Penuhi Janji Bupati, Pemkab Inhil Bangun Turap dan Dermaga Saka Rotan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas pembangunan di Negeri Seribu Jembatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) tahun 2013 ini akan membangun sepanjang 60 meter turap  di ibukota Kecamatan Teluk Belengkong, Saka Rotan.

Menurut Sekretaris Camat Teluk Belengkong, Marlis, selain turap sepanjang 60 meter, tahun ini Pemkab Inhil juga akan membangun dermaga penumpang dengan anggaran sekitar Rp 250 juta. Dua fasilitas umum tersebut memang sangat diharapkan masyarakat Kecamatan Teluk Belengkong.

Keduanya menurut Marlis, dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) Inhil. “Kalau untuk turap dananya sekitar Rp 1,6 milyar. Mudah-mudahan kedua-duanya bisa segera dibangun dan dapat dinikmaati oleh masyarakat,”ungkapnya.

Masih menurut yang bersangkutan, pembangunan turap dan dermaga penumpang yang dalam waktu dekat ini segera terealisasi merupakan janji Pemkab Inhil, melalui Bupati. Pada saat itu, seingat Marlis pernyataan tersebut disampaikan orang nomor satu di Inhil sekitar bulan November 2012.

“Ini adalah janji pak Indra selaku Bupati. Alhamdulillah, sebentar lagi kami sudah dapat menggunakan turap dan dermaga. Sehingga segala aktivitas warga yang memanfaatkan fasilitas itu tidak lagi terganggu lagi,” katanya.

Lanjutnya, setelah rampung dikerjakan turap itu tidak saja berfungsi untuk menahan bibir pantai dari abrasi, tapi juga bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai tempat-tempat bersantai. Kemudian turap itu menjadi icon Desa Saka Rotan, yang merupakan ibukota Kecamatan Teluk Belengkong.(dro/*1)




Tahun Ini 9 Desa Bakal dijadikan Pilot Project DM

Kepala BPMPD Inhil, H Edy Syafwannur
Kepala BPMPD Inhil, H Edy Syafwannur

TEMBILAHAN  (www.detikriau.org) –Tahun 2013 ini, 9 desa akan dijadikan sebagai pilot project Desa Mandiri (DM). Penentuan desa yang akan dijadikan percontohan program DM itu kini sedang dalam tahap pembahasan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD).

“Belum bisa disebutkan desanya, karena masih dalam tahap pembahasan di internal kami,” ujar Kepalan BPMPD Inhil, H Edy Syafwannur, kemarin.

Setiap desa yang dijadikan sebagai pilot project pembangunan desa mandiri secara otomatis pula mendapat dana untuk pembangunan lebih bila dibandingkan dengan desa yang tidak masuk kedalam program itu. Maka itu, desa yang dijadikan percontohan harus bisa mengelola sumber daya alam yang ada.

Untuk program DM tahun 2012 yang lalu, menurut Iwan, sapaan akrab Kepala BPMPD ini, desa yang sudah masuk nominasi dan bakal diberikan penghargaan karena dinilai telah berhasil menjalankan program tersebut sebanyak 11 Desa.

Berjalanya program desa mandiri kini sudah memberikan dampak positif bagi perjalanan pembangunan seluruh desa se Inhil. Tentu apa yang menjadi harapan masyarakat akan bisa tersalurkan melalui program yang pro rakyat. Tidak sekedar cerita, dampak desa mandiri juga sangat dirasakan warga Desa Kuala Patah Parang, Kecamatan Sungai Batang.

Menurut Kepala Desa setempat, Azhari, Setiap program yang dibuat pemerintah ditujukan untuk mewujudkan kesejahteraan warga termasuk program DM yang selama ini dirasakan banyak memberikan dampak yang positif terutama bagi masyarakat pedesaan.(dro/*1)




Bupati Resmikan Pustu Pusaran

Bupati Membuka Selubung Saat Peresmian Puskesmas Pembantu Kelurahan Pusaran Kecamatan Enok, Kamis 21 Maret 2013
Bupati Membuka Selubung Saat Peresmian Puskesmas Pembantu Kelurahan Pusaran Kecamatan Enok, Kamis 21 Maret 2013

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir, Dr H Indra Muchlis Adnan, Kamis (21/3) sore meresmikan penggunaan Puskesmas Pembantu (Pustu) Kelurahan Pusaran, Enok.

Peresmian sarana kesehatan ini juga sebagai bentuk komitmen Pemkab Bumi Sri Gemilang dalam mendekatkan pelayanan kepada warga. Diharapkan, dengan berdirinya pustu ini, tidak ada lagi warga sekitar yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan.

Bupati juga melakukan peninjauan terhadap ruangan yang ada pada bangunan sederhana tersebut. Walaupun ukuran tiap ruangan tidak terlalu besar. Namun diharapkan tidak mengurangi fungsi utamanya dalam memberikan pelayanan. “Kita berharap, seluruh desa dan kelurahan mempunyai Pustu. Ini demi mendekatkan pelayanan kepada warga”tutur Indra Muchlis Adnan.

Warga diimbau pula oleh Bupati menggunakan sarana kesehatan tersebut. Apabila merasa membutuhkan pelayanan kesehatan diminta datang ke Pustu tersebut. Pembangunan bidang kesehatan tersebut ditegaskan Bupati sangat penting. Pasalnya, tanpa kesehatan tidak mungkin warga bisa melakukan aktivitas lainnya.

Seperti halnya dengan program Pemkab Inhil membangun Pustu dan Puskesmas di tiap desa. Indra Muchlis Adnan menegaskan komitmennya itu pada tingkat Provinsi Riau kelak. “Insya Allah, jika bapak dan ibu sekalian memberikan dukungan kepada saya. Kita akan bangun bidang kesehatan secara maksimal, termasuk mendirikan Puskesmas di tiap desa”jelas Indra Muchlis Adnan.

Ungkapan Bupati itu sejalan dengan komitmennya untuk terjun di ajang Pilgubri 2013. Warga yang hadir secara tegas menyatakan mendukung sepenuhnya komitmen itu dan mendoakan Indra Muchlis Adnan diberi rahmat oleh Allah SWT mengabdikan dirinya di tingkat Provinsi Riau.(dro/*1)




Perbaiki Kerusakan Jalan, PU Tunggu Komitmen Rekanan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menunggu komitmen rekanan pengerjaan mega proyek Islamic Center dan Gedung Universitas Islam Indragiri (Unisi) Tembilahan dalam melakukan perbaikan jalan pendidikan.

“Semuakan sudah ada komitmen yang dituangkan dalam sebuah MoU dari rekanan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini perbaikan jalan Pendidikan bisa terealisasi,”sebut Kepala Dinas PU Inhil, H Tengku Edy Efrizal, Kamis (21/3).

Diakuinya, hampir seluruh badan jalan Pendidikan saat ini dalam keadaan rusak. Itu disebabkan adanya mobilitas matrial perusahaan yang mengerjakan bangunan Gedung Islamic Center dan Gedung Unisi Tembilahan. Tapi sekedar  diketahui, aktivitas rekanan juga bertujuan untuk meningkatkan pembangunan Inhil.

Sehingga hal yang perlu digaris bawahi menurut Tengku Edy, adalah keseriusan untuk menjalankan komitmen untuk memperbaiki jalan yang sebelum ada aktivitas itu dalam kondisi baik. Jangan rekanan hanya ingin memperoleh keuntungan, namun dampak dari keutungan menimbulkan mudarat bagi masyarakat.

“Kami rasa setimpal apa yang diperoleh. Mungkin dalam sebuah pembangunan perusahaan mendapat keuntungan. Tetapi yang jauh lebih penting mereka harus komit dengan kesepakatan sebelumnya. Kita minta perbaikan jalan pendidikan tidak lalai. Karena apa yang saya sampaikan ini merupakan harapan masyarakat,” tegasnya.(dro/*1)




Dishut Usulkan Pengukuran Tata Batas Perusahaan Kehutanan ke Pusat

TEMBILAHAN  (www.detikriau.org)- Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengusulkan pengukuran tata batas wilayah perusahaan yang bergerak dibidang kehutanan dengan masyarakat sekitar perusahaan.

Usulan tersebut disamapaikan Dishut Inhil kepada pemerintah pusat melalui kementrian kehutanan, dalam rangka mengantisipasi terjadi konflik sosial antara perusaah kehutanan dengan masyarakat sekitar.

“Kita akan coba usulkan pada pengunaan Anggaran Perubahan. Namun kalau tidak terkejar juga, akan kita usulkan lagi pada anggaran murni tahun 2014 mendatang,”ujar Kepala Dinas Kehutanan Inhil HM Thaher, Kamis (21/3).

Kenapa sejak beberapa tahun belakangan ini Dishut Inhil, belum melakukan pengukuran tata batas wilayah perusahaan kehutanan dengan masyarakat. Itu diakui Thaher, karena kewenangan untuk melakukan itu berada ditangan pemerintah pusat. Sedangkan kabupaten tidak memiliki kewenangan.

Selain kerap terjadi konflik sosial antara masyarakat dengan perusahaan, akibat tidak jelasnya tata batas wilayah, hal lain yang melatar belakangi Dishut mengusulkan pengukuran tata batas adalah karena cakupan wilayah Inhil yang terbilang luas.

“Kedepan setelah apa yang menjadi program kami ini berjalan, konflik-konflik horizontal dan pertikal dilapangan diharapkan benar-benar tidak terjadi lagi. Karena, dalam aturan mainya tentu akan dijelaskan serinci-rinci mungkin, baik mengenai hak maupu kewajiban kedua belah pihak,” katanya.

Di Kabupaten Inhil, saat ini cukup banyak terdapat perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang kehutanan. Rata-rata dari sejumlah perusahaan yang ada, kerab terjadi konflik, baik mengenai batas wilayah hingga dugaan terjadinya penyerobotan lahan oleh pihak perusahaan.

“Selama inikan kita tidak dapat mengetahui secara pasti. Apakah lahan itu benar-benar milik masyarakat, atau memang masuk kedalam izin perusahaan. Kita di kabupaten tidak dapat berbuat banyak, sebab, semua kewenangan itu bukan berada pada daerah,” tandas mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Inhil ini.

Thaher berharap, apa yang sudah ia rencanakan mendapat dukungan dari semua pihak. Pasalnya, program pengukuran tata batas wilayah sebagai salah satu upaya kongkrit pihaknya dalam menyelesaikan sengketa wilayah kehutanan.(dro/*1)




Bupati Lantik Lurah Pusaran dan Kades Sungai Lokan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir, Dr H Indra Muchlis Adnan, Kamis (21/3) secara resmi melantik Gunadi sebagai  Lurah Pusaran dan Abdurahman sebagai Kades Sungai Lokan Kecamatan Enok.

Pelantikan dilaksanakan  dilapangan pasar Kelurahan Pusaran Enok. Kendati cuaca cukup terik, tidak menghalangi warga ke lokasi pelantikan. Bangunan pasar dipenuhi warga yang ingin menghadiri pelantikan pimpinannya.

Bupati memohon maaf kepada warga Enok karena sudah cukup lama tidak mengunjungi warga. Hal itu menurutnya disebabkan karena tingginya aktivis pemerintahan. Indra Muchlis Adnan juga memohon maaf kepada warga karena dalam hitungan beberapa bulan ke depan tugasnya sebagai Bupati sudah berakhir.

Di hadapan warga Bupati juga menyatakan sangat peduli dengan komitmen siapa yang menggantikan dirinya kelak. Komitmen menjadikan Inhil Berjaya Dan Gemilang 2025 menurut Indra Muchlis Adnan senantiasa harus tetap dijalankan.

“Bapak Ibu sekalian, saya tidak mempersoalkan siapa personnya. Namun target kita menjadikan Inhil Berjaya dan Gemilang 2025  harus tetap dilaksanakan. Jadi penerus saya kelak, harus tetap peduli dengan kehendak masyarakat ini”ujar Bupati Inhil.

Saat itu, Bupati juga menanyakan kepada warga apakah program desa mandiri ingin diteruskan atau tidak. Spontan warga menyatakan harus tetap dilaksanakan. yang biasa disapa Pak Jenggot itu menegaskan program yang sudah baik selayaknya berjalan sesuai dengan aspirasi warga.

“Sebagai Bupati Inhil, jika nanti tugas saya sudah berakhir dan  apa yang sudah berjalan dengan baik tidak dilanjutkan oleh penerus saya, tentu saja sangat sedih. Saya sangat peduli dengan Inhil ini karena kampung kita semua” ujar Bupati.

Usai habis masa tugasnya sebagai Bupati. Indra Muchlis Adnan menyatakan komitmennya untuk mengabdi ditingkat Provinsi. Warga Enok secara lugas menyatakan dukungan mereka atas komitmen mantan Ketua DPD Golkar tersebut.

Keberhasilan program desa mandiri di Inhil menjadi komitmennya untuk diterapkan pada tingkt provinsi. Pun begitu dengan pemberdayaan ekonomi maupun pembangunan bidang pendidikan, juga diterapkannya.(dro/*1)