Keuangan Daerah Harus Bisa Dipertanggungjawabkan

Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid di Kecamatan Mandah, beberapa waktu lalu
Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid di Kecamatan Mandah, beberapa waktu lalu

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir, Dr H Indra Muchlis Adnan memperingatkan pada semua bawahannya dalam menjalankan keuangan daerah. Segala bentuk pengeluaran baik adanya program maupun hal lainnya, ditegaskan harus bisa dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dia tidak ingin mendengar adanya PNS yang melakukan pelanggaran ketentuan. Bagi mereka yang berani dan sengaja melanggar ketentuan. Hal itu dipandang sebagai bentuk tindakan yang mencoreng nama baik Pemerintah. Dalam pandangan orang nomor satu di Bumi Sri Gemilang itu, tidak ada alasan melanggar ketentuan.

Berapa besarpun anggaran yang dikeluarkan. Harus jelas dasar dan pengeluarannya. Tidak dibolehkan mencari-cari celah untuk menyalahgunakan anggaran yang berasal dari rakyat tersebut. “Kalau memang tidak ada ketentuannya, ya jangan dicari-cari. Setiap kegiatan harus bisa dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan”tegas Bupati.

Bupati Inhil termuda inipun menegaskan tidak menolerir serta  melindungi mereka yang sengaja ingin melanggar ketentuan. Bagi mereka ini diminta mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukan.

Pakem dasar untuk melaksanakan kegiatan menurutnya sudah jelas. Karena itu tidak ada alasan melanggar ketentuan dimaksud. Dia pun memerintahkan pengawasan internal, baik inspektorat atau lembaga lainnya serius dalam melakukan pengawasan. Bagi mereka yang terbukti melakukan pelanggaran ketentuan dia minta untuk diproses dan dicegah.

“Kita ingin dalam melaksanakan tugas itu nyaman. Begitu juga saat purna tugas, kita pun berharap nyaman. Karena itu, jangan lakukan tindakan yang melanggar ketentuan”pungkas Bupat.(dro/*1)




Asisten Satu Setdakab Inhil Buka Rakercab PWRI

Aisiten I, Darussalam saat memberikan kata sambutanTembilahan (www.detikriau.org) — Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili Asisten Pemerintahan, Drs. Darussalam, membuka Rapat Kerja Cabang Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Indragiri Hilir, bertempat di Gedung Inhil Bussinis Center Tembilahan, Selasa (25 Juni 2013).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan ungkapan rasa kebanggaan dan bahagia atas semangat para Pensiunan PNS ini menggelar rapat kerja meskipun sudah tidak lagi aktif di urusan kedinasan. Bupati juga mengharapkan momen rapat kerja ini dapat dijadikan sebagai langkah awal untuk membesarkan dan memajukan organisasi yang memayungi para Pensiunan se-Kab. Inhil ini.

Selain itu, Bupati turut berpesan agar PWRI Kab. Inhil dapat senantiasa memberikan bimbingan kepada generasi penerus. “Secara pengalaman, jelas Bapak-Bapak kami yang terhimpun di PWRI punya kapasitas untuk memberikan bimbingan ke junior”, ujar Bupati dalam sambutannya.

Rapat kerja PWRI Inhil ini dijadwalkan berlangsung selama 2 hari diikuti oleh puluhan Anggota PWRI Kabupaten Indragiri Hilir yang terdiri dari 9 ranting.(dro/*)




Kabut Asap, Diskes Belum Berikan Masker

Gambar: Tribunnews.com
Gambar: Tribunnews.com

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Meski kondisi kabut asap sudah mulai tebal menyelimuti udara Kota Tembilahan dan sekitarnya, namun Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) hingga saat ini belum membagikan masker.

Pasalnya, cuaca di daerah ini belum masuk kategori berbahaya bagi kesehatan apalagi dalam tarap sangat berbahaya. Kabut asap yang menyelimuti udara Negeri Sri Gemilang dalam beberapa hari terkahir ini, diperkirakan hanya kiriman dari beberapa daerah lain yang hutan dan lahanya mengalami musibah kebakaran.

“Untuk saat ini udara kita masih dalam batas wajar dan belum termasuk membahayakan bagi kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, kami belum membag-bagikan masker, baik kepada pengguna jalan maupun pihak sekolah,” ungkap Kepala Diskes Inhil, Rasul Alim, Jumat (21/6)

Pemberian maske atau alat sejenisnya baru dapat dibagikan, lanjut Rasul apa bila kadar udara telah dikatakan siaga. Hal itu katanya, bukan tidak mungkin terjadi apa bila kondisi ketebalan asap semakin pekat. Atau jarak pandang hanya bisa menembus 100 sampai 200 meter saat siang hari.

“Biasanya kalau ketebalana asap semakin kuat dan membahayakan kesehatan masyarakat baru mengarah terhadap pemberian masker,”katanya.

Dia menyarankan sebagai antisipasi hal-hal yang tak diingingkan akibat dampak kabut asap, masyarakat untuk sementara mengurangi segala aktivitas di luar rumah. Kapan perlu jangan keluar bila memang tidak perlu sama sekali. Karena timbul kekawatiran dapat mempengaruhi sistem pernapasan. Apalgi bagi balita dan anak-anak yang sangat rentan terhadap hal-hal  demikian.

“Yang harus di waspadai balita. Karena pada usia demikian penyakit insfeksi saluran pernapasan akut (ISPA) lebih mudah menyerang,” paparnya mengaku sejauh ini pihaknya belum menerima adanya laporan dari masing-masing Puskesmas terkait persoalan tersebut diatas.

Berdasrkan pantuan dilapangan, kabuta asap terlihat pekat disaat pagi hari terutama saat matahari belum menunjukan sinar terangnya. Jarak padangan berkisar dari 500 sampai 1000 meter. Tapi setelah diatas jam 09.00 WIB dengan sendirinya kabut asap mulai berkurang.(dro/*1)




Bupati : Harus Dijelaskan Batas Kewenangan Pemkab dan Pemprov

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)- Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Dr H Indra Muchlis Adnan  meminta kepada instansi terkait supaya  menyampaikan kepada warga. Perihal kewenangan antara Pemerintah Kabupaten dan Provinsi dalam hal pembangunan.

Hal itu untuk memberikan pemahaman supaya tidak timbul salah tafsir. Banyak hal yang harus dijelaskan tersebut, termasuk juga batas pengelolaan jalan antara Pemkab Inhil dengan Pemprov Riau.

Menurut Bupati, Pemkab Inhil tidak ingin latah dalam mengambil batas kewenangan tersebut. Pasalnya, semua telah diatur berdasarkan aturan yang jelas.  Pun begitu dengan jalan, apa yang sudah menjadi kewenangan Pemprov Riau tidak mungkin dicampuri Pemkab Inhil.

Demikian juga dengan persoalan anggaran. Dia juga meminta disampaikan kepada warga, berapa sesungguhnya anggaran yang bisa digunakan untuk pembangunan. Karena anggaran yang ada harus pula untuk membiayai belanja aparatur.

“Harus dijelaskan supaya tidak timbul fitnah”tegas Bupati.

Ruas jalan Provinsi seperti dari Selensen hingga ke Kecamatan Keritang, Sei Akar- Bagan Jaya, Bayas Jaya-Kuala Rumbai dan Kuala Rumbai hingga Sei Luar. Jalan tersebut merupakan kewenangan Pemprov Riau.

Termasuk yang menjadi kewenangan Pemprov Riau adalah Jalan Telaga Biru hingga ke Sungai Luar. Ruas jalan tersebut berada di bawah kendali Pemprov Riau, bukan Pemkab Inhil. Terhadap hal di atas masih banyak warga yang belum mengetahui. Bahwa sesungguhnya Jalan Telaga Biru merupakan kewenangan Pemprov Riau.

Akibatnya menyalahkan Pemkab Inhil. Padahal, Pemkab Bumi Sri Gemilang tidak dapat mencampuri kewenangan perbaikannya karena berada didomain Pemprov Bumi Lancang Kuning.

” Kalau perlu buat juga baleho besar. Bahwa anggaran kita untuk pembangunan hanya beberapa ratus miliar saja. Supaya dapat dimaklumi, bahwasanya anggaran daerah sangat terbatas”jelas Indra Muchlis Adnan.(dro/*1)




Kadiskes: Inhil Masih Kekurangan Tenaga Medis

rasulTEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Indragiri Hilir mengaku hingga saat ini Inhil masih kekurangan tenaga medis. Namun dengan kondisi ini tidak berarti pelayanan kesehatan kepada masyarakat terabaikan.

“Kita akui bahwa tenaga medis kita seperti dokter umum dan spesialis termasuk bidan masih jauh dari mencukupi. Tapi kita pastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat masih mampu diberikan secara maksimal.”Tegas Kadiskes Inhil, Rasul Alim kemaren.

Menurut Rasul, penempatkan tenaga medis dilakukan dengan menggunakan rasio jumlah penduduk. Standar hitung-hitungannya, satu orang dokter umum untuk 5 hingga 10 ribu jumlah penduduk. Sedangkan dokter spesialis, satu orangnya untuk 10 sampai 15 ribu jumlah penduduk. Jika dilihat dari jumlah dokter dan dibandingkan dengan jumlah penduduk memang masih kekurangan.

“Hitung-hitungan kita kalau dilihat dari jumlah penduduk, kita harus memiliki 160 dokter umum dan 60 dokter spesialis. Saat ini kita baru memiliki 60 orang dokter umum dan 20 orang dokter spesialis,” terang Rasul Alim.

Sedangkan untuk tenaga kesehatan seperti bidan. Secara kauntitatif lanjut Rasul jumlahnya sudah memadai dan memenuhi kebutuhan masyarakat Inhil. Kendati, masih ada beberapa rumah tunggu, puskesdes dan pustu yang belum mempunyai bidan. Untuk mengatasinya dia meminta tenaga bidan terdekat memberikan bantuan.

“Ada sebagian kecil daerah yang belum memiliki bidan. Namun itu tidak mempengaruhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang memang membutuhkanya. Sebab, kita juga meminta tenaga bidan membantu desa dan pustu yang kita maksud tersebut,”beberanya.

Bantuan itu disampaikan Rasul, sambil menunggu ada rekrutmen tenaga medis seperti bidang dan sebagainya. Perekrutannya bisa melalui Pegawai Tidak Tetap (PTT) bisa juga adanya pembukaan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Semua tergantung dengan kebutuhan dimasa-masa mendatang.

Namun pada intinya pemerintah daerah tetap mencarikan jalan keluar, sehingga kekurangan tenaga medis baik tenaga dokter umum, spesialis dan bidan bisa dipecahkan. Disamping itu pemerintah daerah juga memiliki program menyekolahkan tenaga medis yang berprestasi kejenjang yang lebih tinggi.(dro/*1)




Sekda Tutup Lomba Bujang Dara Inhil 2013

-TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Alimuddin RM secara resmi menutup perlombaan pemilihan Bujang dan Dara Inhil 2013 di Gedung Puri Cendana Jalan Lingkar I Tembilahan, Selasa (18/6) malam.

Kontes maupun  perlombaan mencari bakat bujang dan dara, dikemukakan Sekda sebagai aspek kompetensi, bersaing dengan para peserta lain. Tidak cukup hanya ditingkat kabupaten, kedepan diharapkan bisa dilanjutkan pada jenjang-jenjang yang lebih bergengsi baik tingkat Provinsi bahkan ketingkat Nasional.

“Paling tidak kegiatan ini bisa melihat bakat-bakat bagi anak-anak yang mengikutinya. Lalu mampu bersaing keajang yang lebih tinggi, baik di tingkat Provinsi maupun Nasional,” ungkap Sekda.

Dalam pelaksanaan lomba, tidak ada kategori khusus yang dipertandingkan, kecuali mencari bujang dan dara Kabupaten Inhil tahun 2013., untuk kategori Anak-anak, remaja dan dewasa. Para pemenang satu bujang dan dara akan dipertandingkan ke tingkat Propinsi dan bersaing dengan seluruh bujang dan dara Riau tahun 2013.

Sementara itu Ketua Dewan Kesenian Indragiri Hilir (DKIH) H Syamsurzal Awie mengajak peserta untuk lebih berkreasi dan meningkatkan kemampuan agar bisa menjadi duta Inhil di berbagai iven sehingga mengharumkan nama daerah. Bagi yang belum beruntung dia mengajak tak putus asa.

“Mumpung usia masih muda, jalan untuk menuju kesuksesan masih panjang. Teruslah berlatih dan belajar, karena semuanya berada di tangan kita masing-masing. Sekali lagi jangan perna putus asa dan menyerah,” katanya memberikan motivasi.

Keluar sebagai pemenang bujang untuk kategori anak-anak perwakilan SDN 032 Indra Praja atas nama M Fajar Gemilang. Sedangkan dara  perwakilan SDN 004 Tembilahan atas nama Nur Ifni Sukadar. Kemudian untuk kategori remaja bujang perwakilan  SMPN 1 Tembilahan Hulu Iftikhor Liwal, kategori dara berasal dari SMPN 1 Tembilahan Hulu atas nama Nursyifa

Sedangkan untuk kategori dewasa bujang, perwakilan dari Fakultas Teknik dan Komputer Unisi Tembilahan, atas nama Esy Gunawan. Sedagkan untuk dara perwakilan Universitas Riau (UR) atas nama Satriano Widi Utami. Masing-masing pemenang mendapatkan tropi dan uang pembinaan.(dro/*1)