Pemkab Inhil Naikan Honor Kades

duitTEMBILAHAN (www.detikriau.org)- Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menaikan honor Kepala Desa. Kenaikan honor tersebut sebagai bentuk perhatian Pemkab Bumi Sri Gemilang terhadap ujung tombak pelayanan ditingkat pedesaan.

Diharapkan, setelah adanya peningkatan honor, kinerja Kades dalam memberikan pelayanan semakin baik. Hal itupun sebagai respon atas aspirasi segenap Kades di Inhil yang menginginkan kenaikan honor.

Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan menginstruksikan seluruh Kades termotivasi dalam  menjalankan tugas. Pemerintah, jelasnya senantiasa berupaya supaya kesejahteraan seluruh aparatnya terus membaik.

“Kita sudah programkan honor Kades naik. Tentu saja, ini harus dibarengi dengan peningkatan kinerja”tegas Bupati sambil mengatakan sesuai dengan mekanismenya, honor Kades include dengan anggaran dana desa mandiri. Pos anggaran itu ditempatkan pada dana operasional tiap desa.

Pencairan dana operasional yang didalamnya terdapat gaji Kades itu dilakukan secara berkala. Kenaikan gaji tersebut sontak disambut gembira segenap Kades di Inhil.Pasalnya, sejak beberapa tahun terakhir mereka terus memperjuangkan kenaikan pendapatan itu.

“Pak Kades harus berusaha semaksimal mungkin menyukseskan program pemerintah yang ada di daerah masing-masing”ujar Pak Mok, sapaan Bupati. Pemkab Inhil pun, lanjut Bupati tetap juga berusaha memberikan perhatian lebih kepada Kades. Namun demikian, terbatasnya anggaran mengharuskan perhatian itu tidak maksimal.

Pada masa mendatang, diharapkan gaji Kades ini terus dievaluasi dan ditingkatkan jika keuangan daerah memungkinkan. Hal itu menurut Bupati sangat tergantung dengan komitmen penerusnya kelak.(dro/*1/adv pemkab inhil)




Tanah Merah Buka Pendaftaran Pembuatan Akte Kelahiran

indexTembilahan (www.detikriau.org) —  Kecamatan Tanah Merah membuka pendaftaran bagi warganya yang ingin membuatkan akte kelahiran. Pembuatan akte kelahiran ini dilakukan oleh Pengadilan Negri (PN) Tembilahan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah.

“Pelaksanaannya oleh PN Tembilahan. Kami hanya memfasilitasi. Sedangkan pencetakan akte dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,” kata Camat Kecamtan tanah Merah, Nurmansyah akhir pekan kemaren.

Camat menghimbau kepada warga Tanah Merah agar mengikuti sidang keliling pembuatan Akta Kelahiran. Sebab, tujuanya memberikan pelayanan bagi warga yang kurang mampu untuk mendapatkan administrasi kependudukan ini.

Terkait e-KTP,  mantan Camat Gaung Anak Serka (GAS) ini mengatakan
Hingga minggu ke dua bulan April, Pendistribusian e-KTP di Kecamatan Tanah Merah, sudah mencapai 100 persen dari total warga yang telah melakukan perekaman  sebanyak 15.283 jiwa.

Untuk mengejar ketertinggalan perekaman, menurut Camat Tanah Merah Nurmansyah pihaknya tetap memberi pelayanan kepada warga yang ingin merekam data. Saat ini setiap hari, 3 sampai 5 warga melakukan perekaman.

“Total wajib KTP kita 21.718 jiwa. Artinya sudah 70 persen lebih yang selesai direkam,” pungkas Nurmansyah(dro/*1)




Kepala BPMPD Inhil Resmikan Forkemas Kecamatan Kempas

Tembilahan (www.detikriau.org) — Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) H. Edy Syafwannur melantik Forum Komunitas Emak Sehat (Forkemas) Kecamatan Kempas. Kegiatan  ini merupakan sebuah upaya untuk mencipatakan masyarakat yang sehat dan bugar. Ahad (14/4).

Pelantikan Forkemas Kecamatan Kempas yang dilaksanakan di Desa Pulai Indah ini selain dihadiri oleh Camat Kecamatan Kempas juga dihadiri oleh ratusan anggota Forkemas Kecamatan Tembilahan yang dipimpin secara langsung oleh Camat Tembilahan, RM Sudinoto.

Bersempena dengan pelantikan ini juga disejalankan dengan berbagai kegiatan seperti atraksi kesenian rebana, senam bersama, lomba pacu karung, lomba sendok kelereng, lomba memasukkan paku ke dalam botol, lomba joget dan berbagai lomba ketrampilan.

DikatakanH Edy Syafwannur, Forkemas dibentuk dalam rangka memberdayakan masyarakat agar lebih peduli dengan kesehatan. dengan dibentuknya forum yang sebahagian besar beranggotakan ibu-ibu rumah tangga tentunya keluarga juga akan menjadi terbiasa untuk berperilaku sehat. “Jika kaum emak-emaknya sehat sangat besar kemungkinan keluarganya juga akan sehat dan pada akhirnya masyarakat juga akan menjadi sehat,” Ungkap Iwan sapaan akrab kepala BPMPD Inhil ini.

Forkemas ini nantinya direncakan akan didirikan di seluruh Kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir sekaligus menggaungkan kegiatan Forkemas merupakan sebuah rutinitas yang positif dari kalangan ibu-ibu rumah tangga. (dro)




Produksi Kelapa Sangat Dibutuhkan Pasar

indraTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Hasil perkebunan kelapa warga Indragiri Hilir (Inhil) sangat dibutuhkan oleh pasar. Namun demikian, harga hasil utama warga itu sampai saat ini masih saja fluktuatif. Semua disebabkan karena sangat tergantung dengan pasar internasional.

Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan menyebut pihaknya terus berusaha mencarikan terobosan pemasaran. Termasuk memperpendek alur pemasaran agar pembeli dapat berhubungan dengan pemilik kelapa.

Supaya harga yang berlaku ditingkat petani dapat lebih baik lagi. Namun, Pemkab Inhil disebut Bupati tetap tidak bisa mencampuri harga yang berlaku karena sepenuhnya ditentukan oleh pasar.

“Kelapa, jangankan daging buahnya. Tempurungnya saja dicari oleh negara Eropa. Pasar di Amesterdam sangat membutuhkannya. Namun sayangnya, justru Thailang yang memasok. Sedangkan kelapa, jauh lebih  banyak didaerah kita ini “ucap Indra Muchlis Adnan.

Harga kopra itupun menurut Bupati tidak terlepas pula kampanye hitam yang dilakukan negara maju. Hal itu sangat berpengaruh terhadap konsumsi kelapa secara internasional. Kepada warga pemilik kebun kelapa yang masih produktif, Bupati menyebut harus tetap mempertahankan dan merawat dengan baik.

Setiap tahun, Pemkab Inhil menurut orang nomor satu di Bumi Sri Gemilang itu terus memberikan perhatian. Baik meluncurkan program yang berkaitan dengan trio tata air maupun program lainnya. “Pemkab Inhil senantiasa mengamati terus pergerakan harga kelapa masyarakat. Kita pun tentu saja tetap pula melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan perkebunan kelapa”jelas Bupati.

Khusus bagi perkebunan kelapa yang sudah tidak produktif. Pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan beberapa investor. Lahan itu diolah dengan sistem plasma dimana warga pemilik lahan kelak dapat menikmati hasilnya.(dro/*1/Adv)




Bank Indonesia (BI) Perwakilan Riau Teken MoU dengan Pemkab Inhil

Dukung Inhil Tingkatkan Produksi Pangan

IMG_1117 - CopyTembilahan (www.detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Riau. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Balai Utama Gedung Kantor Bupati Inhil, Kamis (11/4) sebagai sebuah wujud dukungan dunia perbankan kepada petani Inhil dalam upaya meningkatkan produksi pertanian.

Menurut penjelasan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Riau, Mahdi Muhammad, program ini dilakukan BI dalam rangka menekan inflasi di daerah. Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) bekerja sama untuk mempermudah akses pembiayaan sektor pertanian termasuk membantu petani melakukan penghitungan manajemen risiko kredit.

“Faktor bahan pangan akan menjadi salah satu faktor penentu terjadinya inflasi. Jika inflasi terjadi maka secara otomatis daya beli masyarakat akan menurun,” Ujar Mahdi

Dijelaskannya secara sederhana, terjadinya inflasi bisa ditandai dengan penurunan nilai tukar uang seperti contohnya, sebelumnya untuk mendapatkan 1 kg beras hanya dibutuhkan nilai tukar uang sebesar Rp 5.000 jika terjadi inflasi, untuk memperoleh 1 kg beras mungkin sudah harus membutuhkan nilai tukar senilai Rp. 7000. Kenaikan harga beli ini biasanya disebabkan tidak sebandingnya persediaan barang dengan permintaan dipasaran. Seperti terjadinya kelangkaan bawang baru-baru ini.

Disamping hal itu, ditambahkannya, dengan tingkat pertumbuhan ekonomi Riau mencapai 7,8 % imbasnya akan menjadi daya tarik bagi pencari kerja akibatnya akan menyebabkan peningkatan jumlah penduduk.

Peningkatan penduduk akan menyebabkan peningkatan kebutuhan pangan. Jika tidak diantisipasi seperti upaya peningkatan produksi pangan, inflasi akan terjadi. “Mou yang kita sepakati hari ini sebagai upaya mengantisipasi hal-hal tersebut,” Tegasnya.

Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo dalam sambutannya menyatakan sambutan baik Pemkab Inhil atas program yang dijalankan dunia perbankan ini. Wabup berharap, dengan kemudahan pemberian kredit, petani tentu akan semakin mudah untuk menenuhi kebutuhan pembiayaan, kemudian akan terjadinya peningkatan produksi pangan dan akhirnya akan mampu meningkatkan kesejateraan petani.

“Kemudahan pemberian kredit ini tentu diharapkan akan menumbuhkan kembali animo petani untuk berproduksi. Dengannya kita berharap Inhil kedepannya akan kembali berpredikat sebagai lumbung pangan khususnya padi di Riau,” Harap Wabup.

Usai penandatanganan Nota Kesepahaman, Direktur BI Perwakilan Riau, Ahmadi Ahmad didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Inhil, Wiryadi melakukan suvervisi lapangan di Kecamatan Tembialahan, Batang Tuaka dan Gaung Anak Serka (GAS). (dro)




Pemkab Inhil Serahkan DP4 Pilkada ke KPU

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) secara resmi menyerahkan Daftar Penduduk Potensial Pemilih (DP4) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat di Balai Utama Kantor Bupati Inhil, Rabu (10/4).

Dalam sabutanya, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Inhil, H Dianto Mampanini mengatakan, DP4 memang merupakan tanggung jawab Pemkab dalam menyiapkan data yang nantinya dilanjutkan dengan penceklisan oleh pihak KPU sehingga menjadi Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Tahapan-tahapan dari DP4 sudah melalui proses yang kita peroleh dari data base kependudukan kabupaten yang kemudian diintegrasikan kepada pusat. Maka hasilnya didapatlah Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2),” ungkapnya.

Kemudian setelah itu, Disdukcapil kembali melakukan penyisiran kepada masyarakat yang berusia 17 tahun keatas atau 14 keatas namun sudah menikah. Karena, orang-orang tersebut memiliki hak untuk mengikuti pemilu. Meski DP4 Pilgubri berjumlah 526. 260 namun tetap akan dilakukan pemutakhiran karena sudah menjadi kewajiban daerah yang melaksanakan pemilu.

“DAK 2 kita berjumlah 739. 148. Sedangkan DP4 berjumlah sekitar 521.000,” jelasnya. Dianto mengakui telah terjadi perbedaan angka antara DP4 Pigubri dengan Pilbup. Namun itulah fakta dilapangan.

Selanjutnya Ketua KPU Inhil, Joni mengatakan, setelah diterimanya DP4 dari Pemkab Inhil, pihaknya akan langsung melakukan penelitian dan pencermatan. Selanjutnya diserahkan kepada PPS melalui PPK lalu dilakukan pemutahiran dan verifikasi mengenai kebenaran data yang masuk.

“Mudah-mudahan pekerjaan ini dapat sejalan dan datanya lebih akurat. Sehingga dalam pembuatan kartu pemilih juga sama. Karena pemilihnya secara logika adalah orang-orang itu juga,”ungkapnya.

Hanya saja kelebihan dalam melakukan pemutahiran data Pileg, KPU akan dibantu dengan petugas yang professional. Mereka akan melakukan pemutahiran secara faktual terhadap DP4 Pileg. Otomaitis data tersebut akan inklud, karena data Pileg juga memuat data Pemilukada Inhil maupun Pilgubri.(dro/*1)