Operasionalkan Pelabuhan Parit 21, Pemkab Inhil Jalin Kerjasama Dengan PT Pelindo

arsip-454TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) jalin kerjasama dengan PT Pelindo sebagai salah satu upaya untuk mengoperasikan pelabuhan parit 21 Tembilahan yang sampai saat ini masih belum beroperasi.

Pernyataan ini diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Inhil, H Tantawi kepada awak media, kemaren. Dibenarkannya, bahwa Pemkab Inhil melalui dinasnya lakukan jalin kerjasama badan usaha operasiolan pelabuhan (BUP) PT Pelindo.

“Masih terkendalanya pengoperasian Pelabuhan Parit 21 dikarenakan Kabupaten Inhil belum memiliki BUP yang menjadi syarat dalam pengoperasian,” katanya.

Karena ketiadaan Badan Usaha tersebut lanjutnya, maka pihaknya melakukan kerjasama tersebut. Sebagai tindak lanjut pengoperasian Pelabuhan Parit 21, Dishubkominfo Inhil telah melakukan pertemuan dengan pihak PT Pelindo beberapa waktu lalu. Dimana, dari pertemuan itu dihasilkan berupa draf perjanjian pengoperasian pelabuhan.

Meski demikian, ia juga menyebutkan proses yang dilakukannya dengan PT Pelindo pada badan usaha operasional pelabuhan tersebut tetap memerlukan waktu yang panjang.

Selain itu, juga didapatnya kesepakatan dari Pemprov Riau dalam pekerjaan dibidang perhubungan ini. “Untuk sisi laut itu menjadi tanggung jawab Pemprov Riau dan untuk sisi darat baru menjadi tanggung jawab kita di Kabupaten,” pungkasnya.(mirwan/adv)




Bupati Inhil: Kondisi Jalan Provinsi Yang Paling Parah Itu di Bagian Selatan

Bupati Inhil HM Wardan. Foto: Mirwan
Bupati Inhil HM Wardan. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menilai dari 20 kecamatan di Inhil ini, jalan Provinsi yang paling parah terdapat di kecamatan bagian selatan.

“Jalan Provinsi yang paling parah itu di bagian selatan, seperti di kecamatan Kemuning dan Reteh,” ujarnya dalam sambutan pada acara Musrenbang RKPD Kabupaten Inhil tahun 2015 di gedung Engku Kelana Tembilahan, kemaren.

Menurutnya, kerusakan jalan Provinsi di kedua daerah kecamatan itu sudah harus menjadi perhatian khusus oleh Badan terkait untuk diusulkan ke Pemprov Riau. Apalagi jalan tersebut merupakan akses utama masuk ke Kabupaten Inhil.

“Seperti di Selensen dan kota Baru contohnya, kondisi jalan di sana itu kalau tidak debu, berarti lumpur. Malu kita, karena disana itu akses masuk dari Provinsi Jambi,” tukas Wardan.

Sementara itu, Plt Kepala BPMP Bangdes Provinsi Riau H Daswanto menyampaikan bahwa alokasi dana untuk pembangunan semenisasi perbaikan jalan Provinsi yang ada di Kabupaten Inhil ini akan direalisasikan. Sebab katanya, kurang lebih Rp 25 Milyar sudah rampung dan siap dikucurkan.

“Dana itu dari APBD Provinsi Riau tahun anggaran 2015, dan siap dicairkan ke Kabupaten Inhil guna membangun semeninsasi jalan Provinsi,” ujarnya.

Namun, dari sejumlah dana tersebut merupakan alokasi dana secara umum ke Inhil yang akan terbagi kebeberapa titik jalan.(mirwan/adv pemkab inhil)




Pemkab Inhil Gelar Musrembang RKPD Tahun 2015

unnamed copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) gelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Inhil tahun 2015, Selasa (10/3/2015).

Musyawarah yang berlangsung di Gedung Engku Kelana Tembilahan ini langsung dipimpin oleh Bupati Inhil HM Wardan dan dihadiri beberapa Kepala SKPD Provinsi Riau, Ketua DPRD Kabupaten Inhil Dani M Nursalam, serta diikuti seluruh jajaran Pemkab Inhil.

Bupati menyebutkan, digelarnya Musrenbang ini untuk mensingkronkan apa yang telah dirumuskan oleh semua pihak terkait, dan diakumulasikan keseluruhannya serta prioritas program kerja bisa ditetapkan.

“Dari Musrenbang ini, maka kita bisa merumuskan pokok-pokok pikiran dalam memprioritaskan pembangunan di Kabupaten Inhil, terlebih sebagai gambaran untuk tahun 2016 mendatang,” ungkapnya.

Dijelaskan, dari Musrenbang itu akan diperhatikan beberapa item yang dinilai penting dalam mengembangkan daerah Kabupaten Inhil ini, diantaranya terkait persoalaan infrastruktur jalan, pengembangan pendidikan terlebih pada fasilitasnya, dimana menurutnya, masih banyak sekolah di Inhil ini memerlukan rehabilitas. Selain itu, juga termasuk persolaan kesehatan dan pertanian Inhil.

Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa infrastruktur jalanlah yang menjadi prioritas terpenting yang akan diupayakannya terutama jalan penghubung desa yang akan dibangun melalui Program DMIJ.

“Karena hanya desa yang tau apa kebutuhan mereka, kita dari Pemkab siap menyalurkan dana untuk pembangunannya,” ujar Wardan.(mirwan/adv pemkab inhil)




Bupati Inhil Inhil Buka Rapat Pertemuan Stakeholder KPA Inhil

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan buka rapat pertemuan Stakeholder Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Inhil yang berlangsung di Balai Kantor Bupati Inhil Jalan Akasia Tembilahana, Senin (9/3/2015).

Dalam sambutannya, Bupati yang juga menjabat Ketua KPA Kabupaten Inhil ini memaparkan, digelarnya pertemuan itu sangat penting dilakukan karena menyangkut persoalan menjaga kesehatan diri. Dimana, sekarang ini penyakit berupa virus HIV/Aids itu sudah tidak asing lagi didengar dan telah menjadi masalah dunia.

“Menjamin kesinambungan pelaksanaan program pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS ini, saya himbau agar setiap SKPD terkait untuk melakukan perencanaan dan penganggaran biaya di Instansi  masing-masing secara terprogram, dan tetap berkoordinasi dengan KPA Kabupaten Inhil,” sampaikannya.

Beliau menambahkan, Epidemi AIDS semakin meluas di Dunia ini. Untuk pengidap virus berbahaya ini telah mencapai sekitar 170.000 sampai 210.000 dari 220 juta penduduk. Perkiraan prevalensi keseluruhan adalah 0,1% di seluruh negeri, dengan pengecualian Provinsi Papua katanya.

Lebih lanjut ia menerangkan, untuk angka epidemik diperkirakan mencapai 2,4%, dan cara penularan utamanya adalah melalui hubungan seksual tanpa menggunakan pelindung. Jumlah kasus kematian akibat AIDS di Indonesia diperkirakan mencapai 5.500 jiwa.

“Epidemi tersebut terutama terkonsentrasi dikalangan pengguna obat terlarang melalui jarum suntik dan pasangan intimnya, orang yang berkecimpung dalam kegiatan prostitusi dan pelanggan mereka, dan pria yang melakukan hubungan seksual dengan sesama pria,” jelas Wardan.

Karena temuan kasus HIV dan AIDS tidak lagi hanya pada kelompok-kelompok yang berisiko tinggi saja, tetapi sudah merambah dikalangan resiko rendah seperti pelajar dan mahasiswa dan ibu rumah tangga.

“Kita sudah menghadapi epidemi HIV dan AIDS pada populasi umum, karenanya perlu penanganan khusus dari semua pihak”. Tekankan Bupati. (mirwan/adv)




Ketersediaan Mesin Pertanian di Inhil Masih Sangat Minim

Bupati Inhil, HM Wardan tampak mencoba mempergunakan Alsintan dalam kegiatan panen benih padi unggul di Ballai Benih Pertanian Pekan Arba beberapa waktu lalu
Bupati Inhil, HM Wardan tampak mencoba mempergunakan Alsintan dalam kegiatan panen benih padi unggul di Ballai Benih Pertanian Pekan Arba beberapa waktu lalu

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga saat ini, sarana pendukung berupa alat pertanian yang tersedia di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih sangat minim.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Inhil dicontohkan seperti tanam padi di Kecamatan Tembilahan Hulu. Dimana dengan luas tanaman padi hingga 2.253 hektare, ketersediaan RMU hanya 7 unit, sedangkan yang dibutuhkan seharusnya sekitar 23 unit. Selanjutnya power threser terdapat 19 unit padahal yang dibutuhkan normal seharusnya sebanyak 131 unit.

Dicontohkan lagi seperti Kecamatan Batang Tuaka. Dimana luas tanam padinya sekitar 3.672 hektare, RMU yang tersedia hanya ada 22 unit sementara yang dibutuhkan sebanyak 26 unit, dan untuk power thresernya yang ada 45 unit, sedangkan yang dibutuhkan sebanyak 199 unit.

“Itu hanya sebagian contoh saja, masih ada lagi contoh lain seperti tanaman jagung. Yang jelas, kita merasa masih membutuhkan beberap jenis alat pertanian seperti, Rice Milling Unit (RMU), Power threser, dan corn seller,” jelas Kepala DTPHP Kabupaten Inhil melalui Kabid Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Juni Astuti, Senin (9/3/2015).

Katanya, beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Inhil ini telah memiliki beberapa alat Alsintan tersebut, hanya saja terkendala oleh jumlah.

Dengan demikian, mulai saat ini pihaknya gencar mengkoordinasikan kepada Pemprov atas persoalan tersebut. Bahkan, juga digencarkan hingga ke Pemerintah Pusat. “Hal ini dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat kita juga, dan merupakan salah satu bentuk upaya pencapaian program Swasembada Pangan yang telah dicanangkan oleh Presiden RI,” tutupnya.(mirwan/adv pemkab inhil)




Disdik Inhil Seleksi Peserta OSN SMP 2015

Kabid Dikmen, Drs Suwardi didampingi Kasi kurikulum SMP, Drs M Nasir MPd dan UPTD saat meninjau pelaksaan Seleksi OSN SMP mata pelajaran IPATEMBILAHAN(detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir melakukan seleksi peserta Olimpiade Sain Nasional (OSN) pada jenjang SMP tingkat kabupaten. Seleksi ini diikuti sebanyak 120 pelajar yang berlangsung di SMP Negeri 1 Tembilahan Hulu, Sabtu (7/3/2015) kemaren.

“Seleksi ini dilakukan untuk mencari pelajar terbaik. peserta terbaik itu akan kita persiapakan untuk mengikuti OSN SMP tingkat Provinsi Riau mendatang,” ujar Kepala Disdik Inhil Helmi D melalui Kasi kurikulum SMP, M Nasir.

foto mirwanDari 120 peserta lanjutnya, terdapat 3 mata pelajaran yakni, mata pelajaran dibidang IPA sebanyak 40 peserta, dibidang IPS 40 peserta dan bidang MTK juga sebanyak 40 peserta. Dimana, masing-masing Pemerintah Kecamatan mengirimkan 6 peserta terbaiknya.

Selain mencari bibit-bibit terbaik, OSN ini juga menjadikan satu motivasi untuk membangkitkan minat para peserta didik agar mencintai terhadap mata pelajaran yang digemari.(mirwan/adv pemkab inhil)