2013, 2 Desa di Inhil Kembali dialiri Listrik

listrikTEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) terus melakukan pengembangan jaringan listrik desa. Tahun 2013 ini, sedikitnya dua titik listrik desa akan direalisasikan. Desa Gembira, Kecamatan Gaung dan Desa Braja Mukti Jaya, Kecamatan Teluk Belengkong.

Program-program pengembangan listrik desa akan terus dilanjutkan dalam mengatasi krisis listrik di pedesaan. Pemkab Inhil juga mengharapkan kerja sama dari pihak PLN untuk melakukan pengembangan secara meluas hingga keberbagai pelosok desa.

“Dengan adanya jaringan listrik hingga kepedesaan  masyarakat akan semakin mampu untuk memenuhi berbagai kebutuhanya. Karena itu, program listrik desa sampai ketempat terpencil terus menjadi perhatian pemerintah,” Jelas Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Inhil, H Encik Kamal Syahindra kemarin

Lanjutnua, melalui pembangunan pembangkit-pembangkit listrik desa juga bisa membangun potensi desa yang tertinggal, sehingga kedepan diharapkan akan mampu lebih berdaya secara ekonomi demi kesejahteraan maasyarakat.

Tahun sebelumnya empat titik listrik desa juga dibangun. Masing-masing terletek di Desa Tuk Jimun, Kecamatan Kemunig. Desa Harapan Makmur, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Desa Sapta Jaya, Kecamatan Pulau Burung, dan Desa Kayu Teja, Kecamatan Teluk Belengkong. (dro/*1)




Bupati : Desa Subjek Pembangunan

bupati inhilTEMBILAHAN – Sejak diterapkan serentak pada 192 desa dan kelurahan, 2006 silam. Program pemberdayaan  desa di Indragiri Hilir tetap menempatkan desa sebagai subjek, tidak objek.

Kebijakan itu disebut Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan bukan hasil pemikiran sekejap. Melainkan melewati serangkaian penelitian panjang dan ujicoba serta studi banding ke daerah lain, hingga ke luar negeri.

Kebijakan tersebut juga sebagai respon atas terpinggirkannya desa dalam proses pembangunan. Desa sangat sulit mendapatkan alokasi kue pembangunan. Bahkan, sebelum program desa mandiri diterapkan.  Kerap ditemukan  penduduk satu desa kian menyusut karena tidak adanya aktivitas di desa bersangkutan.

“Ada satu kampung di daerah kita, dimana penduduknya yang muda pergi merantau ke Batam. Saat imam masjid meninggal, sangat kesulitan mencari pengganti karena penduduknya yang makin sedikit. Karena itulah kita sangat prihatin dengan kondisi tersebut” cetus Bupati Inhil.

Kalangan muda di desa bersangkutan menurut orang nomor satu di Inhil itu lebih memilih ke daerah lain. Akibatnya kampung sangat sepi, nyaris kosong. Jangankan malam hari, pada siang hari pun kampung itu sepi.

Itu terjadi karena matinya aktivitas di desa. Tidak tersentuh pembangunan, karena ketika itu kue pembangunan tidak merata. “Tahap pertama kita berikan dana bantuan dengan jumlah tertentu dan hasilnya berjalan”jelas Bupati.

Selanjutnya sejak 2006 sampai sekarang desa diberikan alokasi dana bervariasi antara Rp 250 juta sampai Rp 500 juta. Dana itu dikelola desa secara mandiri. Pemkab Inhil hanya menyiapkan panduan dan arahan.

Selanjutnya desa juga didampingi dua konsultan yang memberikan masukan dalam pengelolaan dana tersebut. Sejak saat itulah kehidupan desa di Inhil mengalami perubahan drastis. Gerak pembangunan terlihat jelas, begitu juga dengan pembangunan ekonominya.(dro/*1)




Tiga Tahun Ambruk, Jembatan H Lukman Kecamatan Enok Akhirnya Diperbaiki

Kepala Bappeda Inhil, Dr Hj Alvi Furwanti Alwie
Kepala Bappeda Inhil, Dr Hj Alvi Furwanti Alwie

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  –Jembatan Parit H Lukman Kecamatan Enok akhirnya diperbaiki.  Pelaksanaan perbaikan akan menggunakan dana sebesar Rp 12 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2013.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil Hj Alvi Purwanti Alwie menyebutkan, dana sebesar Rp 12 M itu akan dipergunakan sepenuhnya untuk perbaikan jembaatan H Lukman. Kini dalam proses pelelangan.

“Mudah-mudahan proses tendernya cepat selesai dan bisa disegerakan pengerjaanya,” ungkap Alvi, Selasa (5/3).

Selama tiga tahun belakangan ini, untuk mempermudah akses transportasi, warga hanya mengandalkan jembatan darurat dari kayu yang dibangun melalui swadaya masyarakat. Meski tidak maksimal, namun jembatan darurat tersebut bisa membantu memperlancar aktivitas warga dan menjauhkan dari isolasi.

Selain usulan permintaan anggaran perbaikan jembatan H Lukman, lanjut Alvi, Pemkab Inhil juga mengusulkan peningkatan jalan Provinsi Kecamatan Enok menuju Pelabuhan Samudra Kuala Enok.(dro/*1)




Disdukcapil Gelar Rapat Evaluasi Kependudukan 2012

Kadisdukcapil Inhil, Dianto Mampanini
Kadisdukcapil Inhil, Dianto Mampanini

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar rapat evaluasi terkait masalah kependudukan tahun 2012 lalu bersama jajaranya, Selasa (5/3).

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Inhil H Dianto Mampanini, yang memimpin langsung rapat tersebut mengatakan pada kesempatan itu, pihaknya juga membahas masalah persiapan menjelang Pilkada Bupati dan Gubernur September mendatang. Dua hal tersebut menurut Dianto merupakan agenda penting Disdukcapil dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Banyak agenda yang kita sampaikan pada kesempatan itu. Antara lain memonitor pelaksaanaan pemutahiran data yang sedang berjalan dalam menghadapi pelaksanaan Pilkada termasuk penetapan Pengadilan untuk pengurusan akta kelahiran bagi anak usia diatas satu tahun,”Ungkapnya

Jika dikaitakan pemutahiran data dengan perekaman e-KTP terdapat selisih jumlah penduduk terutama pada kecamatan yang banyak terdapat perusahaan. Perbedaan itu tentunya juga berdampak kepada warga wajib KTP.

Rapat internal yang melibatkan seluruh Unit Pelakasana Teknis Dinas (PUTD) Disdukcapil dan para Kepala Bidang (Kabid) ini juga banyak membahas masalah pelayanan publik yang erat kaitanya dengan administrasi kependudukan masyarakat Negeri Seribu Jembatan.

Masih menurut yang bersangkutan, hasil rapat itu nantinya akan disampaikan pada rapat pihaknya di Pekanbaru bersama Pemerintah Provinsi (Pemrov) Riau dan Pemerintah Pusat terkait masalah kependudukan khususnya di Riau. “Pungkas Dianto. (dro/*)




7. 399. 095 Kg Gas Elpiji Subsidi Usulan Inhil Disetujui

Kadisperindag Inhil, H Rudiansyah
Kadisperindag Inhil, H Rudiansyah

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pemerintah Pusat melalui Kementrain Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyetujui usulan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (inhil) terhadap penambahan kuota Gas Elpiji 3 Kg sebanyak 7. 399 095 Kg tahun 2013 ini.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perindustian dan Perdagangan (Disperindag) Inhil, H Rudiansyah, Selasa (5/3). Menurutnya, total usulan yang disampaikan Pemkab Inhil sebelumnya  7. 500.000 Kg namun hanya disetujui Pemerintah Pusat sebesar 7. 399. 095.

“Saya rasa jumlah tersebut sudah mencukupi kebutuhan Inhil karena alokasi Gas Elpiji 3 Kg tahun lalu saja kurang dari 4.500.000 Kg saja. Artinya meski minat masyarakat untuk menggunakan gas elpiji bersubsidi semakin tinggi, namun kuota itu kita yakini akan mampu menutupinya,” kata Rudiansyah.

Selain itu dia juga menghimbau agar masyarakat Rumah Tangga Miskin (RTM) tetap menggunakan gas elpiji bersubsidi dan tidak memakai mitan dalam tanda kutip illegal apalagi sampai mengkonsumsi mitan oplosan yang bisa membahayakan keselamatan konsumen.(dro/*1)




Sekda Pimpin Rapat Persiapan MTQ ke 43 Kabupaten Inhil

mtqTEMBILAHAN – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Alimuddin RM, Selasa (5/3) memimpin secara langsung rapat persiapan pelaksanaan MTQ ke-43 yang akan digelar April mendatang di Kecamatan Mandah.

Dalam kesempatan ini, Sekda yang didampingi Ketua Panitia MTQ, H Afrizal serta para Asisten Setdakab Inhil, meminta pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) memberi masukan dan target kegiatan masing-masing dalam mensukseskan perhelatan akbar ini.

“Seperti halnya karena Mandah tidak bisa dicapai melalui jalur darat, maka masalah transpotasi harus benar-benar diperhatikan oleh Dinas Perhubungan dan Informatika (Dishubkominfo),”harap mantan Kepala Distamben Inhil ini.

Menurut Camat Mandah, M Nazar kegiatan MTQ akan dipusatkan dilapangan sepak bola Kelurahan Khairiah Mandah, Kecamatan Mandah. Karena menurut yang bersangkutan letaknya sangat strategis dan mudah di jangkau dari berbagi daerah luar maupun dalam kecamatan.

Selain melibatkan SKPD dilingkungan Pemkab Inhil, rapat perdana persiapan MTQ tingkat kabupaten Inhil ini juga melibatkan pihak LPTQ, MUI, BUMD, BUMN, Kepolisian, TNI serta pemuka masyarakat dan pemuka agama. Satu persatau stakeholder terkait menjadi objek Sekda untuk meminta masukan.

“Semua masukan dari para peserta akan kita tampung. Kemudian akan kita cariakan solusinya,” Pungkas Sekda. (dro/*1)