Jaga Keamanan Tahun Baru 2015, Bupati Inhil Pinta Semua Pihak Saling Bekerjasama
Bupati Inhil saat memasang pita kepada Petugas Keamanan.
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Menyambut tahun baru Masehi 2015 pada pekan mendatang, Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan mengajak kepada seluruh instansi terkait, baik Polres, TNI bahkan masyarakat umum untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.
“Kepada polres dan TNI serta stackholder lainnya diharapkan bekerjasaman dalam menjaga keamanan dan pastinya juga sangat diharapkan dukungan penuh oleh masyarakat inhil,” kata Bupati kepada awak media usai menghadiri upacara Gelar Pasukan Operasi Lilin di Mapolres Inhil, jalan Gajah Mada Tembilahan, Selasa (23/12/2014).
Selain itu, ia juga mengharapkan untuk bersama-sama menjaga keamanan dalam menyambut hari raya Natal agar seluruh umat krestiani di kabupaten Inhil bisa menjalankan perayaan keagamaan itu dengan aman dan lancar.
Menurut Bupati, dalam menyambut tahun baru Masehi yang beriringan dengan perayaan Natal itu biasanya sering kali terjadi kecelakaan lalu lintas, berbagai tindak kejahatan dan lain sebagainya. Maka ia berharap dengan kebersamaan Operasi Lilin ini bisa mengurangi terjadinya hal-hal serupa itu.
“Mudah-mudahan terjadi penurunan dari tahun-tahun sebelumnya dan tahun ini akan lebih baik lagi,” harap Bupati.(mirwan/adv pemkab inhil)
Rosman: Upaya Entaskan Kemiskinan Bukan Sekedar Kegiatan Seremonial
Wabup Inhil, H Rosman malomo
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H Rosman Malomo menghadiri sekaligus membuka resmi rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan yang diselenggarakan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten inhil tahun 2014 di aula kantor Bappeda Kab Inhil jalan Akasia Tembilahan, Senin (22/12/2014).
Wabup mengajak dalam sambutannya untuk lebih serius bekerja sesuai tupoksi masing-masing dalam menanggulangi kemiskinan di kabupaten Inhil ini, dan hal tersebut bukan sebatas janji politik saja namun memang problema masyarakat yang harus disusun oleh pihak-pihak terkait sedemikian rupa sesuai fakta yang ada.
“Tidak hanya sekedar acara seremonial saja, saya pikir ini belum final, baru rapat dalam menyusun draft strategi penanggulangan kemiskinan, tapi hasilnya yang saya pinta untuk dikerjakan dalam mencapai tujuan kita bersama,” kata H Rosman Malomo.
Dengan jumlah penduduk miskin sebesar 7,88 persen atau 54.200 jiwa dari jumlah penduduk 685.530 jiwa menurut Wabup masih merupakan angka yang sangat besar, apalagi jika dibandingkan dengan tahun 2012 silam yang hanya mencapai 7.81 persen atau 53.800 jiwa. (mirwan)
TKPK Diminta Susun Dokumen Berdasarkan Data Riil
Wakil Bupati menyampaikan sambutan pada acara Rapat Koordinasi TKPK Kabupaten Inhil TH 2014
Tembilahan (detikirau.org) – Wakil Bupati Inhil berharap kepada Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) untuk dapat menyusun strategi penanggulangan kemiskinan yang didasarkan kepada data riil yang hasilnya dituangkan dalam bentuk sebuah dokumen yang nantinya akan dijadikan acuan oleh lintas pelaku seperti Pemerintah, DPRD, Swasta maupun masyarakat miskin itu sendiri dalam mengupayakan pengurangan angka kemiskinan.
“Dokumen yang dihasilkan akan dijadikan sebagai panduan dalam melaksanakan program kegiatan sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” Sampaikan Wabup kepada awak media usai mengikuti Rakoor TKPK bertempat di Aula Kantor Bappeda Inhil, Tembilahan. Senin (22/12)
Ditambahkan Wabup, pembuatan dokumen resmi ini sesuai dengan Permendagri Nomor 42 tahun 2010 tentang pembentukan tim penanggulangan kemiskinan daerah. Pembuatan dokumen ini menjadi penting dalam upaya mengurangi angka kemiskinan khususnya di inhil.
Yang terpenting dikatakan Mantan Ketua DPRD Inhil ini adalah, dengan adanya trobosan ini, Dinas terkait seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) bisa memberi peluang kerja kepada pengangguran, Dinas Pekerjaan Umum (PU) bisa memperbaiki sanitasi dan menyediakan air bersih, Dinas Pendidikan (Disdik) bisa mengurangi Angka Partisipasi Kasar dan Murni, serta Dinas Kesehatan (Diskes) bisa menciptakan kesehatan yang baik bagi masyarakat.
”Karena itu berkorelasi semua, orang yang tidak sehat tidak bisa sekolah, yang tidak sekolah tidak bisa mendapatkan pendidikan, orang yang tidak mendapatkan pendidikan tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak, orang yang tidak mendapatkan pekerjaan yang layak tidak bisa mendapatkan penghasilan yang cukup, dan orang yang penghasilannya kurang akan menjadi masyarakat miskin,” jelas Wabup.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Inhil tahun 2014, dengan luas wilayah kab Inhil sebesar 18.812,94 Km2 yang terdiri dari 20 kecamatan, 39 kelurahan dan 197 desa, dari total jumlah penduduk sebanyak 685.530 jiwa, 7,88 % diantaranya atau sebanyak 54.200 jiwa tergolong kedalam penduduk miskin.(dro/Mirwan/adv pemkab inhil)
Sukseskan Program Kerja, Bunda PAUD Inhil Terus Lakukan Koordinasi
Bunda PAUD Inhil, Hj Zulaikah Wardan
TEMBILAHAN (detikriau.org)-Untuk mendukung dan mensukseskan berbagai program kerja yang telah direncanakan, Bunda PAUD Kabupaten Indragiri Hilir, Hj Zulaikhah Wardan gencar melakukan koordinasi seluruh pihak terkait.
Menurut Ikha, sapaan akrab istri Bupati Inhil ini, sejak menjabat sebagai Bunda PAUD Inhil pada tanggal 22 November 2013 lalu, dirinya langsung mengintensifkan jalinan kerjasama dengan berbagai pihak, seperti Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dunia usaha dan organisasi mitra, serta media massa yang ada di Negeri Seribu Parit.
“Bentuk dari kerjasama tersebut diantaranya, Program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Inhil, yang memiliki program rintisan pembentukan lembaga PAUD baru bagi Desa dan Kelurahan yang belum memiliki PAUD, serta penggandaan buku saku Bunda PAUD,” paparkan Ikha
Kerjasama lainnya ditambahkannya adalah dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Inhil melalui salah satu program nasional, yaitu pengukuhan Bunda PAUD secara serentak mulai dari tingkat Desa dan Kelurahan, Kecamatan hingga Kabupaten.
Termasuk diterbitkannya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 20 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan PAUD Holistik Integratif, SK Bupati tentang Forum CSR, MoU dengan perusahaan swasta, SKPD, organisasi mitra dan media massa. Tandas Ikha.(dro/adv pemkab inhil)
Semeter Genap Kurikulum 2006 Kembali Digunakan
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Menindaklanjuti surat edaran Kemendikbud RI, pada Semester genap mendatang Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali menerapkan kurikulum 2006.
Agar implemintasi penerapan kurikulum 2006 di Negeri Sri Gemilang ini bisa berjalan dengan baik, Helmi mengaku secara intensif pihaknya terus menggelar rapat terbatas bersama seluruh pengawas sekolah yang ada didaerah ini.
“Artinya sesuai dengan surat edaran Kemendikbud seluruh sekolah yang ada di Inhil sudah dapat melaksanakan KTSP kurikulum 2006. Bagi para sekolah yang belum memahaminya kita minta segera berkoordinasi dengan kita,” harapnya.
Sebelumnya Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan Inhil Ahmad Ramani, menjelaskan berdasarkan surat edaran Mendikbud menjelaskan bahwa bagi sekolah yang sudah menjalankan kurikulum 2013 selama 1 semester akan dikembalikan ke kurikulum 2006.
Terkecuali bagi sekolah yang sudah menerapakan kurikulum 2013 telah berjalan selama 3 semester. Maka sekolah itu disarankan untuk melanjutkan penggunaan kurikulum 2013.
“Namun di daerah kita penerapan kurikulum 2013 baru 1 semester, sehingga besar kemungkinan akan kembali ke kuriukulum 2006,” katanya.(dro/*1)
Bupati Inhil Buka Kegiatan Sosialisasi Satu Desa Satu PAUD
Bupati saat menyampaikan sambutan
Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan membuka secara resmi kegiatan sosialisasi Satu Desa Satu PAUD yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kab. Inhil akhir pekan kemaren. Acara ini turut dihadiri oleh Wabup Inhil H. Rosman Malomo, Sekda Kab.Inhil H. Alimuddin RM, Bunda PAUD Kab. Inhil Hj. Zulaikhah wardan, Ketua GOPTKI Kab. Inhil Hj. Haryati Alimuddin, Wakil Ketua TP.PKK Kab. Inhil Hj. Siti Bungatang Rosman serta beberapa pejabat du lingkungan Pemkab Inhil dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya Bupati menyampaikan bahwa pembangunan pada bidang Pendidikan tidaklah sama halnya dengan pembangunan di bidang-bidang lainnya. Jika pembangunan pada bidang lainnya, niscaya kita akan melihat produk atau hasilnya dalam rentang waktu yang relatif singkat. Namun, tidak demikian jika kita melaksanakan pembangunan di bidang pendidikan.
Pembangunan di bidang pendidikan membutuhkan waktu yang sangat panjang, karena fokus pembangunan di bidang pendidikan adalah membangun jatidiri manusia seutuhnya, baik jasmani maupun rohani. Oleh karena itu hasil dari pembangunan di bidang pendidikan baru bisa kita lihat dalam kurun waktu satu generasi pendidikan yang berkisar antara 16 tahun sampai 19 tahun, yaitu pendidikan dasar (SD+SMP) 9 tahun, pendidikan menengah 3 tahun.
“dan pendidikan tinggi sekurang-kurangnya 4 sampai 6 tahun. Itulah yang dimaksudkan satu generasi pendidikan.” Ujar Bupati
Perlu disadari kata Bupati lagi pembangunan pendidikan yang sangat fundamental itu sesungguhnya terletak pada pendidikan usia dini, yaitu ketika anak berusia mulai 0 tahun sampai 6 tahun. Karena pada tahapan ini merupakan awal dilaksanakannya pendidikan kepada anak, yaitu awal bagi seorang anak untuk melakukan interaksi, beraktifitas fisik dan psikis, baik melalui pendidikan rumah tangga, maupun pendidikan di masyarakat.
Oleh karenanya sangat tepat bahwa Kementerian Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah telah merancang pembangunan pendidikan untuk anak usia dini melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal yang tertera dalam Rencana Strategis Kementerian kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai program strategis untuk mempersiapkan anak Indonesia yang cerdas, berilmu pengetahuan, berakhlak mulia, dan terampil sebagai manusia paripurna yaitu Insan Kamil sebagai kado pada Ulang Tahun Emas Republik Indonesia yang ke-100 tahun, pada Tahun 2045 yang akan datang.
Inilah bentuk investasi masa depan yang sangat diperlukan,” Tegas Bupati
Bertolak dari pemikiran tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terus berupaya untuk melakukan program-proram strategis bagi pembangunan pendidikan, khususnya pembangunan pendidikan pada Sub Pendidikan Anak Usia Dini. Program-proram strategis tersebut kita tuangkan dalam berbagai kegiatan guna menunjang dan mendukung pelaksanaan Pendidikan Anak Usia Dini dalam upaya melakukan perluasan aksesibility Pendidikan Anak Usia Dini guna melakukan pemerataan pelayanan bagi anak-anak usia 0 sampai 6 tahun di seluruh pelosok Desa dan Dusun di Kabupaten Indragiri Hilir.
Di samping melakukan perluasan akses, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir secara bersamaan juga terus berupaya melakukan peningkatan kualitas kelembagaan dan pelayanan Pendidikan Usia Dini, baik dalam bentuk memenuhi kebutuhan gedung bangunan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif yang Refresentatif sekurang-kurangnya 1 PAUD Holistik Integratif disetiap Kecamatan sebagai PAUD model.
Kegiatan peningkatan mutu kelembagaan dan pelayanan PAUD, juga dilaksanakan dalam bentuk memberikan bantuan pendidikan ke jenjang S1 PAUD bagi para pendidik PAUD dengan sistem sharing anggaran antara Pemerintah Provinsi Riau dengan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, dan Insya Allah pada saat ini para pendidik PAUD yang mengikuti program peningkatan kualifikasi ke jenjang S1 PAUD sudah mencapai 80 orang dan sudah memasuki semester 5 dan semester 3.
Kegiatan peningkatan mutu lainnya berupa pelatihan dasar bagi pendidik PAUD, Ujian Kompetensi, Pendidikan dan Pelatihan Pendidik PAUD, Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pengelola PAUD, Jambore PTK PNFI, Jambore Himpaudi, dan lain sebagainya.
“Dalam upaya penguatan kelembagaan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir juga menyediakan bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) secara bertahap untuk seluruh lembaga PAUD.” Tandas Bupati. (dro/adv pemkab inhil)