Idul Adha 1434 H, Setdakab Inhil Rencanakan Sedikitnya Potong 5 Ekor Sapi Kurban

TEMBILAHAN (ww.detikriau.org) – Untuk berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan, Sekretariat Daerah Kabupaten Indrahiri Hilir berencana akan memotong sebanyak 5 ekor sapi kurban, pada Rabu (16/10) mendatang.

Pemotongan sapi kurban tersebut, merupakan agenda rutin tahunan yang digelar Setdakab Inhil setiap menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha atau yang lebih dikenal dengan sebutan Hari Raya Qurban.

Kepala Bagian Kesra Setdakab Inhil, Muammar Gaddafi mengatakan, untuk tahun ini, dari Setdakab Inhil berencana memotong sebanyak 5 ekor sapi kurban. Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat, karena mengingat hewan-hewan kurban ini juga didistribusikan ke beberapa daerah di Kabupaten Inhil.

“Saat ini, kita masih mengupayakan agar jumlah sapi yang dikurbankan itu bertambah. Sebab kita juga nantinya akan mendistribusikan hewan kurban ini ke daerah untuk dipotong dan dibagi-bagikan disana,” tutur Muammar, Jum’at (11/10).

Dijelaskan Muammar, pemotongan sapi kurban tersebut akan dilaksanakan pada hari kedua Idul Adha 1434 H, bertempat di halaman Kantor Bupati Inhil.

“Nantinya, daging-daging sapi kurban ini, kita berikan kepada yang berhak menerimanya, diantaranya bagi mereka yang melaksanakan kurban dan masyarakat sekitar yang memang berhak untuk mendapatkannya,” terangnya.

Sementara itu, terkait dengan persiapan menyambut Hari Raya Idul Adha 1434 H, Muammar menambahkan, bahwa Pemkab Inhil melalui Panitia Hari Besar Islam (PHBI) sudah mulai mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari persiapan pelaksanaan Pawai Takbir hingga Shalat Idul Adha, yang dipusatkan di Lapangan Gajah Mada Tembilahan.

“Seperti Idul Fitri kemarin, kita juga sudah mempersiapkan semua yang dibutuhkan. Hanya saja, terdapat sedikit perbedaan karena pada Pawai Takbir Idul Adha tahun ini tidak lagi diselaraskan dengan pelaksanaan Tembilahan Flowers Festival,” tambahnya.

Adapun kategori dalam pelaksanaan Pawai Takbir tersebut, terdiri dari tingkat Mushalla/Surau dan Masjid, serta tingkat SMP dan SMA sederajat di Kabupaten Inhil, khususnya Kota Tembilahan.(dro/ju)




9 Tim Ikuti Seleksi LPI Inhil

(www.detikriau.org) -Sebanyak 9 tim, perwakilan masing-masing kecamatan mengikuti seleksi Liga Pendidikan Indonesia tingkat SLTA Sederajat, di Kabupaten Inhil, Kamis (10/10).

Kegiatan yang digelar di Stadion Beringin Tembilahan ini, merupakan agenda tahunan, dengan tujuan untuk mencari wakil Kabupaten Inhil, yang akan tampil di Liga Pendidikan Indonesia (LPI) tingkat Provinsi Riau mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Inhil, melalui Sekretaris, Zulkifli dalam sambutannya berharap agar pada tahun berikutnya seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Inhil bisa mengikutsertakan tim andalannya. Sehingga, bakat-bakat yang selama ini dimiliki oleh generasi muda dapat terus diasah dan dikembangkan, dalam upaya mengejar prestasi terbaik Kabupaten Inhil ke depan.

“Melalui kegiatan ini, saya harapkan mampu mencetak siswa-siswa yang berbakat dalam dunia olahraga terutama sepakbola, baik untuk tingkat kabupaten, provinsi, nasional dan bahkan ke tingkat yang lebih tinggi lagi,” tutur Zulkifli.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Inhil, Mukhtar T menyambut baik dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut oleh Disdik Kabupaten Inhil, dalam rangka membina dan mengembangkan bakat olahraga peserta didik di sekolah.

“Nantinya, tim yang menjadi juara pada iven ini, akan mewakili daerah kita di LPI tingkat Provinsi Riau. Karena itu, kita harapkan tim yang menjadi pemenang, merupakan tim andalan yang bisa membawa dan mengharumkan nama Inhil hingga ke tingkat nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Panitia Pelaksana, Endang Listiwati menjelaskan, bahwa kegiatan yang diperuntukkan bagi tim sepakbola tingkat SLTP dan SLTA sederajat, serta Perguruan Tinggi tersebut, akan dilaksanakan selama 3 hari, yakni dari tanggal 10 hingga 12 Oktober.

“Kita harapkan, seluruh peserta dan tim yang bertanding, dapat saling menjungjung tinggi sportifitas dalam berolahraga. Sehingga, kegiatan ini dapat berjalan dengan tertib, lancar dan memperoleh hasil yang sesuai harapan kita bersama, dalam rangka memajukan dunia olahraga Kabupaten Inhil,” terang Kepala Seksi Kurikulun Kesiswaan SMA dan PLB, Disdik Inhil ini.

Adapun peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, berjumlah sebanyak 175 orang, terdiri dari 9 tim sepakbola, yang merupakan perwakilan dari Kecamatan Tembilahan Kota, Tembilahan Hulu, Batang Tuaka, Reteh, Keritang, Mandah, Tanah Merah, Gaung dan Tempuling.(dro/ju)




Asisten II Pimpin Rapat Persiapan Qurban 1434 H di Lingkungan Pemkab Inhil

kurbanTEMBILAHAN ) (ww.detikriau.org-Pelaksana Harian Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil,
Encik Kamal Syahindra memimpin rapat persiapan pelaksanaan qurban tahun
1434 H/2013 M, Rabu (9/10).

Rapat yang digelar di Balai Utama Kantor Bupati Inhil ini, dihadiri oleh
seluruh Kepala Bagian (Kabag) yang ada di lingkungan Sekretariat Daerah
(Setda) Kabupaten Inhil.

Pada kesempatan itu, Encik Kamal Syahindra mengatakan, bahwa melalui
pelaksanaan qurban nanti, diharapkan dapat menjadi motivasi dan
membangkitkan gairah, khususnya bagi para pegawai di lingkungan Setdakab
Inhil, dalam meningkatkan rasa berkorban dan berbagi kepada sesama yang
membutuhkan.

Ia juga berharap pelaksanaan qurban tersebut dapat menjadi
contoh bagi masyarakat yang melaksanakan qurban lainnya. Karena, seperti
diketahui masih cukup banyak masyarakat yang kurang memahami makna dan
pelaksanaan qurban yang sesungguhnya.

“Kita minta, panitia yang telah dibentuk nantinya dapat bekerja dengan baik
dan maksimal sebagaimana mestinya. Sehingga, hasil yang kita harapkan
bersama dari pelaksanaan qurban ini dapat tercapai,” tutur Encik Kamal.

Sementara itu, Kabag Humas Setdakab Inhil, Suhardiman menjelaskan, seperti
tahun sebelumnya, pelaksanaan qurban untuk tahun ini, rencananya akan
dilaksanakan pada hari raya kedua Idul Adha 1434 H atau tepatnya pada Rabu
(16/10).

Dimana, lanjut Plt Kepala BPMPD Kabupaten Inhil ini, pelaksanaan qurban
tersebut, akan dipusatkan di Masjid Yayasan Amal bhakti Muslim Pancasila
(YAMP), Jalan Baharuddin Yusuf Tembilahan.

“Tahun ini, jumlah hewan qurban jenis sapi yang akan dipotong sebanyak 8
ekor. Nantinya, daging sapi tersebut akan dibagikan kepada masyarakat
sekitar, khususnya dari kalangan kurang mampu,” imbuhnya.(dro/ju)




DTPHP Inhil Himbau Warga Jangan Beli Sapi Tak Miliki SK Sehat

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) lakukan pengawasan terhadap penjualan hewan kurban terutama yang berasal dari luar daerah untuk menjamin kesehatan saat dikonsumsi.

“Hewan-hewan kurban, khususnya sapi dari luar daerah yang masuk ke Inhil harus menyertakan surat keterangan sehat dari instansi terkait. Untuk itu kami terus melakukan pengawasan secara ketat,”tegas Kepala DTPHP Inhil, H Wiryadi Umar, Rabu (9/10).

Untuk kesekian kalinya instansi ini mengimbau masyarakat agar menghindari pembelian sapi yang belum dinyatakan kualitas kesehatannya oleh petugas yang berwenang. Sebab, hewan-hewan yang belum mendapat keterangan kesehatan dikawatirkan mengidap penyakit-penyakit berbahaya seperti penyakit antrak, cacing hati dan penyakit kuku.

Dijelaskan Wiryadi, ada beberapa faktor penyebab penyakit pada hewan. Diantaranya pengaruh dari makanan yang selama ini diberikan kepada hewan ternak tersebut. pada intinya Wiryadi berpesan agar masyarakat tetap berhati-hati sebelum melakukan pembelian hewan kurban, terutama bagi yang datang dari luar daerah.

Untuk mengetahui apakah hewan tersebut menderita penyakit berbahaya atau tidak, DTPHP sendiri siap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan. Sedangkan bagi masyarakat yang berada di kecamatan atau daerah-daerah tertentu bisa langsung berkoordinasi dengan pihak UPT.

Ditambahkan Wiryadi pergerakan hewan dari daerah satu ke daerah lain tidak bisa sembarangan, sebab diatur dalam sebuh undang-undangan. Selain mendapat rekomendasi dari Dinas Peternakan dimana hewan-hewan itu berasal, Dinas Peternakan tujuan juga memiliki hak kuat untuk memberikan rekomendasi serupa.

“Tidak bisa sembarangan dalam melakukan perdagangan hewan-hewan seperti ini. Kita juga memiliki hak untuk memberikan rekomendasi apakah hewan itu layak dikonsumsi atau tidak,” jelasnya lagi.(dro/*1)




Wabup Inhil Buka Rakor FPK

rosmanTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tingginya heterogenitas di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sering disikapi dengan hal negatif oleh sebagian kalangan masyarakat. Kedepan Wakil Bupati (Wabup) Inhil, H Rosman Malomo mengatakan hal itu harus ditiadakan.

Jika heterogenisme sering ditanggapi sebagai hal neggatif, maka tidak jarang akan menimbulkan konflik horizontal maupun konflik vertikal ditengah-tengah masyarakat. Kata wabup,  heterogenitas disuatu daerah harus diimbangi dengan sistem informasi dan  pelayanan yang baik, sebagai antisipasi adanya gesekan.

Pada acara pembukaan rapat koordinasi (Rakor) Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) yang di taja Kesbangpol Inhil, Rosman Malomo menegaskan bahwa permasalahan yang muncul dan berdampak pada gesekan sosial, politik, ekonomi dan organisasi masyarakat (ormas). Bahkan kata Rosman banyak yang berpendapat bahwa perkembangan politik, sosial, ekonomi dan budaya  semakin memprihatinkan.

Kekawatiran demikian menjadi semakin nyata ketika satu permasalahan dialami oleh setiap warga negara. Sehingga dampaknya memudarkan rasa nasionalisme dan bahkan melupakan nilai-nilai Pancasila sebagai Ideologi bangsa selama ini. Akibat dari semua itu banyak yang kehilangan nilai-nilai budaya yang justru selama ini menjadi kekuatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Yang paling fatal adalah kalau kita kehilangan rasa persaudaraan yang akan mendorong terjadinya dis-orientasi dan perpecahan diantara masyarakat. Dimana keharmonisan yang selama ini terjaga hilang begitu saja,” ungkap wabup Inhil Rosman Malomo, Selasa (8/10) di Tembilahan.

Permasalahan kehidupan sosial merupakan salah satu akibat dari semua krisis yang ada, sehingga akan melahirkan ancaman desintegrasi bangsa. Apalagi bila melihat bangsa Indonesia merupakan bangsa yang plural seperti beragamnya suku, ras, budaya, agama dan berbagai aspek politik lainnya. Demikian pula dengan kondisi geofrafis negara kepulauan yang terbesar.

Semua itu kata Rosman akan mempengaruhi terjadinya konflik  sosial yang dapat merugikan dan mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Keberadaan FPK dikatakan yang bersangkutan merupakan salah satu wadah yang dibentuk pemerintah sebagai respon dan wujud penghargaan terhadap kemajemukan masyarakat Inhil.

Pada dasarnya FPK dibentuk dalam rangka mengatisipasi timbulnya permasalahan sosial ditengah-tengah kehidupan masyarakat yang majemuk. FPK dituntut bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya kebersamaan dan persaudaraan.

“Setidaknya keberadaan FPK dapat memberikan alternatif dan sumbangsih pemikiran bagi kita bersama guna menyelesaikan beragam permasalahan yang berhubungan dengan ras, suku dan golongan,”ujarnya. (dro/*1)




DKP Inhil Himbau Warga Lestarikan Rawa

rawaTembilahan (www.detikriau.org) – Semakin menyusutnya kawasan rawa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), menimbulkan kekhawatiran. Sebagai tempat hidup dan berkembangbiak ikan air tawar, rusaknya rawa tentunya akan sangat berpengaruh dengan tingkat penghasilan masyarakat khususnya nelayan.

Menurut penjelasan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Inhil, Urip Sukarno melalui Kabid Kelautan dan Pesisir, Marduan, Salah satu penyebab terjadinya penyusutan kawasan rawa diakibatkan pemanfaatan areal rawa sebagai lahan perkebunan, terutama perkebunan sawit.

Perubahan fungsi kawasan rawa sebagai habitat ikan air tawar menjadi areal perkebunan ini pastinya akan menyebabkan gangguan  keseimbangan alam. “semua yang diciptakan Tuhan sudah diperuntukkan sebagaiman fungsinya, seperti, rawa, daratan, gunung dan lautan. Jika salahsatunya terganggu tentu akan memberi pengaruh kepada yang lainnya. Harusnya ini dapat dipahami oleh setiap individu manusia,” Pendapat Marduan.

Dengan adanya rawa, Tuhan memberikan rezky kepada sebahagian umatnya. Masyarakat setempat selama ini mengandalkan kawasan rawa sebagai sumber penghidupan terutama oleh nelayan. Semakin menyusutnya kawasan rawa, secara otomatis jumlah ikan air tawar juga akan semakin berkurang dan demikian pula dengan hasil tangkapan nelayan. Akibatnya, tentu terjadi penurunan jumlah penghasilan yang akan sangat berpengaruh kepada tingkat kesejahteraan.

Diakui Marduan, sebahagian orang memang selalu beranggapan bahwa kawasan rawa itu tidak memiliki fungsi dan justru memberikan ancaman. Padahal rawa selain menjadi tempat hidup dan berkembang biak ikan air tawar juga akan menjadi peredam panas alam.

“Kita menghimbau agar masyarakat arief untuk melakukan pengalihfungsian lahan. Biarkan alam sebagaimana peruntukan yang telah dicipatakan Tuhan. Cintai dan lestarikan keberadaan rawa agar keseimbangan alam tidak sampai terganggu,” Pungkas Marduan.(dro)