24-26 September, BP2KP Agendakan Temu Teknis Tenaga Penyuluh

Tembilahan (www.detikriau.org) – 24 hingga 26 september 2013 mendatang, Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) kabupaten Indragiri Hilir mengagendakan temu teknis seluruh tenaga penyuluh se Kabupaten Indragiri Hilir. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan BP2KP Inhil.

“pelaksanaannya kita rencanakan di gedung Engku Kelana Tembilahan dengan jumlah peserta sebanyak 192 orang,” Ujar Kepala BP2KP Inhil, R Indra Jaya.

Dijelaskannya, seluruh peserta merupakan tenaga penyuluh pertanian, perikanan dan perkebunan. Diharapkan dengan kegiatan ini nantinya akan mampu memberikan manfaat bagi kemajuan sektor pertanian secara luas di Inhil.

“Kita punya potensi yang sangat baik disektor pertanian. Untuk dapat memanfaatkan secara maksimal tentunya diperlukan tenaga-tenaga penyuluh yang handal. Caranya tentu salah satunya melalui kegiatan ini,” Pungkasnya.(dro)




Tim Futsal Dishub Juarai Pertandingan Antar Instansi

futsalTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tim futsal Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berhasil meraih juara pertama pada pertandingan futsal antar instansi dalam rangka HUT RI ke 68 dan HUT Riau ke 48 tahun 2013.

Final yang mempertemukan Dishubkominfo melawan Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil Selasa (17/9) sore di Gor futsal Sungai Beringin Tembilahan diakhiri dengan kemengan tim futsal Dishubkominfo dengan skor tipis 1-0.

Dengan demikian tim futsal Diskes Inhil meraih juara dua. Sementara itu juara tiga direbut oleh tim futsal RSUD Puri Husada Tembilahan setelah menang tipil melawan Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Kepariwisataan (Diporabudpar) dengan skor 2-1.

Wakil koordinator kegiatan, Suardi mengakui terjadi keterlambatan untuk menuntaskan pertandingan final futsal antar instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil mengingat pada saat itu disibukan dengan agenda pesta demokrasi (Pemilukada Inhil, red).

“Alahamdulillah akhirnya kegiatan kita ini dapat berjalan dengan lancar meski sedikit lambat dari jadwal semula. Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada para pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam mensukseskan kegiatan ini,” kata Suardi yang juga Sekretaris Disporabudpar Inhil.

Pertandingan futsal tersebut tidak hanya dilakukan semata-mata karena momen HUT RI dan HUT Riau. Namun akan dijadikan sebagai sarana mempererat jalinan silaturahmi antar instansi pemerintahan. Dengan begitu, secara emosional oknum-oknum PNS dan honorer semakin mengenali satu dengan lainya.

“Saat ini kita memiliki gedung futsal berstandar nasional. Rasanya sayang sekali kalau gedung semegah ini tidak kita manfaatakan dengan baik. Maka dari itu, kita menyelenggarakan pertandingan futsal dalam rangka HUT RI dan HUT Riau digedung futsal ini,” pungkasnya.(dro)




Bupati: Jika Membangun Bisa disulap Maka Saya Akan Sulap Biar Cepat Terlaksana

Tembilahan (www.detikriau.org) – Jika saya bisa menjadi pesulap, maka pembangunan di Inhil akan saya sulap agar bisa cepat selesai. Perkataan ini dilontarkan Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan menggapi kritikan segelintir orang yang mengultimatum bahwa pembangunan di Inhil berjalan lamban.

Dikatakan Bupati, membangun itu tidaklah semudah membalik telapak tangan karena banyak hambatan dan tantangan yang harus dihadapi. Apalagi melakukan pembangunan bukan hanya sesaat tetapi diperlukan waktu yang berkelanjutan. Tidak boleh dilakukan tambal sulam karena kurang matangnya perencanaan.

“Kalaulah membangun itu bisa saya sulap, maka saya akan sulap agar cepat terlaksana. Namun membangun tentunya bukan bisa disulap tetapi harus realistis. Banyak hal yang harus dilalui dan dihadapi agar tujuan pembangunan dapat berhasil dilaksanakan dan sesuai dengan harapan,” Kata Bupati

Membangunan infrastruktur banyak hal yang saling berkaitan. Pelaksana pembangunan, musim dan kondisi geografis memegang peran yang cukup penting. Kadangkala pembangunan yang sudah direncanakan dengan matang dapat terhambat disebabkan hambatan alam seperti cuaca ataupun pelaksana yang tidak konsisten.

Disamping berbagai hambatan tersebut, keterbatasan anggaran juga menjadi salah satu kendala. Seluruh ruas jalan di kabupaten Inhil sudah direncanakan peningkatannya. Hanya saja karena keterbatasan anggaran makanya harus dilakukan secara bertahap.

Contohnya kata Bupati, peningkatan kualitas jalan penghubung kawasan Inhil bagian selatan, setiap waktu selalu dianggarkan namun karena keterbatasan anggaran tentunya tidak bisa dilakukan sekaligus karena kawasan di Inhil lainnya juga membutuhkan dana untuk melakukan pembangunan.

“Pembangunan selayaknya harus terus berlanjut. Tidak perduli siapapun pemimpin penerusnya. Tidak boleh bongkar pasang karena tidak akan efektif,”Tegas Bupati.(dro)




Rosman Lepas Keberangkatan JCH Inhil Kloter 8

Wabup saat memberikan sambutan dalam kesempatan melepas keberangkatan JCH kloter 8 Inhil
Wabup saat memberikan sambutan dalam kesempatan melepas keberangkatan JCH kloter 8 Inhil

Tembilahan (www.detikriau.org) – Wakil bupati Inhil, H Rosman Malomo. Sabtu (14/9) melepas pemberangkatan 185 JCH Inhil Kelompok terbang (kloter) 8. Dalam amarannya, Wabup berpesan agar JCH dapat meluruskan niat ibadahnya semata karena Allah SWT.

Menurut Wabup, Ibadah Haji merupakan perjalan suci yang memerlukan kesiapan fisik dan mental serta pengetahuan tentang proses pelaksanaan ibadahnya. Sebagai rukun Islam ke-5, Haji diwajibkan bagi Muslim yang mampu. Pengertian mampu tersebut ditinjau dari berbagai aspek, yaitu keuangan, kesehatan, kendaraan angkutan dan ilmu pengetahuan. Namun yang lebih utama lagi adalah panggilan dari Allah SWT untuk ‘bertamu’ ke ‘RumahNya’.

Setiap Muslim tentu memimpikan dapat menunaikan ibadah Haji. Walau membutuhkan materi yang tak sedikit, umat Islam yang menyatakan siap berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah Haji selalu meningkat di setiap tahunnya. Akan tetapi, sesiap apapun kita, semuanya kembali kepada ketentuan Sang Pencipta

Sebagai salah satu Rukun Islam, tentunya Haji bernilai luhur dan sangat mulia. Karenanya Allah SWT menjanjikan surga bagi yang mampu menunaikannya dengan sempurna. Untuk mencapai Haji yang mabrur, hal utama yang perlu ditekankan adalah niat. “Karenanya,  luruskan niat bahwa ibadah yang akan kita laksanakan di tanah suci semata-mata hanya karena Allah SWT. Dengan niat yang lurus, Insya Allah kita akan mendapatkan kekhusukkan dalam melaksanakan serangkaian ibadah, dan turut pula meningkatkan kualitas ibadah Haji kita,” Nasehat Wabup

Diahkir kalimatnya, Wabup juga berpesan kepada keluarga yang melepas keberangkatan anggota keluarganya menunaikan ibadah Haji agar dapat memberi restu dan senantiasa mengirimkan doa. Menurut Wabup, dengan do’a yang tulus, insyaallah Jamaah Haji kita dapat dengan tenang meninggalkan keluarga di kampung halaman danfokus beribadah, hingga mampu menunaikan Rukun Islam yang ke-5 ini dan usainya kembali berkumpul bersama kita.

JCH Kloter 8 diberangkatkan dengan 6 kali penerbangan udara dari Bandara Tempuling menuju embarkasi batam pada Ahad (15/9) dan 4 kali penerbangan pada Senin (16/9) dengan jumlah sebanyak 445 JCH. (dro)




November, Progress PNPM ditargetkan Rampung.

Tembilahan (www.detikriau.org) – Hingga pertengahan bulan September 2013, progress Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Indragiri Hilir mencapi 70 persen. Ditargetkan, November mendatang, program ini akan terealisasi secara keseluruhan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas BPMPD Inhil, Suhardiman. Menurutnya, PNPM tahun 2013 dimulai sejak bulan Mei dan ditargetkan akan terealisasi 100 persen pada bulan November.

“hingga pertengahan September ini realisasi kita baru 70 persen tapi kita targetkan November seluruhnya sudah bisa terealisasikan,” Ujar Suhardiman.

Menurut Suhardiman yang juga menjabat sebagai kabag Humas Setdakab Inhil ini, jika penyelesaian program ini terlambat maka secara otomatis juga akan mempengaruhi pelaksanaan PNPM tahun2014 mendatang.

Ditahun 2012 yang lalu dikatakan Suhardiman ada beberapa Desa yang terlamabt merampungkan pengerjaan, namun bisa diselsaikan pada bulan oktober. Ia berharap untuk tahun ini pelaksanaan tidak ada lagi keterlambatan.

“untuk mengantisipasi keterlambatan, kita terus lakukan pantauan melalui tenaga pendamping ditingkat desa dan setiap awal bulannya dilakukan rapat koordinasi. Dengan rakor setiap bulannya kita akan mendapatkan masukan jika ada kendala-kendala dilapangan.” Jelas Suhardiman.

Hampir setiap tahunnya ditambahkan Suhardiman, kendala dilapangan hanya seputar kendala geografis inhil yang terbilang cukup jauh dan jalur tranportasi yang cukup sulit.(dro)




DKP Inhil sosialisasi sertifikasi hak atas tanah nelayan dan usaha penangkapan ikan skala kecil

Tembilahan (ww.detikriau.org) – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Inhil menggelar sosialisasi sertifikasi hak atas tanah nelayan dan usaha penangkapan ikan skala kecil tahun 2013, di Aula Kantor Bappeda Tembilahan, Kamis (12/9) kemaren.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 30 peserta ini, menghadirkan narasumber dari Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Inhil, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Inhil, serta Bappeda Kabupaten Inhil.

Bupati Inhil dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pembangunan, Saripek mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan status hukum hak atas tanah milik nelayan dan usaha penangkapan ikan skala kecil, mengubah predikat modal pasif menjadi modal aktif yang dapat didayagunakan sebagai jaminan memperoleh kredit dari Perbankan dan atau Lembaga Keuangan non Bank.

”Melalui kegiatan ini, diharapkan nelayan dan usaha penangkapan ikan skala kecil dapat memperoleh modal usaha, untuk peningkatan skala usaha dan pengembangan ekonomi produktif lainnya,” tutur Saripek.

Ia juga mengharapkan dengan terlaksananya kegiatan tersebut, dapat mengurangi permasalahan masyarakat nelayan di Kabupaten Inhil, khususnya dibidang permodalan dan pengembangan usaha, yang diantaranya keterikatan nelayan terhadap tengkulak, dan keterbatasan modal dalam pengembangan usaha keluarga oleh nelayan.

Selain itu juga untuk menghindari sulitnya mendapatkan pinjaman modal usaha dari Perbankan dan atau Lembaga Keuangan lainnya. Dimana, untuk mendapatkan pinjaman diperlukan agunan atau jaminan tertentu. Belum lagi, tingkat kepercayaan yang rendah kepada nelayan oleh lembaga keuangan dalam penyaluran kredit.

Sementara itu, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Dislutkan Inhil, Syamsuria menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan jaminan akses permodalan bagi nelayan dan usaha penangkapan ikan skala kecil.

”Kegiatan ini, juga untuk mensosialisasikan program tersebut kepada para nelayan dan pihak terkait, serta percepatan kegiatan pra sertifikasi, yaitu penyiapan calon peserta sertifikasi hak atas tanah nelayan sesuai dengan petunjuk teknis,” terangnya (dro).