Bupati Ajak Warga Peduli Kesehatan

Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan SH menerima kunjungan warga ke kediamannya, belum lama ini
Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan SH menerima kunjungan warga ke kediamannya, belum lama ini

Tembilahan (www.detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir mengajak warga Negeri Seribu Jembatan peduli masalah kesehatan. Tidak hanya demi mencegah menularnya beragam penyakit berbahaya, juga demi kualitas hidup yang lebih baik.
Kesadaran berprilaku hidup sehat dinyatakan H Indra Muchlis Adnan SH sangat penting diterapkan sejak dini. Jika saat ini Pemkab Inhil sudah mencanangkan Bumi Sri Gemilang bebas filariasis. Itu bertujuan supaya seluruh warga daerah ini dapat mencapai taraf kesehatan yang baik.
Kini, sosialisasi terhadap apa yang sudah dicanangkan Pemkab Inhil itu makin ditingkatkan.  Instansi yang berkompeten sudah diinstruksikan orang nomor satu di Bumi Sri Gemilang itu pro aktif di lapangan. Demikian juga dengan imbauan berprilaku hidup sehat juga diminta untuk terus dikembangkan.
Sebagai bukti lainnya keseriusan Pemkab Inhil memerangi penyakit menular. Hampir pada setiap kegiatan resmi, Bupati selalu mensosialisasikan kepada masyarakat. Mantan Ketua  DPD Golkar itu selalu menyampaikannya kepada warga.
“Kita ingin seluruh warga Inhil dapat hidup sehat dan terbebas dari penyakit berbahaya maupun menular”tegas Bupati di beberapa kesempatan berpidato do hadapan masyarakat.
Bahkan pada ajang Pemilihan Putra dan Putri Inhil 2012 baru-baru ini, Indra Muchlis Adnan juga mensosialisasikan. Segmen generasi muda ini diharapkan juga memiliki pengetahuan terkait dengan penyakit filariasis. Harapannya supaya generasi muda dapat menyebarkannya pada generasi muda lain. Sehingga mata rantai sosialisasi tidak terputus.
Dampak positif sosialisasi yang intensif itu sudah mulai terlihat saat ini. Hampir seluruh warga, baik yang bermukim di kota maupun di desa telah memahami bahaya penyakit menular itu. Banyak diantaranya yang meminta obat untuk pencegahan. Padahal sebelumnya mereka ini umumnya beranggapan penyakit filariasis tidak bisa dicegah.
“Jangan sampai lagi kita dan anak cucu kita nanti menderita penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan meminum obatnya” ucap Bupati.
Kendati disematkan prediket daerah termiskin. Inhil menurut Bupati tidak boleh tertinggal dalam membangun dan meningkatkan taraf hidup masyarakat, termasuk bidang kesehatan. Julukan itu justru jadi pelecut semangat bagi warga untuk membuktikan bahwasanya kualitas SDM Bumi Sri Gemilang dapat diandalkan dan berkualitas tinggi.(dro/rilis Humas Pemkab Inhil)




Inhil Butuh Pabrik Aspal Hotmix

imagesTembilahan (www.detikriau.org) –  Cepatnya kerusakan ruas jalan beraspal hot mix di Indragiri Hilir bukan hanya karena kondisi tanah yang goyah. Tetapi juga disebabkan jauhnya lokasi mengambil material itu.
Akibatnya saat material pengeras jalan tersebut tiba di Inhil, tidak lagi memiliki kadar panas yang sesuai. Sehingga saat dilindas oleh alat berat pengolah aspal,  kerapatan massa aspal itu kurang. Daya rekatnya pun juga berkurang. Sehingga kekuatan aspal jauh dari perkiraan sebelumnya.
“Akibatnya, Secara tidak langsung hal itu tentu akan berdampak pada umur aspal dimaksud. Kondisi itu terjadi hampir diseluruh jalan raya di Inhil. Belum lagi apabila ruas jalan tersebut digenangi pasang. Situasi itu kian mempercepat kerusakan aspal hot mix diakrenakan  lambat laun, material aspal turut tergerus oleh air.” Ujar Bupati, H Indra Muchlis Adnan Berpendapat baru-baru ini di Tembilahan.
Disamping semua persoalan itu, ditabahkan Bupati, Beberapa ruas jalan yang posisi ruas jalannya terlalu berada di pinggir sungai, saat ini juga menjadi persoalan tersendiri. Selain terancam longsor, jalan itupun juga selalu digenangi pasang tinggi tiap akhir tahun. Karena itu, Pemkab Inhil sudah mendesain tidak lagi membangun jalan di pinggir sungai seperti sebelumnya, melainkan jauh ke tengah daratan.
“jadi sekali lagi bukan karena jeleknya kualitas aspal. Tetapi lebih karena aspal hotmix itu sudah dingin saat tiba ke Inhil. Namanya aspal hot mix ya harus panas, sehingga ketika sudah diolah dia sangat kuat” ucap Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan SH.
Itu sebabnya, diperlukan pengolahan aspal hotmix di wilayah Inhil. Sehingga aspal tersebut tetap memiliki suhu panas manakala tiba ke lokasi jalan yang akan diaspal hotmix. Dengan demikian ketika diolah, kerekatan aspal dan kekuatannya tetap bagus.
Selain itu kepada warga diimbau juga turut berperan dalam menjaga agar kualitas ruas jalan senantiasa tetap bagus. Pemkab Inhil, menurut Indra Muchlis Adnan setiap tahun senantiasa tetap berusaha memperbaiki dan meningkatkan kualitas jalan. Hanya saja tidak seluruh jalan mampu diakomodir karena anggaran yang ada cukup terbatas.
Selain infrastruktur, Pemkab Inhil harus pula memperhatikan bidang lainnya. Upaya membangun ruas jalan baru yang berskala luas, seperti membuka isolasi termasuk yang menjadi titik perhatian. Tujuannya supaya seluruh wilayah Bumi Sri Gemilang saling terhubung dan tidak ada lagi sekat pemisah.
“Harapan kita, jika tidak ada lagi sekat, mobilisasi barang dan jasa warga akan tinggi. Secara tidak langsung hal itu juga mengangkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat” pungkas Bupati. (dro/*1/rls)




Realisasi Penyaluran Raskin 2012 Capai 100 Persen

Kabag Ekonomi Setdakab Inhil, H SirajudinTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setdakab Indragiri Hilir (Inhil) H Sirajuddin nyatakan realisasi penyaluran beras miskin (Raskin) periode Januari-Desember 2012 telah mencapai angka 7.363 ton lebih atau 100 persen terhadap alokasi satu tahun.

Menurut mantan Camat Tembilahan ini, dirinya berharap hal serupa juga akan terus terjadi pada penyaluran-penyaluran raskin dimasa-masa medatang. “Tentunya kita berharap hasil kerja maksimal. Dengan demikian masyarakat merasa puas,”tukasnya, Kamis (10/1).

Selain pencapaian realisasi raskin priode 2012, Sirajuddin, juga menjelaskan keberhasilan tentang penyaluran raskin ke 13. Karena pada umunya kedua program pemerintah tersebut sudah berjalan dengan harapan. “Sama, untuk raskin ke 13 juga sudah mecapai 100 persen,”jelasnya, sambil mengatakan rumah tangga sasaran (RTS) pada 2012 kemarin mencapai 29.283 RTS.

Ketika ditanya mengenai data calon penerima raskin 2013, dia mengakui kemungkinan masih menggunakan data sebelumnya yang berasal dari data pemerintah pusat. Sebab, proses penyaluranya, Bolog tetap mengacu pada hal itu.

“Kita masih menunggu pagu yang ditetapkan oleh pusat. Apakah ada perubahan atau tidak. Semua tahapanya jelas berdasarkan ketentuan,” katanya.

Untuk itu, agar realisasi penyaluran raskin pada tahun berikutnya juga bisa mencapai 100 persen, harus mendapat dukungan dari pemerintah desa, kelurahan dan pihak kecamatan. Dengan melakukan penebusan raskin maka secara otomatis pula realisasinya akan lancar.(dro/*1)




Bupati Inhil Ajak Semua Aparatur Pemerintah Tanamkan Sikap Anti Korupsi

Picture 031TEMBILAHAN(www.detikriau.org) – Selain memerintahkan kepada semua Satker menerapkan prinsip anti korupsi. Bupati Indragiri Hilir juga mengajak kepada semua PNS di daerah ini menanamkan sejak awal semangat anti korupsi itu dalam diri.
Apabila harus berurusan dengan anggaran disarankannya supaya melaksanakan aturan yang ada. Tidak mengurangi dan juga tidak melebihkan dari ketentuan. Demikian juga dengan sesuatu yang sudah menjadi haknya orang lain, disebut H Indra Muchlis Adnan SH segera diserahkan tanpa perlu ditahan dan dihambat.
Bupati Inhil itu mengakui beratnya beban dalam usaha memberantas korupsi.  Saat pertama menyatakan tidak korupsi menurut dia sangat susah. Namun jika sudah komit, pada akhirnya bakal terasa mudah. Pasalnya usaha memerangi tindakan melanggar hukum itu bakal mendapat dukungan dari Allah SWT.
“Upaya itu harus dimulai dari hal yang kecil. Kalau lah hal kecil aja berani dilanggar, kita yakin hal yang lebih besar bakal berani juga dilanggar” ujar Bupati Inhil.
Hal kecil dimaksudkannya adalah suap. Apabila seseorang memang sudah menanamkan komitmen anti korupsi dalam diri. Diyakini bakal berani menyatakan menolak terhadap suap. Meski kelihatan kecil, apabila ditotal dalam satu tahunnya niscaya bakal didapat angka yang luar biasa. Itulah yang semestinya diperangi sejak awal.
Untuk saat ini, mayoritas instansi di Negeri Seribu Jembatan sudah mulai memasang pamflet dan spanduk tidak menerima suap. Kebanyakan spanduk itu ditempatkan pada pintu gerbang atau di luar kantor Satker. Namun demikian, Indra Muchlis Adnan meminta spanduk itu tidak hanya slogan, tetapi benar-benar diterapkan.
“Jangan anggap suap itu sebagai sesuatu yang sudah biasa. Kalau kebiasaan ilegal itu dianggap biasa, nantinya tindakan lain yang lebih besar dan melanggar hukum juga akan dianggap biasa. Jadi katakan pada diri sendiri anti korupsi” jelas Bupati.
Ditegaskan Indra Muchlis Adnan, mereka yang tetap berani melanggar aturan, kemudian terproses secara hukum. Bukan hanya mendapatkan sanksi secara riil saja, tetapi juga bakal mendapatkan hukuman tidak tertulis yang jauh lebih berat. Masyarakat bakal memandang rendah bahkan mengucilkan oknum tersebut. Oleh sebab itu dimintanya seluruh kalangan menjauhi korupsi sedini mungkin.(dro/*Ms)




Sekdakab Inhil: 2013, Program Pro Rakyat Bupati Tetap Jadi Prioritas.

Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM
Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –  Meskipun masa jabatan Indra M Adnan sebagai Bupati Inhil akan segera berakhir, Pemkab Inhil terus melanjutkan program Indra yang menyentuh masyarakat secara langsung.

Demikian dikatakan Sekretaris Daerah (Sekdakab) Inhil, H Alimuddin RM, kepada wartawan baru-baru ini. Dikatakanya, beberapa program tersebut seperti perbaikan infrastruktur, pertanian secara umum, kesehatan dan peningkatan di bidang pendidikan.

“Kita tetap konsiten kepada program Pak Bupati. Perbaikan infrastruktur, bidang pertanian, pendidikan dan kesehatan adalah program beliau yang yang akan tetap kita lanjutkan hingga akhir 2013 mendatang,” jelas Sekda kepada wartawan baru-baru ini.

Meski diakuinya menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Inhil terjadi peningkatan kebutuhan keuangan daerah, tapi tidak serta merta program yang pro kepada rakyat harus diabaikan begitu saja. Sebab pada perinsipnya, apapun program kepala daerah adalah upaya untuk mensejahterakan rakyat itu sendiri.

“Kita rasa peningkatan kebutuhan anggaran tiap tahun juga terjadi. Salah satunya dari kenaikan gaji para pegawai, apalagi tahun ini mencapai 7 persen,”pungkas Sekda.

Beberapa program Bupati Inhil yang menjadi perhatian serius dan kembali dianggarkan pada tahun 2013 ini adalah Proyek Multi Years yang dananya mencapai 100 miliar lebih. Dimana anggaran itu akan digunakan untuk kelanjutan pembangunan tiga proyek multi years seperti pembangunan Jalan Bandara Tempuling –Mandah,  Kampus UNISI dan Islamic Center.(dro/*1)




Tahun Akhir Sebagai Bupati Inhil, Indra Tetap Komit Lanjutkan Program DM

Bupati Inhil, H Indra M Adnan
Bupati Inhil, H Indra M Adnan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir pada 2013 tetap  komit melanjutkan Program Desa Mandiri.
Komitmen itu disampaikan secara tegas Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan SH. Meskipun 2013 merupakan tahun terakhir jabatannya sebagai orang nomor satu di Bumi Sri Gemilang. Hal itu tidak mengubah kebijakan yang sudah dilaksanakan secara menyeluruh  sejak 2006 itu.
“Kita ingin desa di Inhil tidak lagi tertinggal dari segi infrastruktur maupun ekonomi. Kita pun ingin membangkitkan kembali  semangat kegotongroyongan yang sudah mulai terkikis”ujar  Indra Muchlis Adnan baru-baru ini di Tembilahan.
Sejak program ini diluncurkan sudah banyak perubahan mendasar di pedesaan. Perubahan positif itulah yang ingin terus dipertahankan Wakil Ketua MKGR Pusat itu sampai akhir kepemimpinannya. Desa yang sebelumnya sangat jarang memiliki paket kegiatan, saat ini seluruhnya sudah mencicipi kue pembangunan.
Dukungan yang tinggi dari seluruh kalangan atas program itu menjadi bukti keberhasilan program tersebut. Sekcam Teluk Belengkong, Marlis Syarif menjadi salah seorang saksi bagaimana menggeliatnya kecamatan yang dianggap tertinggal itu sejak program desa mandiri diluncurkan.
” Jauh berubah, desa yang dulunya sangat kesulitan untuk berhubungan satu sama lain saat ini tidak lagi mengalami situasi itu. Demikian juga dengan sarana lain, semua desa di kecamatan kita ini sudah memilikinya”ungkap Marlis Syarif.
Kekhawatiran warga akan kelanjutan program yang bagus itu saat ini mulai bermunculan. Warga khawatir jika nanti pengganti Indra Muchlis Adnan tidak melanjutkan program itu dan justru meminggirkan desa. Padahal seluruh keberhasilan pembangunan di kabupaten tidak terlepas dari suksesnya pembangunan di pedesaan.
“Kami jelas ingin program desa mandiri terus berlanjut seterusnya. Karena lewat program inilah desa menjadi jauh lebih maju seperti sekarang”ujar Azhari HS, Kades Kuala Patah Parang.(dro/*1)