Generasi Muda Inhil Tidak Boleh Gaptek

Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan
Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan

Tembilahan (www.detikriau.org)- Generasi muda Indragiri Hilir tidak boleh gagap ilmu pengetahuan dan tekhnologi (Gaptek).
Kendati letak Bumi Sri Gemilang jauh dari Pusat. Tidak boleh menyurutkan minat generasi muda daerah ini menguasai Iptek. Sebaliknya hal itu harus menjadi pelecut semangat agar warga daerah ini berusaha maksimal mengejar ketertinggalannya.
Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan meminta generasi muda daerah ini sadar dengan beratnya tantangan ke depan. Semua itu menurut dia hanya bisa ditaklukan dengan menyiapkan diri menguasai Iptek.
“Walau kita tinggal jauh di desa, tapi tidak boleh ndeso”tegas Bupati Inhil.
Untuk mempelajari Iptek itu dapat dilakukan langsung pada lembaga formal maupun informal. Buku juga merupakan sarana yang penting untuk dibaca agar ilmu pengetahuan warga turut bertambah.
Pepatah yang menyatakan buku adalah guru yang tidak pernah marah menurut Bupati Inhil harus selalu dipahami warga. Itu memungkinkan warga dapat kapan saja belajar.
Tekhnologi internet dan komputer yang berkembang pesat dewasa ini termasuk yang harus dikuasai generasi muda. Saat akan melamar pekerjaan, biasanya sudah menjadi kebutuhan mutlak.
“Kita harus buktikan, walau Inhil secara geografis jauh. Tetapi generasi mudanya berkualitas tinggi”ujar Bupati.
Pemkab Inhil menurut Bang In, sapaan Bupati. Tidak pernah bosan mengimbau dan memberikan kesempatan kepada warga menyiapkan diri. Saat ini, tergantung generasi muda mau tidaknya menempa diri menyiapkan hari esok yang lebih baik.
Warga yang sekarang bermukim di desa ditegaskan Bupati memiliki kesempatan yang sama untuk maju. Tidak boleh minder dan rendah diri. Pasalnya, dengan globalisasi yang sedang berjalan mengharuskan semua pihak terlibat di dalamnnya. Tidak boleh menjadi penonton dan korban globalisasi.(dro/humas Pemkab Inhil)




Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Inhil Kembali Bangun 5 Pustu

imagesTEMBILAHAN(www.detikriau.org)  – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, Tahun 2013 ini, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali membangun lima unit pusat kesehatan pembantu (Pustu) yang tersebar dibeberapa kecamatan se Inhil.

Lima Pustu yang dibangun tersebut masing-masing berada di beberapa desa dan kecamatan berbeda, yakni Desa Terusan Beringin, Kecamatan Pelanggiran. Kelurahan Tembilahan Barat, Kecamatan Tembilahan Hulu. Desa Kelapa Pati, Kecamatan Teluk Belengkong, Desa Sapta Jaya, Kecamatan Pulau Burung dan Desa Sungai Intan, seberang Pulau Palas.

“Desa yang yang layak untuk didirikan Pustu setidaknya harus memenuhi persyaratan seperti jumlah penduduk lebih dari 1000 jiwa dan jarak jangkauan dari pusat desa cukup jauh,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Rasul Alim Rabu (20/2).

Kehadiran Pustu nantinya diharapkan akan menjadi ujung tombak dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (dro/*1)




Bupati Tegaskan Jangan Abaikan Peranan Kaum Ibu

Bupati Tegaskan Jangan Abaikan Peranan Kaum Ibu
Bupati Inhil, H Indra M Adnan (dua dari kiri) duduk santai di sebuah pos kamling bersama warga dipedesaan Kecamatan Gaung saat berkunjung ke Daerah itu beberapa waktu yang lalu

Tembilahan (www.detikriau.org) – Jangan abaikan peranan kalangan perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Selain sangat menentukan, peranan itu dapat dijalankan kalangan ibu sembari mengasuh putra dan putrinya serta kegiatan rumah tangga lainnya.
Hal itu telah menjadi perhatian Pemkab Bumi Sri Gemilang. Tidak hanya memperhatikan dari segi kesehatan dan segi lainnya. Tetapi juga diberdayakan lewat lembaga majelis taklim tempat kalangan ibu beraktivitas.
Pada majelis taklim itu, Pemkab Inhil menyalurkan bantuan. Bantuan tersebut kemudian dikelola oleh seluruh anggotanya. Dari bantuan itulah kalangan ibu rumah tangga membantu suaminya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
“Pemberdayaan ekonomi melalui lembaga majelis taklim kita harapkan mampu memberdayakan kalangan ibu dalam membantu keluarga masing-masing”jelas Bupati.
Nantinya tiap anggota majelis taklim itu menggunakan bantuan yang sudah diterima untuk memperkuat pondasi ekonomi mereka. Bagi yang memiliki usaha menjual penganan tradisional dapat menambah modalnya dari dana bantuan yang sudah diterima.
Selanjutnya bantuan yang sifatnya bergulir itu dikembalikan lagi ke kelompoknya secara cicilan. Kemudian digunakan oleh anggota yang lainnya untuk tujuan yang sama.
“Jadi, kalangan ibu juga turut berperan membantu. Saat suami sibuk bekerja, ibu di rumah juga membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga” jelas Bupati.
Dari pengalaman berbagai pihak, angka kredit macet dari peminjam yang berasal dari kalangan perempuan ditegaskan sangat kecil. Karena kalangan ibu sangat teliti dan memiliki tanggung jawab tinggi. Oleh sebab itu, dengan pemberdayaan dari semua sisi, diharapkan angka kemiskinan di Inhil dapat ditekan seminimal mungkin.(dro/Humas Pemkab Inhil)




Jalan Lintas Harus Jauh Dari Sungai

Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan tersenyum dan menyalami warga di salah satu desa Kecamatan Teluk Belengkong, saat mengadakan kunjungan kerja ke daerah itu, beberapa waktu lalu
Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan tersenyum dan menyalami warga di salah satu desa Kecamatan Teluk Belengkong, saat mengadakan kunjungan kerja ke daerah itu, beberapa waktu lalu

Tembilahan (www.detikriau.org)- Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir hanya merancang pembangunan jalan lintas yang jauh dari sungai dan pantai. Itu dilakukan sebagai upaya menghindari agar badan jalan tidak  longsor maupun amblas. Hal itupun sebagai respon atas longsornya beberapa ruas jalan yang letaknya sangat dekat dengan sungai.

Kondisi geografis Inhil yang berawa membuat tanahnya  sangat labil. Apabila pada satu titik terlalu mendapatkan beban, dan letaknya berdekatan dengan sungai biasanya bakal longsor.

“Pembangunan badan jalan baru harus jauh dari sungai atau perairan. Supaya tidak longsor dan amblas” tegas Bupati, Dr H Indra Muchlis Adnan.

Untuk ruas jalan yang saat ini berada dekat dengan sungai, merupakan rancangan lama. Saat arus kendaraan masih sedikit sehingga beban jalan tidak berat. Namun seiring dengan terbukanya isolasi daerah. Beban jalan jauh meningkat dan jalan yang berada dekat dengan bibir sungai sangat rentan longsor.

Beberapa ruas jalan yang berada dipinggiran sungai sekarang sudah terancam amblas, seperti di Parit Tujuh Tembilahan dan di Desa Teluk Jira.

Menyikapi kondisi itu pula, Pemkab Inhil membangun jalan lintas Bandara Tempuling-Mandah tidak berada di pinggir sungai seperti kebiasaan sebelumnya. Tapi jauh ke atas daratan sehingga dinilai tidak akan mengalami fenomena longsor.
“Kita ingin, jalan yang dibangun dapat bertahan lama dalam memudahkan warga mengangkut hasil bumi maupun mobilisasi barang serta jasa lainnya”ujar Bupati.

Bupati pun mengimbau warga tidak terlalu membangun infrastruktur yang berat di daerah pinggiran sungai. Hal itu untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi longsor atau peristiwa buruk lainnya. Jika ingin membangun gedung bertingkat tinggi dan berat disarankan berada jauh dari bibir sungai atau perairan.(dro/humas pemkab inhil)




Warga Berhak Dapatkan Pelayanan Kesehatan

Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan bersama Sekda dan Ketua TP PKK menghadiri kegiatan festival seni tradisional di Gedung Engku Kelana Tembilahan, beberapa waktu laluTEMBILAHAN(www.detikriau.org)–  Seluruh warga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Erat kaitannya dengan hal tersebut, Bupati Indragiri Hilir menegaskan kepada semua tenaga medis supaya memberikan pelayanan yang baik.

Dr H Indra Muchlis Adnan meminta agar pelayanan yang diberikan maksimal. Utamanya untuk warga pedesaan yang jauh dari pusat keramaian. Tenaga kesehatan setempat selayaknya memenuhi harapan warga.

Pustu dan Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan diminta selalu siap sedia memberikan pelayanan yang dibutuhkan warga. Keluhan yang disampaikan warga, menurut Bupati harus disikapi secara baik. “Kita ingin seluruh warga kita mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Karena itu sudah menjadi hak masyarakat” tegas Bupati.

Jika pada awal masa kepemimpinannya, masih terjadi kasus KLB malaria. Saat ini, dengan makin majunya ilmu pengetahuan. Indra Muchlis Adnan berharap tidak lagi terjadi hal demikian. Sehubungan dengan hal itu, orang nomor satu di Bumi Sri Gemilang tersebut meminta semua tenaga kesehatan giat melakukan sosialisasi perlunya pengobatan medis.

Manakala ada warga yang masih mengutamakan pengobatan medis dalam mengobati penyakitnya. Disarankan kepada tenaga kesehatan terdekat melakukan pendekatan supaya warga sadar perlunya pengobatan medis. “Sudah menjadi kewajiban kita semua, supaya seluruh warga Inhil dapat sehat dan menikmati hidup yang berkualitas”ujar Bupati.

Indra Muchlis Adnan juga meminta warga selekasnya mengonsumsi obat anti filariasis yang telah disebarkan tenaga medis. Obat dimaksud ditegaskan harus dimakan satu kali dalam setahun, selama lima tahun berturut-turut. Tujuannya supaya kelak warga Inhil tidak ada lagi yang mengidap penyakit kaki gajah.(dro/**)




Inhil Usulkan Penambahan Kuota Elpiji 3 Kg

elpiji 3 kgTEMBILAHAN(www.detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengajukan penambahan kuota elpiji 3 kg di 2013. Berkemungkinan, melalui usulan tersebut pemerintah pusat akan menyetujui sekitar 7.399.095 Kg atau 18 persen lebih banyak dari alokasi tahun 2012 silam.

Setidaknya sejak dimulainya konversi minyak tanah (Mitan) ke Gas elpiji 3 Kg pada tahun 2009 hingga 2012 kemarin, Inhil, telah menerima sebanyak 144.011 tabung gas elpiji 3 Kg. Meskinya dalam satu tahun, jika dilihat dari jumlah penduduk Inhil saat ini, kuota yang harus disalurkan kepada masyarakat yang disebut dengan rumah tangga miskin (RTM) sebanyak 15.553.188 kg.

Namun pada kenyataanya, pada tahun 2012 silam, Inhil hanya menggunakan sebanyak 4.541.400 kg gas elpiji. Hal ini disebabkan masih banyak masyarakat Inhil, yang masih menggunakan mitan illegal yang didatangkan dari Provinis tetangga yang masih mendapat subsidi, serta mitan oplosan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Inhil, H Rudiansyah, mengatakan jika tidak ada perobahan Inhil, di tahun 2013 ini akan mendapat kuota gas elpiji sebanyak 7.399.095 Kg, atau sama dengan 47, 5 persen dari standar yang sudah ditetapkan.

“Keputusanya tanggal 19 besok. Kalau memang disetujui kita akan mendapat tambahan kota gas elpiji 3 Kg sekitar 18 persen lebih banyak bila dibandingkan dengan tahun 2012 kemarin,”ungkapnya Ahad (17/2).

Usulan yang ia sampaikan itu berdasarkan dari peningkatan konsumsi elpiji bersubsidi di yang dilakukan oleh masyarakat Inhil pada 2012 lalu. Maka dari pertemuan pihaknya dengan Kementerian ESDM menghasilkan angka yang telah ia sebutkan itu. Jika hal itu benar-benar terealisasi, maka Perindag akan langsung mengumpukan pihak agen untuk membahas masalah pendistribusiannya.

“Pekan depan kita kumpulkan semua agen. Kita akan bahas banyak persoalan, terutama mengenai pendistribusian gas elpiji 3 Kg kepada masyarakat. Kalau selama ini sistem pendistribusianya masih banyak kekurangan, Insya Allah, kedepan tidak sampai terjadi lagi,”katanya.

Dia menghimbau agar masyarakat dalam hal ini RTM tetap menggunakan gas elpiji 3 Kg. Dan tidak memakai mitan dalam tanda kutip illegal apalagi sampai mengkonsumsi mitan oplosan yang sudah pasti dapat membahayakan keselamatan. Sebab, penggunaan gas bersubsidi jauh lebih hemat dari pada menggunakan mitan.

“Buktinya permintaan gas elpiji 3 Kg terus meningkat. Bahkan kadang-kadang pihak agen merasa kewalahan melayani permintaan masyarakat. Ini bisa dibuktikan dari tidak ada keluhan yang disampaikan pengguna elpiji 3 Kg. Kalau selama ada kita dengar yang meledak, saya rasa itu hanya isu saja. Intinya kita tidak mudah terpengaruh terhadap hal semacam itu,”pesanya.(dro/**)