Bupati Inhil Tanggung Biaya Pengobatan Bocah Perempuan Asal Tokolan

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan telah perintahkan pihak RSUD Puri Husada Tembilahan memberikan pelayanan optimal bagi Ega, bocah berusia 6 tahun yang rambutnya terlilit mesin pompong atau perahu bermesin hingga kulit kepala mengelupas.

Bupati mengaku prihatin ketika mendapatkan informasi tentang kecelakaan yang menimpa ega, bocah perempuan asal Desa Tokolan, Kecamatan Mandah itu.

“Hati saya terasa sangat sedih ketika mendengar berita ini dan sudah sepatutnya kami hadir untuk memberikan bantuan, agar rasa sakit yang diderita oleh Ananda Ega dapat segera reda,” tutur Bupati, Sabtu (10/7/2021) malam.

Ega, bocah malang yang saat ini dirawat di Ruang Bedah Flamboyan RSUD Puri Husada Tembilahan, diketahui tidak memiliki kartu jaminan sosial, seperti Kartu BPJS Kesehatan yang mengharuskan biaya perawatan ditanggung secara mandiri oleh pihak keluarga.

Merespon akan hal itu, Bupati juga meminta Dinas Sosial untuk segera membantu pengurusan BPJS korban. Selain itu kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Indragiri Hilir juga ikut membantu kebutuhan biaya pengobatan Ega yang kini tengah dirawat oleh sang Ibu.

Tak hanya BPJS dan pengobatan korban, biaya keluarga yang mendampingi selama masa perawatan juga akan dibantu melalui Baznas Inhil, karena menurut Bupati, korban dan keluarganya masuk dalam Asnaf yang berhak menerima zakat.

“Ini lah yang bisa kami lakukan untuk Ananda Ega. Semoga Ananda dapat segera diberikan kesembuhan dan pihak keluarga dapat senantiasa bersabar menghadapi ujian ini,” tutur Bupati.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat terutama pemilik pompong agar memperhatikan keamanan dan keselamatan penumpang.

“Kita berharap kepada semua pihak untuk memperhatikan desain keamanan mesin pompong agar kasus serupa tidak berulang lagi, miris hati kita melihat anak anak yang menjadi korban, ujar Bupati

Sementara, Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Saut Pakpahan membenarkan bawah pasien Ega, bocah yang mengalami kecelakaan sehingga mengakibatkan kulit kepalanya mengelupas tengah dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan.

“Pasien Ega telah ditangani sesuai dengan prosedur pelayanan kesehatan rumah sakit sejak awal masuk hingga saat ini berada di ruang rawat inap,” kata dr Saut melalui keterangan tertulis.

Lebih lanjut, Ketua Baznas Kabupaten Indragiri Hilir, Yunus Hasbi mengungkapkan apresiasinya atas kepedulian dan perhatian Bupati Kabupaten Indragiri Hilir terhadap kejadian yang menimpa korban bernama Ega.

Yunus menuturkan, pihaknya akan segera menindaklanjuti arahan Bupati karena korban dinilai memenuhi syarat-syarat penerima zakat.

“Tinggal kita kumpulkan data diri korban dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit terkait pembayaran biaya perawatan yang bersangkutan,” ungkap Yunus melalui sambungan seluler.

Pasca penyembuhan akan ada pengobatan lanjutan yang akan kita dibiayai, berdasarkan pengalaman terhadap mustahik yang mengalami kejadian seruba sebelumnya, 100 persen biaya kosmetika ditanggung Baznas.

“Saya sudah berkorrdinasi dengan dr. Saut, bahwa yang dibutuhkan penanganan lanjutan bersifat kosmetika, syukur syukur nantinya kalau masuk dalam Tanggungan BPJS,” ujar yunus.

Peristiwa yang menimpa Ega berawal ketika Ia hendak ikut bersama keluarganya mengantar kayu dari Kecamatan Mandah menuju Kecamatan Kateman menggunakan pompong.

Saat itu, waktu menunjukkan pukul 6 pagi. Dikarenakan cuaca yang dingin, Ega pun diselimuti oleh sang Ibu sesaat sebelum pompong berangkat.

Tak disangka, ketika mesin dihidupkan, kain yang digunakan untuk menyelimuti Ega terlilit mesin pompong dan menarik rambut hingga kulit kepalanya mengelupas. (ADV/Diskominfops Inhil/arb)




Ketua DPRD Inhil Dorong Pembayaran Gaji ASN dari Bank Riau Kepri ke BPR Gemilang

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil) Dr. H. Ferryandi ST ,MT, MM mendorong pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ruang lingkup kerjanya di Kabupaten Inhil yang selama ini melalui Bank Riau Kepri berpindah kepada PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Gemilang Perseroda.

Hal tersebut dilatarbelakangi untuk membantu menghidupkan dan mengembangkan bank milik daerah. Dikatakan Ferry, maka sudah sewajarnya kita memperhatikan BPR Gemilang ini.

“Upaya menghidupkan dan membantu pertumbuhan bank daerah, maka kita akan mendorong Pemerintah Daerah untuk pemindahan pembayaran gaji dari Bank Riau Kepri kepada Bank BPR Gemilang,” ujar Ketua DPRD Inhil.

Ketua DPRD Inhil juga menegaskan hal tersebut lantaran kecilnya penyertaan modal oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Inhil.

“Penyertaan modal oleh pemerintah daerah yang sudah diterima oleh BPR Gemilang sekitar Rp.19 Milyar, tentu berbanding jauh dengan penyertaan modal kepada Bank Riau Kepri sebesar Rp.67 M Milyar lebih,” jelasnya.

Ditambahkan H Ferryandi, jika BPR Gemilang hanya berharap dari perputaran kredit simpan pinjam saja, maka rasio alur keuangan perbankannya sangat rendah dan akan lambat berkembang.

Untuk diketahui pemerintah daerah saat ini melakukan pembayaran gaji sekitar 7 ribuan ASN di Inhil dengan jumlahnya sekitar Rp.32 Milyar perbulan, saat ini pembayarannya masih melalui bank riau Kepri. (Adv)




TP PKK Inhil Susun Program Penanganan Gizi Buruk Balita

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Tim Penggerak PKK Indragiri Hilir (Inhil) terus membuat sejumlah program. Kali ini mereka memfokuskan terhadap penangannan gizi buruk bagi bayi bawah lima tahun (Balita).

“Kami prioritaskan pada penangannan gizi buruk Balita,”kata Ketua TP PKK Inhil Hj Zulaikhah Wardan, saat mensosialisasikan Perbup Nomor 14-2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Stunting, akhir pekan lalu.

Peanggulangan Stunting, yang dikemas dengan Gerakan Satu Hati Jilid II merupakan upaya intervensi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil dalam menurunkan angka Stunting melalui gerakan masif. Dimana seluruh pihak digerakkan untuk pencegahan dan penanggulangan Stunting.

Sebagai mana diketahui, penyebab Stunting, adalah gizi buruk yang diderita Balita. Sehingga pada usianya,;Balita mengalami tinggi dan berat badan yang tidak ideal. Oleh karena itu perlu adanya penanganan secara masif.

“Kita bersama Dinas Kesehatan, bersinergi untuk melaksanakan Gerakan Satu Hati Jilid II,”jelas Ikha, sapaan akrab Zulaikhah.

Kegiatan yang dimaksud, mulai dari pemberian Infatrini Liquid, Nutrinidrink Liquid, dan Susu bagi Balita penderita gizi buruk dan balita kurang gizi. Khsusnya yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir.

Kegiatan pencegahan dan penanggulangan Stunting dimaksudkan untuk meningkatkan mutu gizi perorangan, keluarga, dan masyarakat melalui perbaikan pola konsumsi maupun asupan makanan.

Apa yang sudah dilakukan selama ini terhadap penurunan Stunting, terbukti dengan penurunan angka Stunting secara signifikan. Dimana pada 2019 angka Stunting mencapai 18,34 persen.  Namun setelah dilaksanakan Gerakan Satu Hati terjadi penurunan.

“Pada Februari 2021, angka Stunting turun drastis menjadi 3,75 persen,”cetusnya.

Untuk melaksanakan Gerakan Satu Hati,  TP PKK perlu mendapat dukungan penuh dari OPD terkait yakni Dinas Kesehatan, Dinas PMD dan DP2KBP3A.

Sesuai data dari Dinas Kesehatan, Balita gizi buruk sebanyak 19 anak, dan Balita kurang gizi sebanyak 588 anak yang tersebar di setiap Kecamatan. TP PKK  sangat berkomitmen menuntaskan gizi buruk dan kurang gizi yang ada di Kabupaten Inhil. (ADV/Diskominfops Inhil/arbain)




Pemkab Inhil Rilis Pengumuman Resmi Seleksi CPNS dan PPPK Guru Tahun 2021

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) merilis pengumuman resmi seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Jabatan Fungsional Guru di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2021, Rabu (30/6/2021).

Pengumuman resmi tersebut, tercantum dalam Pengumuman Bupati Kabupaten Indragiri Hilir dengan Nomor 810/BKPSDM/VI/2021/1790 Tentang Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir Tahun Anggaran 2021 dan Pengumuman Bupati Kabupaten Indragiri Hilir dengan Nomor 810/BKPSDM/VI/2021/1791 Tentang Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Jabatan Fungsional Guru di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir Tahun Anggaran 2021.

Pengumuman rekrutmen CPNS dan PPPK Guru dimulai sejak 30 Juni – 14 Juli 2021. Sementara, tahap pendaftaran dibuka di hari yang sama sampai dengan 21 Juli 2021.

Dalam rekrutmen tahun ini, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menyediakan 139 formasi yang terdiri atas 3 formasi khusus penyandang disabilitas dan 136 formasi umum.

Formasi umum didominasi oleh tenaga kesehatan dengan 100 formasi, dengan sisanya 36 formasi merupakan tenaga teknis. Di samping itu, terdapat pula 147 formasi untuk PPPK Jabatan Fungsional Guru.

Selanjutnya, tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi CPNS dijadwalkan pelaksanaannya pada 25 Agustus – 4 Oktober 2021. Namun, untuk jadwal pasti pelaksanaan seleksi PPPK Guru masih menunggu informasi dari Kemendikbudristek RI.

Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, HM Wardan berpesan kepada seluruh calon pelamar agar dapat mempersiapkan seluruh persyaratan dengan lengkap.

Dia mengatakan, kekeliruan saat menginput data akan berakibat fatal. Sebab, data yang sudah diinput melalui website https://sscasn.bkn.go.id/, tidak dapat diubah.

“Mohon dibaca dengan teliti dan seksama pengumuman yang telah terbit. Jangan terburu-buru. Perhatikan betul,” tutur Bupati.

Lebih lanjut, Bupati berharap, agar seluruh calon pelamar dapat mengikuti seleksi CPNS maupun PPPK Guru dengan serius untuk hasil yang maksimal.

“Manfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya. Fokus dan serius berjuang. Hasil yang baik akan didapat dari kerja keras dan kegigihan,” kata Bupati.

Di masa pandemi ini, Bupati mengatakan, penyelenggaraan seleksi CPNS dan PPPK Guru, khususnya saat pelaksanaan seleksi akan tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19.

“Ketentuan bagi peserta seleksi harus mengikuti protokol kesehatan nantinya. Memakai masker jika perlu pakai (Faceshield), jaga jarak minimal satu meter dan menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan memakai sabun,” tutur Bupati.

Untuk informasi lebih lanjut, para peserta dapat mengunduh file pengumuman yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir di alamat situs https://inhilkab.go.id/pengumuman.

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir juga telah menyiapkan sejumlah narahubung untuk pelayanan dan penjelasan informasi serta pengaduan terkait pelaksanaan seleksi CPNS dan PPPK Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui WhatsApp. (ADV/Diskominfops Inhil/Arbain)




Galeri Foto : Rapat Paripurna Istimewa DPRD Inhil

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang ke 56 (1965-2021), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil menggelar rapat paripurna istimewa, Senin (14/6/2021).

Pembukaan rapat paripurna istimewa yang digelar di ruang paripurna DPRD Inhil diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya
Dalam tersebut, dihadiri oleh Gubernur Riau yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemerintahan Provinsi Riau, Syahrial Abdi, Bupati Inhil HM Wardan dan Wakil Bupati Inhil, H Syamsuddin Uti, serta unsur Forkopimda dan tokoh-tokoh masyarakat Riau dan Inhil.
Rapat paripurna istimewa yang dimulai sekitar pukul 09.45 wib itu dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, DR. H Ferryandi, ST.MT.MM.
Dalam penyampaiannya, Ketua DPRD Inhil
mengatakan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Inhil dan para tamu undangan atas keterbatasan perayaan Milad Inhil tahun ini. Hal itu dikarenakan masih dalam masa pandemi Covid 19.
“Karena masih dalam masa Pandemi Covid 19, marilah kita secara bersama sama bergandengan tangan memutus mata rantai penyebaran Covid 19 agar kita semua bisa beraktivitas secara normal kembali,” ajak Ferryandi dalam pembukaan sambutannya.
Selain itu, politisi partai Golkar ini juga menjelaskan bahwa setiap perayaan ulang tahun Kabupaten Inhil, ada tiga poin penting yang harus senantiasa yang menjadi kajian bersama, sehingga perayaan ulang tahun bisa lebih bermakna.
“Pada momen milad Inhil ini, kita akan mengenang masa lalu sebagai sebuah pondasi dan referensi (retrosfektif), mengevaluasi diri dan kinerja dalam perjalanan yang telah dilakukan (instrofektif), serta memperbaharui desain atau formula untuk masa depan atas dasar realita dan dinamika terkini,” ungkapnya.
Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, DR. H Ferryandi, ST.MT.MM menyerahkan penghargaan kepada tokoh masyarakat yang mendapatkan anugerah Gemilang Award 2021.
Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, DR. H Ferryandi, ST.MT.MM foto bersama Kapolres Inhil, Dandim 0314/Inhil dan tokoh-tokoh masyarakat yang mendapatkan anugerah Gemilang Award 2021.
Foto bersama unsur pimpinan DPRD Inhil, Ketua dan wakil ketua DPRD Inhil bersama sang isteri.

(ADV/Galeri Foto/Arbain)




Bupati Inhil : Membangun Sebuah Daerah Tidak Semudah Membalik Telapak Tangan

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Di tahun 2021 ini, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) genap berusia 56 tahun. Diusia yang cukup matang bagi sebuah daerah ini, sederet pembangunan telah mampu dicapai.

Dari mulanya hutan belantara, perlahan Kabupaten Inhil menjelma menjadi sebuah Kabupaten yang dipenuhi infrastruktur kokoh disetiap sudutnya.

Pergantian demi pergantian pemimpin daerah, sukses melahirkan inovasi daerah, khususnya di bidang infrastruktur seperti Jalan, jembatan, dermaga hingga sarana dan prasarana daerah tampak apik menopang kebutuhan masyarakat.

Infrastruktur menjadi prioritas dan perhatian utama, terutama dalam masa kepemimpinan Kepala Daerah saat ini, HM Wardan.

Sejak periode pertama menjabat, HM Wardan memfokuskan program di bidang infrastruktur. Pembangunan jalan, jembatan, dermaga dan lain-lain dititik beratkan pelaksanaannya di tingkat desa melalui program bernama Desa Maju Inhil Jaya Plus Terintegrasi atau DMIJ Plus.

“Tidak semudah membalikkan telapak tangan membangun sebuah daerah. Butuh waktu dan proses yang harus dilalui. Caci dan maki hampir setiap hari dirasakan di masa – masa awal menjabat sebagai Bupati,” kata Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, H Muhammad Wardan dalam wawancara, Jumat (11/6/2021) pagi.

Program Desa Maju Inhil Jaya telah bergulir sejak tahun 2014, periode pertama Bupati Indragiri Hilir, H Muhammad Wardan. Di periode kedua kepemimpinan H Muhammad Wardan, program DMIJ masih menjadi andalan sebagai instrumen pembangunan yang dibuat lebih komprehensif dengan penambahan konsep “Plus” dan “Terintegrasi” menjadi Desa Maju Inhil Jaya Plus Terintegrasi, disingkat DMIJ Plus.

“Meski belum 100 persen. Target pembangunan infrastruktur melalui program DMIJ sudah cukup memuaskan. Sisanya akan dituntaskan di sisa waktu jabatan yang ada,” tutur Bupati.

Penyematan kosa kata ‘Plus’ dan ‘Terintegrasi’ bukanlah tanpa makna. Kata ‘Plus’ dan ‘Terintegrasi’ dalam nama program DMIJ Plus Terintegrasi dimaknai sebagai ruang lingkup tugas yang diperluas dengan keterlibatan dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil.

“Kalau dulu kan identik dengan DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa). Kalau sekarang tidak lagi, mungkin penganggarannya di sana, tapi pelaksanaannya juga menggandeng dinas lain,” kata Bupati.

Selain infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir juga fokus melaksanakan pembangunan di bidang perkebunan yang menjadi ‘primadona’ bagi 70 persen masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir.
Pembangunan difokuskan di bidang perkebunan, bergerak pada sektor perkelapaan dengan upaya peningkatan produksi dan industrialisasi.

Kabupaten Indragiri Hilir yang berjuluk “Negeri Hamparan Kelapa Dunia” dan diketahui merupakan daerah penghasil kelapa terbesar di Indonesia dengan luas perkebunan kelapa mencapai 400,741.84 hektare atau setara dengan 94,83 % luas perkebunan kelapa di Provinsi Riau yang berjumlah 422.600 hektare dan mencapai 11,74 % dari 3.413.300 hektare luas perkebunan kelapa nasional ini, memerlukan sejumlah inovasi untuk menggapai cita-cita pembangunan perkelapaan dan memecah kebuntuan atas sederet problema yang pernah dan masih terjadi.

Ihwal pembangunan infrastruktur kawasan pedesaan melalui program DMIJ Plus, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Indragiri Hilir, Budi N Pamungkas mengungkapkan hingga tahun 2021, tercatat 340.021 meter jalan rabat beton, 372.759 perkerasan jalan sirtu dan pembukaan jalan baru, jerambah sepanjang 12.885 meter dan jembatan sejumlah 403 unit telah berhasil dibangun. Ditambah lagi, pembangunan 67 unit dermaga yang membuka akses masyarakat dari jalur perairan.

Hal ini terbukti banyak masyarakat yang terbantu, selain dari terbukanya akses antar Desa dan dari Desa ke Ibukota Kecamatan serta dari Desa sampai ke Ibukota Kabupaten disisi lain juga dapat memangkas waktu dan biaya.

“Lebih dari 75 persen infrastruktur, kini telah berdiri kokoh di setiap pelosok desa. Imbuh Budi.

Apresiasi masyarakat mengucur deras atas keberhasilan pelaksanaan program ini. Di sisi lain, pembangunan sarana pendidikan, kesehatan dan fasilitas publik lainnya membuat animo masyarakat desa kian meningkat atas program DMIJ Plus.

Pembangunan sarana pendidikan dan kesehatan terus digesa. Sedikitnya untuk bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pos Layanan Terpadu atau Posyandu telah dibangun di 197 Desa dengan digulirkannya program DMIJ Plus.

“Kita akan terus concern dengan DMIJ Plus. Sarana pendidikan dan kesehatan merupakan aspek fundamental dalam upaya pembangunan manusia di kawasan perdesaan,” jelas Budi.

Kehadiran DMIJ Plus, dikatakan Budi N Pamungkas, mampu mendorong kemajuan desa dari sangat tertinggal dan tertinggal menjadi berkembang dan maju. Kemajuan ini tercermin dari kenaikan Indeks Desa Membangun yang merupakan instrument dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang mengacu pada Permendes No. 2 tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun.

Dia menjelaskan hasil pengkategorian IDM di Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2020 menghasilkan jumlah desa tertinggal 100 atau 0,5 persen, desa berkembang 76 atau 0,38 persen dan desa maju 19 atau 0,09 persen dengan target hingga tahun 2023 ditargetkan setidaknya ada 50 Desa Maju dan 10 Desa Mandiri, dan sisanya merupakan Desa berkembang sebanyak 137 Desa sehingga Kabupaten Indragiri Hilir tidak lagi memiliki Desa Tertinggal dan Sangat Tertinggal.

Ini membuktikan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dibawah kepemimpinan H Muhammad Wardan dan H Syamsuddin Uti sangat berpihak pada pembangunan di Desa. Wujud keberpihakan itu terlihat dari Program DMIJ Plus Terintegrasi yang sangat komprehensif, selain dari sisi pembangunan fisik Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir juga melihat pentingnya Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Sumber daya ekonomi pedesaan.

Sementara dari sektor perkebunan, menurut Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir, Sirajudin, pihaknya saat ini tengah berfokus pada peningkatan kualitas produksi pangan, pemenuhan kebutuhan pangan, peningkatan daya saing yang berorientasi ekspor dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani kelapa.

“Arahnya adalah mensinergikan antara peningkatan produksi dan peningkatan produktivitas kebun kelapa dengan pelaksanaan dan optimalisasi kegiatan diversifikasi dan hilirisasi,” ungkap Sirajudin.

Bentuk konkret dari pelaksanaan dan optimalisasi kegiatan diversifikasi dan hilirisasi itu, diungkapkan Sirajudin, adalah hasil produksi tanaman kelapa mampu memenuhi permintaan pasar untuk mendukung kegiatan industri dan ketersediaan pangan dari hasil perkebunan secara berkelanjutan.

Sirajudin mengatakan, sejumlah upaya yang dilakukan tersebut, bertujuan untuk mensukseskan program food estate dari pemerintah pusat. food estate sendiri diketahui merupakan rencana pengembangan terintegrasi antara pertanian, perkebunan, dan peternakan di suatu kawasan.

“Oleh karenanya, melalui Dinas Perkebunan, dilaksanakan pembangunan infrastruktur perkebunan, kegiatan budidaya dan optimalisasi diversifikasi dan hilirisasi,” jelas Sirajudin.

Pada tahun 2021 ini, Sirajudin mengatakan, Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir merencanakan kegiatan peremajaan tanaman kelapa seluas 7.026 hektare di 12 kecamatan dengan anggaran mencapai lebih dari Rp. 24.000.000.000. Selain usulan pembangunan perkebunan dari sisi hulu, juga diajukan usulan anggaran untuk kegiatan penanganan pasca panen dan pengolahan beberapa jenis produk olahan berbahan kelapa. Lokasi kegiatan penanganan pasca panen dan pengolahan berada di 6 Kecamatan dengan anggaran mencapai Rp. 5.000.000.000 lebih. Tak hanya sampai di situ, terdapat pula penanaman pasca panen dan pengolahan beberapa jenis produk olahan berbahan kelapa.

“Usulan ini sudah diajukan ke pemerintah pusat melalui Bappenas dan Direktorat Jenderal Perkebunan. Semuanya mendapat respon positif,” pungkas Sirajudin.

Selanjutnya, guna mengoptimalkan program-program pada sektor perkebunan, menurut Sirajudin, pihaknya perlu memberikan perhatian terhadap para petani. Untuk itu, dirumuskan sebuah formulasi sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan optimalisasi pemanfaatan hasil lain dari kelapa, seperti sabut (mesocarp), air dan batang kelapa. Pemerintah mengundang para investor untuk membuka usaha dan menanamkan investasinya di Kabupaten Indragiri Hilir.

“Alhamdulillah, responnya juga cukup baik. Kita concern dalam industri pemanfaatan serat sabut (coco fiber), untuk dijadikan papan dari serat sabut kelapa (coco board) yang dinamakan Kasai, singkatan dari Kelapa Sabut Inhil,” tutup Sirajudin seraya mengatakan tagline “Perkebunan Untuk Kesejahteraan”.

Wakil Ketua I (Satu) DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, Edi Gunawan mengapresiasi pembangunan di 2 sektor tersebut, infrastruktur kawasan pedesaan dan perkebunan.

Menurutnya, untuk infrastruktur kawasan pedesaan telah dilakukan dengan baik. Meski harus didukung dengan gelontoran dana dari APBN, pencapaian pembangunan infrastruktur di kawasan pedesaan telah cukup menggembirakan.

“Tinggal bagaimana memaksimalkannya saja lagi dengan dana yang terbatas. Perlahan infrastruktur desa tumbuh stabil dari tahun ke tahun. Kita mengapresiasi itu,” tutur Edi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Dari sektor perkebunan, Edi juga mengemukakan apresiasinya atas komitmen pembangunan oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir. Kegagalan di masa lalu telah terbayar dengan komitmen dan konsistensi untuk terus memperbaiki sektor andalan ‘Negeri Seribu Parit’, Kabupaten Indragiri Hilir.

“Yang perlu itu, komitmen dan konsistensi seperti yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir. Kepiawaian pengelolaan anggaran, baik APBD dan APBN serta pengawasan pelaksanaan menjadi salah satu faktor penentu terhadap kesuksesan pembangunan sektor perkebunan,” tutup Edi.

(ADV/Diskominfo pers Inhil/Arbain)