Bupati Terus Pantau Harga Perkebunan Inhil

indraTEMBILAHAN (www.detikriau.org) –  Naik turunnya harga komoditas perkebunan utama warga Indragiri Hilir (Inhil), terus mendapat perhatian dari Dr H Indra Muchlis Adnan.

Tidak hanya harga kopra, tetapi harga perkebunan lainnya seperti sawit maupun pinang juga tidak pernah luput dari pantauan. Termasuk pula persoalan kesejahteraan warga yang bermata pencaharian pada sektor lain.

Demi memperbaiki kesejahteraan petani tersebut. Setiap tahun, Pemkab Inhil terus memprogramkan upaya penyelamatan kebun maupun peningkatan produksi berikut dengan pasca panennya.

Pembangunan jalan lintas, termasuk salah satu sarana membuka pasar bagi hasil perkebunan warga. Supaya mudah dalam pengangkutan dan transaksi jual beli antara petani dengan pembeli.

“Kita tetap memprogramkan pembangunan sektor perkebunan setiap tahunnya. Bukan hanya itu, kita pun terus melakukan terobosan bagaimana caranya agar kesejahteraan petani dapat lebih baik,”tukas Bupati.

Oleh sebab itu, mantan Ketua PSSI Riau itu menyatakan telah melakukan survei terkait pemasaran hasil perkebunan warga. Bukan hanya pada negara yang menampung kelapa asal Inhil. Tetapi juga pada negara penghasil kelapa terbesar dunia. Terkait bagaimana pemasaran hasil kebun itu, berikut juga tata cara pemeliharaannya.

“Bagaimanapun, pemasaran hasil perkebunan kita terintegrasi dengan pasar global. Karena itu, naik turunnya harga ditentukan oleh mekanisme tersebut,”jelas Indra Muchlis Adnan.

Kampanye negatif perihal hasil perkebunan juga turut mempengaruhi permintaan dunia. Negara maju menurut Bupati kadang kala berusaha supaya tidak tergantung dengan hasil perkebunan dari negara lainnya.

Untuk merealisasikan hal diatas, terkadang ditempuh kampanye negatif yang mendiskreditkan hasil perkebunan dari Indonesia. Akibatnya harga menjadi jatuh, dan dampaknya turut dirasakan petani asal Inhil.(dro/*1)




Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Inhil, Pemda Harus Perhatikan Sektor Pertania Secara Luas

Kepala Bappeda Inhil, Hj Alvi Furwanti Alwie
Kepala Bappeda Inhil, Hj Alvi Furwanti Alwie

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Berdasarkan kajian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), sebanyak 80 persen penduduk Inhil bermukin dipedesaan.

Maka dari itu, jika ingin meningkatkan kesejahteraan prekonomian masyarakat, Pemerintah Daerah disarankan memperhatikan sektor pertanian secara luas. Sebagai upaya tindak lanjut dari pemetaan sektor pertanian yang dilakukan Bappeda Inhil 2012 kemarin, salah satunya adalah dengan cara pendampingan dimasing-masing kelompok tani.

Demikian menurut Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi Bappeda Inhil, Nur Taufiq. Pendampingan yang dimaksud, lebih kepada kelompok tani masing-masing. “Pemerintah hanya menmyediakan sarana infrastruktur dan pemberdayaan terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) petani,” katanya Selasa (30/4).

Pada tahun lalu, Bappeda Inhil yang bekerja sama dengan Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang merilis 51 persen Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Inhil, begantung pada sektor pertanian secara luas.

Lalu, sebelumnya berdasrkan kajian diatas, Kepala Bappeda Inhil, Hj Alvi Purwati Alwie, mengatakan sektor pertanian secara luas yang disampaikan oleh tim pengkaji potensi daerah rawa perlu dilakukan penataan secara baik. “Tim kajian memutuskan untuk berorientasi pada satu lokus yang muaranya apa yang sudah dikerjakan harus berhasil. Baru kemudian bisa pertanggung jawaban keberhasilan ini kepada daerah-daerah lain,” tuturnya.

Lanjutnya dengan melakukan satu tindakan yang tepat , mulai dari pemetaan masalah, tindak lanjut dalam kegiatan dan sampai mengakses sumber pendanaan. Semua akan dikakukan secara berkelanjutan dan bisa dilakukan evaluasi, sehingga semua bisa menjadi sebuah kondisi yang diharapkan oleh masyarakat, terutama pada daerah-daerah yang ditentukan pada taraf karakteristik pertanianya.

Adapun empat hal yang menjadi kajian Bappeda, seperti sektor Pertanian, Perkebunan, Perikanan (tambak) dan tanaman mangrove untuk pelestarian hutan. Awalnya kata Alvi, pihaknya hanya berfikir hanya dua kecamatan yang bisa dijadikan percontohan dalam sektor itu. Namun setelah melakukan peninjauan dilapangan , akhirnya terjadi penambahan wilayah kecamatan.

“Pertama hanya dua Kecamatan yang akan dijadikan percontohan, yakni Kecamatan Batang Tuaka dan Tanah Merah. Kemudian ditambah dengan Kecamatan Reteh dan Kecamatan Tembilahan Hulu, “jelasnya.

Untuk Kecamatan Batang Tuaka, yang akan dilakukan revitalisasi secara konperhensif adalah sektor Pertanian dan Perkebunan Kelapa. Kecamatan Tembilahan Hulu dari sektor Pertanian. Sedangkan Kecamatan Reteh dan Kecamatan Tanah Merah, dari sektor Perikanan Tambak dan pelestarian hutan mangrove.

“Dibeberapa kecamatan yang akan dijadikan areal percontohan terlebih dahulu akan dilakuakan penijauan awal. Sebab daerah-daerah tersebut merupakan daerah rawa yang harus dilakukan penanganan secara spesifik,”imbuhnya.(dro/*1) .




Pekan Mendatang, 14.028 Pelajar SD di Inhil Ikuti UN

foto: shnews
foto: shnews

Tembilahan (www.detikriau.org) – Senin Pekan mendatang, (6/5/2013 hingga 8/5/2013) sebanyak  sebanyak 14.028 pelajar setingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Indragiri Hilir akan mengikuti Ujian Nasional (UN).

Dikatakan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Inhil, pengadaan naskah UN pencetakannya dilakukan di Pekanbaru. Diperkirakan, Jum’at (3/5) sudah tiba di Tembilahan.

“kalau sudah tiba, kita akan segera lakukan pemeriksaan. Selesainya langsung di distribusikan kemasing-masing SD di Seluruh Kecamatan di Inhil,” Jelas Kadisdik, H Fauzar, Selasa (30/4)

Sementara itu, Kabid Diknas dan PLB Disdik Inhil, Sarlan Cahyadi meminta agar seluruh siswa kelas VI untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin agar bisa mendapatkan hasil kelulusan maksimal.

“Disamping persiapan akademik, siswa juga diharapkan dapat menjaga kesehatan,” Himbau Sarlan.(dro)




Disdik Gelar FLS2N Tingkat SD Se- Inhil

fl2snTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional tingkat Sekolah Dasar se- Inhil, Senin (29/4).

Kegiatan yang berlangsung di SD Negeri 032 Indra Praja Tembilahan ini, dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Inhil, H Fauzar, dan diikuti puluhan peserta utusan dari masing-masing kecamatan di Kabupaten Inhil.

Dalam sambutannya, Fauzar mengatakan, Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tersebut bertujuan untuk menggali potensi dan memberikan dorongan semangat kepada para siswa, agar dapat lebih mengembangkan potensi, bakat dan kreatifitas yang dimilikinya secara optimal.

“Bagi siswa yang menjadi juara, akan mewakili Kabupaten Inhil pada ajang yang sama di tingkat yang lebih tinggi lagi,” tutur Fauzar.

Kepala Bidang Dikdas dan PLB Disdik Inhil, Sarlan Cahyadi menjelaskan, pada FLS2N tingkat SD se-Kabupaten Inhil tahun ini ada empat cabang yang dipertandingkan, yaitu menyanyi, menganyam, menggambar dan pidato.

“Kegiatan ini hanya diikuti oleh puluhan peserta utusan SD dari 12 kecamatan saja. Sedangkan 8 kecamatan lainnya tidak mengirimkan utusan,” terangnya.(dro/*1)




Cukup Dengan Satu Kartu, Warga Miskin Dapatkan Pelayanan Kesehatan

Bupati Inhil saat mendampingi Dirjen Kemenkes RI dalam sebuah kunjungan ke Puskesmas beberapa waktu lalu di Tembilahan
Bupati Inhil saat mendampingi Dirjen Kemenkes RI dalam sebuah kunjungan ke Puskesmas beberapa waktu lalu di Tembilahan

TEMBILAHAN  (www.detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus berupaya mencarikan solusi, terkait pelayanan kesehatan bagi warga miskin daerah ini. Jika sebelumnya warga harus mengurus surat miskin dan segala persyaratan lainnya. Selain menyulitkan dan tidak efisien. Situasi itu juga membuat warga kerepotan ketika akan berobat. Kini, cukup dengan menunjukan  kartu Jamkesda. Warga sudah berhak mendapatkan pelayanan sesuai dengan ketentuannya. Terobosan ini dilakukan agar tidak ada lagi warga yang kesulitan saat harus mengurus pengobatannya.

“Kita upayakan hanya dengan satu kartu saja. Warga bisa menggunakannya baik di tingkat Puskesmas maupun saat berobat di RSUD Puri Husada Tembilahan”jelas Bupati Inhil, H Indra M Adnan

Sebelumnya,  terjadi ketidaksinkronan antara pembayaran dengan klaim yang dilakukan oleh instansi pelayanan kesehatan. Hal itu membuat pelayanan tersebut terkendala. Padahal dalam mengelola program jaminan kesehatan itu, Pemkab Inhil sudah bekerjasama dengan salah satu perusahaan asuransi kesehatan.

“Polanya kita ubah. Kita Pemkab Inhil bekerjasama dengan salah satu bank. Sehingga saat ada klaim dapat segera dibayarkan”ucap Indra

Bupati Inhil berharap, semua warga tidak mampu yang berobat harus diberikan pelayanan terbaik. Menurutnya sudah saatnya warga mendapatkan apa yang menjadi hak mereka.(dro/*1)




Seluruh Kecamatan Diwajibakan Ikut Pameran dan Bazar

rudiansyahTEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Dalam rangka memeriahkan MTQ ke 43 Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang akan dilaksanakan di Kecamatan Mandah Mei mendatang, 20 kecamatan diwajibkan untuk mengikuti pameran dan bazar.

Selain itu, bidang pameran dan bazar juga dengan tegas menghimbauk dinas dan instansi untuk dapat berpartisipasi memeriahkan kegiatan tersebut. MTQ tersebut merupakan MTQ terakhir dimasa kepemimpinan Indra Muchlis Adan sebagai Bupati Inhil.

“Untuk dinas dan instansi sudah dilakukan pendataan. Kita berharap semuanya berpartispasi,” ungkap Ketua Bidang Pameran dan Bazar MTQ ke 43 Inhil, H Rudiansyah, Senin (29/4).

Bidang pameran dan bazaar saat ini juga sedang menyiapkan beberapa fasilitas pendukung. Tujuanya agar saat pelaksanaan MTQ mendatang tidak ada lagi persoalan yang timbul yang bisa menghambat pelaksanaan.

“Agar semua mudah maka sudah kiat persiapakn jauh-jauh hari,” katanta. Mengenai fisik, bidang pameran dan bazar telah mempersiapakan papan lantai yang didatangkan dari luar Kecamatan Mandah.

Saat ditanya mengenai focus yang di pamerkan dinas dan instansi, dijelaskan Rudiansyah pameran maupun bazaar bisa seputar berbagai kegiatan pembanguanan yang sudah mereka capai. Sehingga memberikan infomasi positif kepada masyarakat yang berkunjung ke stan-stan masing-masing dinas.

“Masyarakatkan butuh informasi. Melalui ajang itu mereka bisa berbagi seputar informasi yang sudah mereka kerjakan,”imbuhnya.(dro/*1)