Akhir Tahun, Realisasi Fisik Ditargetkan Capai 93,62 Persen

Bupati (tengah) didampingi Sekda (kiri) dan Asisten III (kanan) saat memimpin rapat evaluasi.
Bupati (tengah) didampingi Sekda (kiri) dan Asisten III (kanan) saat memimpin rapat evaluasi.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Meskipun saat ini serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Indragiri Hilir masih di bawah target, namun realisasi fisik hingga akhir tahun 2014 nanti ditargetkan mencapai 93,62 persen.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati, HM Wardan saat diwawancarai sejumlah awak media usai memimpin rapat evaluasi rutin bulanan bersama seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Inhil, yang dilaksanakan di aula Kantor Bupati, Jalan Akasia Tembilahan, Senin (10/11).

Dikatakan Bupati, untuk mencapai target yang telah ditetapkan itu, ia telah mempertanyakan satu persatu kepada seluruh SKPD, khususnya tentang realisasi program dan kegiatan yang telah direncanakan di tahun anggaran 2014 ini.

Apalagi, mengingat masa kerja yang hanya tinggal 35 hari lagi. Jadi, masing-masing SKPD harus membuat target yang bisa dicapai hingga tanggal 25 Desember mendatang, karena sampai saat ini realisasi program dan kegiatan fisik rata-rata baru mencapai 70 persen.

“Dari hasil rapat evaluasi tadi, saya harapkan mudah-mudahan untuk penyelenggaraan kegiatan tahun anggaran 2014 sesuai dengan target kita, yakni 93,62 persen,” tutur Bupati, Wardan.

Sementara itu, terkait dengan pengelolaan dan pendataan aset daerah, mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini menegaskan bahwa masing-masing SKPD yang belum memenuhi dan mencapai target sudah membuat surat pernyataan.

Dimana salah satu butir isinya menyatakan, SKPD harus mampu menyelesaikan masalah pengelolaan dan pendataan aset daerah tersebut hingga akhir Bulan Desember mendatang.

“Apabila aset ini tidak juga bisa diselesaikan, maka mereka harus siap menerima konsekuensi terhadap apa yang akan diberikan oleh pimpinan ke depan,” pungkasnya. (dro/adv pemkab inhil)




“Pahlawanku Idolaku” Tema Peringatan hari Pahlawan 2014

IMG_2399Tembilahan (detikriau.orgl) – Bupati Inhil, HM Wardan tampil sebagai inspektur upacara peringatan hari Pahlawan yang dilaksanakan di halaman kantor Bupati Inhil. Upacara ini diikutii oleh Forkompinda Kab. Inhil, Para pejabat di lingkungan Pemkab Inhil, TNI/POLRI ,PNS,Honorer serta  para Veteran dan  undangan lainnya. Senin (10/11/2014)

Dalam amarannya, Mentri Sosial RI, Khofifah Indra Parawansa yang dibacakan Bupati Inhil mengatakan bahwa NKRI tidak akan bisa berdiri menjadi negara yang merdeka berdaulat dan terhormat seperti saat ini, tanpa perjuangan para pejuang, pendiri bangsa dan pahlawan yang telah mengorbankan jiwa, raga, pikiran serta hartanya.

Bupati menyalami para veteran usai upcara. Foto: Humas Pemkab Inhil
Bupati menyalami para veteran usai upcara. Foto: Humas Pemkab Inhil

Sejarah bangsa dan negara Indonesia mencatat, perjuangan untuk merebut kemerdekaan dan mendirikan NKRI membutuhkan ikatan persatuan dan kesatuan yang kuat. Komitmen para pejuang, pendiri bangsa dan para pahlawan untuk mempersatukan bangsa ini melahirkan sikap kepahlawanan, kesetiakawanansosial, serta menguatkan memori kolektif Bangsa saat itu supaya berani bertindak nyata untuk melawan penjajahan dan ketertindasan akibat kolonialis medan imperialisme.

Diusia kemerdekaan Indonesia ke 69 tahun dengan peringatan Hari Pahlawan tahun 2014 megambil tema besar “Pahlawanku Idolaku” kata Mensos RI dimaksudkan untuk menggugah semangat kepahlawanan sebagai ukuran nilai, baik sebagai “panutan” maupun figur idola pencarian jati diri.

“tema Pahlawanku Idolaku ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus, bahwa semangat juang dan semangat kebangsaan para pahlawan akan selalu terpatri di “dada” setiap insan Indonesia dan menjadi kebanggaan atau idola sepanjang masa.” Ujar Mensos

Dalam kesempatan ini, Bupati juga berkesempatan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya disertai ucapan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta pada Peringatan Hari Pahlawan ini.

“Semoga Tuhan selalu membimbing serta meridhoi kita semua dalam melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui cipta, rasa dan karsa untuk pembangunan Indonesia yang lebih maju,adil dan sejahtera.” Do’a Bupati

Usai melaksanakan Upacara, Bupati didampingi Forkompinda dan sejumlah pejabat juga melaksanakan ziarah Ke Taman Makam Pahlawan Yudha Bhakti  Tembilahan.(dro/adv pemkab inhil)




Sekdakab Inhil Buka Sosialisasi permendagri no.37 tahun 2014

Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM membacakan sambutan saat pembukaan sosialisasi. Foto: Humas Pemkab Inhil
Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM membacakan sambutan saat pembukaan sosialisasi. Foto: Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Mewakili Bupati, Sekda Kabupaten Indragiri Hilir, H Alimuddin RM membuka kegiatan Sosialisasi permendagri no.37 tahun 2014 Tentang pedoman penyusunan APBD kab.inhil 2015. Kegiatan yang diadakan di Aula kantor Bappeda ini dihadiri sejumlah pejabat esselon, Tim TAPD serta Camat se kab Inhil. Senin (10/11/2014)

Dalam sambutannya Sekda mengatakan bahwa Regulasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2014 Tentang Pedoman Penyusunan Anggaran dan Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2015 adalah pedoman bagi Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota dalam menyusun APBD Tahun Anggaran 2015, yang menegaskan perlu adanya sinkronisasi kebijakan Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2015.

Penerapan APBD TA 2015 merupakan penerapan pengelolaan penatausahaan dan alokasi sumber daya yang berprinsip kebutuhan penyelenggaraan pemerintah daerah berdasarkan kewenangan; Tepat waktu, transparan, partisipatif berazaskan keadilan dan kepatuhan, untuk itu penyusunan APBD diharapkan dapat dikelola dengan pengetahuan yang optimal.

”Oleh karena itu, Saya atas nama Pemerintah Daerah menyambut baik kegiatan Sosialisasi yang diadakan oleh Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Indragiri Hilir ini, dengan harapan Satker dan Pengelola Keuangan dapat menyelesaikan berbagai masalah yang mungkin terjadi menyangkut tentang Penyusunan APBD, serta dapat menjalankan perannya secara professional, akuntabel dan auditabel.” Pesan Sekda

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ditambahkan Sekda, pada hakekatnya adalah instrumen kebijakan yang dipakai untuk meningkatkan pelayanan umum dan kesejahteraan masyarakat, oleh sebab itu APBD harus disusun secara nyata dan terstruktur, guna menghasilkan APBD yang mencerminkan hubungan baik dengan masyarakat,  sesuai dengan potensi masing-masing daerah serta dapat memenuhi tuntutan terciptanya anggaran daerah yang berorientasi pada kepentingan dan akuntabilitas publik.

“Oleh karenanya, saya sangat mengharapkan agar kita semua yang hadir pada acara ini, dapat mengoptimalkan momentum yang baik untuk menggali informasi-informasi baru terkait penyusunan APBD Tahun 2015. Hal ini menjadi penting agar kita memiliki pemahaman yang sama dalam penyusunan APBD Tahun 2015, serta untuk menghindari multitafsir serta kesalahan interprestasi terkait peraturan dalam penyusunan APBD Tahun 2015 ini.’ Tutup Sekda. (dro/adv pemkab inhil)




Staff Ahli Bupati Inhil Buka Muscab Sekaligus Ultah IBI ke 63

Pemotongan Kue sempena ULtah IBI ke - 63Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM wardan diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan Dra. Upik Hariani Abbas membuka secara resmi Musyawarah Cabang Ikatan Bidan Indonesia ( IBI ) Kab.Inhil yang disejalankan dengan Hari Ulang Tahun IBI yang ke – 63 Tahun 2014. Sabtu (8/11)

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Dra. Upik Hariani Abbas mengatakan bahwa Profesi Bidan adalah profesi yang digeluti kaum hawa yang secara naluriah, klinis dan secara akademik telah tercukupi kemampuannya di dalam menangani permasalahan kaum perempuan, bukan semata-mata pada masa pra kehamilan, persalinan dan nifas, namun keseluruhan aspek keperempuanan semenjak identitas keperempuanan itu melekat pada sang bayi yang baru lahir.

“Artinya identitas keperempuanan merupakan faktor terpokok dari keseluruhan kinerja profesi Bidan, dan menjadi tugas pokok seorang Bidan dalam menjalani tugas profesinya,” Ujar Bupati

Seorang Bidan melakukan kerja profesi dengan mengutamakan hati. Hati sebagai seorang perempuan, hati sebagai seorang ibu dan hati sebagai seorang yang meyakini bahwa dari tangannya sebuah generasi baru akan lahir. Keyakinan dihati terhadap profesi ini menjadikan profesi Bidan bukan semata profesional dalam kinerja, namun lebih jauh mempunyai jiwa memiliki dan mencintai terhadap profesi.

staf Ahli Bupati Dra. Upik Hariani Abbas (tengah) didampingi Kadiskes, Hj Alvi Furwanti saat membuka kegiatan IBI
staf Ahli Bupati Dra. Upik Hariani Abbas (tengah) didampingi Kadiskes, Hj Alvi Furwanti saat membuka kegiatan IBI

Atas nama pemerintah Kabupaten, Bupati menyatakan sambutan baik dengan diadakannya Musyawarah Cabang dan peringatan Hari Ulang Tahun ke-63 IBI. Semoga diusia yang ke 63 tahun ini, Ikatan Bidan Indonesia semakin kokoh dalam menjaga profesi Bidan Indonesia.” Harapan Bupati

diharapkan kepada IBI, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir harus mampu menduduki posisi sentral di penjuru negeri seribu parit ini, sehingga dapat meningkatkan kepentingan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat khususnya bagi ibu dan bayi di Kabupaten Indragiri Hilir.

Hingga hari ini masih menurut Bupati, angka kematian ibu, bayi dan balita serta kematian neonatal di Kabupaten Indragiri Hilir tercatat masih cukup tinggi jika dibandingkan Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Riau. Oleh karena itu sangat diperlukan adanya perpanjangan tangan Dinas Kesehatan, salah satunya melalui profesi Bidan dengan membentuk pengurus ranting pada tingkat Kecamatan. Sehingga diharapkan pengurus ranting IBI dapat bekerjasama dengan Puskesmas yang ada di seluruh Kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir, dalam rangka menurunkan angka kematian tersebut.

“Teruslah berjuang dengan gigih dan tulus, agar program kesehatan yang sama-sama kita prioritaskan, dapat lebih ditingkatkan dimasa-masa yang akan datang, sehingga Inhil yang lebih maju, bermarwah dan bermartabat dapat kita wujudkan.” Tutup Bupati.

Pada kesempatan itu juga dilakukan pemberian hadiah kepada pemenang lomba Administrasi, Bidan Desa terbaiak, Lomba Penyuluhan oleh Bidan, Bidan Koordinasi terbaik, Pakaian IBI terbaik, pemberian cenderamata Bidan Pensiun, Pemberian cinderamata Pengurus Cabang dan Ketua Ranting IBI Se-Kab.Inhil, Pemberian Plakat Mitra kerja dan pemberian sertifikat bagi kepala PKM, Direktur Rumah sakit dan rumah Bersalin.(dro/adv pemkab inhil)




Ditargetkan, 2016 Seluruh Anak Usia Dini di Inhil Terlayani Lembaga PAUD

IMG_4479Tembilahan (detikriau.org) – Bunda PAUD Inhil, Hj Zulaikah mentargetkan di tahun 2016 mendatang seluruh anak usia dini di Kabupaten Indragiri Hilir sudah mampu terlayani melalui program pembentukan lembaga PAUD baru.

Sebagai gambaran akan terpenuhinya target pelayanan bagi anak usia dini ini, menurutnya, tahun anggaran 2015 nanti, Bupati Inhil sudah berkomitmen untuk memberikan bantuan sebanyak 179 lembaga PAUD baru serta melalui kementrian pendidikan, Inhil juga mendapatkan bantuan sebanyak 20 lembaga PAUD baru.

“Dengan terbangunnya lembaga PAUD baru itu nantinya diharapkan di tahun 2015 APK PAUD Inhil minimal mencapai 75 – 83 persen,” Ujar Istri Bupati Inhil ini kemaren di Pekanbaru

Dalam kesempatan itu, Hj Zulaikah Wardan berharap agar mitra paud terutama dari kalangan swasta melalui dana csrnya benar-benar memiliki komitmen dan perhatian yang tinggi terhadap upaya peningkatan dan pengembangan paud yang ada di Inhil.(dro/adv pemkab inhil)




Atasi Banjir, Pemkab Bangun 7 Pintu Klep

TEMBILAHAN (detikriau.org) –Antisipasi masuknya air laut yang kerap menggenangi ruas-ruas jalan dalam kota Tembilahan, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) membangun 7 pintu klep. Pembangunananya ditempatkan di titik-titik sumber masuknya air laut akibat pasang dalam musiman.

Dikatakan Bupati Inhil. HM Wardan, dampak kerap masuknya air laut hingga menggenangi ruas jalan dalam kota Tembilahan, daya tahan aspal menjadi menurun. Biasanya hanya beberapa bulan setelah dibangun, aspal akan mengelupas dan pecah.

“Saat ini kita sudah membangun 7 pintu klep di titik-titik masuknya air pasang,” ungkap Bupati saat neninjau pelaksanaan gerakan masyarakat (Gemar) jumat bersih, Jumat (7/11) pagi kemarin.

Konsep untuk membebaskan Tembilahan dari ancaman banjir pasang, kata Bupati bukan hal yang mustahil. Artinya, setiap keinginan tentu ada jalan apalagi demi kebaikan dan tujuan pembangunan.

“Kita jangan terpaku pada musim. Saya rasa tidak mustahil untuk membebaskan kota ini dari banjir pasang. Buktinya, baru 7 pintu klep yang dibangun sudah mampu menangkal masuknya air laut,”terang Bupati.(dro/*1)