DP2KBP3A Inhil Ajak Masyarakat dan Sekolah Ciptakan Generasi Hebat dan Berprestasi

INHIL– Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan serta Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Indragiri Hilir mengajak seluruh lapisan masyarakat dan sekolah untuk berperan aktif dalam menciptakan generasi yang hebat, berprestasi, dan memiliki masa depan cerah.

Kepala Dinas DP2KBP3A Inhil, Drs. H. Sirajuddin MM, menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membangkitkan kepedulian terhadap pemenuhan hak-hak anak.

“Banyak hal positif yang bisa dilakukan di lingkungan keluarga dan sekolah untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi,” ujar Kadis Sirajuddin.

Lebih lanjut, Sirajuddin berharap dengan adanya komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, potensi anak-anak dapat dikembangkan dengan baik.

“Untuk menciptakan generasi emas, seluruh elemen instansi dan masyarakat harus mampu melindungi anak-anak dari ancaman kejahatan, mencegah diskriminasi, serta menjamin pemenuhan hak-hak mereka,” harapnya.

Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang berkualitas, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.




Nikmati Kelezatan Putu Bambu Casla di Tembilahan, Sajian Tradisional yang Menggugah Selera

INHIL – Di tengah geliat kuliner modern, jajanan tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Salah satu pilihan menjadi jajanan favorit di Tembilahan adalah Putu Bambu Casla.

Hadir dengan cita rasa khas yang autentik, Putu Bambu Casla menawarkan pengalaman kuliner tradisional yang dapat dinikmati bersama keluarga dirumah.

Lokasinya yang strategis di Jalan Kapten Muchtar, Tembilahan, memudahkan pengunjung untuk mampir membeli jajanan hangat ini.

Putu Bambu Casla memberikan pengalaman kuliner yang ramah di kantong namun kaya akan rasa, Dengan harga yang sangat terjangkau, hanya Rp5.000 untuk tiga buah putu bambu.

Aroma khas dari bambu, isian gula merah, serta taburan kelapa parut yang gurih menjadi perpaduan yang sempurna, memberikan sensasi lembut dan manis yang memanjakan lidah.

Tidak hanya menawarkan rasa yang lezat, Putu Bambu Casla juga menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati nostalgia dari jajanan tradisional Indonesia.

Sejak dulu, putu bambu dikenal sebagai jajanan yang disukai oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa. Rasanya yang sederhana namun berkesan membuat putu bambu menjadi pilihan camilan sore yang tak tergantikan.

Dengan kualitas yang tetap terjaga dan pelayanan yang ramah, Putu Bambu Casla bisa kamu beli untuk dibawa pulang sebagai camilan keluarga. Banyak pelanggan yang setia datang setiap hari untuk menikmati kelezatan ini, menjadikan Putu Bambu Casla sebagai salah satu destinasi kuliner yang sayang untuk dilewatkan.

Bagi Anda yang penasaran bisa datang membeli jajanan bambu khas Tembilahan ini.




DP2KBP3A Inhil Apresiasi Pemutakhiran Data Keluarga untuk Perencanaan Pembangunan yang Lebih Baik

INHIL – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memberikan apresiasi terhadap pemutakhiran data valid dan akurat dalam rangka pemutakhiran PK24.

Langkah ini bertujuan untuk menghasilkan database yang dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan yang lebih efektif.

Kepala DP2KBP3A Inhil, Drs. H. Sirajuddin MM, menyatakan bahwa pendataan keluarga sangat penting untuk menciptakan database yang valid dan akurat, yang mendukung perencanaan pembangunan yang berkelanjutan. “Pemutakhiran data ini melibatkan kader pendata dari setiap desa dan kecamatan, serta lembaga masyarakat pedesaan (IMP) dan PKB/PLKB sebagai pengawas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sirajuddin menambahkan bahwa kader PLKB memiliki peran kunci dalam mengendalikan jumlah penduduk melalui program keluarga berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga.

“Data yang valid dan akurat merupakan langkah awal yang penting untuk mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas,” katanya.

Dengan melibatkan seluruh kader pendata, supervisor, manajer data, dan tim posko PK-24, DP2KBP3A Inhil berharap kolaborasi dan sinergi yang terjalin dapat memberikan kontribusi besar bagi pembangunan keluarga yang lebih baik di Kabupaten Inhil, serta mendukung kualitas hidup masyarakat yang lebih tinggi.




DP2KBP3A Inhil Himbau Remaja Jalani Pemeriksaan Kesehatan

INHIL– Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Kab. Inhil) melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) terus menghimbau para remaja untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai langkah awal mempersiapkan masa depan yang sehat.

Pemeriksaan kesehatan bagi remaja ini mencakup berbagai jenis tes penting, seperti pemeriksaan darah untuk mendeteksi kondisi seperti thalassemia dan anemia, tes golongan darah dan rhesus untuk mengetahui kompatibilitas serta risiko bagi anak di masa depan, hingga tes hepatitis B dan HIV/AIDS.

Kepala DP2KBP3A Inhil, Drs. H. Sirajuddin, M.M., menyatakan bahwa upaya ini merupakan bagian dari program terpadu untuk memastikan generasi muda mendapatkan informasi dan akses yang diperlukan guna memulai kehidupan berkeluarga yang sehat dan terencana.

“Pemeriksaan ini mencakup serangkaian tes yang dirancang untuk mendeteksi masalah kesehatan yang dapat memengaruhi kehamilan dan kesehatan anak-anak yang akan lahir,” ujar Sirajuddin.

Pemerintah Kab. Inhil juga gencar melakukan sosialisasi melalui berbagai saluran, seperti puskesmas dan media sosial, untuk memastikan informasi mengenai pemeriksaan kesehatan ini menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Dengan demikian, diharapkan pasangan calon pengantin semakin sadar akan pentingnya kesehatan reproduksi dan persiapan sebelum memasuki jenjang pernikahan,” tambahnya.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Inhil berkomitmen menciptakan generasi yang lebih sehat dan berdaya saing. (Adv)




DP2KBP3A Inhil Fokus Layanan Keluarga Berencana dan Kesehatan untuk Percepat Penurunan Stunting di 2024

INHIL – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus berkomitmen memberikan pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan (KBK) melalui DPC IPeKB di wilayah Inhil pada tahun 2024.

Kepala DP2KBP3A Inhil, Drs. H. Sirajuddin MM, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi dan dorongan semangat untuk semua pihak, termasuk masyarakat, guna mendukung program pembangunan Indonesia sehat yang bebas stunting. “Pelayanan KB ini sangat penting sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting. Salah satunya adalah dengan mengatasi jarak kehamilan, memeriksakan kesehatan ibu hamil untuk mengidentifikasi kekurangan energi kronis (KEK), serta mengukur lingkar lengan,” ujar Sirajuddin.

Sirajuddin juga menambahkan, pelayanan KB harus mencakup pemeriksaan kesehatan bayi, termasuk berat badan, lingkar kepala, panjang badan, dan memastikan bayi mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. “Pelayanan KB ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan KB, dengan memperluas jangkauan, serta memastikan pemerataan layanan di seluruh wilayah,” lanjutnya.

Melalui kolaborasi yang kuat dengan mitra kerja, DP2KBP3A Inhil berharap dapat menciptakan dampak yang signifikan dalam upaya menurunkan angka stunting dan meningkatkan kesehatan keluarga di Kabupaten Indragiri Hilir. (ADV)




DP2KBP3A Inhil Dorong Pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang untuk Kesehatan

INHIL- DP2KBP3A kabupaten Indragiri Hilir(Inhil) mendorong pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang memiliki banyak manfaat dalam merencanakan keluarga pada ibu setelah melahirkan.

“Sejak 2020, BKKBN telah menambah pilihan alat dan obat kontrasepsi (alokon) yakni implan satu batang dan suntik progestin 1 cc kemudian juga suntik kombinasi (estrogen, progesterone) 1 cc,” kata Kepala DP2KBP3A Inhil, Sirajuddin.

Lanjut Sirajudin, penggunaan MKJP seperti implan dan IUD (Intrauterine Device) yang dikenal sebagai AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim) atau spiral bisa lebih menjadi pilihan bagi para ibu.

Sebab, pemakaian alat kontrasepsi bisa mengatasi terjadinya kelahiran yang terlalu dekat atau terlalu banyak pada usia ibu yang terlalu tua ataupun terlalu muda (4Terlalu). Fungsi lainnya yakni dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta mencegah kekerdilan pada anak (stunting).

Di samping banyaknya manfaat alat kontrasepsi, angka kebutuhan ber-KB yang belum terpenuhi (unmet need) di Indonesia terus meningkat.

Banyak orang yang harusnya mendapatkan pelayanan belum bisa terlayani akibat berbagai keterbatasan di fasilitas kesehatan.

Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017, angka unmet need di Indonesia sudah menyentuh yakni 10,6 persen dari total pasangan usia subur (PUS) yang ada di Tanah Air.

Bahkan data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 menyebutkan, tren penggunaan alat kontrasepsi oleh KB suntik baru mencapai sebesar 32 persen, pil 14 persen, IUD empat persen dan implan tiga persen.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Sirajuddin mengaku DP2KBP3A Inhil terus mendorong alat kontrasepsi jadi lebih dikenal dan dekat dengan keluarga, meskipun pemakaian alat kontrasepsi memiliki peluang kegagalan dalam mencegah kehamilan pada ibu.

Dengan inovasi yang terus dilakukan, diharapkan penggunaan alat kontrasepsi seperti suntik jangka yakni rentang tiga bulan dan mengandung hormon progestin bisa lebih dominan karena tubuh akseptor (peserta KB) bisa menyesuaikan serta tidak sulit menerima implan karena memiliki kandungan yang sama.

“DP2KBP3A Inhil mengharapkan jejaring pelayanan fasilitas kesehatan bisa bertambah yakni faskes dari bidan praktik mandiri menjadi ujung tombak dari pelayanan KB. Dengan adanya pilihan-pilihan baru alokon ini juga saya harap menjadi daya tarik juga bagi penggerakan KB pasca persalinan,” ujar Sirajuddin.