Diresmikan Bupati Inhil, Wahana Nonton Digital Pertama di Riau Hadir di Tembilahan

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Bupati Indragiri Hilir, H Herman meresmikan Layar Digi bersama Bebek Bumbu Ireng Ojolali yang berlokasi di Jalan Baharuddin Yusuf, Parit 10, Kecamatan Tembilahan Hulu, Senin (6/7/2026) malam.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Herman, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Indragiri Hilir, Katerina Susanti, serta disaksikan masyarakat yang memadati lokasi acara.

Kehadiran Layar Digi menjadi warna baru bagi dunia hiburan di Indragiri Hilir. Wahana nonton digital ini tercatat sebagai yang pertama di Provinsi Riau, bahkan di Pulau Sumatera, sekaligus menjadi yang kedua di Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati Herman menyampaikan apresiasi atas hadirnya Layar Digi yang dinilai mampu menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat, khususnya pecinta film.

“Antusiasme masyarakat malam ini sangat luar biasa. Mudah-mudahan kehadiran Layar Digi bisa menjadi hiburan baru bagi masyarakat Tembilahan dan sekitarnya,” ujarnya.

Herman juga berharap konsep hiburan digital ini dapat terus berkembang hingga menjangkau kecamatan lain, seperti Kateman dan Keritang, sehingga masyarakat di berbagai wilayah memiliki akses hiburan yang lebih dekat.

“Kita berharap ke depan Layar Digi bisa hadir juga di beberapa kecamatan. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk menikmati hiburan bersama keluarga,” tambahnya.

Usai peresmian, Bupati Herman bersama Katerina Susanti turut menyaksikan salah satu film bersama pengunjung. Keduanya juga menyapa masyarakat yang hadir dan berbincang dengan sejumlah penonton yang antusias menikmati pengalaman menonton di Layar Digi. (Adv)




Terima Bendera Pataka MTQ, Wabup Syafruddin Poti Tegaskan Rohul Siap Jadi Tuan Rumah 2027

ARBindonesia.com, KUANTAN SINGINGI – Penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XLIV Tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menjadi momen bersejarah dan penuh kebanggaan bagi Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Jumat (3/7/3026) malam.

Kehadiran Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafruddin Poti, SH, MM, bukan sekadar memenuhi undangan seremonial biasa. Orang nomor dua di Negeri Seribu Suluk ini hadir untuk mengemban misi besar: menjemput tongkat estafet kepemimpinan dengan menerima Bendera Pataka MTQ, menandai Kabupaten Rokan Hulu resmi ditunjuk sebagai Tuan Rumah MTQ tingkat Provinsi Riau ke-XLV tahun 2027.

Sukacita kontingen Rokan Hulu semakin lengkap seiring diumumkannya pemenang perlombaan pendukung MTQ. Rohul sukses menyabet prestasi gemilang dengan membawa pulang dua penghargaan bergengsi sekaligus:
1.Juara Pertama Lomba Pawai Ta’aruf MTQ.
2.Juara Pertama Stand Bazar.

Prestasi ini membuktikan totalitas, kreativitas, dan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat Rokan Hulu dalam menampilkan potensi budaya serta religi mereka di tingkat provinsi.

Menerima kabar gembira sekaligus tanggung jawab besar tersebut, Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafruddin Poti, SH, MM, menyampaikan rasa syukur yang mendalam serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kafilah, panitia, dan masyarakat Rohul.

“Alhamdulillah, ini adalah berkah luar biasa bagi Kabupaten Rokan Hulu. Kemenangan di Pawai Ta’aruf dan Stand Bazar adalah bukti kerja keras dan kekompakan kita semua. Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim yang telah mengharumkan nama daerah,” ujar Syafruddin Poti dengan nada bangga.

Terkait penunjukan Rohul sebagai tuan rumah berikutnya, Wabup menegaskan kesiapan penuh Kabupaten Rokan Hulu untuk menyambut syiar Islam terbesar di Bumi Lancang Kuning tersebut pada tahun 2027.

“Menerima bendera pataka ini berarti kita siap memegang amanah. Insyaallah, Rokan Hulu akan mempersiapkan diri secara matang, baik dari segi infrastruktur, pelayanan, maupun prestasi. Kami berkomitmen untuk menjadi tuan rumah yang sukses menyelenggarakan, sukses prestasi, dan sukses menggerakkan ekonomi masyarakat. Sampai jumpa di Negeri Seribu Suluk pada MTQ XLV tahun 2027!” pungkasnya.

Dengan berakhirnya perhelatan di Kuantan Singingi, fokus kini beralih ke Rokan Hulu, yang siap menyajikan kemegahan dan religiusitas baru pada perhelatan MTQ Riau ke-XLV mendatang (adv)




Meski Peringkat 8 pada MTQ ke-44 Provinsi Riau, Tapi Inhil Raih Juara 2 untuk Bazar dan Stand Terbaik

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berhasil menoreh prestasi pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 dengan meraih Juara 2 Bazar dan Stand Pameran Produk Unggulan Daerah.

Pengumuman pemenang disampaikan pada malam penutupan MTQ ke-44 Provinsi Riau yang berlangsung Jumat (3/7) malam, di Kabupaten Kuantan Singingi.

Kegiatan yang secara resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau itu, dihadiri Wakil Bupati Inhil Yuliantini bersama seluruh bupati dan wali kota se-Provinsi Riau.

Selain itu, berdasarkan nilai kumulatif semua tangkai lomba, Kabupaten Inhil menempati peringkat 8 pada ajang MTQ ke-44 tingkat Provinsi Riau. Sementara Juara Umum diraih Kabupaten Rokan Hilir, disusul Bengkalis di posisi kedua dan Kuantan Singingi di posisi ketiga.

Wabup Yuliantini pun ungkapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah berproses dengan latihan disiplin hingga Inhil dapat meraih sejumlah kemenangan.

“Meraih juara 2 Stan Bazar UMKM menjadi bukti bahwa SDM dan produk unggulan daerah kita, mampu bersaing di tingkat provinsi. Kami juga berterimakasih kepada Qori-Qori’ah dan Hafidz- Hafidzah dan seluruh official yang telah berjuang mengharumkan nama daerah, ” ujar Yuliantini yang hadir bersama sang suami yang juga anggota DPRD Kabupaten Inhil dan sejumlah pejabat terkait.

Berikut daftar pemenang dalam MTQ ke 44 tingkat Provinsi Riau. Juara Umum hasil akumulatif nilai adalah:
1. Rokan Hilir
2. Bengkalis
3. Kuantan Singingi
4. Indragiri Hulu
5. Pekanbaru
6. Siak
7. Kampar
8. Indragiri Hilir
9. Pelalawan
10. Kepulauan Meranti
11. Rokan Hulu
12. Dumai

Untuk lomba Bazar dan Stand Pameran Produk Unggulan Daerah, Posisi pertama diraih Rokan Hulu, kedua Indragiri Hilir dan posisi ketiga Kabupaten Siak.

Pada lomba Perahu Hias dan Pawai Ta’aruf, juara 1 diraih Rokan Hulu, juara 2 Rokan Hilir, dan juara 3 Pekanbaru. Kuantan Singingi ditetapkan sebagai peserta terfavorit. (Adv)




Di HUT APKASI Deli Serdang, Ketua TP PKK Rokan Hulu Sukses Pikat Perhatian Nasional Lewat Batik Khas Daerah

ARBibdonesia.com, DELI SERDANG – Momentum perayaan ganda Hari Ulang Tahun (HUT) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ke-26 dan Hari Jadi Kabupaten Deli Serdang ke-80 menjadi panggung spesial bagi Kabupaten Rokan Hulu.

Menghadiri agenda bergengsi Women Program, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Rokan Hulu, Ny. dr. Yeni Dwi Putri, sukses menarik perhatian dengan gaun indah yang dikenakan menggunakan Pakaian Batik Khas Rokan Hulu bercorak Paduan motif antara motif Batik Acek konyang dengan Motif Batik keris Rokan Hulu.

Kegiatan yang diselenggarakan, Kamis (2/7/2026) di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara ini mengusung tema yang sangat strategis, yakni “Penguatan Peran Perempuan Dalam Meningkatkan Daya Saing Daerah”. Acara ini dihadiri oleh para istri kepala daerah serta tokoh perempuan inspiratif dari berbagai penjuru tanah air.

Di tengah hiruk-pikuk kehadiran para tokoh nasional, dr. Yeni Dwi Putri tampil dengan penuh rasa bangga mengenakan busana dari kain Batik Khas Kabupaten Rokan Hulu. Langkah anggun ini bukan sekadar urusan fesyen, melainkan sebuah misi kebudayaan dan strategi promosi langsung untuk memperkenalkan identitas Negeri Seribu Suluk di level nasional.

Ketua TP PKK Rokan Hulu, dr. Yeni Dwi Putri, menjelaskan bahwa kehadiran mereka dalam forum berskala besar seperti ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk kemajuan daerah, salah satunya melalui sektor ekonomi kreatif.

“Hari ini, di hadapan seluruh perwakilan Kabupaten se-Indonesia yang berkumpul di Deli Serdang, kami dengan bangga memperkenalkan Batik Khas Rokan Hulu. Ini adalah momentum emas. Lewat selembar kain yang kami kenakan, kita sedang menceritakan kekayaan budaya, kreativitas perajin lokal, dan potensi ekonomi kreatif yang kita miliki,” ujar dr. Yeni dengan penuh optimisme.

Lebih lanjut, dr. Yeni juga memaparkan keterkaitan erat antara busana yang dikenakannya dengan tema Women Program yang berfokus pada daya saing daerah. Menurutnya, perempuan dan UMKM adalah dua pilar yang tidak bisa dipisahkan dalam membangun ketahanan ekonomi modern.

“Penguatan peran perempuan yang kita bicarakan hari ini wujud nyatanya ada pada geliat UMKM di daerah. Ketika kita mendorong kaum perempuan untuk aktif merawat, memproduksi, dan memakai batik khas daerah, kita tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga sedang mendongkrak daya saing ekonomi Rokan Hulu agar semakin diperhitungkan di kancah nasional,” tambahnya.

Di akhir penjelasannya, dr. Yeni menyampaikan ucapan selamat atas hari jadi ganda yang sedang berlangsung. “Apresiasi setinggi-tingginya untuk APKASI yang semakin matang di usia 26 tahun, dan selamat Hari Jadi ke-80 untuk Kabupaten Deli Serdang sebagai tuan rumah yang luar biasa. Semoga semangat kolaborasi antar-daerah ini terus terjaga demi kesejahteraan masyarakat kita,” tutupnya.

Penampilan elegan dr. Yeni Dwi Putri yang memadukan keanggunan personal dengan misi promosi daerah ini mendapat respons positif dari berbagai delegasi yang hadir. Langkah ini diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk unggulan dan perajin batik khas Rokan Hulu ke depannya.(Adv)




Menuju Kemandirian Fiskal, Bupati Rohul Kawal Strategi Pembiayaan Alternatif

ARBindonesia.com, DELI SERDANG – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menegaskan komitmen mempercepat pembangunan daerah melalui inovasi penganggaran dan penguatan regulasi. Langkah ini dikawal langsung oleh Bupati Rohul, Anton, ST, MM, saat menghadiri peringatan HUT Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ke-26 di Hall Institut Kesehatan Medistra, Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (2/7/2026).

Forum nasional yang mempertemukan para kepala daerah se-Indonesia tersebut membahas dua isu krusial bagi masa depan otonomi daerah: strategi pembiayaan alternatif pembangunan serta uji publik revisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Fokus pada Kemandirian Fiskal
Pada sesi pertama, dialog mendalami penguatan kemandirian fiskal di tengah keterbatasan anggaran. Empat poin utama yang dibahas meliputi:
– Model pembiayaan alternatif untuk keberlanjutan pembangunan.
– Tata kelola kolaboratif (Collaborative Governance) sebagai solusi keterbatasan fiskal.
– Optimalisasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
– Peran sektor perbankan dalam mendukung pembiayaan dan ekonomi lokal.

Bupati Anton menegaskan perlunya inovasi pendanaan di luar APBN dan APBD konvensional.

“Tantangan pembangunan semakin kompleks, sementara ruang fiskal daerah terbatas. Skema KPBU, investasi daerah, hingga instrumen keuangan lain menjadi kunci agar proyek infrastruktur strategis tetap berjalan demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Mengawal Revisi UU Pemda
Selain isu fiskal, Bupati Anton juga aktif dalam uji publik revisi UU Nomor 23 Tahun 2014. APKASI mendorong agar pembagian kewenangan antara pusat, provinsi, dan kabupaten lebih proporsional.

“Revisi UU ini harus mencerminkan semangat otonomi daerah yang substantif. Kabupaten bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga kewenangan dalam pengelolaan sumber daya alam, pelayanan publik, dan retribusi daerah perlu diperjelas agar tidak menghambat pelayanan di akar rumput,” tegasnya.

Harapan untuk Regulasi Inklusif
Melalui forum APKASI, Bupati Anton berharap masukan yang diuji publik dapat diakomodasi dalam legislasi nasional sehingga regulasi yang lahir bersifat inklusif dan mampu mempercepat pembangunan di seluruh daerah, khususnya Rohul.

Turut mendampingi Bupati Anton dalam agenda strategis ini, Pj. Sekda Rohul Drs. H. Yusmar, M.Si, Plt. Kepala DPMPTSP Munandar, SE, MM, Plt. Kadishub Minarli Ismail, SP, Kabag Adwil M. Franovandi, S.STP, Kabag Tapen Adi Irawan, S.STP, serta Kabid IKP Diskominfo Rohul Dr. Rudy Fadrial. (Adv)




Bantuan Nasioal! Inhil Dorong 350 KK Masuk Program Bedah Rumah

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Harapan baru bagi ratusan keluarga di Indragiri Hilir (Inhil) kian nyata. Pemerintah Kabupaten Inhil resmi mengusulkan 350 kepala keluarga (KK) sebagai calon penerima Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), sebuah program nasional yang bertujuan memperbaiki rumah tidak layak huni menjadi hunian sehat, aman, dan nyaman, Rabu (1/7/2026).

Langkah ini ditegaskan langsung oleh Sekretaris Daerah Inhil, Tantawi Jauhari, saat mengikuti sosialisasi pengusulan BSPS yang digelar secara virtual oleh Kementerian Dalam Negeri bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Acara berlangsung di Ruang Zoom Meeting Diskominfopers Inhil, Tembilahan, dengan melibatkan sejumlah pejabat daerah terkait.

Dalam sosialisasi tersebut, pemerintah pusat menekankan pentingnya verifikasi data berbasis by name by address agar bantuan tepat sasaran. Program BSPS sendiri tidak hanya menyediakan bahan bangunan, tetapi juga dukungan biaya tenaga kerja, dengan pendampingan fasilitator hingga tahap pembangunan selesai.

Sekda Tantawi optimistis seluruh usulan akan diakomodasi.
“Kabupaten Indragiri Hilir telah mengusulkan sebanyak 350 KK calon penerima Program BSPS kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Kami berharap semuanya bisa disetujui sehingga semakin banyak masyarakat Inhil menikmati hunian layak,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menyampaikan arahan dari Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir yang mendorong pemerintah daerah untuk mengajukan lebih banyak usulan pada tahun 2027. Pasalnya, pemerintah pusat berencana meningkatkan kuota BSPS hingga lima kali lipat dibandingkan tahun ini.

Dengan peluang besar tersebut, Inhil bertekad memperluas jangkauan program agar semakin banyak keluarga berpenghasilan rendah dapat merasakan manfaat nyata: rumah yang bukan hanya berdiri kokoh, tetapi juga menjadi tempat tinggal yang sehat dan penuh harapan. (Adv)