Potret UPT Puskesmas Guntung Gelar Khitanan Massal

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Unit Pelayanan Teknis (UPT) Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melaksanakan khitan massal yang dihadiri Kepala Puskesmas Guntung, Ketua DPRD Inhil, Camat Kateman, Forkopimcam Kateman, Lurah dan Tokoh Masyarakat, Kamis 04/11/2021.

Khitanan ini diadakan bertujuan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dan memiliki anak laki-laki yang sudah cukup syarat untuk di khitan, dimana kegiatan tersebut mendapat antusias dari masyarakat.

Kepala UPT Puskesmas Sungai Guntung, Zainudin dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kehadiran Ketua DPRD Inhil, Ferryandi, Camat Kateman, Kapolsek, Danramil, Lurah, serta tokoh masyarakat dan warga yang anaknya mengikuti khitanan masal.

“Terimakasih atas kehadiran dan dukungan semua fihak sehingga kegiatan khitanan masal ini berjalan lancar, tujuan kegiatan ini adalah membantu warga, terutama warga yang tak mampu, anak-anak yang mengikuti kegiatan ini ada dari berbagai Desa yang ada di Kecamatan Kateman ini,” Ujar Zainudin.

1636355124173

Sebagaimana diketahui, Khitanan Massal ini diikuti oleh anak-anak dari berbagai desa yang ada di Kecamatan Kateman, yang sebelumnya sudah di data melalui aparatur dimasing-masing desa.

1636355116914

“Peserta Khitanan tersebut berasal Desa kuala selat ada 7 anak, Desa penjuru 7 anak, Desa Tanjung Raja 15 anak, Desa Air Tawar 4 anak, Desa Sari Mulya 7 anak, Desa Sungai Teritip 21 anak, Kelurahan Bandar Srigemilang (BSG) 2 anak, Desa Sungai Simbar 12 anak, Kelurahan Amal Bakti 3 anak dan Kelurahan Tagaraja 21 anak,” jelas kepala UPT Puskesmas Guntung, Zainudin. (Adv/Galeri Foto/Arbain)




Ditaja Dinkes Inhil, ini Potret 60 Kader Posyandu di Inhil Ikuti Peningkatan Kapasitas Pencegahan dan Penanggulangan Stunting

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sebanyak 60 kader Posyandu di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas dalam rangka pencegahan dan penanggulangan stunting.

Kegiatan tersebut ditaja oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil melalui bidang Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat disalah satu hotel di Tembilahan, 2-3 November 2021.

Para kader poryandu yang hadir merupakan perwakilan dua orang dari setiap Puskesmas. Selama dua hari mereka diberi pembekalan terkait peran serta kader posyandu dalam rangka pencegahan dan penanggulangan stunting.

“Kader posyandu orang yang salah satu dapat berperan aktif dalam pencegahan dan penanggulangan stunting, oleh karena itu perlu di lakukan peningkatan kapasitan kader tentang stunting,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, Rini indriani, SST, M Kes kepada awak media.

Rini menjelaskan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh dan berkembang, akibat kekurangan gizi kronis, infeksi yg berulang terutama di 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

“Untuk kegiatan pencegahan dan penangulangan stunting dapat di deteksi dini dengan ibu hamil, bayi dan balita datang ke posyandu,” ujarnya.

Rini menambahkan stunting dapat dicegah sejak masa kehamilan dengan acara memenuhi nutrisi, pemeriksaan kandungan secara rutin, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat atau PHS, hindari paparan asap rokok dan rutin berolahraga. (Adv/Galeri Foto/Arbain)




Pemdes Panglima Raja Bagikan Masker dan Vitamin Kepada Guru dan Siswa SD 012 Concong Luar

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pemerintah Desa Panglima Raja, Kecamatan Cincong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melaksanakan kegiatan pembagian masker dan vitaminvitamin, Kamis (4/11/2021).

IMG-20220306-WA0010

Kegiatan yang didampingi oleh petugas Pukesdes Panglima Raja tersebut menyasar kepada guru dan siswa SDN 012 Concong Luar.

IMG-20220306-WA0011

Kepala Desa Panglima Raja, Erwanto melalui Sekretaris Desa, Rahman, S.Pd.Imengatakan pembagian masker merupakan upaya dalam mencegah terjadinya penularan covid 19.

IMG-20220306-WA0012

“Sedangkan vitamin dibagikan sebagai daya tahan tubuh agar kita kebal akan virus-virus,” tuturnya.

IMG-20220306-WA0014

Terakhir ia berpesan agar guru dan siswa terus menerapkan protokol kesehatan agar aktifitas belajar mengajar bisa berjalan lancar baik itu daring maupun tatapmuka.

IMG-20220306-WA0013

(Adv/Gf/Arb)




Bangun Masyarakat Religius, Pengurus Masjid Nurul Iman Desa Sungai Berapit Gelar Peringatan Maulid Nabi

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pengurus Masjid Nurul Iman di Desa Sungai Berapit, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyelenggarakan peringatan Maulid Nadi Muhammad SAW, Kamis (28/10/2021).

Dalam kegiatan tersebut, melalui Kepala Desa Sungai Berapit, M Ihsah mengatakan bahwa salah satu tujuan dilaksanakannya peringatan Maulid Nabi ini yaitu untuk membangun masyarakat desa yang lebih religius.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT, dan umat Islam khususnya warga Desa Sungai Berapit dapat meningkatkan sholat lima waktu seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW,” kata M Ihsah.

Di sisi lain kata M Ihsah, tujuan kegiatan tersebut adalah untuk menjalin silaturahmi antar sesama warga desa.

“Menjaga kekompakan, kebersamaan, serta persaudaraan,” ungkapnya.

Dengan itu, dia berharap agar warga Desa Sungai Berapit selalu menjaga keharmonisan dalam bermasyarakat, saling tolong menolong serta menjaga kedamaian antar sesama warga. (Adv)




Perdana ! Pemdes Sungai Berapit Gelar Lomba MTQ untuk Anak-anak

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pemerintah Desa Sungai Berapit, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar lomba MTQ dan Tahfiz Al-Qur’an untuk kalangan anak-anak.

Kegiatan yang dilangsungkan selama 2 hari ini digelar mulai tanggal 25 sampai 26 Oktober 2021 dan diikuti oleh 26 peserta lomba.

Kepala Desa (Kades) Sungai Berapit, M Ihsah mengatakan bahwa kegiatan lomba MTQ dan Tahfiz untuk anak-anak ini baru pertama kali dilaksanakan.

Adapun kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi penerus yang beriman, bertaqwa dan akhlakul karimah.

Selain itu kata Kades, bibit-bibit muda yang berbakat ini nantinya akan dipersiapkan dalam perlombaan-perlombaan ke keagamaan baik di tingkat Kecamatan, Kabupaten maupun bahkan Provinsi.

“Penanaman sikap mental yang baik kepada anak-anak merupakan sesuatu hal yang sangat penting. Baik dalam rangka membentuk generasi yang mempunyai sikap, karakter dan mental yang profesional untuk menjadi panutan dengan akhlak yang mulia kedepannya,” tutur M Ihsah, Selasa (26/10/2021).

“Kita ingin membina moral dan akhlak anak-anak yang ada di Desa Sungai Berapit sejak usia dini sehingga kedepan bisa menjadi orang yang baik budi pekertinya,” tambahnya.

Untuk diketahui, adapun dalam perlombaan tersebut terdapat 3 dewan juri yang akan menilai peserta lomba, diantaranya Dewan Baharuddin, H. Basir dan Nur Aini, S. Ag. (Adv/Arbain)




Potret Pemaparan Faktor Stanting oleh Dinkes Inhil

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis pada anak balita (bawah lima tahun) akibat kekurangan asupan nutrisi atau malnutrisi dalam waktu cukup lama. Penyebabnya adalah makanan yang ia konsumsi tidak memenuhi kebutuhan nutrisi sesuai usia si anak. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir melalui Kasi Prokemas Dinkes Inhil Maria, Jumat (22/10/2021).

Dipaparkannya, pada umumnya stunting terjadi pada balita, khususnya usia 1-3 tahun. Pada rentang usia tersebut, Ibu sudah bisa melihat apakah si anak terkena stunting atau tidak. Meski baru dikenali setelah lahir, ternyata stunting bisa berlangsung sejak si anak masih berada dalam kandungan.

Salah satu dampak stunting yang bisa dilihat adalah tinggi dan berat badan anak jauh di bawah rata-rata anak seusianya. Selain itu, stunting juga bisa membuat anak mudah sakit, punya postur tubuh kecil ketika dewasa, dan menyebabkan kematian pada usia dini. Stunting juga bisa memengaruhi kecerdasan anak. Anak kemungkinan akan sulit belajar dan menyerap informasi, baik secara akademik maupun non akademik, karena kekurangan nutrisi sejak dini.

Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita. Intervensi yang paling menentukan untuk dapat mengurangi prevalensi stunting oleh karenanya perlu dilakukan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dari anak balita.

“Faktor-faktor dasar yang menjadi sebab stunting antara lain seperti pengasuhan yang kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, serta setelah ibu melahirkan. Lalu, masih terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC-Ante Natal Care (pelayanan kesehatan untuk ibu selama masa kehamilan), Post Natal Care dan pembelajaran dini yang berkualitas. Kemudian, kurangnya akses rumah tangga/keluarga ke makanan bergizi, hal ini dikarenakan harga makanan bergizi di Indonesia masih tergolong mahal serta kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi,” papar Maria.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 oleh Kementerian Kesehatan RI, ada sekitar 8,9 juta anak di Indonesia yang menderita kondisi stunting. Artinya, 1 dari 3 balita mengalami gangguan pertumbuhan dan butuh perhatian lebih. Indonesia menduduki peringkat tertinggi penderita kondisi stunting di Asia Tenggara dan kelima di dunia.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negara berpendapatan menengah lainnya. Di Kabupaten Indragiri Hilir sendiri, jika situasi ini tidak diatasi, maka dapat mempengaruhi kinerja pembangunan baik yang menyangkut pertumbuhan ekonomi, kemiskinan dan ketimpangan.

“Penanganan stunting perlu koordinasi antar sektor dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Dunia Usaha, Masyarakat Umum, dan lini sektor lainnya. Mari kita sama sama berkomitmen untuk memimpin langsung upaya penanganan stunting agar penurunan prevalensi stunting dapat dipercepat dan dapat terjadi secara merata di seluruh pelosok Kabupaten Indragiri Hilir,” tukas Maria. (adv/galeri foto/arbain)