Lapangan Upacara Gadjah Mada di Banjiri Ribuan jamaah Sholat Idul Fitri

harian vokal 124Tembilahan (www.detikriau.org) —  Ribuan masyarakat tembilahan sekitarnya menunaikan sholat idul fitri 1434 hijriyah di lapangan Upacara Jalan Gadjah Mada Tembilahan.

Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan dalam khutbah sholat ied mengatakan idul fitri harus di jadikan moment evaluasi diri, muhasabah dan sungguh-sungguh agar amal ibadah yang sudah dijalankan selama bulan ramadhan mendapatkan ridho dari allah swt.

“moment idul fitri harus mampu untuk dijadikan peningkat iman dan ketaqwaan terhadap allah swt dengan berkarya dan bekerja dengan baik di masing-masing profesi untuk kemajuan daerah,” Pesan Bupati.

Usai sholat ied, ribuan jemaah sholat ied tampak bersalam-salaman saling menyempatkan diri untuk saling bermaaf-maafan. Dalam kesempatan itu juga di umumkan pemenang pawai malam takbiran festival flower di tembilahan. untuk kategori masjid pawai takbiran festival flower di menangkan oleh masjid al huda tembilahan. kategori surau dimenangkan surau majidurahman. kategori sltp di menangkan mtsn tembilahan kategori slta di menangkan man tembilahan serta kategori kantor dinas dan instansi di menangkan kantor kamenag inhil. (dro/*z)




Diskes Inhil Belum Temukan Produk Makanan Berbahaya

indexTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Hingga hari ini, sejak dimulainya tinjauan lapangan (senin, 29/7) terhadap makanan industri berbahaya, Dinas Kesehatan belum menemukan produk makanan yang dinilai dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

Pemeriksaan terhadap barang makanan berbahaya seperti yang sudah melewati masa kadaluarsa ini dilakukan Diskes diseluruh pasar, supermarket dan swalayan khususnya yang berada di dalam kota Tembilahan. Bahkan parselyang kerap menjadi hadiah disaat lebaran juga tidak luput dari pemeriksaan.

“pemeriksaan selama 3 hari belakangan ini belum kita temukan satupun produk berbahaya. Pemeriksaan ini akan terus kita lakukan hingga tibanya Idul Fitri nanti ,” jelas Kadiskes Inhil Rasul Alim, yang dijumpai di Ruangan kerjanya, rabu (31/7).

Meski diskes mengakui belum ditemukannya pelanggaran, namun ia juga meminta masyarakat agar tetap memperhatikan makanan yang dibeli terutama meneliti masa kadaluarsa makanan tersebut.( dro/*r)




Camat Teluk Belengkong Lantik Dua Pj Kades

Teluk Belengkong  (www.detikriau.org) –Atas nama Bupati, Camat Teluk Belengkong, Marlis, resmi melantik dua pejabat (Pj) Kepala Desa (Kades). Prosesi pelantikan dihadiri oleh pejabat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Dua Pj Kades yang dilantik tersebut yakni,  Cecep Supriadi, yang menggantikan Kades Indrasari Jaya, Kecamatan Teluk Belengkong, Musmuliadi. Kemudian Suratna, menggantikan Kades Sumber Makmur, Kecamatan Teluk Belengkong,  Suptiadi.

Kedua Kades yang digantikan tersebut merupakan Kades depinitif, namun mereka harus mundur dari jabatanaya, karena maju sebagai calon legeslatif (Caleg) 2014 mendatang. Dalam amanatnya, Marlis menekankan Pj Kades yang dilantik dapat melanjutkan estavet kepemimpinan Kades sebelumnya.

Meski demikian, Pj Kades tersebut tidak akan mampu tanpa adanya dukungan penuh dari warga setempat. Kebersamaan ungkap Marlis, merupakan hal mutlak untuk menuju pembangunan kearah yang lebih baik. “Berikan dukungan penuh kepada Pj Kepala Desa kita yang dilantik,” kata Marlis, Rabu (31/7).

Sebagai seorang Sekretaris Desa (Sekdes) yang saat ini menjabat Kades, Marlis yakin mereka mampu berkeja sama dan sama-sama bekerja. Karena, pada prinsifnya apa yang menjadi tugas Sekdes tentu sangat erat kaitan dengan tugas seorang kepada desa. Segala partisipasi yang diberikan harus sesuai aturan.

“Tempatkan porsi pembangunan sesuai kebutuhan dan kondisi dilapangan yang pada saat ini. Namun yang tidak kalah penting jagalah persatuan dan kesatuan, sehingga apa yang sudah direncanakan dapat berjalan dengan baik,” pesannya.

Karena dalam waktu dekat ini, Kabupaten Inhil akan menghadapi pesta demokrasi pemilihan kepala daerah. Dan 2014 akan dilakukan pemilihan legeslatif dan pemiliha presiden, maka sesuai ketentua hingga akhir 2014 tidak ada pemilihan kepala desa. Seluruh kewenangan menjadi tugas Pj kepala desa yang dilantik.

Sementara itu kedua Pj kepala desa yang dilantik mengaku siap menjalankan tugas dengan baik. Karena tugas yang diberikan adalah amanah yang harus dipegang. Keberhasilan dalam memimpin tidak lepas dari adanya dukungan masyarakat. Maka itu mereka sangat membutuhkan masukan dan saran.(dro/*1)




Pemkab Inhil Buat Jalan Lintas Baru Untuk Warga GAS

indexTEMBILAHAN(www.detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) membangun akses jalan darat yang lebih baik bagi warga Batang Tuaka, Gaung Anak Serka (GAS) dan Gaung. Tidak lagi mengutamakan jalan penghubung dari Sungai Luar-Sungai Piring- Teluk Pinang yang saat ini berada di pinggir sungai.

Sertimbangannya, akses jalan darat yang sudah  ada tersebut sangat sulit diperbaiki. Tiap kali ditimbun dan diaspal, selalu saja digenangi air pasang. Lantas kemudian jalan yang sudah diperbaiki itu rusak kembali.

Hal itu sangat tidak efektif dan tidak efisien. Pasalnya, selain memboroskan anggaran, juga tidak tepat. Sejak lama, kondisi jalan dimaksud sangat sulit untuk terus dijaga. Karena senantiasa tergerus air pasang.

“Kita sudah tetapkan, meningkatkan kualitas jalan penghubung Sungai Luar-Sungai Empat. Jalan itu lebih lebar dan tidak berada di tepi sungai. Nantinya dari sekitar Sungai Empat baru turun memutar ke Teluk Pinang,”kata Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan.

Jalan penghubung Sungai Luar-Sungai Piring-Teluk Pinang saat ini lebarnya menurut Bupati sangat tidak memadai. Kendaraan roda empat sulit untuk melintas pada jalan tersebut. Selain sempit juga mengalami kerusakan yang sangat parah.

Kebijakan mengalihkan jalan penghubung itu ditegaskan orang nomor satu di Bumi Sri Gemilang itu telah melewati pertimbangan yang matang. Kebijakan itu diambil juga untuk kepentingan masyarakat banyak.

“Sesuai dengan kondisi geografis kita. Jalan penghubung harus dibangun jauh dari sungai, supaya tidak longsor dan tergenang air pasang. Karena itu, jalan baru yang kita bangun akan mampu memberikan ruang bagi warga nantinya untuk mengangkut hasil bumi maupun mobilisasi yang lainnya,”tegas Indra Muchlis Adnan.

Begitu pula dengan jalan lintas lainnya yang berada di tepi sungai. Pemkab Inhil disebut Bupati terus melakukan kajian. Pada masa mendatang diharapkan tidak ada lagi ruas jalan yang berada di pinggir sungai, supaya biaya pemeliharaan dan perbaikan tidak mahal. (dro/*1)




Jembatan Penghubung Mampu Buka Isolasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pembangunan jembatan penghubung sangat diperlukan, karena dapat membuka isolasi daerah. Selain itu dapat menumbuhkan laju roda perekonomian masyarakat setempat, umumnya masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Pasalnya, infrastruktur itu dibutuhkan oleh setiap daerah, terlebih jika daerah itu merupakan daerah yang sangat berkembang. Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan menegaskan, bahwa isolasi daerah merupakan salah satu isu sentral yang harus dientaskan daerah ini

Saat ini hanya tinggal beberapa jembatan skala besar yang masih menjadi pekerjaan rumah di bumi Sri Gemilang. Jembatan penyeberangan Sungai Gaung di Desa Belantaraya, Penyeberangan Enok termasuk dua jembatan skala besar yang masih harus diselesaikan.

“Kedua jembatan ini merupakan usaha kita dalam membuka isolasi daerah yang sangat dibutuhkan warga,” kata Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan.

Jembatan Penyeberangan Sungai Gaung include dengan jalan multy years Bandara Tempuling-Mandah. Keberadaanya dimaksudkan demi membuka isolasi wilayah Inhil Bagian Utara dan sekitarnya. Sedangkan jembatan penyeberangan Enok ditujukan membuka isolasi wilayah Enok dengan daerah lain.

“Untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Kita harus membuka isolasi daerah. Supaya pergerakan barang dan jasa serta mobilisasi warga tidak terhambat,” tutur Bupati, Indra.

Apabila seluruh wilayah sudah terhubung, hasil panen warga menurut Indra Muchlis Adnan dapat dipasarkan dengan mudah. Kondisi tersebut bukan hanya meningkatkan nilai ekonomi hasil bumi warga. Namun juga membuat warga bisa kapan saja mengakses pusat perputaran ekonomi.

“Kita sejak awal sudah komit mengentaskan Inhil dari isolasi. Kita tidak ingin lagi melihat warga kesulitan dalam mengangkut maupun memasarkan hasil buminya,” terang Bupati.

Hanya saja, karena pembangunan jembatan penghubung skala besar plus jalan penunjangnya memerlukan anggaran yang sangat besar. Pembangunan itu terpaksa harus dilakukan secara bertahap.

Harapannya, kelak kapan saja warga Inhil Bagian Utara ingin bertolak ke daerah lain tidak lagi tergantung dengan pasang surutnya air. Pun begitu dengan warga Inhil lainnya, dapat dengan mudah berhubungan satu sama lain tanpa ada sekat isolasi.

Adapun beberapa jembatan besar yang dibangun pemerintah dan dampaknya sangat dirasakan sebagai besar masyarakat, yakni Jembatan Rumbai Jaya. Keberadaanya mampu menghubungkan beberapa kecamatan seperti Kecamatan Kempas dengan Tempuling dan Tembilahan. Jembatan Sungai Gergaji. Sarana itu mampu menghubungkan tiga kecamatan dengan ibukota Inhil.

Jembatan Kuala Getek. Kehadiranya bisa membuka isolasi warga Kecamatan Batang Tuaka, meliputi Kecamatan, Gaung Anak Sera (GAS) dan Kecamatan Gaung deng Tembilahan dan sekitarnya.(dro/*1)




Pemkab Gelar Rakor Persiapan Pawai dan Shalat Id

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menggelar rapat koordinasi (Rakor) terkait persiapan pelaksanaan Pawai Ta’aruf dan Shalat Idul Fitri 1434 H/2013 di Balai Utama Kantor Bupati setempat, Senin (29/7).

Rapat yang dipimpin Asisten II Setdakab Inhil, H Encik Kamal Syahindra yang didamnpingi Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakankemendag), Kepala Bagian (Kabag) Kesra Muamar Khdafi, Camat Tembilahan, Sudinoto, Sekretaris Dinas PU, Rasyid, pihak Kepolisian dan mitra kerja lainya, secara cermat meminta masukan dari para peserta rakor.

Rapat yang berlangsung tidak begitu lama itu, membahas persiapan takbir, pawai dan shalat idul fitri. Seperti tahun sebelumnya, titik-titik yang bakal menjadi konsentrasi peserta jemaah yang berpartisipasi pada even itu, yakni Jalan Jendral Sudirman, Abdul Manaf, Kartini, M Boya dan sekitarnya.

Sedangkan untuk lokasi shalat idul fitri, panitia sudah menetapkan di Lapangan Upacara Jalan gajah Mada Tembilahan. Hanya saja saat itu panitia penyelenggara belum bisa memastikan panggung utama takbir. Ada dua alternatif, yakni di depan Bank Riau-Kepri dan di depan Bank BNI Cabang Tembilahan.

“Seperti tahun sebelumnya. Tahun ini kita tidak akan menambah titik yang dijadikan pusat konsentrasi massa. Namun yang perlu menjadi perhatian seksi masing-masing adalah lokasi yang menjadi jalur pawai. Jalur itu harus steril agar tidak mengganggu kelancaran,” papar Encik Kamal.(dro/*1)