlalu banyak menghirup partikel vulkanik itu. Sementara saat kejadian letusan Merapi, ia tak bisa menemukan masker di toko sekitar.







“Jadi memakai buff (masker dari kain tipis, biasanya terbuat dari bahan spandex),” ungkapnya, Kamis, (5/3/2020).


Kisah Mila dan Dyan adalah gambaran lunturnya empati manusia. Dalam situasi sulit dan tidak kondusif seperti ini mereka mengambil keuntungan dari celah ketidakgesitan pemerintah mengatur kestabilan dan ketersediaan barang.


Mereka menjual masker bekas, menipu pembeli, dan membuat standar harga yang tinggi. Di sisi lain, ada kelompok-kelompok egois yang melakukan aksi borong masker, membuat kelompok yang benar-benar membutuhkan jadi sulit mengakses produk kesehatan tersebut.


Sekarang ini, tenaga kesehatan yang menjadi di garda terdepan penanganan berbagai macam penyakit mengaku harus dijatah untuk mendapat masker. Padahal tanpa masker, mereka sangat beresiko tertular tak hanya virus SARS-CoV-2, tapi juga TBC, Hepatitis, dan penyakit menular lainnya.







“Dijatah, maksimal sepuluh masker buat satu minggu, jadi ini kadang satu masker buat dua hari,” ungkap Rahma, 23 tahun, seorang perawat di salah satu rumah sakit di Jakarta.


Bahkan Rahma bercerita pasokan pembersih tangan di rumah sakit lebih cepat habis karena digunakan untuk isi ulang. Krisis ini membuat kebijakan rumah sakit jadi ikut berhemat. Pasca-tindakan ke pasien, tenaga kesehatan cukup diminta cuci tangan menggunakan sabun biasa.


“Susah, padahal yang terkena risiko kan lebih ke kami (tenaga kesehatan),” keluh Rahma.


Jika pada akhirnya masker serta pembersih tangan langka, lalu orang-orang sakit serta tenaga kesehatan tak dapat jatah, maka tak hanya COVID-19 tapi beragam penyakit mengancam kesehatan masyarakat Indonesia secara lebih luas.


Orang sehat yang memakai masker tetap berisiko tinggi terserang virus, sementara tenaga kesehatan bisa ikut sakit karena tak dibekali alat pelindung yang memadai. Kemudian Indonesia harus bersiap menghadapi ancaman wabah selain COVID-19.







Respon Pemerintah


Sejak pertama kali dunia gempar akibat munculnya virus SARS-CoV-2, pejabat kita lebih meributkan penyelesaian konflik Natuna. Ketika wabah COVID-19 sudah menyebar ke beberapa negara, pemerintah santai dan mengatakan Indonesia masih terbebas dari virus tersebut.


Disaat negara lain berkolaborasi memaksimalkan seluruh laboratorium yang mereka miliki untuk mendeteksi virus, uji laboratorium Indonesia masih tersentralisasi di pusat. Sementara negara lain membagikan masker cuma-cuma, pemerintah kita masih tak acuh soal pengendalian harga.


Sampai ramai-ramai kelangkaan masker terjadi di banyak wilayah Indonesia berjalan hitungan bulan, operasi masker baru digelar. Masyarakat baru bisa membeli masker dengan harga murah, namun tetap dibatasi jumlahnya. Melihat penanganan yang seperti ini, wajar akhirnya dunia sempat skeptis tentang nihilnya kasus COVID-19 di Indonesia.    
                                                                                                   


Jika melirik Singapura dan membandingkannya dengan Indonesia, kita bisa melihat perbedaan mencolok keduanya. Singapura bertindak gesit mengatasi penyebaran virus SARS-CoV-2. Sejak awal Februari sejumlah 1.500 personel militer diberdayakan untuk mengemas 5,2 juta masker.







Masker-masker ini didistribusikan secara gratis ke 1,3 juta rumah tangga. Setiap rumah tangga mendapat jatah empat masker. Tempat-tempat publik juga disterilisasi dan dilengkapi cairan pembersih tangan. Tak ada panic buying karena pemerintah memberi informasi yang jelas dan lugas sejak awal berita COVID-19 muncul.


“Dari 117 kasus, sebanyak 81 orang berhasil disembuhkan, 29 lainnya dalam keadaan stabil dan tengah mendapat perawatan di rumah sakit, dan tujuh lainnya kritis,” demikian ringkasan perkembangan terakhir dalam laman resmi Kementerian Kesehatan Singapura.


Dengan membandingkan kedua negara ini kita bisa memetik pelajaran, bahwa ketakutan hanya akan menciptakan perilaku irasional, egois, dan tidak bertanggung jawab.


Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom mengatakan, musuh terbesar dunia saat ini bukan virus, tapi ketakutan, rumor, dan stigma. Sementara kekuatan terbesar kita adalah fakta, penjelasan, dan solidaritas.







Penulis: Aditya Widya Putri
Sumber tirto.id
https://tirto.id/berlomba-menimbun-masker-menggali-kubur-sendiri-eDfi




Pengamat Prediksi 6 Bulan Lagi Rezim Jokowi Jatuh

ARB INdonesia, JAKARTA – Aktivis senior yang juga pengamat politik Syahganda Nainggolan meramal Presiden Joko Widodo bakal lengser tahun ini.

“Saya bukan kecewa, ini saya lagi menghitung Jokowi kapan jatuhnya,” kata Syahganda saat ditanya presenter talk show “Sarinya Berita” Rahma Sarita apakah dia kecewa dengan rezim Jokowi, seperti yang sebarluaskan, Sabtu (29/2).

“Tidak dijatuhkan, tidak ada yang jatuhkan, jatuh saja. Ini ramalan saya sebagai pengamat,” lanjut Syahganda di akhir pernyatananya dalam wawancara tersebut.

Syahganda melihat fenomenanya saat ini sudah panic game. Pemerintah dihantam banyak virus, dan bingung mau berbuat apa.
Virus itu antara lain, virus corona, virus Jiwasraya, virus Harun Masiku, virus Asabri, dan virus omnibus law.

“Dalam teori organisasi, panic game itu karena struktur lemah, dan leadernya bakal jatuh. Jadi saya hitung-hitung, kalau corona bisa enam bulan tidak ketemu vaksinnya, mungkin Jokowi di tahun ini, enam bulan lagi.

Akibat virus dari dalam dan luar negeri itu, Jokowi akan kesulitan mencari uang untuk membiayari rezimnya. Apalagi saat ini, pemerintah sangat membutuhkan iventasi untuk pembiayaan pembangunan ibukota negara baru.

Diprediksi, di tengah krisis pertumbuhan ekonomi dunia yang rata-rata sekitar 2 persen, dan laju pertumbuhan ekonomi China yang melambat karena virus corona, serta ditambah tidak kuatnya ketahanan ekonomi nasional, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperdiksi tambah anjlok.

“Bayangan saya pertumbuhan ekonomi kita pada angka 3 sampai 4 persen,” sebut Syahganda yang merupakan Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC).

Bukti panic game lainnya, diskusi siapa figur calon presiden 2024 sudah mulai dibicarakan, padahal Jokowi dan Maruf Amin baru saja dilantik. Orang-orang partai dan lembaga survei sudah membicarakan suksesi Jokowi.

“Biasanya survei pilres itu jelang dua atau satu tahun. Itu menunjukkan yang existing ini (Jokowi) sudah ditinggalkan orang, sudah mantan. Padahal masih menjabat,” ujar Syahganda.

Dengan banyaknya virus dan fenomena panic game, tambah Syahganda, apa yang dilakukan pemerintah malah tidak nyambung. Pemerintah terlihat hanya sibuk mencari investor ke luar negeri untuk mendanai ibukota negara baru.

Dan tambah aneh lagi, di luar akal sehat pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp 72 miliar untuk media dan influencer dalam rangka promosi wisata. (*)







Sumber Pojoksatu.id
https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2020/02/29/pengamat-prediksi-6-bulan-lagi-rezim-jokowi-jatuh/