Distamben Tambah 23 Titik Meterisasi PJU

indexTEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Tahun ini, Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali menganggarkan tambahan penerapan sistem meterisasi lampu penerang jalan umum (PJU) di Kota Tembilahan sebanyak 23 titik.

Penambahan meterisasi tersebut diharapkan sebagai control standar pembayaran beban listrik Pemkab Inhil, kepada pihak PLN agar lebih efektif dan efesien.

Kepala Distamben Inhil, H Ecik Kamal Syahindra, mengatakan selama ini sistem pembayaran beban perhitungan tersebut dilakukan oleh pihak PLN secara manual dan rentan terjadi selisih, sehingga bisa merugikan siapa saja, baik masyarakat maupun PLN itu sendiri.

“Program ini lanjutan dari program tahun sebelumnya (2012, red) yang jumlahnya sebanyak 50 titik. Kita berharap setelah sistem meterisasi PJU nanti berjalan maksimal, penghitungan beban dan biayanya bisa sama dengan lampu-lampu maupun meteran yang berada pada pelanggan,”ungkapnya Jumat (25/1) diruang kerjanya.

Total pemasangan meterisasi PJU selama tahun 2012 dan 2013 berjumlah 82 titik untuk Tembilahan dan Tembilahan Hulu. Setelah secara total dua kecamatan ini meterisasinya terpasang, pihak Distamben akan kembali memikirkan pemasangan meterisasi di berbagai daerah dan kecamatan luar Tembilahan.

Sebelumnya anggapan lain, sebelum diberlakuknya sistem meterisasi bahwa pembayaran PJU tidak wajib alias tidak bayar, padahal menurut Encik Kamal pembayaranya dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Dengan demikian kedepan anggapan itu tidak ada lagi. Di contohkanya, sebelum sistem meterisasi diterapkan penghitungan PLN untuk sebuah lampu PJU jenis mecury PLN bisa menghitung melalui rumusan 12 jam kali daya yang terdapat pada lampu itu.

“Tapi dengan penerapan meterisasai semuanya dihitung secara otomatis dan terkontrol,”tukasnya.

Kecamatan Tanah Merah, Kateman, Reteh, Keritang dan lain-lainya akan diupayakan untuk sistem tersebut. “Untuk tahap awal kita masih membutuhkan tenaga manusia yang bertugas untuk menyalakan lampu dan melakukan pemadaman ketika siang maupun pada malam hari.

Ketika ditanya mengenai alat otomatis, dikatakan Encik Kamal, alat itu tidak terlalu efektif, sebab selain cepat rusak juga rentan dengan terjadinya gangguan sistem sehingga lebih tepat jika menggunakan tenaga manusia. (dro/*1)




Februari diharapkan APBD Inhil Sudah Bisa dipergunakan.

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Sekretaris Daerah (Sekda) KabupatenIndragiri Hilir, H Alimuddin RM meminta seluruh Satuan Kerja (Satker) untuk segera mempersiapkan segala kebutuhan penunjang penggunaan APBD.

Diharapkan, bulan Februari mendatang, APBD sudah bisa digunakan. Semakin cepat semakin baik. Namun harus tetap mengacu kepada aturan yang berlaku. Tidak boleh karena ingin cepat hasilnya malah tidak bagus dan terkesan sembarangan.

Juga dihimbau agar semua pihak terkait untuk bersunguh-sunguh dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan. Terutama dalam memilah dan mengakomodir kebutuhan maupun aspirasi masyarakat berdasarkan skala prioritas program pembangunan jangka menengah dan jangka panjang.

“Peningkatan pelayanan publik, tentu bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat. Karenanya, penggunaan anggaran pembangunan harus dimanfaatkan seefektif mungkin agar manfaatnya dapat dirasakan secara adil dan merata oleh warga,” Ujar  Sekda.

Dalam kesempatan itu, mengingat keterbatasan Anggaran Pembangunan Daerah, Sekda juga menghimbau kepada seluruh Satker untuk tidak hanya mengandalkan pembiayaan dari APBD Inhil semata-mata tetapi juga harus mampu untuk memperjuangkan pendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi  maupun APBN demi mempercepat pembangunan dengan tujuan akhir kesejahteraan masyarakat.(dro/*1)




Pertumbuhan UMKM Inhil Melaju Pesat

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) Pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Terdata, diseluruh Kabupaten Indragiri Hilir saat ini terdapat lebih dari 800UMKM dengan aktifitas perdagangan barang dan jasa.

Karena itu Inhil sangat memiliki potensi perdagangan yang cukup besar baik perdagangan dalam negeri maupun perdagangan luar negeri. Semua itu dapat dilihat dari meningkatnya aktifitas pasar dan komoditas yang diperdagangkan dengan nilai-nilai yang cukup besar. Sehingga mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan daerah dan devisa Negara.

Hal ini disampaikan oleh Sekdakab Inhil, H ALimuddin RM, saat melakukan ekpose pertumbuhan pembangunan di Inhil belum lama ini. Murut Sekda, menumbuhkan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat harus mendapat dukungan dari semua kalangan.

“Guna mendukung hal itu, beberapa factor yang harus ditempuh seperti, mewujudkan daya saing daerah, penyelenggaraan pemerintah yang demokratis, pemerataan pembangunan termasuk hasil-hasilnya dan terakhir menjadikan daerah yang memiliki peran penting pada tingkat regional internasional.” Papar Sekda.

Disebutkan Sekda juga, meningkatnya pertumbuhan investasi di Inhil harus diakui berkat adanya dukungan dan komitmen pemerinmtah khususnya pemerintah daerah. Pemerintah yang pro-investasi dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat atau swasta dalam menanamankan modal yang juga ditunjang oleh sumber daya alam (SDA).

“Pembangunan infrastruktur terus dilakukan oleh Pemkab Inhil, sebagai salah satu upaya menunjang aktifitas masyarakat dan menarik minat investor untuk berinvestasi. Pembangunan jembatan, jalan, listrik, penyedia air bersih dan infrastruktur lainya sangat memberikan multiplier effect yang cukup besar bagi masyarakat,”tukasnya.(dro/*1)




Penyaluran Obat Massal Filariasis Capai 30 Persen

Penyakit Kaki Gajah yang disebabkan yang disebarkan melalui gigitan nyamuk pembawa bibit penyakit filariasis
Penyakit Kaki Gajah yang disebabkan yang disebarkan melalui gigitan nyamuk pembawa bibit penyakit filariasis

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Hingga minggu ke tiga bulan Januari, penyaluran obat pencegahan penyakit filariasis telah mencapai 30 persen dari total jumlah penduduk Inhil.

Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Rasul Alim, capaian penyaluran akan terus bertambah hari demi hari. Karena pada umumnya tim yang dibentuk oleh pihaknya terus bekerja sesuai dengan ketentuan.

“Prosesnya tetap berjalan. Berdasarkan data yang masuk realisasinya sudah mencapai 30 persen,”ungkap Rasul, Kamis (24/1).

Ditambahkan mantan Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan ini, secara umum, penyaluran obat filariasis sudah mencakup 20 Kecamatan di Inhil, meski sedikit terlambat, jika dibandingkan dengan geografis Inhil, angka pencapaian ini sudah terbilang sangat baik.

Secara teknis, untuk menyalurkan obat filariasis ini, petugas medis menyambangi satu persatu rumah-rumah masyarakat. Setelah mendata, petugas langsung membagikan dan mengawasi. Tujuanya agar masyarakat tidak salah ketika mengkonsumsi.

“Sebelumnya kader kita melakukan pendataan, setelah itu obat langsung diberikan untuk dikomsumsi,” Terang Rasul.

Demikian pula untuk anak-anak, kader kesehatan juga melakukan pendataan. Anak ang dibawah dua tahun tidak dibenarkan mengkonsumsi obat itu. Demikian pula bagi ibu hamil atau mereka yang dalam keadaan sakit dan sedang mengkonsumsi obat-obatan lain. Program pemerintah selama lima tahun kedepan, masyarakat Inhil akan terus diberikan obat tersebut.

“Pemberian obat ini akan terus berlanjut selama lima tahun kedepan. Namun untuk mengkonsumsinta setiap satu tahun sekali,”imbuhnya. (dro/*1)




Bupati Inhil Himbau Warganya Untuk Cintai Seni

indexTEMBILAHAN – Seluruh warga Indragiri Hilir yang memiliki jiwa seni dihimbau terus berkreativitas serta menumbuhkan semangat cinta seni. Mereka yang memiliki jiwa seni dinyatakan H Indra Muchlis Adnan SH mempunyai jiwa yang santun dan halus. Oleh sebab itu, Pemkab Inhil menurutnya tetap memberikan apresiasi terhadap seniman maupun iven seni.
Seni pun mengajarkan bagaimana bersikap lebih sabar, menyelaraskan semua komponen yang ada sehinggi menjadi sesuatu yang indah untuk dilihat, didengar maupun dirasa. Iven seni yang sudah rutin digelar dimintanya terus digelar. Karena itu, jelas Bupati karya dari seluruh seniman Inhil sangat dinantikan. Seni apapun yang dikembangkan nantinya tidak hanya menjadi khazanah budaya daerah, tetapi juga memperkaya keragaman estetika.

“Hidup tanpa seni, bakal gersang. Karena biasanya seni mengisi bagian tersendiri dalam hidup kita. Sebab itu, kita mesti peduli dengan seni” ujar Bupati.
Apapun bentuk pagelaran seni, ditegaskan Indra Muchlis Adnan bakal didukung, sepanjang memiliki dampak yang positif.  Sebaliknya, seniman pun diminta tidak hanya menunggu uluran tangan dari pemerintah. Namun bersama elemen lainnya tetap berjuang pula mengembangkan seni tersebut.

pun begitu dengan seni yang sudah hampir punah. Semua kalangan warga menurut Bupati wajib mempertahankannya. Aneka ragam permainan tradisional yang sesungguhnya mempunyai makna mendalam disebaliknya juga turut diajak dipertahankan.

Selama ini, tidak hanya saat milad Kabupaten Inhil. Tetapi pada momen tertentu, pemkab sudah memberikan ruang dan wadah bagi perkembangan seni. Hanya saja, diakui ruang tersebut masih cukup terbatas. Peran tersebut yang diminta turut dimainkan oleh warga maupun swasta.

“Seni yang sudah eksis harus terus dilaksanakan. Kita ingin, semua warga turut berperan aktif dalam membina seni, karena bidang ini merupakan tanggung jawab kita bersama” cetus Bupati.

Iven seni skala besar tingkat Kabupaten Inhil yang biasanya rutin digelar di antaranya Festival Bumi Sri Gemilang. Kegiatan tersebut bukan hanya memberikan kesempatan kepada warga menyaksikan pagelaran, tari, lukisan. Tetapi juga memberikan kesempatan kepada warga menyaksikan pagelaran drama dan seni tradisional lainnya.(dro/*1/Pemkab Inhil)




Sepanjang 2013, 200 PNS Pemkab Inhil Masuki Masa Pensiun

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sepanjang tahun 2013, lebih kurang sebanyak 200 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memasuki usia pensiun. Sebahagian besar kini sudah mengajukan permohonan untuk menjalani Masa Persiapan Pensiun (MPP).

“Sesuai aturan, semestinya setahun menjelang memasuki masa pensiun, PNS bersangkutan sudah harus mengajukan permohonan MPP. Dengan begitu, hak pensiunan langsung dapat dinikmati begitu masa bhakti mereka berakhir. Kalau tidak, hak pensiun mereka tentunya akan mengalami penundaan, karena masih harus diproses,” terang Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Afrizal. Rabu (23/1)

Ditambahkan Afrizal, untuk pejabat yang hingga saat ini belum mengajukan MPP, mendapatkan perpanjangan masa jabatan atau tidak sepenuhnya akan tergantung kepada kebijakan Bupati.(dro/**)