PNS Diminta Tingkatkan Disiplin

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Indra Muchlis Adnan mengatakan, para pegawai ngeri sipil (PNS) harus meningkatkan disiplin dalam melaksanakan tugas. Terutama saat memberikan pelayanan publik.

Disiplin dan memiliki tanggung jawab memang sudah merupakan kewajiban seorang PNS walaupun tanpa diawasi atasan. Seorang PNS yang disiplin tidak akan mencuri waktu kerja untuk melakukan hal-hal lain yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan.

“Bekerjalah dengan kedisiplinan yang didasari dengan keilasan. Taati semua peraturan yang ada tanpa adanya rasa keterpaksaan. Karena itu merupakan ciri dari PNS,” kata Bupati dua priode itu.

Pada akhirnya pegawai yang mempunyai kedisiplinan kerja yang tinggi akan mempunyai kinerja yang baik karena waktu kerja dimanfaatkannya sebaik mungkin untuk melaksanakan pekerjaannya. Perlu diketahui ujar Bupati pengawasan dan penilain tetap akan dilakukan meski seorang PNS tidak mengetahuinya.

“Atasan memilki banyak mata dan telinga terkait persoalan PNS. Sekecil apapun perbuatan salah atapun yang tidak pasti akan diketahui,” cetus mantan ketua DPD Golkar Riau ini.

Salah satu kedisipilinan, bisa dilihat dari berbagai program kegiatan anggaran pembangunan sesuai koridor aturan yang telah ditetapkan sehingga proses administrasi keuangan dan pelaksanaan kegiatan dapat berjalan tepat sasaran. Selain itu dapat dipertanggungjawabkan pelaksanaanya.

“Kedisiplinan kerja merupakan hal yang paling kita perhatikan secara bersama-sama. Pembinaan dan pengawasan kepada seluruh jajaran juga tidak lepas dari tanggung jawab pimpinan. Untuk itu pimpnan teruslah menggalakan pembinaan dan peningkatan disiplin aparatur dimasing-masing instansi,” paparnya.

Tidak hanya itu, Bupati berharap semua SKPD memperhatikan kewajiban tertib administrasi, termasuk kewajiban melaporkan realisasi pelaksanaan program dan kegiatan setiap awal bulan. Serta penyampaian laporan triwulan secara kesinambungan agar program tersebut lebih terarah dan terta.

“Program itu hendaknya betul-betul direncanakan dengan cermat, teliti, dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dengan tetap mengacu kepada ketentuan yang berlaku,” imbuhnya sambil mengatakan seluruh pimpinan SKPD diminta menyusun rencana kerja (Renja) pada tahun-tahun berikutnya.(dro/*1)




Pabrik Aspal Hotmix Mampu Menjawab Kerusakan Jalan

TEMBILAHAN(www.detikriau.org)  –  Dalam beberapa tahun ini geliat pembangunan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sangat dirasakan. Masalah lain, kerusakan ruas jalan juga semakin cepat. Maka itu sudah sepatutnya daerah ini memiliki pabrik aspal hot mix.

Beberapa indikator penyebab kerusakan jalan, bukan hanya karena kondisi tanah yang goyah. Tetapi juga disebabkan jauhnya lokasi mengambil material itu. Akibatnya saat material pengeras jalan tersebut tiba di Inhil, tidak lagi memiliki kadar panas yang sesuai.

Sehingga saat dilindas oleh alat berat pengolah aspal,  kerapatan massa aspal itu kurang. Daya rekatnya pun juga berkurang. Sehingga kekuatan aspal jauh dari perkiraan sebelumnya. Secara tidak langsung hal itu berdampak pada umur aspal dimaksud.

Kondisi itu terjadi hampir diseluruh jalan raya di Inhil. Belum lagi apabila ruas jalan tersebut digenangi pasang. Situasi itu kian mempercepat kerusakan aspal hot mix dimaksud. Lambat laun, material aspal turut tergerus oleh air. Beberapa ruas jalan yang terlalu berada di pinggir sungai saat ini juga menjadi persoalan tersendiri.

Selain terancam longsor, jalan itupun juga selalu digenangi pasang tinggi tiap akhir tahun. Karena itu, Pemkab Inhil sudah mendesain tidak lagi membangun jalan di pinggir sungai seperti sebelumnya, melainkan jauh ke tengah daratan.

“Sebetulnya bukan karena jeleknya kualitas aspal. Tetapi lebih karena aspal hotmix itu sudah dingin saat tiba ke Inhil. Namanya aspal hot mix ya harus panas, sehingga ketika sudah diolah dia sangat kuat” ucap Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan.

Itu sebabnya, diperlukan pengolahan aspal hotmix di wilayah Inhil. Sehingga aspal tersebut tetap memiliki suhu panas manakala tiba ke lokasi jalan yang akan diaspal hotmix. Dengan demikian ketika diolah, kerekatan aspal dan kekuatannya tetap bagus.

Selain itu kepada warga diimbau juga turut berperan dalam menjaga agar kualitas ruas jalan senantiasa tetap bagus. Pemkab Inhil, menurut Indra Muchlis Adnan setiap tahun senantiasa tetap berusaha memperbaiki dan meningkatkan kualitas jalan. Hanya saja tidak seluruh jalan mampu diakomodir karena anggaran yang ada cukup terbatas.

Selain infrastruktur, Pemkab Inhil harus pula memperhatikan bidang lainnya. Upaya membangun ruas jalan baru yang berskala luas, seperti membuka isolasi termasuk yang menjadi titik perhatian. Tujuannya supaya seluruh wilayah Bumi Sri Gemilang saling terhubung dan tidak ada lagi sekat pemisah.

“Harapan kita, jika tidak ada lagi sekat, mobilisasi barang dan jasa warga akan tinggi. Secara tidak langsung hal itu juga mengangkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat” pungkas Bupati.(dro/*1)




Hingga Akhir Juni PAD Inhil Capai 40, 12 Persen

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Meski belum memenuhi target, namun realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) hingga akhir Juni kemarin sudah mencapai 40, 12 persen atau sebesar Rp 21 miliyar.

Meski demikian Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Inhil Junaidi optimis jika semua pihak aktif maka PAD Inhil pada akhir 2013 mendatang akan mencapai target. Apalagi jika melihat seluruh potensi yang ada.

“Dari tiga item PAD seperti pajak, retribusi dan bagian usaha daerah semuanya memiliki potensi yang cukup bagus. Tinggal kita saja yang melaksanakanya. Tapi kami yakin sampai akhirnya nanti semua akan tercapai,” kata Junaidi, Senin (1/7).

Untuk memenuhi semua itu, Dispenda akan berupaya menggali seluruh potensi-potensi pajak daerah yang dimiliki. Peningkatan itu, disampaikan mantan Kepala bagian (Kabag) Umum Setdakab Inhil ini bukan hanya sekedar kepatuhan para wajib pajak untuk membayar kewajiban pajak tersebut. Tetapi adanya upaya ril kesadaran wajib pajak itu sendiri dalam membayar pajak dan kewajiban mereka.

”Kita minta pembayaran pajak, ritribusi dan sebagainya dibayarkan berdasarkan kesadaran sendiri. Jangan menunggu adanya penaggihan dari petugas dilapangan,” harapnya.

Selain itu, lanjut Junaidi pihaknya juga akan memperbaiki sistem secara internal. Sehingga semua bisa berjalan dengan baik. Kemudian para wajib pajak bisa meyetorkan melalui loket atau bank-bank yang sudah berkerja sama dengan Dispenda. “Kami akan mengedepankan konsep budaya pajak. Lalau semuanya akan kami rekontruksi kebali,” bebernya.

Kemudian perbaikian yang tidak kalah pentingnya, meliputi perrcepatan penetapan surat ketapan pajak (SKP) dan surat ketetapan ritribusi (SKR). Untuk mencapai target PAD,  yang bukan saja berada pada kewenagan instansi tersebut, tutur Jinaidi perlu dilakukan koordinasi antar Satuan Kerja (Satker) terkait.

“Korrdinasi tetap akan kami tingkatkan, agar target-target PAD yang sudah ada bisa terealisasi dengan baik oleh pihak yang mengelolanya,” imbuh Junaidi.(dro/*1)




Pemasaran Kopra Inhil Perlu Terobosan Baru

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pergerakan harga kopra dan sawit di Indragiri Hilir terus ada kemajuan. Maka dari itu, Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H Indra Muchlis Adnan mengatakan dalam memasarkan komoditi tersebut perlu ada trobosan baru.

Selama ini turnya harga kopra, tutur Indra sudah terjadi secara global. Harga komoditas yang berlaku itupun tidak terlepas dari berapa kali hasil perkebunan ini  berpindah tangan.

“Kerap kelapa maupun hasil perkebunan lnhil lainnya terlebih dahulu ditampung di Thailand. Selanjutnya dari Negeri Gajah Putih itu, kopra dan kelapa Inhil dipasarkan ke eropa serta negara lain yang membutuhkan. Dari situ saja sudah terjadi permainan harga,” sebut Bupati.

Apabila pembeli dari Eropa yang langsung berhubungan dengan Indonesia. Diperkirakan bakal banyak hal positif yang akan didapatkan petani. Itu sebabnya, saat ini diperlukan terobosan  dan menciptakan suasana yang kondusif bagi buyer tersebut agar nyaman beraktivitas di Inhil.

“Baru-baru ini, saat kami melakukan survei. Ternyata negara eropa membutuhkan briket tempurung kelapa skala besar. Yang mencari tempurung itu justru Thailand. Ini saja contohnya  sudah berpindah berapa tangan, tempurung itu dari petani baru sampai ke pembeli” jelasnya lagi.

Jika saja mampu memutus mata rantai itu, diperkirakan harga komoditas perkebunan asal Inhil jauh lebih baik. Pemkab, ditegaskan Bupati jelas tidak bisa mempengaruhi naik turunnya harga kopra karena memang berkaitan dengan pasar dunia.

Belum lagi dengan kampanye negatif terhadap minyak kelapa yang dilakukan oleh negara lain. Hal itupun turut berpengaruh terhadap pasar hasil perkebunan Inhil. “Jadi, kita ini berkaitan dengan pasar dunia. Sehingga, semuanya saling berhubungan”tukas Indra Muchlis Adnan.

Saat harga kelapa mengalami penurunan. Bupati Inhil itu menegaskan dia juga merasa miris. Ke depan dia menyebut diversifikasi mutlak diperlukan. Selain itu, juga dibutuhkan terobosan agar pembeli dapat langsung berhubungan dengan petani.(dro/*1)




Empat Siswa Inhil Lolos Paskibraka Tingkat Provinsi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Tahun ini, empat orang siswa-siswi dari sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) sederjat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) lulus seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Riau.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Inhil, H Muktar T, mengatakan kelulusan empat siswa siswi asal Bumi Seribu Jembatan ini melalui proses yang cukup panjang, mulai dari pemeriksaan kesehatan, fisik, PBB dan pengetahuan siswa siswi secara umum.

Muhktar mengatakan, empat orang siswa ini terpilih setelah panitia seleksi Paskibraka tahun 2013 melakukan seleksi terhadap sekitar ratusan siswa SMA dan SMK se kabupaten Indragiri Hilir. Sehingga tahapan seleksi berjalan manarik, karena terdapat banyak siswa yang potensial dari segala bidang

“Empat orang siswa kita sudah dapat dipastikan akan menjadi Paskibraka. Hal itu merupakan sebuah prestasi bagi anak-anak kita. Kedepan mudah-mudahan dapat ditiru oleh para junior-junior mereka,” kata Muktar T, kemaren.

Selain itu keberhasilan siswa untuk lolos menjadi anggota Pasibraka juga tidak lepas dari pengetahuannya dalam bidang PBB yang didapatnya dari kegiatan Pramuka dan latihan dari sekolah lainya. Sehingga hal itu menjadi modal untuk menjadi paskibra yang bisa berkembang baik.

“Sekali lagi dengan terpilihnya mereka diharapkan bisa membawa harum nama baik Kabupaten kita dan membawa harum nama baik sekolah mereka masing-masing,” tuturnya.

Adapun ke empat siswa dan siswi yang lolos tersebut yakni, M Rudiansyah perwakilan MAN Tembilahan, Yoga Ramadan Febriandi, perwakilan SMAN 1 Tembilahan, Miftahul Jannah,  siswa SMA Indra Praja Tembilahan dan terkahir Dinike Ade Fadila yang merupakan siswa SMAN 1 Tempuling.(dro/*1)




Bupati: Kejelian Bukan Memperlambat Pelayanan

Tembilahan (www.detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir menuntu bawahannya untuk teliti. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya kekeliruan dalam pengurusan administrasi.

Tidak menutup kemungkinan adanya kekeliruan. Karena itu, pimpinan satker diintruksikan untuk cermat sebelum membubuhkan tandatangan pada berkas yang disodorkan. Cermat dan teliti bukanlah dimaksud untuk memperlambat pelayanan melainkan menjaga agar tidak adanya peraturan yang dilanggar.

Ketatnya pemeriksaan terhadap penyelenggaraan Negara belakangan ini, menurut Bupati haruslah disikapi dengan bijak. Semua PNS diminta Bupati harus bisa membedakan mana tindakan yang salah dan mana yang tidak. Apabila hal itu sudah diketahui, nantinya pengajuan berkas maupun pelaksanaan kegiatan bakal tidak bertentangan dengan hukum.

“Intinya, setiap pimpinan harus sedikit curiga terhadap kemungkinan adanya pelanggaran. Walaupun bawahan kita sudah ahli, tetapi karena pimpinan satker merupakan benteng terakhir jadi harus cermat agar tidak ada kebijakan yang bertentangan dengan aturan,” Tegas Bupati.

Menjelang berakhirnya jabatannya sebagai Bupati. Indra MUchlis Adnan menyatakan tidak ingin mendengar ada bawahanya yang tersangkut masalah hukum. Menurut dia, sudah cukup yang sudah terjadi, tidak boleh lagi ditambah. Pasalnya, selain mencoreng citra pemerintah, hal itu juga menciderai semangat reformasi birokrasi.

Bupati tidak menampik adanya beberapa oknum PNS yang nakal dan kerap berusaha mendapatkan keuntungan pribadi dengan mengorbankan aturan. Terhadap PNS tersebut, Indra Muchlis Adnan mengingatkan supaya selalu istiqomah karena pilihan untuk menjadi PNS merupakan pilihan pengabdian.

“Kalau untuk kaya, pilihannya harus menjadi pengusaha. Sekali sudah menjadi PNS, ya harus iklas mengabdi kepada masyarakat sebagaimana sumpah saat pertama kali dilantik sebagai PNS,” Ingkatkan Bupati.

Berkenaan dengan PNS yang berusaha mendapatkan keuntungan pribadi, atasannya diminta untuk memberikan pembinaan. Itu sebabnya pula, seluruh satker diinstruksikan untuk melaksanakan kegiatan yang sifatnya mereview kembali semangat anti korupsi. Review itu disarankan Bupati dilaksanakan minimal satu bulan sekali.(dro/*1)