Kerap Dicaci Maki Haters, Tengku Zulkarnain Bilang Begini ke UAS

Ustaz Tengku Zulkarnain. Foto/Instagram


ARBindonesia.com, JAKARTA – Ustaz Tengku Zulkarnain dikenal kritis terhadap pemerintah. Kritikan yang dia unggah di akun
media sosial kadang berbuah caci maki dari para haters. Marahkah dia?


Kepada Ustaz Abdul Somad (UAS), Tengku Zulkarnain mengatakan bahwa kebanyakan tulisan yang dia unggah di Twitter atau Instagram adalah langsung dia yang menulisnya. “Apa susahnya menulis,” kata Tengku Zulkarnain kepada Ustaz Abdul Somad di akun YouTube UTZ Official, 27 Juli 2020.


Ustaz Abdul Somad lantas penasaran, apakah Tengku Zulkarnain marah saat membaca caci maki haters di media sosial. Dengan santai dan sambil tertawa kecil, Tengku Zulkarnain mengatakan tidak. “Malah lucu gitu. kadang-kadang ada yang perlu dijawab kita jawab. Tapi banyak yang nggak kita jawab, kalau memang dia kelihatan mau tahu, kita jawab. Tapi kalau cuman maki-maki aja, nggak kita jawab, untuk apa , rugi kita habis waktu,” ujar Tengku.


Pria kelahiran Medan 14 Agustus 1963 ini mengungkapkan, ada juga di antara yang mencaci maki dirinya yang kemudian minta maaf. “Ada juga yang tobat, tanya jawab tanya jawab dua tiga kali, kemudian mereka japri saya, minta maaf, tobat, ada banyak juga yang begitu. Maka perlu juga sebagian dijawab.” (*)


Sumber Sindonews.com




Wakili Riau, Pemuda Asal Inhil ini Raih Terbaik 1 dalam Acara Indonesia Mengaji

Foto Scrinshoot youtube zidany


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Abdul Aziz putra asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang mewakili Provinsi Riau berhasil meraih terbaik pertama dalam acara Program Indonesia Mengaji yang disiarkan langsung melalui siaran TV Indosiar, Kamis (21/5/2020) malam.


Abdul Aziz berhasil memukau para juri dengan latunan ayat-ayat suci Al Qur’an yang bicakannya hingga ia ditetapkan oleh para juri sebagai peserta terbaik pertama pada babak final Program Indonesia Mengaji.


Atas keberhasilannya meraih peringkat pertama, Abdul Aziz yang juga merupakan Mahasiswa UIN Suska Riau tersebut dinominasikan masuk ke MTQ Internasional untuk mewakili Negara Indonesia.


Atas hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Indragiri melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, HM arifin merasa terharu atas apa yang telah dicapai oleh Abdul Aziz.


“Saya atas nama pribadi dan atas nama pengurus LPTQ Kabupaten Inhil merasa terharu sekaligus bangga.


Ternyata anak-anak kita jika mau belajar dengan baik dan dibina dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil yang baik dan meggembirakan pula,” tuturnya, Jum’at (22/5/2020).


“Semoga ini menjadi motivasi bagi anak-anak kita agar belajar dan berlatihnya lebih giat lagi,” harap HM Arifin


Untuk diketahui, dari 236 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Inhil, saat ini masing-masing telah memiliki Rumah Tahfiz yang sudah aktif. 


Rumah Tahfiz tersebut merupakan tempat pendidikan  agama untuk melahirkan generasi yang menjunjung tinggi norma-norma agama yang berlandasan Al Qur’an, serta mencetak Qori dan Qoriah, Hafiz dan Hafizah. (Arbain)




Pasca Video Vulgar Viral, Siswa SMAN 1 Kunto Darussalam Gelar Shalat Taubat

ARBindonesia.com, ROKAN HULU – Setelah beredarnya foto dan video tak senonoh merayakan kelulusan, yang sempat viral di dunia maya beberapa hari yang lalu. Kemudian pada Kamis (7/5/2020) siswa SMA Negeri 1 Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menggelar shalat taubat berjamaah di masjid Al Muqorrobin, Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam.


Shalat taubat ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XII dan para Majelis Guru SMAN 1 Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.


Pengakuan Kepala Sekolah SMA Negeri Kunto Darussalam, Rapani, S.Pd, M.Si mengatakan kegiatan shalat taubat digelar untuk menggugah hati seluruh siswa agar menyadari kekhilafan dan kesalahan yang sudah mereka perbuat.


“Berharap anak-anak kita ini sadar atas kesalahan yang telah mereka perbuat,” terang Rapani.


Sementara Wakil Kesiswaan SMAN 1 Kunto Darussalam, Risna Wati, S.Pd mengatakan Siswa SMAN 1 Kunto Darussalam memiliki rutinitas keagamaan setiap minggunya, seperti Shalat Duha Berjamaah sekali sebulan, muhadoroh setiap Jum’at, agenda Rohis dan Tahfidz Qur’an.


“Agenda keagamaan terus kita laksanakan guna menanamkan jiwa keislaman dan religius bagi siswa,” jelasnya.(***)


Laporan Faidar




Kemenag Pekanbaru Tetapkan 1 Ramadan 24 April 2020

Ilustrasi


ARBindonesia.com, PEKANBARU – Kementerian Agama Kota Pekanbaru telah menetapkan 1 Ramadhan 1441 Hijriah jatuh pada Jumat (24/4/2020) pada kalender Masehi. Penetapan itu melihat pada waktu dan kalender tahun Hijriah yang sudah ditetapkan sebelumnya.

“Insya Allah Jumat kita sudah puasa,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru Edwar S. Umar, Rabu (22/4).


Dikatakannya, penetapan itu sesuai dengan kalender tahun Hijriah yang telah dibuat oleh umat Islam. Tanggal 1 Ramadhan ditetapkan pada Jumat besok.

Meski begitu, pihaknya tetap akan melakukan rukyat untuk memastikan masuknya bulan Ramadhan. “Untuk kepastiannya, kita tetap akan lakukan rukyat pada Kamis (23/4/2020) sore,” imbuhnya.

Ia pun menegaskan, bahwa perkiraan masuknya bulan Ramadhan pada hari Jumat. Sehingga pada Kamis malamnya, umat muslim sudah bisa melakukan sholat taraweh di rumah masing-masing.


Disamping itu, pihaknya juga menyampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan umat muslim selama bulan puasa di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam mencegah Covid-19. Diantaranya ialah, tidak ada kegiatan ceremonial untuk menyambut bulan Ramadhan, tidak adanya aktivitas pengumupulan orang banyak.

Selanjutnya tidak adanya kegiatan buka dan sahur bersama kecuali dengan keluarga inti. Sholat taraweh hanya dilakukan di rumah masing-masing dan tidak dilakasanakan di masjid.


Kemudian pengumpulan zakat tidak boleh dilakukan dengan mengumpulkan orang banyak, begitu juga dengan pendistribusian zakat, harus langsung diantar ke rumah masing-masing.

Sementara itu, untuk pelaksanaan sholat Idul Fitri, pihaknya masih mempertimbangkan situasi dan perkembangan Covid-19.

“Kita masih melihat perkembangan situasi. Apabila situasi ini masih seperti ini, maka tentunya pelaksanaan sholat Idul Fitri di rumah saja,” terangnya.


Edwar menambahkan, untuk masyarakat non muslim yang tidak menjalankan ibadah puasa untuk tetap saling menghormati. “Saling menghormati dan tetap jaga persatuan dan kesatuan umat beragama,” pungkasnya.


Sumber sindonews.com




10 Hari Menuju Ramadhan, Siapkan Bekal untuk Menyambutnya

Bulan suci Ramadhan 1441 Hijriyah tinggal 10 hari lagi. Tidak ada pilihan kecuali menyiapkan diri dan bekal untuk menyambut tamu agung tersebut. Foto/dok SINDOnews

ARBindonesia.com – Bulan suci Ramadhan tinggal 10 hari lagi terhitung hari ini Selasa (14/4/2020) atau bertepatan 20 Sya’ban 1441 Hijriyah. Bekal apa yang sudah kita siapkan untuk menyambutnya?

Kebiasaan para ulama salaf terdahulu mereka selalu bersemangat menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan. Ketika masuk bulan Rajab, mereka sudah mulai menghidupkan amal saleh dan meninggalkan urusan perniagaan.

Adapun Baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) ketika akan memasuki Ramadhan, Beliau meningkatkan kualitas ibadah dan menyempurnakannya di bulan Sya’ban. Sya’ban menjadi bulan istimewa bagi Rasulullah untuk berpuasa dan beramal saleh sebelum menjalani puasa Ramadhan.

Ummul Mu’minin Sayyidah Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai kebiasaan salat Tahajjud yang dilakukan beliau, padahal dosa-dosa beliau telah diampuni oleh Allah, maka Rasulullah SAW menjawab dengan perkataan yang penuh hikmah, “Apakah tidak boleh aku menjadi hamba yang pandai bersyukur?”

Dalam riwayat Usama bin Zayid RA berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, Aku tidak melihatmu banyak berpuasa seperti di bulan Sya’ban?’ Beliau menjawab, “Sya’ban adalah bulan yang dilupakan manusia, letaknya antara Rajab dan Ramadhan. Di bulan itu amal manusia diangkat (ke langit) oleh Allah Ta’ala dan aku menyukai pada saat amal diangkat, aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An-Nasa’i).

Itulah sebabnya sebelum memasuki bulan agung Ramadhan, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh. Amalan yang sangat dianjurkan antara lain memperbanyak istighfar dan bertobat kepada Allah Ta’ala.

Al-Hafidz Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullahu berkata: “Amru bin Qais apabila beliau memasuki bulan Rajab beliau meninggalkan perdagangannya dan menyibukkan dirinya untuk membaca Al-Quran.” Beliau juga berkata, “Beruntunglah bagi orang yang memperbaiki dirinya sebelum masuk bulan Ramadhan”.

Itulah sebabnya sebelum memasuki bulan agung Ramadhan, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh. Amalan yang sangat dianjurkan antara lain memperbanyak istighfar dan bertobat kepada Allah Ta’ala.

Al-Hafidz Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullahu berkata: “Amru bin Qais apabila beliau memasuki bulan Rajab beliau meninggalkan perdagangannya dan menyibukkan dirinya untuk membaca Al-Quran.” Beliau juga berkata, “Beruntunglah bagi orang yang memperbaiki dirinya sebelum masuk bulan Ramadhan”.

Keutamaan Berpuasa

Dari Abu Sa’id radhiallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada seorang hamba yang berpuasa satu hari di jalan Allah, melainkan Allah menjauhkan wajahnya dengan hari itu dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun (perjalanan)”. (HR. Al-Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi dan An-Nasa’i)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi SAW bersabda: “Ketika datang (bulan) Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam Al-Qur’an, Allah Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (Surah Al-Baqarah: ayat 183)

Menurut Syeikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di, pakar tafsir abad 14 H dalam tafsirnya menjelaskan, ketika Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah, maka syariat mulai turun dan berkelanjutan. Pada ayat-ayat sebelumnya telah disebutkan hukum mengenai qishash, wasiat, dan muraqabatullah dalam melaksanakan hukum-hukum tersebut.

Lalu, di antara hal yang dapat mewujudkan ketakwaan seorang muslim adalah dengan berpuasa. Maka Allah Ta’ala menurunkan kewajiban puasa pada tahun kedua Hijriah, seraya menyeru umat muslim dengan label keimanan, “Wahai orang-orang yang beriman” dan memberitahukan mereka bahwa Dia mewajibkan puasa kepada mereka, sebagaimana telah diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya “diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada umat-umat sebelum kalian”.

Lalu, di antara hal yang dapat mewujudkan ketakwaan seorang muslim adalah dengan berpuasa. Maka Allah Ta’ala menurunkan kewajiban puasa pada tahun kedua Hijriah, seraya menyeru umat muslim dengan label keimanan, “Wahai orang-orang yang beriman” dan memberitahukan mereka bahwa Dia mewajibkan puasa kepada mereka, sebagaimana telah diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya “diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada umat-umat sebelum kalian”.

Allah Ta’ala menyebutkan alasan turunnya kewajiban itu dengan firman-Nya: “Agar kalian bertakwa” yaitu menyiapkan kalian agar bertakwa dengan melaksanakan perintah-perintah Nya dan menjauhi segala larangan Nya, karena dalam ibadah puasa terdapat pengawasan dari Allah Ta’ala.

Pelajaran dari Ayat di Atas:

1. Kewajiban untuk berpuasa di bulan Ramadhan

2. Puasa mendidik mukmin untuk semakin bertakwa

3. Puasa dapat menghapuskan dosa berdasarkan hadits, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan didasari keimanan dan mengharap pahala dari Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Wallahu A’lam Bish Showab

Sumber Sindonews.com




KJRI Jeddah Pastikan Persiapan Haji Jalan Terus

Hingga saat ini belum ada keputusan penundaan pelaksanaan haji 2020 oleh Kerajaan Arab Saudi. Persiapan terus dilakukan sambil menunggu perkembangan pandemi virus corona jenis baru, Covid-19. Foto/Dok. SINDOnews


ARB INdonesia, JAKARTA – Konsul Jenderal (Konjen) Republik Indonesia di Jeddah, Arab Saudi, Eko Hartono memastikan hingga saat ini belum ada keputusan penundaan pelaksanaan haji 2020 oleh Kerajaan Arab Saudi. Persiapan terus dilakukan sambil menunggu perkembangan pandemi virus corona jenis baru, Covid-19.


“Belum ada (keputusan resmi penundaan haji),” kata Eko Hartono dalam pesan singkatnya kepada media Rabu (1/4/2020).


Menurut Konjen, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Muhammad Saleh Benten hanya menyampaikan bahwa negara-negara yang mengirimkan jamaah haji diminta untuk tidak membuat kontrak-kontrak terkait penyelenggaraan haji. Mereka diminta bersabar sambil menunggu perkembangan Covid-19 yang kini telah menjadi pandemi global.


“Persiapan dari Saudi dan KJRI (Jeddah) jalan terus. Hanya memang tidak sampai teken kontrak,” tutur Konjen.


Konsul Haji KJRI Endang Jumali. Menurutnya, Pemerintah Arab Saudi hanya meminta Kantor Urusan Haji untuk menunda pelaksanaan kontrak-kontrak yang bersifat finansial, seperti hotel, angkutan darat, dan udara bagi jamaah haji.


Merujuk undang-undang haji Arab Saudi (Taklimatul Hajj), kata Endang, pembayaran kontrak-kontrak pendukung pelaksanaan ibadah haji dimulai bulan Sya’ban sebagai syarat pemaketan visa. Namun karena ada kebijakan baru, maka proses kontrak sementara dihentikan seluruhnya. “Iya (proses kontrak saat ini dihentikan), termasuk belum ada pembayaran,” ujarnya.


Sebelumnya diberitakan bahwa Kerajaan Arab Saudi meminta umat Islam di seluruh dunia menunda dulu rencana pergi ke Makkah dan Madinah untuk menunaikan ibadah haji. Umat Islam diminta sabar menunggu kejelasan dari pemerintah Saudi yang berharap wabah COVID-19 segera berakhir.


Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Mohammad Saleh Benten dalam disiarkan stasiun televisi pemerintah, Selasa (30/3/2020) mengatakan, Kerajaan Arab Saudi siap melayani para jamaah dalam hal apa pun, tetapi prioritasnya adalah keselamatan umat Islam.


“Umat Islam harus menunggu sebelum membuat rencana berhaji sampai ada kejelasan lebih lanjut tentang virus corona,” tulis surat kabar Asharq Al-Awsat, Rabu (1/4/2020), mengutip Mohammad Benten.


Sumber sindonews.com
https://nasional.sindonews.com/read/1575052/15/kjri-jeddah-pastikan-persiapan-haji-jalan-terus-1585723468