Altelt Volly Inhil Diharapkan Jaga Nama Baik Daerah

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Kadisporabudpar) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Muktar T mengharapkan atlet Volly Inhil yang mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) pelajar se Riau menjaga nama baik daerah.

“Adik-adik adalah orang pilihan yang menjadi duta Inhil yang akan berlaga pada Kejurda Volly antar pelajar di Pekabaru. Maka itu patuhi arahan pelatih, jangan bertindak diluar ketentuan,”harap Muktar  T, saat melepas Kontingen Volly, Rabu (24/4) pagi dihalaman Kantor Disporabudpar.

Selama bertanding, atlet juga dihimbau meninggalkan fikiran lain dan menjaga konsentrasi penuh dalam pertandingan, sehingga bisa meraih hasil yang maksimal. Sama seperti Kejurda futsal antar pelajar beberapa waktu lalu, kali ini Muktar juga menargetkan duta Inhil cabor Bolly mampu merebut juara umum.

“Mudahan untuk cabor Volly bisa meniru cabor futsal. Dimana pada kejurda futsal kita mampu mempertahankan juara umum,” ungkapnya.

Cabor Volly akan dilaksanakan di pekanbaru mulai tanggal 24 sampai 29 April. Cabor yang juga diikuti Inhil seperti Tenis Meja dan Sepak Takraw. Beberapa cabor tersebut menjadi andalan Inhil. Oleh sebab itu, atlet harus mampu menjaga kondisi, sehingga bisa menyelesaikan tugas dengan baik.

“Melalui Kejurda Pelajar ini kita berharap dapat menemukan atlet-atlet potensial untuk mengukir prestasi olahraga di jenjang kejuaraan yang lebih tinggi,” imbuhnya.(dro/*1).




Pegawai Dihimbau Jauhi Narkoba

 tantawiTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menghimbau kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) daerah setempat agar menjauhi bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang.

Jangan hanya mengejar kenikmatan sesaat, namun dampaknya bisa menghancurkan masa depan. Selain itu bahaya narkoba juga dapat mempengaruhi fikiran alam bawah sadar sesorang untuk berbuat yang melanggar ketentua.

Himbauan ini disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Inhil H Tantowi Jauhari, saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati Inhil jalan Akasia Tembilahan, Rabu (24/4).

Menurut mantan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Kepariwisataan (Disporabudpar) Inhil, pihaknya sangat prihatin kalau ada kalangan pengawai yang terpengaruh terhadap narkoba. Karena pemakai narkoba akan menyerang syaraf-syaraf  otak.

“Kami atas nama Pemkab Inhil tidak akan pernah bosan memberikan himbauan semacam ini. Bahkan himbauan yang kami sampaikan tidak saja melalui teguran lisan, tapi melalui pemasanagn baliho, sepanduk dan sejenisnya,” kata Tantowi Jauhari.

Ia menegaskan, saat ini,bahaya narkoba sudah merasuk kemana-mana mulai dari kalangan bawah hingga menembus kalangan elit. Untuk itu, dia mengajak PNS komit untuk memerangi bahaya narkoba yang jelas-jelas dapat merusak kesehatan dan sumber ekonomi.

Dalam berbagai kesempatan, Pemerintah Kabupaten Inhil, tutur Tantowi terus memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya PNS tenatang bahaya narkoba yang semakin hari terus mengalami peningkatan. Seseorang yang berulangkali mengkonsumsi narkoba dipastikan seluruh syaraf otaknya akan rusak.(dro/*1)




Pemkab Inhil Prioritaskan Pemberdayaan Desa

OLYMPUS DIGITAL CAMERATEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) senantiasa memprioritaskan pemberdayaan desa.Hal itu sudah menjadi komitmen Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan sejak awal kepemimpinannya. Komitmen itu sebagai bentuk ekstraksi seluruh program yang sudah dilaksanakan sebelumnya.

Karena itu pula, apapun jenis program yang sifatnya menunjang  pemberdayaan. Selalu ditempatkan pada desa, tidak pada Kecamatan atau Kabupaten. Pasalnya, dampak pemberdayaan tersebut langsung memberikan kontribusi pada penurunan angka kemiskinan.

Penerapan program  pemberdayaan desa  tersebut dilaksanakan sejak Bupati melihat langsung kondisi di lapangan . Dimana, anggaran yang tersedia sangat kecil. Sedangkan wilayah sangat luas dan jumlah penduduk juga besar. Memunculkan beragam persoalan.

“Karena itu, setelah dilantik sebagai Bupati, saya harus memutar otak bagaimana caranya membangun daerah ini. Program apa yang semestinya dilaksanakan, menyikapi terbatasnya anggaran”cetus Bupati. Sejak awal pula menurut Pak Jenggot, sapaan Bupati. Dia menyatakan tekad membangun kampung halaman dengan program yang tepat.

Sebagai orang Inhil ditegas Bupati dia sangat terpanggil untuk membangun daerah ini. Karena itulah, dia langsung tancap gas berkeliling dari satu desa ke desa lainnya. Kadang harus bermalam pada desa yang tidak mempunyai jaringan listrik, minim sarana penunjang hidup.

“Setelah melalui berbagai penelitian langsung itu. Kita rancang program yang sifatnya memberi stimulasi kepada desa. Dengan  menempatkan mereka sebagai subjek dari pembangunan”jelas Pak Mok, panggilan Bupati.

Pemberdayaan tersebut terus menjadi program utama Inhil dan terus pula mendapatkan dukungan penuh warga. Namun demikian, harus pula diakui, masih banyak pihak yang belum mengerti benar dengan program tersebut. Serta hanya mengetahui secara sepotong.

Sementara di lapangan, semua desa secara tegas menyatakan menolak penuh apabila program pemberdayaan yang sudah dilaksanakan dihentikan.”Program itu sangat dibutuhkan masyarakat kami. Kami semua tidak mau jika program ini tidak dilanjutkan” kata Azhari HS, Kades Kuala Patah Parang.(dro/*1)




Wiryadi Pinta Petugas Sensus Pertanian Bekerja Profesional

Kepala BTPHP Inhil, Wiryadi saat mengenakan kostum kepada para calon petugas pencacahan sensus pertanian 2013 secara simbolis disaksikan kepala BPS Inhil
Kepala BTPHP Inhil, Wiryadi saat mengenakan kostum kepada para calon petugas pencacahan sensus pertanian 2013 secara simbolis disaksikan kepala BPS Inhil

Tembilahan (www.detikriau.org) — Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Dan Peternakan kabupaten indragiri hilir, Wiryadi meminta petugas pencacahan sensus pertanian 2013 bekerja dengan hati nurani karena, satu kali petugas berbuat kesalahan maka 10 tahun masyarakat akan menderita

Hal ini disampaikan Wiryadi saat membuka pelatihan calon petugas pencacahan pertanian 2013 gelombang ke IV bertempat di Aula Hotel Telaga puri tembilahan, Senin (22/04)

Sensus pertanian di laksanakan 10 tahun sekali, oleh karenanya saya berharap data yang diperoleh haruslah seakurat mungkin. Hasil kegiatan ini akan menentukan nasip pertanian untuk 10 tahun kedepan,” Peringati Wiryadi

Dirinya juga meminta agar petugas sensus bekerja dengan hati nurani, fokus, serius, semangat dalam bekerja dan memiliki tanggungjawab atas hasil pendataan yang dilakukan.

Sementara itu menurut kepala BPS Inhil, Irfarial, pelatihan ini merupakan pembekalan bagi petugas sensus untuk melakukan pemutakhiran data dan pencacahan lengkap yang akan dilakukan mulai tanggal 1 s/d 31 mei 2013 yang ditujukan untuk mendapatkan data statistik pertanian yang lengkap dan akurat tentang struktur pertanian di indonesia khususnya di kabupaten Inhil, Mendapatkan data kerangka sampel yang dapat dijadikan landasan untuk pengambilan sampel survei-survei di sektor pertanian serta untuk memperoleh berbagai informasi tentang populasi usaha pertanian rumah tangga petani gurem jumlah pepohonan dan ternak dan sebagainya.

“ Keberhasilan tugas ini sangat ditentukan tekad dan kesungguhan kita semua” jelasnya sambil menyampaikan pesan agar seluruh petugas sensus bekerja mengedepankan profesionalitas.(dro)




Sekdakab Inhil: Perencanaan Kunci Sukses Pembangunan

Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM
Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Agar diperoleh hasil yang maksimal dan sukses dalam sebuah pembangunan, mekanisme perencanaan harus benar-benar diperhatikan dengan baik.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Alimuddin RM pada sebuah acara di lingkungan Pemkab Inhil baru-baru ini. Seperti musawarah rencana pembangunan (Musrembang) kata Sekda merupakan wadah bagi semua elemen untuk menyampaikan aspirasi.

Elemen yang dimaksut seperti pemerintahan, masyarakat, akademisi dan pelaku-pelaku usaha lainya. Oleh karena itu aspirasi dari masyarakat tersebut bisa ditampung dan di implemintasikan baik secara langsung maupun secara bertahap.

“Sinergi perencanaan pembangunan dari pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah daerah sangat perlu diwujudkan,” kata Sekda.

Lanjutnya, jika hal itu sudah terpenuhi maka penghimpunan akumulasi dana dalam menanggulangi berbagai masalah pokok yang juga merupakan masalah bersama akan mudah terpecahakan. Apalagi pendanaan faktor penentu keberhasilan pembangunan.

Yang tidak kalah pentingnya, dikatakan mantan Kepala Distamben Inhil ini adalah, penekanan terhadap komitmen pelaku dunia usaha dalam turut serta membangun daerah seperti melalui program CSR yang muaranya juga bersinergi dengan kebijakan pembangunan nasional dan daerah.

“Dalam menyusun program-program kegiatan strategis harus slektif sesuai dengan rencana sumber pendanaan baik melalui APBD Provinis atau melalui APBN seperti dana-dana DAK dan lain sebagainya,”pesan Alimuddin.(dro/*1)




Wabup Inhil Tinjau Pelaksanaan UN SMP

Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo
Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –  Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Rosman Malomo, meninjau pelaksanaan UN tingkat SMP sederajat yang dilaksanakan secara serentak, Senin (22/4). Orang nomor dua di Negeri Inhil ini didampingi Asisten I Setdakab Inhil, H Said Ismail, Kepala Dinas Pendidikan, H Fauzar, Ketua Komisi IV DPRD Inhil H Maryanto serta beberapa pejabat lainya.

Wabup berharap pelaksanaan UN tingkat SMP tahun ini berjalan lancar hingga hari akhir ujian. Sebatas pengamatanya di dua sekolah (SMP 1 jalan Prof M Yamin dan SMPN 2 jalan Tanjung Harapan Tembilahan), pelaksanaan UN bisa dikatakan aman dan lancar. Sebab, tidak ada siswa yang dilaporkan absen. “Sama seperi UN tingkat SMA pekan lalu. Dari dua sekolah yang kita kunjungi semua aman lancar. Kita berharap tentu hasilnya juga maksimal dan siswa bisa lulus secara keseluruhan,”harap Rosman.

Dari penjelasan Kepala Dinas Pendidikan Inhil, H Fauzar, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dari berbagai sekolah tentang siswa yang tidak mengikuti UN. Namun dia berharap hal itu tidak sampai terjadi.

“Belum ada laporan namun sejauh ini berdasarkan koordinasi kami dengan masing-masing sekolah, tingkat kehadiran siswa mencapai 100 persen,” kata Fauzar.(dro/*1)