Bupati Resmikan 65 Paket Fisik Program DMIJ 2014 Kec Tempuling

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Inhil HM Wardan meresmikan fisik program unggulan Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) di desa Karya Tunas Jaya kecamatan Tempuling. Sebanyak 65 paket pada 5 desa dan 4 kelurahan di Kecamatan Tempuling stuntas dikerjakan berakhirnya tahun anggaran 2014 lalu.

Kegiatan itu diawalidengan melakukan pengguntingan pita peresmian jembatan yang menghubungkan antar dusun di desa Karya Tunas Jaya. Jembatan tersebut di bangun melalui program DMIJ kategori Swakarsa.

Kepala desa Karya Tunas Jaya Mispan dalam laporannya mengatakan jembatan yang baru di resmikan tersebut dalam RAB memiliki panjang 44 meter dan lebar  2,5 meter dengan anggaran Rp.177.548.000 namun dalam realisasinya hingga jembatan selesai di bangun dengan semangat pemberdayaan masyarakat panjang jembatan menjadi 46,5 meter dengan lebar 2,5 meter anggaran pembangunan menjadi Rp.221.548.000 kelebihan biaya pembangunan jembatan dilakukan swadaya masyarakat sebesar Rp. 44.000.000

Ditambahkannya dalam program DMIJ di desa Karya Tunas Jaya juga telah dibentuk 4 PAUD dari 5 dusun yang ada.

Kedatangan Bupati Inhil HM Wardan ke desa Karya Tunas Jaya di sambut pagelaran seni tari kuda lumping Tri Tunggal Turonggo Mudo yang dibawakan oleh siswa SD di desa tersebut.

Camat Tempuling Ahmad Khusairi S.Sos mengatakan kecamatan Tempuling memiliki 5 desa dan 4 kelurahan. Pada program DMIJ tahun 2014 di kecamatan Tempuling ada 3 kategori desa DMIJ yakni 3 ketegori desa swakarya 1 kategori desa swasembada dan 1 kategori desa maju sedangkan kelurahan memakai program stimulan dari pemerintah kecamatan.

Dihimbau masyarakat desa di kecamatan Tempuling agar dapat menjaga dan memanfaatkan sebaik-baiknya pembangunan program DMIJ yang telah dilakukan dengan selalu menjaga kekompakan antara masyarakat.

Bupati Inhil HM Wardan sebelum memberikan sambutan melakukan penandatanganan prasasti program DMIJ di kecamatan Tempuling.

Dalam sambutannya Bupati Inhil HM Wardan mengatakan bangga dapat bertemu langsung dengan masyarakat desa Karya Tunas Jaya ditambahkannya Program DMIJ merupakan program unggulan dan janji dirinya dan wakil Bupati sejak terpilih menjadi kepala daerah di kabupaten Indragiri Hilir, program unggulan DMIJ hanya ada satu-satunya di Indonesia yakni di kab. Inhil

Bahwa pada APBD Inhil tahun anggaran 2014 lalu untuk program DMIJ telah di anggarkan 130 Milyar lebih, pada program DMIJ tersebut ada program arahan yakni pembentukan PAUD baru dengan anggaran 50 juta setiap desa, serta pembayaran honor untuk guru pada program gerakan masyarakat maghrib mengaji.

Tahun anggaran 2015 pada program DMIJ akan di bangun kantor satu atap atau satu area untuk pembangunan kantor Babinsa dan Babinkamtibmas yang berdekatan dengan kantor Desa dengan tujuan untuk mensinergikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Bunda Paud Inhil Hj. Zulaikhah Wardan menyerahkan bantuan Alat Permainan Edukatif untuk dua Paud di desa Karya Tunas Jaya kecamatan Tempuling.(mirwan/adv pemkab inhil)




Pemkab Inhil Gelar Rapat Koordinasi Terpadu Pengendalian Karhutla

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org)  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menggelar rapat koordinasi terpadu pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bertempat di gedung Engku Klana Tembilahan, Rabu (21/1/2015).

Rapat yang berlangsung dari pukul 09.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Bupati Inhil HM Wardan dan dihadiri Ketua DPRD Inhil, Kajari, Kapolres Inhil serta jajarannya, seluruh kepala Satker dilingkungan Kabupaten Inhil dan beberapa perwakilan Perusahaan.

Dalam pemaparannya, Bupati menyampaikan kondisi umum Karhutla terbesar di Inhil ini menurut data yang tercatat terjadi pada tahun 2004 lalu, untuk tahun 2014 tidak juga dikatakan menurun namun kondisi Inhil lumayan membaik dari 10 tahun yang lalu.

“Meski angka Karhutla tahun 2014 lebih besar dari pada tahun 2013 lalu, tapi sekarang sudah mulai kurang dirasakan terjadinya Karhutla, dan ini perlu ditingkatkan pengawasan serta disosialisasikan disetiap kecamatan, jangan sampai ada lagi terjadi Karhutla dengan ketidak tahuan masyarakat atas aturan larangan itu,” katanya.

Menurut data Hotspot ditahun 2014 ini lanjut Bupati, Karhutla terbesar di Inhil terjadi pada bulan Februari dan Maret dan yang terkecil terjadi dibulan April. Sementara untuk 20 kecamatan dilingkungan Inhil terjadi Karhutla terbesar terdapat di kecamatan Mandah dan kecamatan Teluk Belengkong, untuk Karhutla terkecil terdapat di kecamatan Sungai Batang dan kecamatan Tembilahan Hulu.

Berdasarkan data itu juga disebutkan Bupati ada 5 kecamatan yang paling rawan yakni Mandah, Telok Belengkong, Pelangiran, Pulau Burung dan Gaung. Mayoritas kebakaran ini terjadi pada areal Perusahaan perkebunan atau kehutanan yang merupakan areal konfliks, selain itu juga sempadan sungai atau perusahaan kehutanan yang tidak aktif lagi.

“Yang menjadi evaluasi lanjutan bahwa kebanyakan masyarakat melakukan pembakaran karena adanya peraturan tentang mekanisme pencegahan dan kerusakan lingkungan hidup yang berkaitan dengan Karhutla,” sebut Wardan.

Untuk itu, Ia menghimbau kepada pihak perusahaan membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa setempat yang rawan kebakaran, melengkapi sarana pemadaman Karhutla, mempertahankan tinggi air maksimal 40 cm, serta membuat tangki air pada perusahaan yang berlokasi di tanah mineral.

Selain itu juga dihimbau untuk masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar yang melanggar pasal 108 jo pasal 69 ayat 1 huruf h undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan.

“Dalam upaya mengurangi terjadinya kebakaran di Kabupaten Inhil perlu kerjasama yang baik antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat dalam mengendalikan Karhutla ini,” tutup Bupati Inhil.(mirwan/adv pemkab inhil)




Rencana Hadirkan KH Aqil Shiraj, Februari, Pemkab Inhil Peringati Haul Syekh Abdul Qodir Jaelani

0e8070296e7a5101328e8dnqp-19196Tembilahan (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir memprogramkan pelaksanaan Haul Syekh Abdul Qodir Jaelani pada 14 Februari mendatang secara besar-besaran.

Hal itu diungkapkan Bupati, HM Wardan saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Sungai Salak, Tempuling, Selasa (20/1).

Mendukung kegiatan haul akbar itu, Pemkab Inhil menyumbangkan sepuluh ekor sapi untuk digunakan sebagai jamuan untuk semua masyarakat.

“Sepuluh ekor sapi itu hasil sumbangan dari kita semuanya. Nantinya, untuk memasak dilakukan secara gotong royong” kata Wardan.

Kegiatan itu nantinya dipusatkan di lapangan upacara Tembilahan. Direncanakan bakal dihadiri oleh Ketua PBNU Pusat, KH Aqil Shiraj. Pihak panitia penyelenggara sudah memastikan sekaligus mengkonfirmasi kehadiran orang nomor satu di tubuh NU itu.

Selain menyosialisasikan perihal agenda besar itu, Bupati juga menyampaikan program andalan Pemkab Inhil seperti program maghrib mengaji.

Pada kesempatan yang sama, mantan Sekko Pekanbaru itu juga menyerahkan sumbangan secara pribadi untuk Masjid Nurul Huda.  Pemkab Inhil menurutnya selalu memperhatikan keberadaan rumah ibadah yang ada di daerah ini.

“Karena ini dihadiri oleh pengurus PBNU pusat, tentu saja kita harus mempersiapkan semuany secara baik”jelas Wardan lagi. (adi/adv pemkab inhil)




DTPHP Inhil Optimis Optimalkan Pemanfaatan lahan Persawahan

Kepala DTPHP Inhil, Urif Soekarno
Kepala DTPHP Inhil, Urif Soekarno

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) nyatakan optimis untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan persawahan. Tugas ini menurut Kepala DTPHP Inhil, Urif Soekarno merupakan PR kedepan.

Dikatakan Urip, secara umum hanya ada dua hal yang perlu diterapkan yakni Intensifikasi dan Ekstensifikasi. Dijelaskan, didalam intensifikasi itu terdapat upaya peningkatan hasil pertanian tanpa memperluas lahan yang dilakukan dengan cara penggunaan pupuk, pemeliharaan dan lainnya.

Sedangkan untuk ekstensifikasi merupakan usahanya dalam meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperluas lahan yang ada. “Artinya potensi lahan yang belum didayagunakan itu akan disegerakan dikelola dengan cara menyediakan pupuk dan kebutuhan lainnya,” jelasnya usai melantik pejabat eselon IV DTPHP Inhil, Selasa (20/1/2015).

Urip menyebutkan dalam hal peningkatan produksi pangan akan diutamakan untuk pengembangan areal persawahan, sebab dari luasan 80 ribu hektar lahan padi di Inhil, hingga saat ini hanya 33.124 hektar yang dikelola, artinya masih banyak lahan yang tersedia.

Luasnya areal persawahan ini merupakan potensi kabupaten Inhil kedepan, meski ia belum bisa memastikan lokasi lahan tersebut terletak dimana saja. “Yang jelas saya minta lahan itu tidak dialih fungsikan,” pintanya.

Mantan Kepala Dislutkan Inhil ini juga menyampaikan ada beberapa kendala dalam pengembangan lahan tersebut, diantaranya kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang itu, termasuk minimnya ketersediaan pupuk serta teknologi tepat guna yang masih minim.

“Target kedepan tidak hanya padi, namun juga jagung dan kedelai. Maka saya mengajak kepada masyarakat untukl bersama-sama saling mendukung dalam pengembangan fungsi lahan ini,” harap Urip.” Tandas Urif. (mirwan/adv pemkab inhil)




Kepala DKP Inhil Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Kawasan Hutan Rawa

Tanaman Mangrove seperti ini tumbuh subur disepanjang pesisir pantai Inhil. diharapkan kepada semua pihak untuk bersama-sama menjaga kelestariannya
Tanaman Mangrove seperti ini tumbuh subur disepanjang pesisir pantai Inhil. diharapkan kepada semua pihak untuk bersama-sama menjaga kelestariannya

Tembilahan (detikriau.org) – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) kabupaten Indragiri Hilir, H Wiryadi Umar mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan rawa, seperti mangrove dan nipah yang tumbuh subur disepanjang bibir pantai Inhil. Keberadaan tanaman yang sekaligus menjadi penahan terjadinya abrasi itu menjadi tempat hidup dan berkembangbiaknya hewan-hewan laut yang menjadi sumber penghasilan nelayan.

Ajakan ini disampaikan saat pertemuan di ruang kerjanya, senin (19/1) kemaren. Pada akar-akar tanaman Mangrove dan Nipah itu menurut Wiryadi menjadi tempat meletak telur hewan-hewan laut seperti kepiting, udang dan lainnya. Kelestarian tanaman rawa pastinya akan memberi jaminan pula terhadap kelestarian hewan laut.

“artinya jika tanaman rawa itu bisa kita jaga kelestariannya maka kelangsungan hidup hewan laut yang menjadi sumber penghidupan nelayan akan dapat terjamin pula,” Ujar Wiryadi.

Ditambahkan Wiryadi, menjaga kelestarian alam tidak bisa dilakukan hanya satu pihak tetapi perlu kerjasama dari seluruh stackholder terkait lainnya. Memberi jaminan kelestarian lingkungan tidak hanya memberikan jaminan penghasilan bagi masyarakat saat ini tetapi akan memberi dampak panjang hingga keanak cucu nantinya.

“Oleh karenanya saya mengajak agar kita semua dapat menjaga kelstarian alam agar kelestarian hidup kita dapat pula terjaga dengan baik,” Himbaunya. (dro/adv pemkab inhl)




Bupati Inhil Resmikan DMIJ Desa Pulau palas

DSC_1737TEMBILAHAN (detikriau.org) –Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan resmikan hasil pembangunan fisik program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) tahun anggaran 2014 di Desa Pulau Palas Kecamatan Tembilahan Hulu, Senin (19/1/2015).

Menurut Bupati, melalui program DMIJ ini akan meningkatkan pembangunan desa. “Melalui DMIJ inilah yang menjadikan desa kedesa lebih maju lagi dari sebelumnya, maka tingkatkanlah program ini kedepannya,” ungkap Bupati.

Ia menjelaskan dari laporan 20 pemerintah kecamatan bahwa sampai saat ini hampir semua desa diseluruh kecamatan sudah mampu menuntaskan program DMIJ ini hingga 100 persen, minimal 80 persen. “Tentunya saya sangat berterima kasih telah menjalankan program ini dengan baik, meski masih ada terdapat beberapa desa yang belum maksimal,” tuturnya. (mirwan/adv pemkab inhil)