

“Untuk menjadi mulia, ternyata tak harus menunggu kaya. Untuk mampu berkurban, ternyata yang dibutuhkan hanyalah kesungguhan.”
Tembilahan, detikriau.org – Barangsiapa memiliki kelapangan untuk berkurban namun dia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami.
Kutipan HR Ibnu Majah, Ahmad dan Al Hakim ini disampaikan Bupati Inhil HM Wardan diakhir penyampaian khotbah shalat Idul Adha 1438 Hijriyah (H) di Mesjid Agung Al – Huda, Jalan Jenderal Sudirman, Tembilahan, Jum’at (1/9/2017) pagi.
Dalam khotbahnya, Bupati menyampaikan cerita tentang seorang penjual hewan kurban dan seorang fakir miskin yang memiliki keikhlasan luar biasa besarnya.
Dalam kisah itu, sipenjual hewan qurban awalnya sempat kurang yakin saat seorang ibu dengan pakaian yang kumal menghampiri tempatnya berjualan. Dalam hati, sipenjual menilai si ibu bukanlah orang yang termasuk mampu untuk berkkurban. Namun sebagai penjual yang baik ia-pun memberikan pelayanan sebagimana semestinya.
“Silahkan Bu, ada yang bisa saya bantu?”
“Kalau kambing itu harganya berapa, Pak?” tanyanya sambil menunjuk seekor kambing yang paling murah.
“Itu 700 ribu Bu,” (tentu saja harga itu bukan tahun ini. Kisah ini terjadi beberapa tahun yang lalu.)
“Harga pasnya berapa?”
Wah, ternyata ibu itu nawar juga.
“Bolehlah 600 ribu, Bu. Itu untungnya sangat tipis. Buat ibu, bolehlah kalau ibu mau.”
“Tapi, uang saya Cuma 500 ribu, Pak. Boleh?” kata ibu itu dengan penuh harap. Keyakinanku mulai berubah.
Ibu ini benar-benar serius mau berkurban. Mungkin hanya tampilannya saja yang sederhana tapi sejatinya ia bukanlah orang miskin. Nyatanya ia mampu berkurban.
“Baik lah, Bu. Meskipun tidak mendapat untung, semoga ini barakah,” jawabku setelah agak lama berpikir. Bagaimana tidak, 500 ribu itu berarti sama dengan harga beli. Tapi melihat ibu itu, aku tidak tega menolaknya.
Aku pun kemudian mengantar kambing itu ke rumahnya. “Astaghfirullah… Allaahu akbar…” Aku terperanjat.
Rumah ibu ini tak lebih dari sebuah gubuk berlantai tanah. Ukurannya kecil, dan di dalamnya tidak ada perabot mewah.
Bahkan kursi, meja, barang-barang elektronik, dan kasur pun tak ada. Hanya ada dipan beralas tikar yang kini terbaring seorang nenek di atasnya.
Rupanya nenek itu adalah ibu dari wanita yang membeli kambing tadi. Mereka tinggal bertiga dengan seorang anak kecil yang tak lain adalah cucu nenek tersebut.
“Emak, lihat apa yang Sumi bawa,” kata ibu yang ternyata bernama Sumi itu.
Yang dipanggil Emak kemudian menolehkan kepalanya, “Sumi bawa kambing Mak. Alhamdulillah, kita bisa berkurban.”
Tubuh yang renta itu duduk sambil menengadahkan tangan. “Alhamdulillah… akhirnya kesampaian juga Emak berkurban. Terima kasih ya Allah…”
“Ini uangnya Pak. Maaf ya kalau saya nawarnya terlalu murah, karena saya hanya tukang cuci di kampung sini, saya sengaja mengumpulkan uang untuk membeli kambing buat kurban atas nama Emak,” kata Bu Sumi.
Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, sambil menahan tetes air mata, saya berdoa dalam hati.
“Ya Allah. Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hamba-Mu yang pasti lebih mulia ini, seorang yang miskin harta namun kekayaan imannya begitu luar biasa”.
“Pak, ini ongkos kendaraannya…”, panggil ibu itu.
“Sudah bu, biar ongkos kendaraannya saya yang bayar”, jawabku sambil cepat-cepat berpamitan, sebelum Bu Sumi tahu kalau mata ini sudah basah karena karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan dengan hambaNya yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya.
Untuk menjadi mulia, ternyata tak harus menunggu kaya. Untuk mampu berkurban, ternyata yang dibutuhkan adalah kesungguhan.
Kita jauh lebih kaya dari Bu Sumi. Rumah kita bukan gubuk, lantainya keramik. Ada kursi, ada meja, ada perabot hingga TV di rumah kita. Ada kendaraan.
Bahkan, Handphone kita lebih mahal dari harga kambing kurban. Tapi sudah sungguh-sungguhkah kita mempersiapkan kurban?
Jika kita sebenarnya mampu berkurban, tapi tak mau berkurban, hendaklah kita takut dengan sabda Rasulullah ini:
“Barangsiapa yang memiliki kelapangan untuk berkurban namun dia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami” (HR Ibnu Majah, Ahmad dan Al Hakim)./Am/ADV
Tembilahan, detikriau.org – Bupati Inhil, HM. Wardan lepas pawai takbir Idul Adha 1438 Hijriyah, dalam sambutannya, Bupati Wardan mengatakan Hari Raya Idul Adha yang disambut pawai takbir memiliki 2 (Dua) dimensi, yakni dimensi vertikal mempererat hubungan manusia dengan Allah SWT dan horizontal mempererat hubungan antar sesama manusia.
Disamping itu, pada acara pelepasan pawai takbir yang bertema ‘Membumikan Ibadah Qurban di Negeri Hamparan Kelapa Dunia’, Bupati Wardan juga mengharapkan momentum hari raya qurban dapat dijadikan sarana yang sarat akan syiar mengagungkan nama Allah SWT dan memperkokoh Ikhuwah Islamiyah serta berharap ridho Illahi.
Dalam momen pelepasan pawai yang diikuti sedikitnya oleh 10 ribu orang jema’ah ini, Bupati Wardan kembali mengilas balik asal mula adanya hari raya Idul Adha. Bupati mengatakan, Idul Adha merupakan sebuah wujud dari ketakwaan seorang hamba kepada Sang Pencipta, Allah SWT yang dibarengi dengan keikhlasan.
“Oleh karenanya, jadikan hari raya Idul Adha ini sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengingatkan kembali kepada kita untuk saling berbagi antar sesama manusia,” kata Bupati.
Lebih lanjut, Bupati Wardan menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan pawai takbir 1439 Hijriyah ini. Sebab, Bupati melihat antusiasme masyarakat Inhil begitu besar untuk datang dalam pelaksanaan pawai takbir.
Meski diikuti dengan antusiasme yang tinggi, Bupati Wardan juga berpesan kepada masyarakat yang hadir untuk senantiasa menjaga ketertiban dan keamanan selama pawai takbir berlangsung dan pada pelaksanaan shalat Idul Adha keesokan harinya.
“Saya berharap dalam pawai kali ini tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan sehingga dapat berjalan dengam lancar dam baik hingga usai karena tampaknya cuaca cukup mendukung, cuaca terlihat baik. Semoga harapan ini dapat diwujudkan melalui kesadaran kita bersama,” pungkas Bupati.
Selanjutnya, Bupati Wardan juga sedikit memberikan penyampaian Ihwal pelaksanaan Shalat Idul Adha esok hari dengan mengajak seluruh umat muslim Kabupaten Inhil untuk berbondong – bondong datang dan melaksanakan shalat Idul Adha di Mesjid serta Mushalla tempat berdomisili.
“Besok pagi, mari berduyun mendatangani mesjid dan mushalla melaksanakan shalat Idul Adha. Semoga shalat dapat terselenggara dengan baik dan lancar, semoga khusuk dan tawaddu,” tandas Bupati Wardan.
Tampak hadir mendampingi Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan, Kapolres Inhil, AKBP Dolifar Manurung, Ketua Pengadilan Negeri Tembilahan, Ketua Pengadilan Agama Tembilahan, Dandim 0314/Inhil, Letkol Inf J Hadiyanto yang diwakili Kasdim, Ketua DPRD Inhil yang diwakili oleh Wakil Ketua DPRD Inhil, Sahruddin, Perwakilan Kepala Kejaksaan Negeri Inhil./Diskominfo-inhil/rls/ADV

Kempas, detikriau.org – Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman didampingi Bupati Inhil H Muhammad Wardan melakukan Panen Raya Padi dan Gerakan Tanam Serentak Peremajaan Kebun Kelapa Rakyat di Desa Kempas Jaya, Kecamatan Kempas, Rabu (30/8/17).
Kegiatan ini dihadiri Erlina Tarigan dari Kementerian Pertanian yang juga Ketua Tim Upsus Wilayah Riau, Kasiter Korem 031/WB Letkol Arm Jonni Marpaung, Dandim 0314/ Inhil Letkol Inf J Hadiyanto, unsur Forkopimda Provinsi Riau dan Inhil serta pejabat Pemkab Inhil lainnya.
Bupati Inhil H Muhammad Wardan menyampaikan, dalam angka tetap data BPS tahun 2015, Kabupaten Indragiri Hilir telah mampu memproduksi padi sebanyak 112.264 ton dengan produktivitas per hektar 38,71 kuintal.
“Namun dibandingkan dengan kebutuhan penduduk Kabupaten Indragiri Hilir, kita masih kekurangan beras sebesar 10.398 ton dan ini merupakan tantangan bagi kita,” katanya.
Luas potensi lahan sawah di Kabupaten Indragiri Hilir mencapai 25.169 hektar, dengan target luas tanam padi pada musim tanam Oktober–Maret (2016/2017) seluas 20.979 hektar dan realisasi seluas 19.208 ha (91,55 persen), sedangkan pada musim tanam April–September (2017) ditargetkan 6.647 hektardan sampai dengan Agustus baru terealisasi 3.702 hektar.
“Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para petani, penyuluh, jajaran TNI AD khususnya Babinsa yang telah berhasil merealisasi-kan target yang ditetapkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kecamatan Kempas mempunyai potensi luas lahan sawah 1.770 hektar dan realisasi tanam mencapai 2.305 hektar. Hal ini karena sebagian besar dua kali tanam dalam setahun, khusus Kelurahan Kempas Jaya luas lahan sawah 560 hektar, ditanami padi semua dalam dua kali setahun (IP200).
Sedangkan Gubri H Arsyadjuliandi Rachman meminta para petani serius bercocok tanam padi dan tidak melakukan alih fungsi lahan pertanian padi mereka.
“Saya harapkan jangan alih fungsi lahan, saya sampaikan apresiasi kepada petani yang tidak melakukan alih fungsi lahan pertanian,” pesannya.
Dikarenakan saat ini lahan makin berkurang, sementara kebutuhan terhadap beras semakin meningkat. Disebutkan, saat ini Provinsi Riau mengalami kekurangan beras 350.000 ton pertahun.
“Untuk itu, Pemprov Riau dan Pusat serta Kabupaten selalu bersinergi dalam anggaran untuk membantu peningkatan produksi padi di Riau. Khususnya di Kabupaten Inhil, agar tetap menjadi sentra penghasil beras di Provinsi Riau,” imbuhnya.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan bantuan peralatan pertanian kepada Kelompok Tani di Kecamatan Kempas dan beberapa kecamatan lainnya./Diskominfo-inhil/rls/ADV
Tembilahan, detikriau.org – Bupati Inhil H Muhammad Wardan melakukan peninjauan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak, Rabu (30/8/17). Diharapkan, helat demokrasi tingkat desa ini berlangsung aman.
Dalam peninjauan ini ke beberapa desa yang melaksanakan Pilkades di Kecamatan Tembilahan dan Keritang ini, Bupati didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Yulizal dan beberapa pejabat lainnya.
“Alhamdulillah, berdasarkan pemantauan di lapangan, saat ini pelaksanaan Pilkades ini berjalan dengan baik dan lancar,” ungkap Wardan.
Diharapkan, pelaksanaan Pilkades ini dapat menghasilkan pemimpin terbaik di desa dan mereka yang terpilih memang benar-benar pilihan hati nurani masyarakat setempat.
“Semoga perhelatan Pilkades ini benar-benar menghasilkan Kades terbaik dan sesuai pilihan masyarakat,” harapnya.
Untuk diketahui, Pilkades Serentak Gelombang II Tahun 2017 ini digelar di 17 Kecamatan dengan 58 Desa yang melaksanakan Pilkades ini, yakni di Kecamatan Tembilahan Hulu 1 Desa dengan 2 TPS,
Kecamatan Batang Tuaka 3 Desa dengan 14 TPS, Kecamatan Gaung Anak Serka 4 Desa dengan 12 TPS, Kecamatan Gaung 6 Desa dengan 26 TPS, Kecamatan Kuala Indragiri 2 Desa dengan 9 TPS, Kecamatan Concong 2 Desa dengan 7 TPS.
Dan Kecamatan Tanah Merah 4 Desa dengan 16 TPS, Kecamatan Enok 1 Desa dengan 4 TPS, Kecamatan Kempas 2 Desa dengan 13 TPS, Kecamatan Keritang 7 Desa dengan 56 TPS, Kecamatan Kemuning 5 Desa dengan 39 TPS, Kecamatan Sungai Batang 2 Desa dengan 8 TPS, Kecamatan Mandah 4 Desa dengan 34 TPS, Kecamatan Kateman 3 Desa dengan 24 TPS, Kecamatan Pulau Burung 8 Desa dengan 16 TPS, Kecamatan Pelangiran 3 Desa dengan 22 TPS, Kecamatan Teluk Belengkong 1 Desa dengan 2 TPS./rls/diskominfo-inhil/ADV