Talk Show Surambi Nogori Bahas Masa Depan Petani dan Peternak Rokan Hulu

ARBindonesia.com, ROKAN HULU — Masa depan sektor perkebunan dan peternakan menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Hal tersebut mengemuka dalam talk show Surambi Nogori, Bupati Menyapa: Bersama Membangun Negeri, Kamis (17/9/2026).

Talk show yang mengusung tema “Petani Sejahtera, Peternak Berdaya: Menuju Rokan Hulu sebagai Sentra Perkebunan dan Peternakan Unggul” itu menjadi ruang diskusi untuk membahas arah pembangunan sektor perkebunan dan peternakan di Negeri Seribu Suluk.

Kegiatan yang berlangsung di Studio II Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Rohul tersebut menghadirkan unsur pemerintah daerah, akademisi, dan dunia usaha. Diskusi berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.

Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M., hadir sebagai salah satu narasumber bersama Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Rohul, CH. Agung Nugroho, S.T.P., M.M., Dekan Fakultas Pertanian Universitas Pasir Pengaraian (UPP), Al Muzafri, S.T.P., M.Si., serta Dicky Hervanur, AsKep dari PT Sawit Asahan Indah (SAI).

Kehadiran sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang tersebut membuat pembahasan tidak hanya berfokus pada kebijakan pemerintah daerah, tetapi juga mencakup perspektif akademik dan pengalaman dunia usaha dalam pengembangan sektor perkebunan dan peternakan.

Sektor perkebunan selama ini menjadi salah satu bagian penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat Rokan Hulu. Karena itu, peningkatan produktivitas, keberlanjutan usaha, serta penguatan nilai ekonomi menjadi sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian dalam pembangunan sektor tersebut.

Begitu pula dengan sektor peternakan. Pengembangannya tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana peternak dapat memiliki daya usaha yang kuat dan memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Tantangan tersebut membuat pembangunan sektor perkebunan dan peternakan membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Kebijakan pemerintah perlu didukung oleh ilmu pengetahuan, keterlibatan dunia usaha, serta partisipasi masyarakat agar program yang dijalankan dapat memberikan dampak terhadap produktivitas dan kesejahteraan.

Melalui talk show Surambi Nogori, Pemkab Rohul juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengetahui arah kebijakan pemerintah daerah sekaligus memahami berbagai persoalan yang dihadapi petani dan peternak.

Program yang digagas Diskominfo Rohul tersebut merupakan bagian dari 22 sesi ekspose organisasi perangkat daerah (OPD). Penggunaan format talk show menjadi salah satu sarana keterbukaan informasi publik sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Pembahasan sektor perkebunan dan peternakan dalam forum tersebut pada akhirnya menempatkan kesejahteraan petani dan peternak sebagai salah satu aspek penting dalam pembangunan daerah.

Dengan demikian, pembangunan sektor tersebut diharapkan tidak hanya mampu menjaga keberlangsungan usaha masyarakat, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas, daya saing, dan kekuatan ekonomi petani serta peternak di Kabupaten Rokan Hulu. (Adv)




PUPR Rohul Manfaatkan Aspal Sisa untuk Efisiensi Pemeliharaan Jalan di Tengah Keterbatasan Anggaran

ARBindonesia.com, ROKAN HULU — Di tengah keterbatasan anggaran untuk pemeliharaan infrastruktur, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rokan Hulu, Riau, mengembangkan langkah efisiensi dengan memanfaatkan kembali material aspal sisa pekerjaan yang masih layak digunakan.

Kebijakan tersebut dinilai menjadi salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dalam menjaga kondisi jaringan jalan tanpa harus selalu mengandalkan pembelian material baru.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas PUPR Rohul, H. Zulfikri, ST, dalam acara bincang publik bertajuk “Surambi Nogori, Bupati Menyapa” yang digelar pada hari selasa 15/9/2026.

Menurut Zulfikri, material sisa pekerjaan tidak serta-merta harus dianggap sebagai limbah. Selama masih memenuhi persyaratan teknis, material tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pemeliharaan jalan.

Penerapan langkah tersebut terlihat pada 6 Agustus 2026. Jajaran Dinas PUPR Rohul turun langsung melakukan pemeliharaan sejumlah titik jalan di kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Rohul.

Dalam kegiatan itu, PUPR tidak menggunakan material aspal baru, melainkan memanfaatkan serpihan aspal dari pekerjaan sebelumnya yang masih dinilai memenuhi syarat teknis.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Zulfikri bersama Sekretaris Dinas PUPR Rohul, Rezki Rades, ST. Sejumlah titik jalan berlubang ditangani sehingga permukaan jalan kembali lebih rata dan aman dilalui.

“Prinsipnya sederhana, yang masih bernilai jangan langsung dibuang,” ujar Zulfikri.

Ia menjelaskan, pemanfaatan kembali material tersebut menjadi salah satu instrumen untuk memperluas jangkauan penanganan kerusakan jalan, khususnya kerusakan ringan hingga sedang.

Namun, Zulfikri menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak berarti mengabaikan kualitas pekerjaan.

“Kami tidak asal pakai. Material sisa hanya dimanfaatkan jika kondisi dan karakteristiknya memenuhi spesifikasi teknis pekerjaan,” tegasnya.

Menurut dia, setiap material yang akan digunakan kembali tetap melalui pemeriksaan kelayakan. Hal itu dilakukan agar hasil pekerjaan tetap memiliki kualitas yang baik, tahan lama, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Selain pemanfaatan material sisa, PUPR Rohul juga menerapkan pola pemeliharaan secara swakelola. Pekerjaan dilakukan langsung oleh jajaran dinas sehingga penanganan kerusakan dapat dilakukan lebih cepat, terutama ketika ditemukan kerusakan jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Jalan yang dibiarkan berlubang lama-lama justru makin rusak parah, biaya perbaikannya makin mahal,” katanya.

Pemeliharaan Dini Jadi Prioritas
Sejumlah ruas jalan yang menjadi perhatian dalam kegiatan pemeliharaan di antaranya Jalan Lingkar KM 4 Pasir Pengaraian, jalur Banjar Datar–Rokan IV Koto, Tambusai Timur–Lubuk Kerapat, serta Dalu-Dalu–Pekan Tebih.

Pendekatan yang dikedepankan adalah melakukan penanganan sedini mungkin sebelum kerusakan berkembang menjadi lebih parah.

Menurut PUPR Rohul, penanganan berupa penambalan lubang dan pemeliharaan ringan dapat menjadi pilihan yang lebih efisien dibandingkan harus membongkar dan mengaspal ulang seluruh badan jalan yang telah mengalami kerusakan berat.

Kondisi tersebut dinilai semakin penting di tengah kebijakan efisiensi anggaran, sehingga setiap penggunaan anggaran harus diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar mendesak dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menuju Infrastruktur Berbasis Data
Pemanfaatan kembali material aspal disebut baru menjadi salah satu langkah awal. Ke depan, PUPR Rohul juga menyiapkan pengelolaan infrastruktur yang lebih sistematis dan berbasis data.

Sejumlah langkah yang direncanakan meliputi pembangunan peta kondisi jalan dan jembatan berbasis sistem informasi geografis (GIS), penyusunan basis data kerusakan infrastruktur yang lebih akurat, perluasan penggunaan material daur ulang yang memenuhi standar, serta penguatan saluran pelaporan kerusakan dari masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, penentuan prioritas pemeliharaan diharapkan tidak hanya berdasarkan usulan, tetapi juga mempertimbangkan tingkat kerusakan, urgensi penanganan, potensi kerugian apabila kerusakan dibiarkan, serta dampaknya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Jalan sebagai Penggerak Ekonomi
Dalam sesi diskusi yang turut dihadiri Dr. Hj. Hidayati, S.Kom., M.Pd.I., serta Mawardi Azhar, ST., MM dari Bappeda Rohul, pembangunan dan pemeliharaan jalan dinilai tidak semata-mata berkaitan dengan infrastruktur fisik.

Jalan yang baik memiliki peran penting dalam menghubungkan masyarakat dari desa ke pusat perdagangan, membuka akses petani, memperlancar distribusi hasil produksi, serta mendukung berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, keterbatasan anggaran tidak semestinya menjadi alasan untuk menghentikan pemeliharaan infrastruktur. Sebaliknya, kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk mencari pola kerja yang lebih efisien, terukur, dan tepat sasaran.

“Menghadapi keterbatasan anggaran bukan berarti berhenti bekerja. Justru kita dipaksa berpikir lebih cerdas, lebih terukur, lebih tepat sasaran,” kata Zulfikri.

Pemanfaatan aspal sisa yang sebelumnya dianggap tidak lagi bernilai kini menjadi salah satu alternatif dalam mendukung pemeliharaan jalan. Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa efisiensi anggaran dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kualitas infrastruktur, sepanjang dilakukan berdasarkan standar teknis dan perencanaan yang tepat. (Adv)




Bupati Inhil Tinjau Pengerjaan Proyek Rekonstruksi Jalan Suhada II

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR — Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman, turun langsung ke lapangan untuk meninjau progres pengerjaan proyek rekonstruksi Jalan Suhada II yang berlokasi di Kecamatan Tembilahan Hulu, Minggu (13/9/2026).

Peninjauan ini dilakukan guna memastikan bahwa pengerjaan proyek fisik tersebut berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis dan target waktu yang telah ditetapkan, sehingga dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat.

Di sela-sela peninjauannya, H. Herman menyampaikan bahwa pembangunan Jalan Suhada II dilaksanakan secara bertahap. Kebijakan ini harus diambil oleh Pemerintah Inhil mengingat adanya keterbatasan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak memadamkan komitmen pemerintah daerah untuk terus membenahi infrastruktur dasar di wilayah Inhil secara berkelanjutan.

“Pembangunan jalan ini memang kita lakukan secara bertahap karena menyesuaikan dengan kondisi APBD kita. Namun, kita akan terus mengupayakan agar pembangunan Jalan Suhada II ini tetap berlanjut hingga tuntas. Tidak hanya di sini, pola pembangunan dan pembenahan akses jalan serupa juga terus kita dorong di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir,” ujar H. Herman.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembangunan jalan ini memiliki nilai strategis dalam jangka panjang. Akses Jalan Suhada II nantinya akan dikoneksikan secara langsung dengan jalur yang ada di area Kantor Camat Tembilahan Hulu. Langkah integrasi jalur ini difungsikan sebagai skenario mitigasi dan antisipasi jika terjadi kondisi darurat di wilayah tersebut.

“Kawasan kita memiliki titik-titik yang cukup rawan bencana alam, terutama tanah longsor. Jika sewaktu-waktu akses jalan utama terputus akibat longsor, maka Jalan Suhada II ini dapat langsung difungsikan sebagai jalan alternatif. Dengan begitu, arus mobilitas warga, distribusi barang, dan aktivitas perekonomian masyarakat tidak akan lumpuh,” jelasnya.

Guna menjaga kelangsungan fungsi infrastruktur yang tengah dibangun, Bupati juga memberikan pesan khusus mengenai pentingnya rasa memiliki dari seluruh lapisan masyarakat.

Ia menekankan bahwa daya tahan dan usia pakai jalan tidak semata-mata menjadi beban pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif warga dalam menjaga dan mengawasinya. Salah satu poin krusial yang ditegaskan adalah kepatuhan terhadap tonase kendaraan yang melintas.

“Agar usia pakai jalan ini bisa bertahan lama dan tidak cepat rusak, masyarakat harus ikut mengawasi. Jika ketahanan jalan ini didesain maksimal untuk daya angkut 8 ton, maka batas maksimal kendaraan yang lewat benar-benar harus 8 ton, tidak boleh lebih. Kedisiplinan dalam mematuhi aturan tonase ini sangat penting demi kepentingan bersama,” tegas Bupati.

Mengakhiri peninjauannya, H. Herman berharap seluruh proses pengerjaan rekonstruksi Jalan Suhada II dapat terus berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Ia menaruh harapan besar agar rampungnya proyek ini kelak mampu memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran transportasi, peningkatan keselamatan berkendara, serta mampu mendongkrak roda perekonomian masyarakat di Kecamatan Tembilahan Hulu dan sekitarnya. (Arb)




Panen Padi di Rambah Baru Capai 8,9 Ton per Hektare, Produktivitas Meningkat Signifikan

ARBindonesia.com, ROKAN HULU — Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan panen padi bersama yang digelar di Desa Rambah Baru, Kecamatan Rambah Samo, Senin (7/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Bupati Rokan Hulu Anton, S.T., M.M., turut melakukan panen bersama para petani.

Produktivitas padi di Desa Rambah Baru pada musim panen kali ini tercatat mencapai 8,9 ton per hektare. Angka tersebut meningkat dibandingkan produktivitas pada 2025 yang berada di kisaran 6,92 ton per hektare.

Bupati Anton mengatakan, peningkatan produktivitas tersebut menjadi salah satu indikator bahwa berbagai upaya peningkatan produksi pertanian yang dilakukan pemerintah daerah bersama petani mulai menunjukkan hasil.

“Kita ingin Rambah Baru tidak hanya menjadi sentra pertanian, tetapi berkembang menjadi kawasan agrowisata dan edukasi pertanian terpadu yang mengintegrasikan pertanian, perkebunan, pariwisata, hingga infrastruktur,” ujar Anton.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran penting dalam pembangunan daerah, terutama dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat.

Sejumlah program juga telah diarahkan untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Rokan Hulu. Di antaranya penyaluran bantuan benih untuk lahan seluas 400 hektare, termasuk sekitar 170 hektare di Kecamatan Rambah Samo.

Selain itu, pemerintah juga memberikan 20 set alat mesin pertanian (alsintan) kepada Kelompok Tani Agri Pondok. Bantuan tersebut dilengkapi dengan pupuk NPK melalui kemitraan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Perumda Rohul Hutan Jaya.

Pemerintah daerah juga mendorong penerapan teknologi pertanian modern, penggunaan benih unggul, pengendalian hama terpadu, serta peningkatan indeks pertanaman. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Rokan Hulu.

Berdasarkan data pemerintah daerah, luas baku lahan sawah di Rokan Hulu mencapai 1.432 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.100 hektare merupakan lahan aktif yang tersebar di delapan kecamatan.

Kecamatan Rambah Samo menjadi salah satu wilayah dengan areal persawahan yang cukup luas, yakni mencapai 467,75 hektare. Sementara itu, Desa Rambah Baru memiliki sekitar 129 hektare lahan sawah.

Data 2025 mencatat luas panen padi di Rokan Hulu mencapai 3.520,4 hektare dengan produksi sekitar 18.390,62 ton gabah kering panen (GKP).

“Panen hari ini adalah bukti nyata bahwa kerja keras melahirkan hasil. Dari tangan para petani, kita tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga menjaga kemandirian daerah. Pertanian harus menjadi kekuatan ekonomi sekaligus fondasi utama ketahanan pangan Rokan Hulu,” kata Anton.

Kegiatan panen bersama tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Rokan Hulu Hj. Sumiartini, jajaran Polres dan Kejaksaan Negeri Rokan Hulu, Ketua KTNA Rokan Hulu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, serta Camat Rambah Samo.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung pengembangan pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu berharap peningkatan produktivitas pertanian dapat terus dipertahankan dan dikembangkan, sehingga sektor pertanian tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Upaya tersebut menjadi bagian dari agenda pembangunan Rokan Hulu menuju daerah yang maju, berbudaya, sejahtera, dan berkelanjutan.




Di Tengah Efisiensi Anggaran, Pemkab Rohul Tetap Genjot Infrastruktur Publik untuk Persiapan MTQ Riau 2027

ARBindonesia.com, ROKAN HULU — Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan keterbatasan fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, tetap mendorong pembangunan infrastruktur yang dinilai memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.

Sejumlah pekerjaan fisik terus berjalan pada Tahun Anggaran 2026. Di antaranya rehabilitasi tribun dan Astaka Purna MTQ serta pembangunan sarana olahraga ruang publik di kawasan Dataran Tinggi Pematang Baih, Pasir Pengaraian.

Kedua proyek tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas fasilitas yang telah ada, tetapi juga diproyeksikan menjadi bagian dari persiapan Kabupaten Rohul sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Riau pada 2027 mendatang.

Pembangunan berbagai fasilitas tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pemkab Rohul di bawah kepemimpinan Bupati Anton dan Wakil Bupati Syafaruddin Poti. Di tengah ruang fiskal yang terbatas, pembangunan diarahkan pada fasilitas yang memiliki fungsi publik dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Salah satu pekerjaan yang sedang dilaksanakan adalah rehabilitasi tribun dan Astaka Purna MTQ. Berdasarkan papan informasi kegiatan, proyek tersebut memiliki nilai kontrak Rp911.600.507,00 yang bersumber dari APBD murni Kabupaten Rokan Hulu Tahun Anggaran 2026.

Pekerjaan dilaksanakan CV Raazy dengan konsultan pengawas CV Busamo Engineering.

Rehabilitasi tribun mencakup sejumlah pekerjaan arsitektur, mulai dari perbaikan dinding, kusen, pintu, jendela, plafon, dan lantai, hingga pengecatan.

Selain itu, pekerjaan juga meliputi instalasi elektrikal, seperti pemasangan lampu, stop kontak, dan kebutuhan kelistrikan lainnya. Sarana sanitasi, rehabilitasi toilet, serta berbagai prasarana pendukung turut menjadi bagian dari pekerjaan.

Masih di kawasan yang sama, Pemkab Rohul juga mengembangkan sarana olahraga ruang publik di Dataran Tinggi Pematang Baih.

Proyek tersebut memiliki nilai kontrak Rp1.160.385.487,00 dan bersumber dari APBD murni Kabupaten Rokan Hulu Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada CV Jihan Satahi dengan konsultan pengawas CV Duta Riau Konsultan.

Pekerjaan sarana olahraga meliputi perbaikan lapangan, termasuk penambahan luas area lapangan. Selain itu, dilakukan perbaikan sistem drainase serta pembangunan jogging track di area luar lapangan.

Kehadiran jogging track mendapat perhatian dari masyarakat. Bagi warga, pembangunan fasilitas olahraga terbuka tidak sekadar mempercantik kawasan, tetapi juga menyediakan ruang bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas olahraga yang mudah diakses berbagai kelompok usia.

Adi (42), warga Pasir Pengaraian, mengapresiasi langkah Pemkab Rohul tersebut. Menurutnya, pembangunan fasilitas publik akan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Pembangunan seperti ini tentu kami apresiasi. Kalau fasilitas olahraga tersedia dan nyaman, masyarakat juga lebih terdorong untuk berolahraga. Harapannya nanti bisa benar-benar dimanfaatkan masyarakat,” ujar Adi.

Harapan serupa disampaikan Bismar (50), pelaku UMKM yang berdagang di sekitar kawasan Pematang Baih. Menurutnya, keberadaan fasilitas publik yang semakin baik berpotensi memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi.

“Kalau kawasan ini semakin ramai karena masyarakat datang berolahraga atau melakukan aktivitas lainnya, tentu kami sebagai pedagang ikut mendapatkan dampak positif. Perputaran ekonomi juga bisa meningkat,” katanya.

Sementara itu, Pemkab Rohul menargetkan kedua proyek tersebut rampung menjelang akhir 2026.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Rokan Hulu, Desmadiana, S.Sos., M.M., melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Taufik Kurniawan, S.T., M.Si., Jumat (4/9/2026), mengatakan pihaknya berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.

“Diharapkan target penyelesaian pekerjaan dapat tercapai pada akhir tahun 2026. Tentunya pelaksanaan pekerjaan tetap mengacu pada spesifikasi dan ketentuan yang telah ditetapkan,” ujar Taufik.

Menurutnya, penyelesaian kedua kegiatan tersebut penting karena fasilitas yang dibangun dan direhabilitasi diharapkan dapat menunjang berbagai aktivitas masyarakat sekaligus mendukung persiapan Rohul menghadapi agenda MTQ tingkat Provinsi Riau pada 2027.

Dengan demikian, pembangunan infrastruktur di Rohul tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik proyek. Fasilitas yang dibangun diharapkan memiliki fungsi berkelanjutan dan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat setelah agenda besar daerah selesai digelar.

Di tengah tekanan efisiensi dan keterbatasan fiskal daerah, tantangan pemerintah bukan semata membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan setiap rupiah anggaran yang dibelanjakan menghasilkan fasilitas yang berkualitas, bermanfaat, dan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang. *




Antisipasi Kabut Asap, Atas Arahan Bupati Disdikpora Rokan Hulu Keluarkan Surat Edaran

ARBindonesia.com, ROKAN HULU — Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti langit Kabupaten Rokan Hulu. Menatap kondisi udara yang kian mengkhawatirkan dan berisiko bagi kesehatan anak-anak, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu mengambil langkah cepat.

Atas arahan mendalam dari Bupati Rokan Hulu, Anton, S.T., M.M., Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) resmi mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 300.2.1/DISDIKPORA-Set/1 demi memprioritaskan keselamatan jiwa generasi penerus bangsa.

​Kebijakan ini bukan sekadar aturan di atas kertas, melainkan wujud rasa kasih dan kepedulian nyata pemerintah untuk melindungi paru-paru mungil anak-anak Rokan Hulu dari ancaman bahaya asap pekat.

​Langkah Bersama Menguatkan dan Melindungi Anak-Anak Kita:
​Belajar Dari Rumah demi Keselamatan: Terhitung mulai Rabu, 26 Agustus 2026 hingga Jumat, 28 Agustus 2026, aktivitas belajar-mengajar tatap muka dialihkan sepenuhnya secara daring (online). Sekolah menghentikan seluruh kegiatan di area kampus agar anak-anak terlindungi di tempat teraman.

​Pembelajaran yang Mengayomi: PJJ dirancang agar tetap berjalan efektif namun santun dan ramah anak, tanpa memberikan beban psikologis maupun tugas berlebihan di tengah situasi prihatin ini.

​Peran Hangat Orang Tua di Rumah: Para orang tua dan wali murid diimbau dengan sangat untuk menjaga buah hatinya tetap berada di dalam rumah, memeluk dan memastikan mereka tidak bermain di luar ruangan hingga udara kembali bersih.

​Nutrisi Anak Tetap Terjaga (Program MBG): Bagi sekolah penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hak nutrisi anak-anak tidak diputus. Pihak sekolah berkoordinasi melalui grup WhatsApp agar orang tua dapat mengambil porsi makanan bergizi ke sekolah untuk dinikmati anak secara aman di meja makan rumah.

​Saling Menjaga dengan PHBS: Seluruh keluarga besar pendidikan diajak mengetatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai benteng pertahanan kesehatan keluarga.

​Pengabdian Tenaga Pendidik: Kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan tetap hadir bekerja sebagaimana mestinya, sigap mendampingi dan memantau perkembangan belajar siswa dari jauh.

​Keputusan terkait keberlanjutan sekolah akan terus dievaluasi sembari memanjatkan doa dan memantau perkembangan kualitas udara. Di tengah kepungan asap ini, keselamatan, kesehatan, dan senyum anak-anak Rokan Hulu tetap menjadi prioritas tertinggi yang harus dikawal bersama. (Adv)