Kadisdukcapil Inhil Pinta Bawahannya Layani Masyarakat Dengan Ramah

Tembilahan (detikriau.org) – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Inhil, Tengku Edy meminta kepada bawahannya untuk memberikan pelayanan ramah kepada seluruh warga masyarakat yang mengurus kelengkapan persyaratan e ktp untuk kegunaan pendaptaran C PNS tahun 2014.

“layani mereka dengan baik. Jika ada yang kurang mengerti, berikan penjelasan yang sejelas-jelasnya. Saya minta jangan ada yang berlaku kasar apalagi marah-marah. Seberat apapun, ini sudah menjadi kewajiban kita untuk melayani seluruh kebutuhan masyarakat,” Sampaikan Edy kepada bawahannya dihadapan detikriau.org saat bertemu di ruang kerjanya, Rabu (1/10/2014)

Melalui layar monitor diraung kerjanya, tengku Edy mengamati secara langsung jubelan masyarakat yang sedang melakukan pengurusan e KTP. Untuk memberikan pelayanan maksimal, ia bahkan juga menyediakan air minum secara gratis.

Dalam kesemaptan ini, Tengku Edy juga menjelaskan bahwa hingga saat ini, Disdukcapil Inhil telah melakukan legalisir lebih dari 6000 lembar e KTP

Karena banyaknya permintaan untuk melakukan legalisir ini, ia meminta kepada masyarakat yang hendak melakukan legalisir untuk bersabar.

“Semua ini tentunya disebabkan tingginya animo masyarakat untuk mendaftar CPNS. Saya pinta tentunya masyarakat juga harus bersabar karena yang kita layani setiap harinya mencapai ribuan orang.” Tandas Tengku Edy. (dro)




Progres Rendah, Bupati Pinta Satker Kejar Ketertinggalan

Bupati Inhil, HM Wardan berbincang dengan Wakilnya, H Rosman Malomo dalam sebuah kesempatan akhir pekan kemaren di Tembilahan
Bupati Inhil, HM Wardan berbincang dengan Wakilnya, H Rosman Malomo dalam sebuah kesempatan akhir pekan kemaren di Tembilahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dibandingkan ketersediaan waktu, progress pekerjaan fisik dan keuangan daerah masih jauh dari harapan. Oleh karenanya Bupati Inhil, HM Wardan meminta seluruh satker untuk serius dan fokus mengejar ketertinggalan. Selasa (30/9/2014)

Bupati juga berharap dengan dilaksanakannya evaluasi setiap 10 hari, satker sudah dapat menghitung kemajuan kegiatan yang sudah dicapai, baik dari sisi keuangan mapun kemajuan fisiknya.

“Yang jelas progresnya masih belum sesuai harapan. Saya pinta pada rapat evaluasi akhir bulan mendatang seluruh satker harus mampu membuat target akhirnya,” Sampaikan Bupati

Sejauh ini ditambahkan Bupati, berdasarkan data, progres pekerjaan fisik baru mendekati angka 60 persen dan progress keuangan baru mencapai 50 persen

“Saya optimis angka maksimal akan didapat sebelum berakhirnya tahun anggaran. Teknisnya satker lebih tahu,” sebut Bupati.

Selain target mengenai progres fisik dan keuangan, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini juga memiliki harapan untuk dapat meraih opini keuangan wajar tanpa pengecualian (WTP).

“Ini harus kita capai. Kalau ada kendala, laporkan sehingga bisa kita carikan solusinya.. Yang penting bagi saya akhir pekerjaan nanti BPK RI bisa memberikan kita penilaian WTP ,”Tegaskan Bupati.

Rapat yang dilaksanakan di lantai 5 gedung Kantor Bupati Inhil ini juga dihadiri Sekda Inhil, H Alimuddin, Asisten II, H Fauzan Hamid, Kepala Dinas, Badan, Kantor, Kepala Bagian, serta Camat. (dro/*1/adv pemkab Inhil)




Wiryadi; Ini Tanda-tanda Hewan Yang Layak Untuk Qurban

????Tembilahan (detikriau.org) – Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) kabupaten Indragiri Hilir, Wiryadi mengingatkan kepada umat muslim untuk memilih hewan qurban yang layak dan memenuhi semua persyaratan lainnya sesuai ajaran agama islam.

Hewan yang akan dikurbankan dikatakannya haruslah dalam kondisi yang baik dan sehat. Selain memiliki usia yang cukup, berusia 12-18 bulan (kambing dan domba) dan berusia minimal 22 bulan untuk sapi dan kerbau, hewan tersebut juga harus dipastikan tidak sedang mengidap penyakit.

Untuk mengantisipasi peredaran hewan tidak layak kurban pada Idul Adha tahun ini pemkab Inhil mengintensifkan pengawasan terhadap hewan kurban di daerah setempat.

Dalam pengawasan, pemkab juga melakukan pemeriksaan terhadap hewan yang masuk melalui pintu-pintu masuk ke kabupaten. Pemeriksaan melibatkan semua petugas peternakan yang ada di seluruh kecamatan dan kabupaten setempat.

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban akan berlangsung hingga hari pemotongan hewan atau pada Hari Raya Idul Adha 1435 Hijriyah.

“Kepada masyarakat juga kita imbau agar tidak tertipu dengan hewan kurban yang ditawarkan penjual dengan harga yang murah karena harga yang murah tersebut belum tahu layak sebagai hewan kurban, ” Sampaikan Wiryadi, selasa (30/9/2014).

Diterangkan mantan Kepala Inspektorat Kabupaten Inhil ini, sebelum berkurban, terlebih dahulu hendaknya mengenal ciri-ciri hewan kurban yang baik, sehat dan layak konsumsi. Karenanya, untuk mendapatkan hewan qurban yang baik, tentu saja kita harus lebih cermat dalam memilih dan membeli hewan kurban.

Sebagai pedoman, ia merincikan ciri-ciri hewan qurban yang baik, sehat, layak disembelih dan layak konsumsi, yakni agar terlebih dahulu memperhatikan kondisi tempat penjualan untuk lebih menjamin kesehatan hewan kurban kemudian gigi hewan kurban juga sudah harus kupak (gigi susu sudah tanggal).

Untuk sapi dan kerbau, sebaiknya dibeli yang berumur dua tahun. Sementara untuk kambing dan domba, minimal berusia 1 tahun. Hewan ternak yang dewasa ditandai dengan bergantinya sepasang gigi susu menjadi sepasang gigi seri (“poel”). Pada sapi yang sudah “poel” menandakan bahwa sapi tersebut telah berumur lebih dari 2 (dua) tahun, sedangkan kambing yang telah “poel” menandakan bahwa umurnya telah berumur lebih dari 1 (satu) tahun.

Beberapa kriteria fisik hewan yang sehat ditambahkan Wiryadi dapat dilihat secara kasat mata untuk menentukan hewan kurban layak konsumsi atau tidak, seperti Pilih hewan yang sehat dan mempunyai postur tubuh yang tegap dan kokoh, karena hewan yang sakit cenderung lemas, lunglai dan tidak bertenaga, Lubang-lubang pengeluaran hewan kurban (anus) sebaiknya diperhatikan dimana bagian lubang pengeluaran tidak boleh mengeluarkan darah.

Selanjutnya dijelaskan Wiryadi, pada mata, telinga, hidung, maupun mulut, juga tidak boleh mengeluarkan darah, bulu hewan kurban harus terlihat bersih (tidak kotor), terawat dan mengkilat, tidak boleh berdiri, tidak mudah rontok ketika bulu tersebut dipegang atau diusap.Bulu yang kusam menandakan hewan sedang kurang sehat atau sakit. Kulit mulus, tidak ada koreng/ keropeng dan tidak ada bekas kutu, gudig, atau terluka karena perlakuan kasar oleh pemilik sebelumnya.

Tidak boleh cacat, tidak terlihat memar dan jalan tidak pincang. Selain sehat dan tidak cacat, khusus untuk hewan kurban harus berjenis kelamin jantan, testis (buah zakarnya) lengkap dan sempurna, berumur dewasa.

“Perlu diketahui untuk ternak betina yang masih produktif (masih bisa hamil dan beranak) oleh undang undang (UU No.18 tahun 2009) dilarang disembelih kecuali dalam keadaan terpaksa misalnya terjatuh, patah kaki dan atau keadaan yang memungkinkan dilakukan penyembelihan darurat (potong paksa),” Sampaikan Wiryadi

Beberapa syarat lainnya masih menurut Wiryadi, Kuku tidak boleh luka, Hidung tidak boleh berlendir, Sebaiknya beli hewan kurban yang lincah. Mata bersinar, jernih, terang, tidak juling atau pun buta, tidak keruh, tidak merah, tidak memproduksi cairan mata secara berlebihan, bernanah atau pun berdarah. . Apabila teraba panas, menandakan hewan sedang demam, dan jika sedang menderita gangguan atau infeksi saluran nafas akan mengeluarkan lendir atau ingus bening, kental, nanah atau bahkan darah.

Moncong (Cuping hidung, cermin hidung) berwarna kehitaman, tidak ditumbuhi bulu, membasah dan dingin. Telinga bergerak-gerak, Napsu makan bagus dan Kotorannya tidak encer.

Kotoran sapi bentuknya menyerupai adonan kue yang agak kesat (kalis), apabila sapi sedang defekasi, maka kotoran akan jatuh dan membentuk suatu bentukan menyerupai “kue tar”. Kotoran hewan yang sehat langsung jatuh ke tanah pada saat hewan defekasi. Daerah pantat yang kotor dan berbau feses menandakan hewan dalam keadaan diare, sehingga kotoran tidak langsung jatuh ke tanah, namun sebagian akan mengotori daerah pangkal ekor dan pantat.

“Kotoran (feses) yang lembek – encer, ditemukanya lendir, darah atau bahkan cacing menandakan hewan sedang mengalami gangguan (sakit) pada sistem pencernaannya.” Tandas Wiryadi.(dro/adv pemkab inhil)




Ketua TP PKK Inhil: Tekan AKIB Perlu Adanya Kerjasama Lintas Sektor

DSC_7867 - CopyBatam (detikriau.org) — Ketua TP.PKK  Kab Inhil, Hj Zulaikhah Wardan didampingi Kadis kesehatan Kab. Inhil Hj.Alvi Furwanti  menghadiri acara pertemuan penggalangan komitmen pememerintah daerah dalam upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi. Acara yang dilaksanakana di Hotel Mercure Kotamadya Batam ini dibuka secara resmi oleh Sekjen Kementerian Kesehatan RI Dr. Nana Mulyana,M.Kes, Selasa (30/9/2014)

Menurut Ketua TP.PKK Kab.Inhil Hj. Zulaikhah wardan disela acara menyampaikan bahwa untuk mencapai upaya percepatan  penurunan Angka kematian Ibu dan Bayi, haruslah ada kerjasama antar lintas sektor diantaranya  Dinas kesehatan dan BAPPEDA, Dinas kesehatan dalam hal tenaga medis dengan segala pendukungnya, sedangkan BAPPEDA tentunya dalam hal Penganggaran.

Disamping itu peran PKK sangat lah penting yaitu dengan cara  terus menggalakkan kegiatan Dasawisma dan Pos Yandu.Karena kader Dasawisma dan PosYandu lah yg terjun langsung ke lapangan dalam pendataan dan hal lainnya.

“ Tidak kalah pentingnya tentunya peran para Bidan, mereka haruslah orang-orang  yang sudah terdidik dan terampil dalam membantu  persalinan Ibu hamil.” Ujarnya

Lebih lanjut Istri Bupati Inhil ini juga mengharapkan perhatian Pemerintah terhadap kesejahteraan Bidan dan para kader Pos Yandu. Dengan adanya jaminan kesejahteraan diharapkan para bidan dan kader Pos Yandu optimal mencurahkan seluruh kemampuan ilmu pengetahuan yagn dimilikinya dalam meberikan kesehatan kepada masyarakat khususnya dalam membeantu persalinan ibu hamil. (Way/adv pemkab Inhil)




Diketuai Fauzan Hamid, Pemkab Inhil Bentuk Forum CSR

Asisten II Setdakab inhil, Foto: goriau.com
Asisten II Setdakab inhil, Foto: goriau.com

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) membentuk forum Corporate Social Responsibility (CSR). Forum ini diketuai oleh Asisten II Setdakab Inhil, H Fauzan Hamid. Sedangkan anggotanya terdapat sejumlah pihak, seperti pihak swasta ataupun pihak perusahaan yang beroperasi di wilayah administrasi Kabupaten Inhil.

Salah satunya, dikatakan Fauzan Hamid, dapat mengitegrasikan pencapaian sasaran rogram pembangunan daerah dalam arti memadukan sumber pembiayaan. Tak sedikit pula terhambatnya sebuah pembangunan hanya karena masalah dana.

“Kita sadar benar bahwa keterbatasan dana pembangunan, oleh sebab itu perlu dibentuk Forum CSR yang dibentuk melalui SK Bupati ini,” kata Fauzan Hamid, Ahad  (29/9).

Salah satunya CSR yang sudah diberikan sejumlah perusahaan baru-baru ini dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil untuk membangun pasar yang diberi nama Pusat Kuliner Kelapa Gading (PKKG), Jalan Subrantas Tembilahan.(dro/*1/adv pemkab inhil)




Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Diskop Inhil Upayakan Kembangkan UMKM

umkmTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Koperasi (Diskop) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menilai saat ini cukup banyak potensi Usaha Makro Kecil Menengah (UMKM) yang layak untuk dikembangkan guna mendorong pertumbuhan tingkat perekonomian masyarakat. 

Meski untuk mengembangkannya dikatakan Kepala Diskop, Hj Raja Rida Indaryati, tidak mudah. Sebab, banyak persoalan dan hambatan, baik bersipat internal maupun ekternal. Namun hal itu bukanlah penghalang untuk memajukan UMKM.

“Langkah awal untuk memajukan UMKM, terlebih dahulu kita akan berupaya untuk memperbaiki dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) termasuk pengolahan dan pemasaran produk-produk UMKM tersebut,” ujar Rida, kemarin.

Berdasarkan data yang ia miliki Diskop Inhil, pada tahun 2014 ini jumlah UMKM di Inhil terdata sebanyak 8.188. Dimana jumlah itu terdiri dari usaha mikro sebanyak 6.183, usaha kecil sebanyak 1.838 dan terakhir usaha menengah 167 usaha.

“Kita akan mendorong para pengusahan kecil, mikro, dan menengah serta kelompok usaha ekonomi produktif agar dapat lebih mampu mengembangkan usahanya,” Tandas Rida. (dro/*1/adv pemkab inhil)