Berobat, Warga Miskin Cukup Kantongi Kartu Sehat

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org)- Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada warganya.

Jika selama ini warga harus mengurus surat keterangan miskin yang kadang bertele-tele. Saat ini sudah diupayakan tidak lagi demikian. Menurut Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan, warga tidak boleh kesulitan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Karena hal itu merupakan hak mereka.

“Kita luncurkan kartu sehat. Supaya tidak perlu lagi warga mengurus surat keterangan miskin. Cukup dengan menggunakan kartu itu, warga kita sudah bisa berobat”jelas Bupati. Sebelumnya, kartu sehat yang bekerjasama dengan salah satu perusahaan asuransi mempunyai kendala saat klaimnya. Sehingga menyulitkan warga yang akan berobat.

Sekarang, Pemkab Inhil dijelaskan Bupati bekerjasama dengan salah satu bank. Anggaran bidang kesehatan tersebut disimpan pada bank bersangkutan. Ketika ada klaim dari rumah sakit tempat warga berobat, tidak akan ada lagi kendala.

“Harapan kita, seluruh warga dapat menggunakan kartu sehat sehingga nanti tidak ada lagi keluhan dalam mendapatkan pengobatan” ungkap Bupati.

Dengan demikian kelak, warga yang akan berobat tinggal datang ke Puskesmas atau sarana pengobatan lainnya. Itu memungkinkan warga dapat dengan nyaman mendapatkan pelayanan.

Bupati menyebut, pelayanan bidang kesehatan merupakan hal yang fital. Karena itu dia menginstruksikan kepada semua pihak terkait untuk  peduli dan melaksanakan semua tugas dengan baik.(dro/*1)




Bupati : Pengembangan Ekonomi Harus Sesuai Daerah

bupati inhilTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pengembangan ekonomi harus sesuai dengan kondisi daerah. Pasalnya, standar ekonomi tiap daerah berbeda.

Itu yang menjadi pemikiran utama dalam memberdayakan ekonomi di Inhil. Pemberdayaan itu tidak bisa disamakan dengan pelaksanaan daerah lain. Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan menyebut, pemberdayaan yang sesuai dengan kondisi daerah itu merupakan tuntutan.

“Kita tidak bisa menyamakan standar ekonomi warga Inhil dengan daerah lain. Karena tuntutan ekonomi tiap daerah itu berbeda”jelas Bupati. Di Inhil lanjutnya, pemberdayaan ekonomi harus lebih ditekankan ke pedesaan. Karena mayoritas warga Bumi Sri Gemilang  memang  bermukim di pdesaan.

Pemberdayaan ekonomi yang disejalankan dengan program desa mandiri ditegaskan tetap menjadi perhatian Pemkab Bumi Sri Gemilang. “Itu sebabnya pemberdayaan ekonomi baik UED SP atau yang lainnya kita pusatkan di desa. Bukan di kecamatan dan ibukota  kabupaten”jelas Bupati.

Selanjutnya, desa yang mengelola dana pemberdayaan itu sesuai dengan kebutuhan warganya. Hal itu memungkinkan dana yang dialirkan sesuai dengan kebutuhan warga.

Selain UED SP, ada juga pemberdayaan ekonomi melalui majelis taklim. Pola itu dianggap relevan karena memberdayakan kaum ibu sembari mereka beraktivitas membantu suami atau keluarganya.(dro/*1)




PU Himbau Masyarakat Tak Buang Sampah ke Selokan

sampahTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menghimbau partisipasi penuh masyarakat agar tidak membuang sampah kedalam saluran air disekitar lingkungan mereka.

“Drainase jangan dijadikan sebagai tong sampah. Buanglah pada tempat-tempat yang telah disediakan,”harap Kepala Dinas PU Inhil, H Tengku Edy saat meninjau pekerjaan pembersihan drainase di jalan Sultan Syarif Qasim Tembilahan, Senin (11/3).

Jika partisipasti tersebut tidak dilakukan oleh masyarakat, maka dia yakin seberapa banyakpun petuhas kebersihan, Dinas PU tidak akan mampu mengatasi sumbatan-sumbatan dibeberapa saluran air dalam Kota Tembilahan, salah satu contoh yang terdapat di jalan SSQ.

“jika tidak didukung oleh masyarakat, maka kami yakin sulit untuk dapat memberikan pelayanan maksimal sebagaimana yang diharapkan,” katanya.

Selain itu, hal yang menjadi perhatin Dinas PU Inhil adalah banyaknya warga yang sengaja menutup bagian atas aliran drainase dengan cara di cor. Karena itu irasakan akan menyulitkan untuk melakukan pembrsihan.
“Siapalagi yang menjaga lingkungan kalau tidak dimulai dari diri sendiri,”imbuhnya.(dro/*1)




Kesbangpol Sosialisasikan Pembelajaran Politik Kepada Pemilih Pemula

pemiluTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dalam rangka pembelajaran politik kepada msyarakat, Bandan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan penyuluhan politik bagi pemilih pemula 2013, Senin (11/3).

Antara lain maksud dan tujuan kegiatan itu adalah  sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam melakukan pembinaan dan pendidikan politik kepada masyarakat khususnya pemili pemula. Selanjutnya meningkatkan wawasan, pemahaman serta persepsi tentang pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Kepala Kesbangpol Inhil, H Tantowi Jauhari, dalam sambutanya mengatakan, sosialisasi atapun penyuluhan tentang pilkada dan pemilu tentu akan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Selain menambah wawasan, pengalaman pendidikan politik tersebut juga merupakan bermanfaat bagi pembelajaran pesta demokrasi.

Dikatakan mantan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Inhil, tahun 2013 ini merupakan tahun politik. Mengapa dikatakan demikian, karena di tahun ini ada beberapa daerah di Indonesia khsusnya Riau yang menggelar pesata demokrasi.

“Kita di Inhil di tahun ini juga akan mengadakan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) baik Bupati yang juga disejalankan dengan pemilihan Gubernur Riau. Demikian pula dengan beberapa daerah lainya,”ungkap Tantowi.

Menghadapi Pilbup dan Pilgub serta Pileg dan Pilpres, banyak Partai Politik (Parpol) peserta pemilu saat mulai disibukan dengan macam-macam persiapan. Maka dari itu pula lanjut Tantowi, sudah terjadi peningkatan intensitas politik.  ”Arti penting sosilasiasi ini guna membangun komuniksi politik dalam rangka menciptakan pemimpin yang peka terhadap masyarakat,”katanya.

Tantowi juga mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak terjebak pada gesekan horizontal maupun gesekan vertikal sehingga memicu terjadinya konflik sosial ditengah masyarakat. Sebab, pada dasarnya hal-hal kecil yang berbentuk propokasi dapat menghambat jalanya pesta demokrasi.

“Tingkatkan pasrtisipasi kita pada pilkada. Dengan banyaknya partisipasi masyarakat, maka secara tidak langsung juga akan melahirkan pemimpin terpilih yang sangat berkualitas,” tuturnya.

Sementara itu salah seorang nara sumber yakni Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Inhil, Joni, menyebutkan materi yang diberikan pihaknya pada sosialisasi itu lebih memfokuskan tentang tahapan pemilu, yang dimulai dari pendaftaran pemilu dan  pelaksanaan lainnya.(dro/*1)




Mandah Siap Sukseskan MTQ ke 43 Inhil

mtqTEMBILAHAN (www.detikriau.org) -Pemerintah Kecamatan Mandah beserta seluruh komponen masyarakat menyatakan siap mensukseskan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 43 tingkat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), yang diagendakan akan di selenggarakan pada bulam Mei mendatang.

Sebagai bentuk dan tekat menyukseskan MTQ ke 43 itu, berbagai persiapanpun telah dilaksanakan. Mulai dari penunjukan lokasi hingga pembentukan panitia tingkat kecamatan yang saat ini tinggal menunggu keputusan panitia kabupaten tentang teknis pelaksanaan.

“Selaku tuan rumah MTQ tingkat kabupaten kali ini, kami tentu ingin menyukseskanya mulai dari penyelenggaraan sampai dengan suskses syi’ar Islam, sukses prestasi dan sukses pemberdayaan ekonomi kerakyatan,” sebut Camat Mandah M Nazar, Senin (11/3).

Dijelaskannya, untuk meramaikan dan memeriahkan pelaksaan MTQ tersebut, pihaknya juga telah mempersiapkan lapangan yang akan dipergunakan sebagai lokasi bazar dan pameran. Antara lain lapangan sepak bola ibukota Kecamatan Mandah. Lokasi tersebut sangat resprentatif dan mudah dijangkau dari berbagai daerah.

Sebelumnya, Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM, menegaskan kepada panitia  penyelenggara agar dapat berkoordinasi satu sama lain guna mensukseskan pelaksanaan MTQ. Karena, dalam waktu yabg tidak berjauhan juga akan penyelenggaraan MTQ Tingkat Provinsi Riau Juni mendatang di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

“Jadi, masih ada waktu mempersiapkan kafilah kita untuk mengikuti MTQ tingkat Provinsi nanti. Maka itu,saya berharap melalui MTQ tingkat Kabupaten ini kita dapat lebih meningkatkan prestasi diajang MTQ yang lebih tinggi,” katanya.

MTQ yang akan dilaksanaka selama lebih kurang lima hari itu mengangkat tema “ kita jadikan Al Qur’an sebagai tuntunan hidup demi keselamatan dunia dan akhirat”, dengan mempertandingkan beberapa cabang, diantaranya Cabang Tilawah, Tahfidz, Tafsir, Fahmil, Syarhil, Khat dan M2IQ. (dro/*1)




Pemkab Inhil Kedepankan Pola Bottom Up

indraTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Melaksanakan pembangunan dengan pola bottom up sudah menjadi keharusan. pembangunan itu yang kini dipegang teguh Pemkab Inhil dalam menjalankan pembangunan.
“Kalau dulu pembangunan datangnya dari Kabupaten. Yang mengerjakan juga dari Kabupaten. Sedangkan desa hanya sekedar menyaksikan. Itu yang kita ubah, tidak boleh seperti itu lagi”kata Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan.

Jika desa bersangkutan tidak memiliki koneksi, maka akan sangat sulit mendapatkan kue pembangunan. Tatkala ada kegiatan pembangunan, tidak jarang pula tidak sesuai dengan harapan warga.

Pasalnya kue pembangunan itu merupakan sesuatu yang turun dari Kabupaten. Bukan atas aspirasi warga desa bersangkutan. Pola yang bersifat top down itu dinyatakan oleh Bupati Inhil tidak lagi sesuai dengan kondisi saat ini. Itu sebabnya penerapan program desa mandiri yang mengedepankan kearifan lokal dipandang paling tepat.

Kearifan lokal dimaksud yakni menggabungkan program yang sudah baku dengan nilai lokal setempat. Perpaduan itu yang membuat program desa mandiri di Inhil berbeda dengan pemberdayaan di tempat lain.

“Pemberdayaan yang kita terapkan memberikan kesempatan kepada semua desa mengelola secara mandiri. Kita hanya memberi panduan dan juga membimbing”Ujar Bupati.

Apa saja program yang dilaksanakan oleh desa, sepenuhnya ditentukan desa yang bersangkutan. Pemkab Inhil tidak mencampuri ranah tersebut. Karena titik itu merupakan intisari pemberdayaannya.

Hasilnya, seluruh warga di pedesaan Inhil mengharapkan program itu terus dilanjutkan. Mereka meminta program dimaksud tetap dilanjutkan sepanjang masa, karena manfaatnya sangat menyentuh.(dro/*1)