Galeri Foto Penandatanganan NPHD Dana Pengaman Pilkada dan MoU Bersama Kejaksaan




Bupati Inhil Tandatangani NPHD Dan Nota Kesepakatan dengan Sejumlah Institusi Negara

Tembilahan, detikriau.org – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Nota Kesepakatan dengan sejumlah instistusi negara di Gedung Engku Kelana, Jalan Baharuddin Jusuf, Tembilahan, Senin (8/1/2018) pagi.

Penandatanganan NPHD dilakukan oleh Bupati Inhil dengan Polres Inhil dan Kodim 0314/Inhil. Sedangkan, Nota Kesepakatan ditandangani oleh Bupati Inhil bersama Sekretaris Daerah, Kepala BPKAD dan Kepala Bapenda bersama Kejaksaan Negeri Inhil.

NPHD yang ditandatangani berisikan tentang Dana Pengamanan Pilkada Serentak 2018. Sementara, Nota Kesepatakan yang ditandangani berisikan tentang Bantuan Hukum dan Pertimbangan Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

Menurut Bupati Inhil, pelaksanaan Pilkada merupakan sebuah instrumen penting dalam penyelenggaraan negara dengan prinsip demokrasi. Sebab, seorang Kepala Daerah yang dipilih langsung oleh masyarakat akan menentukan nasib sebuah daerah nantinya.

“Nasib sebuah daerah bergantung dari setiap kebijakan – kebijakan yang diambil. Kepala Daerah yang dipilih secara demokratis adalah Kepala Daerah pilihan rakyat, diamanahkan untuk menjadi seorang pemimpin dan dianggap memiliki kecakapan untuk memimpin,” kata Bupati.

Penyelenggaraan Pilkada serentak di 171 Kabupaten / Kota, dikatakan Bupati, adalah kebijakan strategis Pemerintah Pusat. Untuk itu, lanjutnya, daerah Kabupaten Inhil merasa perlu mengoptimalkan penyelenggaraan dengan menjaga kondusifitas situasi.

“Salah satu langkah yang diambil untuk menciptakan situasi yang kondusif adalah dengan memberikan pengamanan terhadap penyelenggaraan Pilkada oleh unsur TNI / Polri,” pungkas Bupati.

Bupati mengungkapkan, terdapat sekitar 4 milyar rupiah dana pengamanan Pilkada yang dialokasikan melalui APBD tingkat I Kabupaten Inhil, masing – masing diperuntukkan bagi Polres Inhil sedikitnya Rp 2,5 milyar dan Kodim 0314/Inhil senilai Rp 1,5 milyar.

“Saya berharap dengan alokasi dana tersebut dapat membantu kedua institusi dalam melaksanakan pengamanan. Saya yakin dan percaya, kedua institusi negara ini akan manpu melaksanakan tugasnya dengan baik dan profesional sehingga Pilkada serentak dapat terlaksana dengan lancar dan sukses sesuai ekspektasi kita semua,” harap Bupati./disominfops_inhil/adv

 




Sidak Hari Pertama Masuk Sekolah di SMP 1, Bupati Inhil Pesan Untuk Tingkatkan Prestasi dan Kualitas

Tembilahan, detikriau.org – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Tembilahan pada hari pertama usai libur panjang pergantian tahun.

Menurut Bupati pada sidak yang dilakukan awal pekan kemaren itu sebagai bahan penilaian tingkat kedisiplinan para guru setelah menjalani libur panjang akhir tahun 2017.

Dari hasil sidak, Bupati mengaku bangga karena tidak ditemukan guru yang absen di hari pertama masuk sekolah. “Alhamdulillah, dari sidak ini semua guru juga para murid hadir untuk melaksanakan proses belajar dan mengajar di hari pertama masuk sekolah,” kata Bupati seusai sidak.

Pada sidak ini, Bupati juga meninjau kondisi ruang kelas dan perlengkapan belajar para murid, seperti kursi serta meja belajar. Selain itu, Bupati yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan sejumlah Pejabat eselon Pemerintah Kabupaten Inhil juga berkeliling melihat bangunan dan halaman pekarangan sekolah.

“Sebagai sekolah penerima penghargaan Adiwiyata tingkat Nasional, sudah seharusnya kita membenahi dan memperhatikan lingkungan, keasrian dan kebersihan sekolah sehingga menjadi sekolah yang menyenangkan,” harap Bupati.

Bupati mengimbau, agar SMPN 1 Tembilahan dapat meningkatkan prestasi dan kualitas tenaga pengajar serta para murid sehingga eksistensi SMPN 1 Tembilahan sebagai penerima adiwiyata mampu dipertahankan.

“Semua target itu dapat dicapai diawali dengan meningkatkan kedisiplinan, baik bagi para murid maupun guru. Sejauh ini, dari sisi kualitas, SMPN 1 Tembilahan sudah termasuk salah satu sekolah yang terbaik,” tandas Bupati./diskominfops_inhil/rls/adv




Bupati Inhil Berangkatkan Umrah Seorang Juru Sapu dan 2 Orang Guru Mengaji

Tembilahan, detikriau.org – Sungguh tiada disangka dan diduga, Seorang Juru sapu Rumah Dinas Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan 2 (Dua) orang guru mengaji akan segera menunaikan ibadah umrah secara gratis.

Ketiga orang masyarakat Inhil yang termasuk kategori masyarakat kurang mampu itu berangkat menunaikan ibadah haji umroh ke tanah suci, Mekkah setelah semua biaya ditanggung oleh Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan.

Ketiga orang masyarakat Inhil yang mendapat Ibadah Umrah gratis itu ialah ibu Mastiah, janda paruh baya yang kesehariannya bekerja sebagai tukang sapu di Rumah Dinas Bupati Inhil. Sementara dua orang lainnya, yakni Zarkasih dan Ahmad Daus merupakan guru mengaji di Kota Tembilahan.

Ibu Mastiah yang mendapat panggilan melaksanakan ibadah umroh ini awalnya tak menyangka dengan Rezeki yang diterimanya. Semula, seusai melaksanakan rutinitas pekerjaannya menyapu di kediaman dinas Orang Nomor Satu di Inhil itu, tiba – tiba saja dipanggil Bupati di ruang tamu.

“Saya awalnya sangat takut ketika pak Bupati HM Wardan meminta saya untuk bertemu di ruangan tamu rumah dinas itu, saat itu tidak hanya saya masih ada dua orang guru ngaji yang juga dipanggil,” akunya, Jumat (5/1/2018) pagi.

Dengan perasaan yang was – was akan apa yang akan disampaikan oleh Bupati. Mastiah pun melangkahkan kakinya menuju ruang 4 kali 2 meter yang diisi dengan perabot bermerek.

“Disana (Ruang Tamu, red) telah duduk pak Wardan. Saya pun bertanya,”ada apa ya pak?,”. Beliau tidak menjawab, namun mempersilakan saya duduk didepannya,” terang mastiah merinci.

Perasaan was – was dan bertanya – tanya semakin membuncah di liang kepala karena tidak tahu kabar apa yang akan Dia dengar dari mulut Bupati. Dengan sesikit tertunduk, Mastiah pun duduk didepan Bupati dengan 2 orang lainnya yang tidak lain adalah guru mengaji.

Setelah duduk kursi tamu yang mewah, Bupati pun mulai membuka kata. Ternyata, apa yang dikhawatirkan oleh Mastiah sedari awal adalah sebuah kekeliruan. Bupati Inhil, HM Wardan memberikan tawaran kepadanya untuk menunaikan ibadah haji umrah bersama 2 (dua) orang guru mengaji lainnya.

‘Bagai mimpi di siang bolong’, tawaran Bupati untuk menunaikan ibadah umrah itu, sontak membuat Mastiah kaget bukan kepalang dan sedikit tidak percaya atas apa yang didengarnya.

“Saya terkejut, Saya tak kuat dan sangat berterima kasih atas tawaran tersebut. Entah mimpi apa saya semalam,” ujar Mastiah dengan kalimat yang terbata – bata seraya menitikkan air matanya.

Pemberian umrah gratis oleh Bupati Inhil ,HM Wardan kepada ketiga orang tersebut, bukan lah tanpa alasan. Menurut Bupati, alasan utama Dirinya menunaikan umrah ketiga orang ini adalah dengan dasar pertimbangan dedikasi dan ketaatan dalam menjalankan ibadah.

“Meski dalam kehidupan yang sangat sederhana, mereka melaksanakan pekerjaannya dengan baik juga dengan dedikasi yang tinggi tanpa melupakan kewajibannya sebagai Ummat Muslim untuk senantiasa beribadah,” ungkap Bupati di kediamannya./diskominfops_inhil/rls/adv




Pasca Kunjungan Ke ‘Kampoeng Selfie’, Bupati Inhil Ingin Ciptakan Destinasi Wisata Khas Daerah

Tembilahan, detikriau.org – Pasca kunjungan ke ‘Kampoeng Selfie’ di Jalan Datuk Bandar, Tembilahan beberapa waktu lalu, muncul keinginan dibenak Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan untuk menciptakan destinasi wisata khas daerah yang serupa.

Langkah yang akan ditempuh guna mewujudkan keinginan itu adalah dengan membuat sebuah forum kolaborasi pembentukan ‘Kampoeng Selfie’ di tingkat RT dan  RW.

Menurut Bupati, pendirian forum kolaborasi di tingkat RT / RW merupakan sebuah upaya percepatan pembentukan ‘Kampoeng Selfie’ guna penuntasan wilayah permukiman kumuh di Kabupaten Inhil.

“Dalam forum itu, berbagai elemen yang berkaitan dengan pembentukan ‘Kampoeng Selfie’ akan berkolaborasi. Mulai dari unsur masyarakat hingga unsur Pemerintah Kabupaten Inhil,” jelas Bupati.

Bupati menuturkan, pembentukan ‘Kampoeng Selfie’ yang merupakan bagian dari program ‘Kotaku’ telah sejalan dengan tujuan dari Pemerintah Pusat untuk mengeliminir keberadaan wilayah permukiman kumuh di Indonesia.

“‘Kampoeng Selfie’ telah membuat sebuah kawasan permukiman menjadi indah tanpa kumuh. Kawasan permukiman menjadi tertata bahkan potensial untuk dijadikan destinasi wisata,” pungkas Bupati, Selasa (2/1/2018) pagi.

Kesuksesan pembentukan ‘Kampoeng Selfie’ perdana di Kabupaten Inhil yang terdapat di Jalan Datuk Bandar, Tembilahan, dikatakan Bupati, telah banyak menarik minat masyarakat. Tidak hanya masyarakat lokal yang berdomisili di Inhil, tapi juga masyarakat Inhil yang berdomisili di sejumlah daerah luar Inhil lainnya.

“Ini dibuktikan dengan rasa penasaran masyarakat Inhil yang bertanya – tanya kepada Saya, sewaktu Saya mengunjungi ‘Kampoeng Selfie’ beberapa hari sebelumnya dan mengupload foto saat berada di ‘Kampoeng Selfie’,” tukas Bupati.

Bupati Inhil meyakini, pembentukan ‘Kampoeng Selfie’ mampu mendorong peningkatan pendapatan masyarakat setempat dari sektor kepariwisataan.

“Untuk itu, masyarakat bersama Pemerintah Kabupaten Inhil harus segera membuat sebuah forum kolaborasi guna pembentukan ‘Kampoeng Selfie di beberapa kawasan permukiman kumuh dan menjadikannya kawasan destinasi wisata khas Inhil,” kata Bupati./diskominfops_inhil/rls/adv




Pemkab dan DPRD Inhil Komit Bersama Tuntaskan Pembahasan Ranperda Yang Tertunda

Sekda Inhil H Said Syarifuddin

Tembilahan, detikriau.org – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah telah berkomitmen untuk bersama – sama menuntaskan pembahasan sejumlah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) di tahun sidang 2018 yang pada tahun sebelumnya sempat tertunda.

Pernyataan ini diutarakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhil, Said Syarifuddin seusai menghadiri Rapat Paripurna Ke – 1 masa persidangan 1 tahun sidang 2018 di Kantor DPRD Inhil, Jalan Subrantas, Tembilahan, Rabu (3/1/2018) pagi.

Menurut Sekda, 8 Ranperda usulan Pemerintah Kabupaten Inhil yang secara bertahap akan dibahas pada tahun sidang 2018. Sejumlah Ranperda tersebut, imbuh Sekda, semestinya sudah dituntaskan pembahasannya pada tahun sidang 2017. Namun, karena keterdesakan waktu untuk menyelesaikan Ranperda APBD Tahun Anggaran 2018, maka Ranperda lainnya urung dibahas.

“Kendati demikian, Ranperda APBD tahun anggaran 2018 telah rampung. Ini yang mendesak pada waktu itu. Kini tinggal lagi membahas 8 Ranperda yang belum sempat dibahas kemarin bersama DPRD,” kata Sekda.

Sekda optimistis, 8 Ranperda yang akan dibahas pada tahun sidang 2018 akan mampu diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil bersama DPRD sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sebelumnya./diskominfops_inhil/rls/adv