Pemkab Gelar Rakor Administrasi Kependudukan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) gelar Rapat Koordinasi (Rakor) administrasi kependudukan yang dibuka Asisten III Setdakab Inhil Hj Djamilah, Senin (20/5).

Data kependudukan, selain diperlukan untuk kepentingan Pemilu,  Kata Djamilah, juga dapat berfungsi bagi kucuran dana alokasi umum (DAU) dari pemerintah pusat.

“Jika data ini tidak tepat tentunya akan berpengaruh pada proses kebijakan pembangunan yang sudah di programkan, baik pemerintah daerah maupun pusat. Maka itu dia berharap agar masing-masing pihak memberikan informasi data sehingga menjadi singkron.

Kepala Disdukcapil Inhil, H Dianto Mampanini menambahkan bahwa administrasi kependudukan tidak hanya berkaitan dengan kepentingan pemerintah daerah, namun juga menjadi kepentingan lembaga-lembaga vertikal untuk berbagai keperluan administrasi setiap masyarakat.

“Jika data tidak sinkron tentunya perlu dilakukan kajian ulang dengan melakukan pendataan di lapangan. Ini tentu menambah pekerjaan dan biaya yang seharusnya bisa digunakan untuk keperluan lain,” jelasnya.

Rapat yang dilaksanakan di Balai Utama Kantor Bupati Inhil itu, dihadiri oleh camat, kepala desa dan lurah, serta instansi vertikal. Bertindak sebagai nara sumber yakni Ketua Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Tembilahan serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Inhil.(dro/*1)




Kadiskes Harus PNS Yang Punya Basic Ilmu Kesehatan

indraTEMBILAHAN (www.detikriau.org)- Untuk menetapkan seorang PNS layak tidaknya menduduki jabatan Kepala Dinas Kesehatan,  yang bersangkutan harus  memiliki basic pendidikan dibidang tersebut.

Jika tidak memiliki pendidikan strata satu bidang kesehatan. Maka pada strata dua mesti menempuh pendidikan kesehatan. Pasalnya, tugas pada bidang tersebut mengharuskan pemahaman yang mendalam dan mempunyai ilmu yang mumpuni.

Itu sebabnya pula, beberapa waktu lalu jabatan Kadiskes Inhil lowong dan dilakukan pengisian secara defenitif. Karena dari segi kepangkatan PNS yang memiliki pendidikan dengan latar belakang kesehatan  tidak ada yang cukup.

Rasul Alim yang sudah ditunjuk Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan sebagai Kadiskes. Diminta meneruskan program yang sudah berjalan dan tetap mencari terobosan dalam peningkatan pelayanan kesehatan warga.

“Bidang kesehatan itu berbeda dengan bidang lainnya. Harus mereka yang memang punya ilmu dibidang ini yang memimpin. Pasalnya segala sesuatunya terukur pasti dan jelas”tegas Bupati.

Jabatan Kadiskes memiliki karakter yang sama dengan jabatan Dirut RSUD Puri Husada. Karena harus ditempati oleh mereka yang memiliki kualifikasi pendidikan bidang tersebut. Jika diisi oleh PNS dari basic ilmu lain, bakal kesulitan beradaptasi. Bahkan yang lebih parah, bisa keliru dalam mengambil tindakan.

Apabila Kadiskes tidak memiliki dasar ilmu bidang kesehatan. Proses pengambilan keputusan diperkirakan akan sangat lambat. Selain itu, akan timbul ketergantungan yang tinggi terhadap pihak lain, karena kurangnya pengetahuan terhadap bidang tersebut.

Hal itulah yang ingin dihindari Pemkab Bumi Sri Gemilang. Orang nomor satu di daerah ini menyatakan hanya akan memberikan amanah kepada figur yang benar-benar menguasai bidang tersebut.

Saat ini, PNS yang memiliki basic ilmu kesehatan cukup banyak. Hanya saja, mereka yang memenuhi kualifikasi layak untuk memimpin institusi kesehatan jumlahnya masih terbatas.

“Kita minta kepada semua pejabat Inhil, supaya melaksanakan tugas dengan baik. Apa yang sudah menjadi tanggungjawab harus dilaksanakan”pungkas Bupati.(dro/*1).




Wiryadi Harapkan Semua Pihak Bantu Pelaksanaan Sensus Pertanian

wwiryadiTembilahan (www.detikriau.org) – Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir, Wiryadi berharap agar pelaksanaan sensus pertanian 2013 sedianya harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Demi suksesnya program pemerintah ini, juga diharapkan kerjasama dari semua pihak terutama masyarakat.

Permintaan ini disampaikan Wiryadi melalui harian detikriau.org akhir pekan kemaren. Menurut Wiryadi, seluruh hasil yang diperoleh pada pelaksanaan sensus pertanian ini akan menjadi penentu arah kebijakan bidang pertanian untuk 10 tahun kedepan.

Bidang usaha pertanian merupakan usaha terbesar dan yang paling banyak dilakukan masyarakat. Berdasarkan data, hampir 80 persen masyarakat Inhil,  tinggal di wilayah pedesaan dan menjalankan usaha pertanian dalam arti luas.

Di skala Nasional, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sektor pertanian berperan penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Pertanian memberikan kontribusi terbesar ke dua (14,7%) setelah Industri (24,3%) dalam Produk Domestik Bruto Indonesia Tahun 2011. Sedangkan dari 100 juta lebih penduduk Indonesia yang bekerja tahun 2012, sektor pertanian menyerap tenaga kerja sebanyak 36 persen lebih.

“Jadi sektor pertanian merupakan sektor yang sangat penting. Oleh karena itu, dengan adanya sensus pertanian diharapkan didapatkan data yang benar dan akurat tentang data statistik pertanian sehingga membantu berbagai pihak (pemerintah, instansi terkait, rumah tangga, perusahaan/pelaku usaha lainnya), dalam memperoleh gambaran yang jelas tentang struktur pertanian di Indonesia, khususnya Kab Inhil ini,” kata Wiryadi

Melalui sensus tersebut, akan mendapatkan sampel untuk survei pertanian lebih lanjut, memperoleh berbagai informasi tentang populasi usaha pertanian, rumah tangga petani gurem, jumlah pohon dan ternak, distribusi penguasaan dan pengusahaan lahan menurut golongan luas, dan sebagainya.

Hasil Pencacahan Lengkap Sensus Pertanian 2013 juga digunakan sebagai angka patokan (benchmarks) untuk survei-survei di sektor pertanian.

Data yang diperoleh, antara lain, jumlah rumah tangga yang mengelola usaha pertanian, baik itu milik sendiri, bagi hasil, ataupun milik orang lain dengan mendapat upah. Selain itu, didapatkan data jumlah rumah tangga petani gurem, jumlah dan distribusi lahan, jumlah petani, serta jumlah dan persebaran pohon, ternak, dan komoditas.

Melalui data-data itu, pemerintah bisa menentukan kebijakan program pembangunan pertanian apa yang cocok untuk diaplikasikan pada suatu daerah, serta identifikasi bantuan yang mungkin bisa diberikan. Dari data yang diperoleh, juga diketahui kesulitan yang dialami petani. Sehingga, dapat dijadikan referensi bagi pemerintah untuk menentukan kebijakan dalam memberikan bantuan terbaik yang dibutuhkan masyarakat.

Contohnya, petani di daerah A, mengembangkan komoditas padi, namun mengalami kesulitan bibit yang baik. Maka, pemerintah bisa mengetahui hal tersebut, dan dapat memberikan bantuan bibit padi berkualitas untuk bisa dikembangkan di daerah A tersebut.

“Dengan begitu, para petani bisa mengembangkan komoditas beras lebih baik, serta berdampak pada perekonomian dan kesejahteraan mereka. begitu pentingnya data ini maka perlu adanya kersama yang baik dari semua pihak agar didapatkan data yang benar-benar akurat,” Pungkas Wiryadi.(dro)




Wabup Inhil Tutup MTQ Ke 43 Tingkat Kab Inhil di Mandah

Kecamatan Pelangiran Kembali Raih Posisi Juara Umum

luckyTembilahan (www.detikriau.org) – Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo menutup secara resmi even tahunan Mushabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 43 Tingkat Kabupaten Inhil di Kecamatan Mandah. Kamis (16/5) malam.

Dalam penyampaian pidatonya, Wabup berpesan kepada qori dan qoriah yang telah berhasil merebut juara agar terus berupaya meningkatkan prestasi.

“Terutama kepada official dan pengasuh qori dan qoriah agar terus berupaya secara maksimal untuk melakukan pembinaan dengan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Hal ini tentunya dalam rangka mempersiapkan qori dan qoriah dalam menghadapi even MTQ tingkat Provinsi Riau yang akan dilaksanakan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) juni 2013 mendatang,” Pesan Wabup.

Camat Mandah, M Nazar mengungkapkan puji syukur atas suksenya Kecamatan yang berada di bawah pimpinannya ini telah sukses sebagai tuan rumah. Ia mengaku kesuksesan ini dikarenakan adanya dukungan dari berbagai pihak terutama masyarakat Kecamatan Mandah disamping berbagai persiapan lainnya meskipun dalam jangka waktu yang relative singkat.

“Syukur kepada Tuhan atas suksenya penyelenggaraan  MTQ ini. Kehadiran masyarakat berbondong-bondong untuk menyaksikan acara penutupan ini tentunya salah satu disebabkan  kecintaan terhadap alquran. Saya banyak mengucapkan terimakasih atas kepercayaan dan dukungan pemerintah kabupaten kepada kecamatan mandah untuk menjadi tuan rumah,” Ungkap M Nazar.

Iven MTQ ke 43 Tingkat Kabupaten Inhil di Kecamatan Mandah yang mempertandingkan 7 cabang kategori dengan 38 jenis pertandingan ini, Kecamatan Pelangiran keluar sebagai juara umum dengan perolehan 6 juara terbaik ke satu disusul Kecamatan Gaung sebagai pemenang ke dua dan Kecamatan Tembilahan Hulu sebagai pemenang ke tiga.

Untuk kegiatan Pawai Ta’aruf, Kecamatan Tembilahan keluar sebagai pemenang pertama disusul Kecamatan Kateman di posisi ke dua dan Kecamatan GAS pada posisi ke tiga. Sedangkan untuk pentas Bazar, Tuan rumah Kecamatan Mandah berhasil menduduki pemenang pertama disusul Kecamatan Gaung di tempat ke dua dan Kecamatan Tempuling di tempat ke tiga.

Untu kategori pameran Satker, juara pertama berhasil diraih oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan ( Disperindag) yang disusul Dinas Pendidikan (Disdik) ditempat ke dua sera Dinas Kesehatan (Diskes) di tempat ke tiga.(dro/*4)




Inhil Miliki Potensi 4 Blog Migas

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org)- Kabar gembira bagi masyarakat Indragiri Hilir (Inhil), daerah pesisir yang kaya dengan hasil perkebunan ini ternyata juga memiliki   potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah.

Menyusul ditemukanya empat blog migas yakni blog Apel, blog Lemang, blog Pan Arean dan Puri. Dua diantara, yakni blog Lemang dan Pan Arean  sudah memasuki tahap penentuan titik lokasi dengan kontraktor PT. Eksindo. Kandungan 4 blog ini diperkirakan jauh lebih besar bila dibandingkan beberapa blog yang sudah diekploitasi Provinsi Riau.

“Jika semua administrasinya selesai kita yakin dalam beberapa waktu kedepan sudah dapat di ekploitasi. Sehingga bisa disebut Insel sebagai salah satu daerah kaya di Provinsi ini,” ungkap Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Encik Kamal Syahindra SE, MP, Kamis (16/5).

Selain ada yang sudah masuk tahap penentuan titik, dua blog migas lainya saat ini juga telah memasuki tahap konsultasi oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian ESDM Migas 10 Republik Indonesia. Meski demikian dua proses yang sudah dilakukan tersebut merupakan sebuah upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan.

“Kalau demikian hanya tinggal selangkah lagi semuanya akan dapat dinikmati. Kabupaten kita ini memang kaya dengan sumber daya alamnya,” katanya.

Terkait dari upaya itu, Pemkan Inhil dikatakan mantan Kepala BKD Inhil ini sangat mendukung, apalagi jika untuk kepentingan bersama. Sejauh ini dari berbagai proses yang sudah dilalui, semua berjalan lancar. Meskipun ada kendala kecil, namun tidak menghambat proses yang dilakukan sejak awal kemarin.

Sedangkan untuk blok Apel yang baru memasuki tahap konsultasi oleh pemerintah pusat meliputi 7 kecamatan, yakni Kecamatan Pelangiran, Mandah, Gaung Anak Serka (GAS), Gaung, Batang Tuaka, Tembilahan, Tembilahan Hulu, Tempuling, Kempas dan Kecamatan Enok.

Kemudian untuk blok Lemang, meliputi Kecamatan, Keritang, Reteh dam Enok serta berbatasan dengan Provinsi Jambi. Blok Puri meliputi Kecamatan Kempas dan berbatasan dengan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Demikian pula untuk blog Pan Aren yang juga meliputi kecamatan yang sama dengan beberapa blok diatas.(dro/*1).




Pemkab Inhil Serahkan Laporan Pengelolaan Keuangan Negara

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menyerahkan laporan pengelolaan keuangan Negara tahun anggaran 2012 kepada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Provinsi Riau, Kamis (16/5) di Pekanbaru.

Penyerahan laporan keuangan tersebut langsung dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Inhil H Alimuddin RM, adalah sebagai bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Inhil sangat serius dalam mengelola keuangan Negara untuk membangun daerah Inhil demi kesejahteraan masyarakat yang lebih meningkat.

“Ya, pada hari ini kami menyerahkan laporan pengelola keuangan Negara tahun lalu. Dengan demikian BPK akan masuk untuk melakukan audit atas pengelolaan keuangan Negara itu,”jawab H Alimuddin RM, saat dihubungi melalui sambungan selulernya, Kamis (16/5).

Laporan pengelolaan keuangan Negera ini dikatakan Alimuddin merupakan hasil kinerja Pemerintah Kabupaten Inhil pada tahun anggaran 2012. Oleh karena itu diharapkan kepada BPK untuk menindaklanjuti dan Pemkab Inhil siap membantu tim BPK dalam melakukan audit di tersebut.

“Kita tetap akan berupaya untuk maksimal dalam melaksanakan yang terbaik terhadap pengelolaan keungan Negara. Sehingga Inhil benar-benar mampu menjalankan roda pemerintah sesuai harapan,” katanya.

Bisanya penyerahan laporan keuangan yang disampaikan kepada BPK sebelumnya sudan di review dari inspektorat Kabupaten Inhil. Setelah semua diterima, selanjutnya BPK membuat jadwal untuk melakukan audit dan hasil audit inilah yang akan dilaporkan sebagai Laporan Penyelenggaran Pemerintah Daerah (LPPD).

“Artinya apa yang sudah kita serahakan, akan menjadi dasar bagi BPK untuk melakukan pemeriksaan,”imbuhnya.

Penyerahan laporan penggunaan keuangan Negera kepada BPK Riau di Pekanbaru merupakan agenda rutin. Sehingga tidak ada alasan bagi Pemkab Inhil untuk tidak mengikuti ketentuan demikian. Hal itu bisa dijadikan dasar untuk melakukan evaluasi agar menjadi lebih baik dari tahun ke tahun.

“Kita bersukur adanya kegiatan itu. Sehingga kita bisa belajar, kalau memang ada kekurangan kan bisa kita perbaiki di tahap selanjutnya. Kalau memang sudah bagus kita bisa meningkatkan menjadi lebih bagus. Atau paling tidak bisa mempertahankan prestasi yang ada,” pungkas Sekda. (dro/*1)