Bupati Inhil Tegaskan UNISI adalah sebuah Universitas yang Sudah Terakreditasi
dari kiri: Asisten 3 Setdakab Inhil, HAfrizal, Ketua Dewan Pembina yayasan Tasik Gemilang, H Indra Muclis Adnan dan Ketua Yayasan Tasik Gemilang, H Edy Syafwannur saat menghadiri kegiatan pelantikan rektor UNISI
Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan menegaskan bahwa Universitas Islam Indragiri (UNISI) Tembilahan adalah sebuah Universitas yang sudah terakreditasi. Lulusan UNISI yang mengikuti tes CPNS, 99 % dinyatakan lulus secara administrasi.
“Hal ini tentunya menjawab keraguan kita akan UNISI selama ini. Oleh karenanya secara terang saya sampaikan bahwa UNISI telah terakreditasi secara sah,” Ujar Bupati dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisiten III Setdakab Inhil, H Afrizal saat pelantikan Rektor UNISI masa bhakti 2014-2017, Dr R Sri Handayani,SE,MM bertempat di Lapangan Fakultas Ekonomi Unisi jalan Soebrantas Tembilahan, Kamis (11/12/2014).
Pada kesempatan itu, Bupati juga berkesempatan menyampaikan beberapa masukan untuk pengelolaan UNISI kedepannya yakni agar UNISI melakukan konsolidasi dengan seluruh Stake holder Unisi, agar terciptanya harmonisasi dan akselarasi dalam penataan dan pengembangan Institusi dan Akademik.
UNISI juga diminta untuk menyusun dan merumuskan visi dan misi Perguruan Tinggi, serta membuat Road MAP pengembangan UNISI jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
Serta UNISI juga diusulkan untuk melaksanakan tatakelola Perguruan Tinggi yang baik (Good University Governance) dengan menerapkan prinsip-prinsip transparansi, akuntabel, dan professional. (dro/adv pemkab inhil)
Rosman Malomo Hadiri Rapat TMMD ke 53 di Jakarta
Wakil Bupati di dampingi Dandim Inhil saat menghadiri Rapat Paripurna TMMD Ke-35 TA. 2014
Tembilahan (detikriau.org) – Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo menghadiri rapat paripurna TMMD Ke 53 tahun 2014 di Jakrta. Pada kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Olah Raga (GOR) A Yani Mabes (Markas Besar) TNI Cilangkap jakarta Timur juga di laksanakan Penandatanganan MoU PMI dan Rapat Paripurna TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Ke-53 TH 2014, Kamis (11/12/2014).
Kegiatan ini juga dihadiri secara langsung oleh Wakil Presiden yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Umum PMI HM.Yusuf Kalla, Panglima TNI, Pejabat TNI AD, TNI AU, TNI AL dan POLRI serta Kepala Daerah Gubernur, Walikota/Bupati Se-Indonesia.
Wakil Bupati Inhil foto bersama dengan Wakil Presiden RI dengan Unsur TNI dan peserta Rapat Paripurna TMMD Ke-35 TA. 2014. Foto: Humas Pemkab Inhil
Pelaksanaan penandatanganan MuO PMI dengan TNI ini di lakukan oleh Ketua Umum PMI, Yusuf Kalla ini diawali dengan Pemukulan Gong oleh panglima TNI Moeldoko sebagai tanda di mulainya Rapat Paripurna TMMD Ke-53 TH 2014 yang di laksanakan selama 1 hari.
Kegiatan ini mengangkat tema; “Dengan Semangat Kemanunggalan TNI, POLRI, Kementrian/LPNK, PEMDA dan Seluruh komponen Bangsa lainnya, kita laksanakan Percepatan Pembangunan Program TNI. (dro/Humas Pemkab Inhil)
Kafilah MTQ Siak Tiba Di Inhil Lebih Awal
Foto:Mirwan
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Rombongan kafilah dari Kabupaten Siak pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-33 tingkat Provinsi Riau tahun 2014 menjadi peserta yang pertama tiba di kota Tembilahan.
Kedatangan rombongan ini disambut oleh Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Inhil, H Alimuddin RM di Sekretariat MTQ tingkat Provinsi Riau jalan KH Dewantara no 1 Tembilahan.
Pada kesempatan itu Sekda Inhil mengucapkan selamat datang kepada kafilah yang telah tiba di kota Ibadah ini dengan selamat. Selain itu, ia juga menerangkan kepada kafilah bahwa Indragiri Hilir ini begelar kabupaten Seribu Parit.
“Jadi jangan heran, disini banyak jembatannya, panggilannya saja kabupaten Seribu Parit,” kata Sekda.
Sementara itu, ketua Kafilah MTQ Kabupaten Siak Fauzi Asni meminta kepada panitia MTQ di Inhil ini untuk memberikan pelayanan dan bimbingan yang baik kepada 36 peserta MTQ yang dibawanya. Sebab, mengingat tempat yang mereka datangi ini cukup jauh.
“Maklum kami belum tahu bagaimana keseharian di Inhil ini, jadi harapan kami kepada tuan rumah untuk tetap berkomunikasi serta menerima dengan baik putra daerah Siak yang kami bawa,” harapnya.(mirwan)
H-3, Sejumlah Peserta MTQ Ke 33 Riau Tiba di Tembilahan
sekda inhil menyambut kedatangan kafilah di sekretariat MTQ Riau ke 33
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sejumlah peserta kabupaten / kota di Provinsi Riau mulai berdatangan ke kota Tembilahan. Kedatangan para kafilah ini dalam rangka mempersiapkan diri guna mengikuti berbagai tahapan yang akan dilaksanakan oleh pihak panitia, menjelang dimulainya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Riau, yang rencananya dibuka pada sabtu (13/12) nanti.
Sejak pagi hingga sore Rabu (10/12) rombongan kafilah dari 3 kabupaten di Provinsi Riau, yakni Kabupaten Siak, Indragiri Hulu (Inhu) dan Kabupaten Kepulauan Meranti sudah tiba di kota Tembilahan. Kedatangan rombongan disambut oleh Sekda Inhil, H Alimuddin RM beserta sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil.
Ketua Panitia MTQ Riau tahun 2014, H Fauzan Hamid mengatakan, setelah kedatangan kafilah dari 3 kabupaten tadi, pada hari ini hingga malam nanti juga akan tiba lagi di Tembilahan peserta MTQ dari Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing),Kampar, dan Kota Pekanbaru.
“Kafilah yang sudah datang kita tempatkan di beberapa lokasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Dan berkemungkinan hingga pukul 22.00 WIB malam nanti, kita masih tetap menunggu dan menerima kedatangan kafilah,” tutur Fauzan Hamid.
Dijelaskan Asisten II Setda Inhil ini, rangkaian penyelenggaraan perhelatan religius tersebut akan dimulai pada Jum’at (12/12) malam, dengan pelaksanaan malam taaruf dan pelantikan dewan hakim MTQ, yang dipusatkan di halaman rumah kediaman Bupati Inhil, Jalan Kesehatan Tembilahan.
Selanjutnya, pada Sabtu (13/12) sekitar pukul 13.00 WIB dilakukan pelepasan pawai taaruf kafilah peserta MTQ tingkat Provinsi Riau, yang diikuti oleh seluruh kabupaten dan kota di Bumi Langcang Kuning ini. Kemudian, sore harinya sekitar pukul 16.00 WIB dilaksanakan pembukaan stan bazar, yang dipusatkan di eks bangunan pujasera, Jalan Kapten Mukhtar Tembilahan.
“Malam harinya, barulah digelar pembukaan MTQ ke-33 tingkat Provinsi Riau tahun 2014 oleh Plt Gubri, Arsyadjuliandi Rachman, yang dipusatkan di lapangan Gajah Mada Tembilahan,” imbuhnya.(dro/adv pemkab Inhil)
Bupati Inhil Tinjau Pelaksanaan Pembangunan Pasar Kayu jati
Tembilahan (detikriau.org) – Didampingi Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM, Kadisperindag, H Fahrolrozy beserta sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Inhil, Bupati, HM Wardan meninjau pelaksanaan pembangunan pasar Kayu jati di Kecamatan Tembilahan Hulu.
Dalam kesempatan kunjungan itu, Bupati menyaksikan secara langsung proses pelaksanaan pekerjaan los yang sudah hampir rampung dan berdialog dengan sejumlah pedagang serta pengujung pasar.
Sebagaimana disampaikan Bupati sebelumnya, lokasi pasar kayu jati yang kini dinamai pasar “Umbut Kelapa” itu, Pemkab Inhil merencanakan untuk membangun seribu unit los tempat berdagang. Pembangunan pasar terbesar di Kecamatan Tembilahan hulu ini selain didanai melalui dana pemerintah, baik Kabupaten, Provinsi dan Pusat juga didanai melalui Coorporate Sosial Responsibility (CSR) perusahaan swasta.
“Sebahagian besar los pasar yang dibangun diperuntukkan sebagi lokasi pemindahan pedagang di jalan Yos Sudarso Tembilahan. Dengan meningkatnya jumlah pedagang, kedepan kita berharap pasar ini akan tumbuh menjadi salah satu pasar terbesar yang akan mampu melayani semua kebutuhan masyarakat terutama masyarakat di Kecamatan Tembilahan hulu,” Ujar Bupati.
Ditambahkan Bupati, upaya pemindahan pedagang dari pasar terapung, jalan Yos Sudarso ke pasar umbut kelapa ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk menertibkan dan menjadikan kota Tembilahan yang bersih dan indah.
Usai meninjau pembangunan pasar “Umbut Kelapa”, bersama rombongan Bupati juga meninjau perisapan pelaksanaan MTQ ke 33 Riau. Saat itu Bupati menyempatkan melihat secara langsung proses pekerjaan pembuatan mobil hias Kabupaten Inhil yang nantinya akan diikutkan pada pawai Ta’ruf MTQ. (dro/adv pemkab inhil)
Asisten II Buka Pertemuan Peningkatan Toleransi dan Kerukunan dalam kehidupan beragama di Inhil,
Asisten II saat membacakan sambutan tertulis Bupati Inhil
Tembilahan (detikriau) – Terbentuknya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Indragiri Hilir adalah sebagai ungkapan keprihatinan dan kepedulian sosial terhadap berbagai tantangan dan masalah yang menghadang keadilan, kerukunan, persaudaraan sejati dalam kehidupan masyarakat sebagai bangsa Indonesia umumnya dan Kabupaten Indragiri Hilir khususnya.
“Kerukunan umat beragama yang kita miliki sekarang ini adalah modal yang amat berharga bagi kelangsungan kehidupan kita sebagai bangsa, dan mungkin saja masih kita rasakan belum sempurna, namun dengan segala suka-dukanya, kerukunan umat beragama di Indonesia dianggap sebagai yang terbaik dalam pengamatan masyarakat Internasional.” Sampaikan Bupati Bupati Inhil, HM Wardan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten II setda Kab. Inhil H. Fauzan Hamid saat membuka acara pertemuan peningkatan Toleransi dan Kerukunan dalam kehidupan beragama di Kab. Inhil, rabu (10/12)
Ditambahkan Bupati, setiap individu harus tetap waspada dan mawas diri karena kerukunan adalah sesuatu yang sangat dinamis dan dapat cepat berubah. Karena itu, kerukunan umat beragama harus selalu dijaga dan dipelihara.
“Saya yakin dan percaya bahwa masyarakat Indragiri Hilir masih memegang teguh apa yang dikatakan dan dicontohkan para tokoh agama dalam kehidupan sehari-hari, dan oleh karenanya membina umat untuk menjaga teguh kerukunan perlu terus kita galang bersama,”Ujar Bupati
Setakat ini, kata Bupati lagi, dilapangan memang masih didapati berbagai masalah yang mempengaruhi hubunan antar umat beragama khususnya di Kab Inhil seperti permasalahan pendirian rumah ibadah, dengan tidak jelasnya syarat-syarat yang di atur dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri no. 8 dan no. 9 tahun 2006.
Kemudian tidak jelasnya ukuran pelayanan yang ditawarkan pemerintah dan kurangnya komunikasi antara pihak-pihak yang hendak mendirikan rumah ibadah dengan umat beragama serta pemeluk-pemeluk agama disekitar lokasi rumah ibadah yang hendak di bangun termasuk sebagian warga masyarakat memang ada yang masih mempertanyakan mengapa masalah agama diatur oleh pemerintah, bukankah hal itu merupakan bagian dari kebebasan beragama.
Dalam kaitan ini, Bupati menjelaskan bahwa yang diatur oleh pemerintah melalui Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri ini bukanlah aspek doktrin agama yang merupakan kewenangan masing-masing agama, melainkan hal-hal yang terkait dengan lalu lintas para pemeluk agama yang juga Warga Negara Indonesia, ketika mereka bertemu sesama Warga Negara Indonesia pemeluk agama lain dalam mengamalkan ajaran agama mereka. Dalam peraturan ini pemerintah sama sekali tidak mengurangi kebebasan beragama yang disebut dalam pasal 29 UUD 1945.
Beribadat dan membangun rumah ibadah adalah dua hal yang berbeda. Beribadat adalah ekspresi keagamaan seseorang kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan membangun rumah ibadah adalah tindakan yang berhubungan dengan warga negara lainnya karena kepemilikan, kedekatan lokasi, dan sebagainya.
Dalam kesempatan ini Bupati juga menyampaikan bahwa forum ini adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat Inhil karena momentumnya yang tepat. Paling tidak ada tiga moment yang sedang dan akan dihadapi dalam waktu dekat ini, dan kedewasaan dalam kerukunan beragama sangat diperlukan dalam menyukseskan Ketiga moment tersebut yakni helat MTQ Riau yang pelaksanaannya tinggal beberapa hari lagi, pelaksanaan Natal yang damai, serta pelaksanaan tahun baru yang aman dan terkendali.
Pada kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Kemenag Inhil Jalan Keritang Tembilahan menghadirkan narasumber Ketua FKUB Provinsi Riau,Ketua MUI Inhil dan Sekban Kesbangpol Inhil dengan peserta berjumlah 50 orang yang terdiri dari tokoh masyarakat, Agama, Etnis dan generasi Muda yang berasal dari 20 kecamatan di Kab.Inhil. (dro/adv pemkab inhil)