Penabalan Pucuk Puak Rumah Pangkal Balai Luhak Rambah Berlangsung Khidmat, Tengku Herry Islami Resmi Emban Amanah Adat

ARBindonesia.com, Rokan Hulu – Prosesi penabalan Pucuk Puak Bangsawan Rumah Pangkal Balai Luhak Rambah berlangsung khidmat di Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam melanjutkan estafet kepemimpinan adat sekaligus memperkuat komitmen menjaga kelestarian tradisi Melayu di Luhak Rambah.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur adat dan pemerintahan, di antaranya Yang Mulia Tengku Delfian Bey bergelar Tengku Sulung selaku perwakilan zuriat Raja Tambusai, Sutan Mahmud Luhak Rambah, para datuk adat Suku Nan Tujuh, pucuk suku, Sutan Nan Opat dan Mangaraja Nan Tolu dari Napituhuta, para induk buah perut, unsur Forkopimcam Rambah, jajaran TNI-Polri, alim ulama, hulubalang, ninik mamak, serta tokoh masyarakat.

Dalam prosesi tersebut, Tengku Herry Islami, S.T., M.T., yang merupakan cucu tertua Tengku Ilyas, resmi ditabalkan sebagai Pucuk Puak Rumah Pangkal Balai. Penabalan dilakukan langsung oleh perwakilan zuriat Raja Tambusai, Tengku Delfian Bey bergelar Tengku Sulung, dan disaksikan para tokoh adat serta unsur pemerintahan Kecamatan Rambah. Pemerintah kecamatan diwakili oleh Yusmar yang menyampaikan sambutan mewakili Camat Rambah.

Dalam sambutannya, Tengku Herry Islami mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas amanah yang diberikan. Menurutnya, penabalan tersebut bukanlah bentuk pengagungan terhadap seseorang, melainkan pengukuhan tanggung jawab untuk memimpin dan menjaga adat istiadat.

“Orang tua-tua Melayu mengajarkan, didahulukan selangkah, ditinggikan seranting, bukan untuk diagungkan, melainkan untuk memikul amanah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sebelum prosesi penabalan, telah dilaksanakan rangkaian adat selama sepekan, mulai dari ziarah ke makam para pendahulu, penyembelihan seekor kerbau sebagai bagian dari tradisi, hingga pembayaran adat bagi zuriat yang bergabung ke dalam puak.

Menurutnya, seluruh tahapan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap adat serta menjaga kesinambungan kepemimpinan, bukan untuk mempertontonkan kemewahan.

Pada kesempatan itu, Tengku Herry Islami juga menanggapi persoalan sengketa kepengurusan adat yang sempat mencuat. Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap mempertahankan hak anak kemenakan dalam menentukan pucuk puak berdasarkan garis zuriat dan ketentuan adat yang berlaku.

Ia mengungkapkan telah menyampaikan keberatan secara resmi kepada sejumlah lembaga adat, termasuk Lembaga Adat Melayu (LAM) Rokan Hulu dan Raja Luhak Tambusai, terhadap keputusan yang dinilai belum melalui proses mufakat. Meski demikian, ia menegaskan tetap membuka ruang musyawarah demi tercapainya penyelesaian adat yang adil, bijaksana, dan bermartabat.

Lebih lanjut, Tengku Herry Islami mengingatkan bahwa Puak Rumah Pangkal Balai merupakan milik bersama seluruh anak kemenakan yang menaungi beberapa induk buah perut. Karena itu, setiap kebijakan dan pengelolaan adat harus dilaksanakan melalui musyawarah dengan penuh rasa tanggung jawab.

Ia juga memohon doa, dukungan, dan bimbingan dari alim ulama, para pemangku adat, ninik mamak, serta seluruh anak kemenakan agar mampu menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.

Prosesi penabalan ditutup dengan harapan agar nilai-nilai adat tetap dijunjung tinggi, marwah masyarakat Melayu terus terpelihara, serta persaudaraan di tengah masyarakat semakin erat. Suasana khidmat yang menyelimuti jalannya prosesi mencerminkan komitmen masyarakat Luhak Rambah dalam menjaga warisan budaya dan menyelesaikan setiap persoalan adat melalui mekanisme musyawarah dan kerapatan adat.(Adv)




Pecahkan Rekor, Bupati Anton Sukses Amankan Rp154 Miliar dari PT SMI demi “Wajah Baru” Rokan Hulu!

ARBindonesia.com, JAKARTA – Di saat daerah lain terkesan “tiarap” menghadapi dinamika keuangan yang menjepit, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) justru membuat gebrakan luar biasa yang menghentak publik.

Ogah pasrah dengan keadaan, Bupati Rohul, Anton, ST, MM, mengambil langkah super berani dan strategis demi memacu pembangunan infrastruktur yang bakal mengubah total wajah pelayanan publik di negerinya!

Komitmen membara ini resmi terkunci dalam sebuah prosesi sakral penandatanganan Perjanjian Pembiayaan dan Perjanjian Cash/Collection Account Management Agreement (CAMA) secara notarial bersama raksasa pembiayaan BUMN, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) (Persero). Pertemuan tingkat tinggi ini digelar di Ruang Rapat PT SMI, Sahid Sudirman Center Lt. 48, Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Langkah Bupati Anton ini terbilang luar biasa dan memicu decak kagum. Bagaimana tidak? Mendapatkan kepercayaan dari BUMN di bawah Kementerian Keuangan ini ibarat lolos dari lubang jarum. Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa, membongkar fakta mengejutkan: tahun ini ada lebih dari 60 pemerintah daerah yang “mengemis” pinjaman. Namun, PT SMI bertindak sangat selektif dan hanya meloloskan 29 pemda.

Hebatnya, Rokan Hulu sukses menyingkirkan puluhan daerah lain dan keluar sebagai salah satu yang terpilih!

“Kabupaten Rokan Hulu termasuk dalam kelompok pelopor yang berani mengambil inisiatif, tidak hanya diam dalam kegelapan, demi perkembangan dan kemajuan daerah,” puji Faaris Pranawa yang blak-blakan mengagumi nyali dan progresivitas Bupati Anton.

Kerjasama kakap yang merujuk pada dua Surat Penawaran Fasilitas Pembiayaan bertanggal 9 Juli 2026 ini bukan main-main. Dana segar fantastis senilai Rp 154.988.488.149 (Rp154,9 Miliar lebih) dipastikan bakal menggelontor deras untuk menyuntik pembangunan di “Negeri Seribu Suluk”.
Anggaran raksasa tersebut didistribusikan secara agresif ke dua sektor vital:

Upgrade RSUD (Rp 146.108.488.149): Untuk mendongkrak kualitas fasilitas kesehatan sekunder habis-habisan beserta pengawasannya.

Mal Pelayanan Publik / MPP (Rp 8.880.000.000): Demi membangun pusat pelayanan administratif terpadu yang modern dan antiribet.

Bupati Rohul, Anton, ST, MM, dengan penuh emosi positif menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan elite PT SMI. Baginya, penandatanganan ini bukan sekadar urusan coret-coret kertas formalitas belaka.

“Penandatanganan perjanjian ini bukan sekadar memenuhi tahapan administratif, tetapi merupakan langkah strategis dalam mempercepat pembangunan daerah!” tegas Bupati Anton membakar semangat.

Ia meyakini bahwa menyembuhkan sektor kesehatan dan mempermudah urusan rakyat lewat MPP adalah harga mati untuk mendongkrak derajat hidup warga Rohul.

“Kami berkomitmen mengelola pembiayaan ini secara akuntabel, transparan, dan tepat sasaran. Setiap rupiah yang dimanfaatkan harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat!” tambahnya dengan nada sangat optimistis.

Sederet pejabat teras tampak hadir mengawal momentum bersejarah ini, mulai dari Kepala Cabang PT BRK Syariah Pasir Pengaraian, Hasbulahadi, hingga para kepala dinas strategis seperti Kadis Kominfo Suharman Nst, Kadis Kesehatan dr. Bambang Triono, Plt Kadis DPMPTSP H. Munandar, Plt Kadis PUPR H. Zulfikri, Kabag Hukum H. Erinaldi, Kabid IKP Diskominfo Dr. Rudy Fadrial, Direktur RSUD dr. Zuldi Afki, serta Kabid Infrastruktur Perkim Taufik Kurniawan.

Gebrakan epik ini ditutup dengan hangat lewat pertukaran plakat antara Bupati Anton dan manajemen PT SMI, menjadi simbol lahirnya kemitraan kokoh yang siap membawa Kabupaten Rokan Hulu melesat lebih maju, kompetitif, dan makmur! (Adv)




Alreza Ahyu Terpilih sebagai Ketua Kwarcab Pramuka Rokan Hulu 2026–2029

ARBindonesia.com, ROKAN HULU — Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Rokan Hulu resmi memiliki nakhoda baru. Melalui Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Tahun 2026 yang digelar di Gedung PGRI Rokan Hulu, Rabu (15/7/2026), Alreza Ahyu, S.E., M.Si., terpilih sebagai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Rokan Hulu untuk melanjutkan sisa masa bakti kepengurusan periode 2024–2029.

Muscablub digelar sebagai langkah organisasi untuk mengisi kekosongan kepemimpinan setelah berakhirnya masa kepemimpinan ketua sebelumnya, Elbizri. Forum tersebut sekaligus memastikan roda organisasi Gerakan Pramuka di Kabupaten Rokan Hulu tetap berjalan hingga berakhirnya masa bakti kepengurusan pada 2029.

Kegiatan tersebut dihadiri pengurus inti Kwarcab Rokan Hulu, Wakil Ketua Kwarcab Margono dan Yunus, Ketua Pusat Informasi (Pusinfo) Kwarcab Rokan Hulu Dr. Rudy Fadrial, S.Sos., M.Si., C.Med., Ketua Panitia Pelaksana Muscablub Muhammad Ikmi Aprinanda, serta perwakilan dari 16 Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Rokan Hulu.

Turut hadir Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga (Pomora) Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hulu, Ryco Musyahril.

Usai terpilih, Alreza Ahyu menyampaikan terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan seluruh elemen kepramukaan di Rokan Hulu. Ia menegaskan, langkah awal yang akan dilakukan adalah memperkuat konsolidasi internal organisasi.

“Terima kasih atas amanah luar biasa ini. Langkah taktis yang segera kami lakukan adalah melakukan konsolidasi internal pengurus, menyusun struktur kepengurusan baru yang nantinya akan dilegalkan melalui Surat Keputusan (SK), dan langsung mempersiapkan proses pelantikan,” ujar Alreza.

Menurutnya, menjalankan organisasi Gerakan Pramuka tidak dapat dilakukan secara individual. Dibutuhkan kerja kolektif, sinergi, dan kolaborasi yang kuat mulai dari tingkat Kwarcab hingga Kwarran.

“Di Rokan Hulu ada 16 Kwartir Ranting di tingkat kecamatan. Semua elemen ini harus bersinergi dan berada dalam satu frekuensi agar program kerja Gerakan Pramuka ke depan dapat berjalan lebih berdampak dan nyata,” tambahnya.

Selain pembenahan internal, Alreza juga membawa visi untuk menghidupkan kembali kegiatan kepramukaan di lingkungan sekolah. Salah satu fokusnya adalah merevitalisasi Gugus Depan (Gudep) sebagai ujung tombak pembinaan karakter dan kepemimpinan generasi muda.

“Kami ingin kegiatan Pramuka kembali semarak, hidup, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Untuk itu, dukungan dari para pembina, pengurus, dan seluruh anggota di setiap kecamatan sangat kami harapkan,” katanya.

Dengan kepemimpinan baru tersebut, Kwarcab Gerakan Pramuka Rokan Hulu diharapkan mampu memperkuat koordinasi kewilayahan, meningkatkan prestasi, serta menghidupkan kembali semangat kepanduan di kalangan generasi muda di Negeri Seribu Suluk hingga akhir masa bakti 2029. (Adv)




Pemkab Rohul Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Tekan Angka Stunting

ARBindonesia.com, ROKAN HULU — Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bergerak cepat memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting Tingkat Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2026, Selasa (14/7/2026).

Forum strategis tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah konkret sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mencegah dan menekan angka stunting di Kabupaten Rokan Hulu.

Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Rokan Hulu sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Rohul, H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M., Ketua TP PKK Rohul Ny. dr. Yeni Dwi Putri, Ketua DPRD Rohul Hj. Sumiartini, serta Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bapperida Rohul Simel Meri, S.E., M.Si.

Turut hadir perwakilan Polres Rohul, Kejaksaan Negeri, Kementerian Agama, Baznas, serta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Dalam arahannya, Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti menekankan pentingnya ketersediaan data yang akurat, riil, dan terintegrasi sebagai dasar dalam menyusun kebijakan penanganan stunting.

Ia menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk memaparkan data terkini mengenai jumlah riil anak yang mengalami stunting. Sementara itu, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga diminta menyajikan data jumlah anak usia sekolah, khususnya yang terindikasi mengalami stunting.

Adapun Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) diminta menyampaikan data akurat mengenai desa-desa yang terindikasi maupun rawan stunting.

“Di penghujung pergerakan ini, saya meminta kepada seluruh sektor agar terlebih dahulu melengkapi dan memvalidasi data lapangan. Kita harus mewujudkan integrasi satu data yang valid, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga OPD. Data yang akurat adalah kunci perencanaan yang efektif dan tepat guna,” ujar Syafaruddin Poti.

Menurutnya, Pra Musrenbang Tematik Stunting merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi wadah evaluasi kinerja perangkat daerah dan kecamatan berdasarkan hasil analisis situasi.

Berdasarkan laporan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang dirilis Kementerian Kesehatan RI pada Mei 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Rokan Hulu tercatat sebesar 21,4 persen. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 5,5 persen dibandingkan tahun 2023.

Mengantisipasi hasil SSGI 2025 yang diperkirakan akan dirilis pada pertengahan 2026, Pemkab Rohul langsung menyusun strategi intervensi yang lebih terarah dan tepat sasaran.

Syafaruddin menegaskan, terdapat tiga poin utama yang harus menjadi kesepakatan bersama dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Pertama, ketepatan sasaran intervensi. Intervensi spesifik di bidang kesehatan maupun intervensi sensitif, seperti sanitasi, air bersih, dan ketahanan pangan, harus benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan hingga tingkat desa.

Kedua, intervensi sejak dini. Upaya pencegahan harus dimulai dari hulu dengan menyasar calon pengantin, ibu hamil, hingga bayi di bawah dua tahun (baduta), sehingga kebutuhan gizi dan akses terhadap layanan kesehatan dapat terpenuhi secara optimal.

Ketiga, konvergensi berbasis data di tingkat kecamatan. Para camat diminta memperkuat sinergi dengan puskesmas dan petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) untuk memimpin kolaborasi lintas sektor di wilayah masing-masing.

Sementara itu, Ketua TP PKK Rohul Ny. dr. Yeni Dwi Putri mengatakan, TP PKK Rohul bersama jajaran telah melakukan berbagai aksi nyata di lapangan untuk mendukung percepatan penurunan stunting.

Sejumlah program yang telah berjalan antara lain pengobatan gratis, pemberian makanan tambahan bergizi, serta gerakan Gemar Makan Ikan (Gemarikan) yang terus digencarkan di tengah masyarakat.

Melalui kerja keras dan komitmen seluruh pihak, Pemkab Rohul optimistis dapat mencapai target penurunan prevalensi stunting secara bertahap dan terukur.

“Penurunan stunting adalah agenda prioritas nasional dan daerah. Dengan komitmen bersama, kita mengejar capaian target jangka panjang yang optimistis, yaitu menurunkan angka prevalensi stunting hingga menyentuh 8 persen pada tahun 2029 mendatang,” pungkas dr. Yeni. (Adv)




Percepatan Pembangunan Pasar Rakyat, Bupati Inhil Tinjau Pembangunan TPS Pedagang di Jalan Yos Sudarso

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, bergerak cepat meninjau langsung proyek pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) pedagang di Jalan Yos Sudarso, Tembilahan, Selasa (14/7/2026).

Langkah agresif ini diambil demi memastikan relokasi pedagang berjalan tanpa hambatan, sekaligus memuluskan jalan bagi percepatan pembangunan Pasar Rakyat, salah satu proyek paling strategis dan dinanti di Inhil.

Tidak tanggung-tanggung, selain mengawal kesiapan TPS, Bupati Herman juga membongkar sengkarut infrastruktur dengan mengecek langsung kondisi drainase yang kerap dikeluhkan warga. Ia ingin penataan total kawasan ini berjalan paralel dengan pembangunan pasar baru.

Dalam aksi turun lapangan ini, Herman didampingi langsung oleh Kepala Dinas PUPR serta Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kabupaten Inhil.

Menyusuri panasnya Jalan Yos Sudarso dengan berjalan kaki, Bupati Herman langsung berbaur dan berdialog dengan para pedagang. Ia menyerap aspirasi sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan fasilitas yang lebih layak selama masa transisi.

“Hari ini kami pastikan pembangunan TPS, baik untuk sektor kering maupun basah mulai dari sayur, bumbu, hingga ikan berjalan sesuai rencana. Anggaran pembangunan Pasar Rakyat sudah siap tahun ini, jadi TPS-nya harus beres dulu. Alhamdulillah, TPS pasar kering berjalan lancar, dan Insya Allah minggu depan giliran TPS pasar basah yang kita kebut,” tegas H Herman dengan optimis.

Herman menekankan bahwa seluruh pedagang yang saat ini memadati sepanjang Jalan Yos Sudarso, termasuk yang bertahan di atas turap, wajib direlokasi sementara. Sterilisasi kawasan ini mutlak dilakukan agar proyek tidak tersendat.

Mobilitas material bangunan dan alat berat membutuhkan ruang gerak yang luas, mengingat akses utama menuju lokasi proyek hanya bertumpu pada Jalan Yos Sudarso.

“Kita tidak ingin ada penundaan. Proyek ini menggunakan pondasi tiang pancang (mini pile). Jadi, demi keselamatan pedagang, kenyamanan warga, dan kelancaran pekerja di lapangan, kawasan ini harus benar-benar steril dari aktivitas jualan,” jelasnya lugas.

Namun, Herman menjamin para pedagang tidak perlu cemas. Begitu proyek megah Pasar Rakyat ini rampung, mereka akan dikembalikan ke kawasan Jalan Yos Sudarso dengan fasilitas yang jauh lebih modern, bersih, dan representatif.

Sikat Sumbatan Drainase

Di sela-sela peninjauan, fokus Herman juga tertuju pada buruknya sistem drainase di kawasan tersebut. Ia langsung menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pembongkaran dan memperbesar saluran air guna mengikis habis potensi banjir dan genangan.

“Drainase ini harus ditata total. Saluran air yang selama ini tertutup coran mati di depan ruko akan kita bongkar! Kita buka kembali aksesnya supaya pasukan kuning dan petugas kebersihan bisa bekerja maksimal melakukan pemeliharaan rutin,” cetus Herman.

Aksi nyata ini menjadi bukti kuat bahwa Pemkab Inhil tidak main-main dalam mengejar target pembangunan Pasar Rakyat. Tujuannya jelas: menciptakan pusat ekonomi baru yang lebih tertib, aman, dan berkelas bagi masyarakat Tembilahan. (Adv)




Pemkab Inhil “Obral” 51 Kendaraan Dinas, Wabup Yulianti Turun Gunung Pastikan Bebas Calo!

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Warga Indragiri Hilir, siapkan tabungan Anda! Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil tengah membuat gebrakan besar dengan menggelar Aanwijzing alias Open House lelang besar-besaran puluhan kendaraan dinas. Tidak tanggung-tanggung, 51 aset daerah siap dilepas ke publik secara blak-blakan!

Acara yang digelar di Halaman Kantor Gedung Ex Multiyears, Jalan Swarna Bumi, Tembilahan pada Minggu (12/7/2026) pagi ini langsung diserbu antusiasme. Wakil Bupati Inhil, Yulianti, bahkan sampai “turun gunung” memimpin langsung pengecekan armada didampingi Asisten II Setda dan Kepala BKAD Inhil.

Satu per satu kendaraan yang berbaris rapi tak luput dari inspeksi tajam sang Wabup sebelum resmi ditawarkan kepada masyarakat.

Bukan Aset Rongsokan, Ini Rincian “Harta Karun” yang Dilelang!
Jangan salah sangka, aset yang dilelang ini bukan sekadar pajangan! Total ada 51 unit kendaraan yang siap diperebutkan oleh warga, dengan rincian yang bikin ngiler:

33 Unit Sepeda Motor – Siap gaspol untuk mobilitas sehari-hari!
16 Unit Mobil – Beragam varian untuk keluarga maupun usaha.
1 Unit Alat Berat (Bulldozer) – Incaran para bos proyek dan kontraktor!
1 Unit Speed Boat – Raja perairan Inhil siap berpindah tangan.

“Tujuan lelang ini sederhana, agar aset daerah yang sudah tidak dipergunakan bisa kembali bermanfaat bagi masyarakat luas. Hasil lelang ini nantinya akan langsung masuk ke kas daerah dan dimanfaatkan kembali untuk membangun Inhil!” seru Yulianti dengan penuh semangat.

Wabup Yulianti Beri Peringatan Keras: Haram Hukumnya Titip-Titipan!

Yang bikin lelang kali ini makin panas adalah komitmen transparansi tingkat tinggi dari Pemkab Inhil. Menggandeng Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pekanbaru, lelang ini digelar 100% secara daring via lelang.go.id.

Wabup Yulianti melontarkan peringatan keras kepada siapa pun yang mencoba bermain curang. Ia menjamin tidak ada ‘orang dalam’ di hajatan ini.

“Prosesnya diawasi ketat agar berjalan adil! Tidak ada praktik titip-menitip, apalagi pencaloan. Semua warga Inhil punya hak dan kesempatan yang sama untuk menang,” tutup Wabup Yulianti.

Biar tidak beli kucing dalam karung, Pemkab Inhil sengaja membuka Open House ini agar warga bisa memelototi langsung kondisi mesin, bodi, dan kelengkapan kendaraan sebelum adu bidding (penawaran).

Waktu Terbatas! Jangan Sampai Menyesal!
Genderang persaingan sudah ditabuh! Pendaftaran dan penawaran lelang telah resmi dibuka sejak Minggu (12/7/2026).

Waktu Anda tidak banyak! Sistem lelang akan ditutup rapat-rapat pada Kamis, 16 Juli 2026, tepat pukul 10.00 WIB.

Tunggu apa lagi? Langsung cek barangnya, login ke lelang.go.id, dan jadilah pemenang! Lewat langkah berani ini, Pemkab Inhil tak hanya sukses merapikan aset, tapi juga menyuntikkan dana segar untuk pembangunan daerah yang makin progresif. Siapa cepat, dia dapat!. (Adv)