Thaher: Dishut Lakukan 4 Upaya Cegah Karhutla

Pembukaan lahan dengan cara dibakar seperti ini menjadi salah satu penyebab kerapnya terjadi musibah kebakaran hutan dan lahan lingkungan
Pembukaan lahan dengan cara dibakar seperti ini menjadi salah satu penyebab kerapnya terjadi musibah kebakaran hutan dan lahan lingkungan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Thaher menyampaikan ada empat upaya yang telah dilakukan Dinasnya untuk mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Ke Empat upaya tersebut dirincikan Thaher yakni, dengan membentuk dan mengaktifkan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) dibeberapa daerah yang rawan terjadinya Karhuta. Kemudian membuat papan himbauan tentang bahaya, dampak dan pelarangan melakukan pembakaran hutan dan lahan serta penyuluhan dan sosialisasi tentang Karhutla dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar secara bersamaan.

“Termasuk melakukan peningkatan kesiapsiagaan aparatur dan masyarakat maupun mitra kerja dalam mengatasi bencana untuk mengurangi resiko ketika terjadi bencana, khususnya Karhutla ini,” sebutnya dalam Rapat Koordinasi Forkopimda bulan Maret yang lalu.

Disamping 4 upaya tersebut, ditambahkan mantan Kepala Dinas Perhubungan Inhil ini adalah selalu berkoordinasi dengan camat dan upika serta mengarahkan seluruh potensi yang ada secara cepat dan tepat,” tukasnya.(mirwan/adv pemkab inhil)




Tahun ini Inhil Dapatkan Bantuan 50 Unit RS-RTLH dari Kemensos

TEMBILAHAN (detikriau.org)- Jika tidak ada aral melintang, tahun 2015 ini Kabupaten Indragiri Hilir akan memperoleh alokasi dana bantuan Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) sebanyak 50 unit dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI).

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Inhil, Hj Nurlia melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial, H Burhan ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/3/2015).

Dikatakan Burhan, berdasarkan surat yang diterima dari Kemensos RI beberapa waktu lalu, untuk seluruh wilayah di Indonesia hanya 17 kabupaten/kota yang mendapatkan bantuan RS-RTLH, dan Kabupaten Inhil termasuk salah satunya.

“Alhamdulillah, tahun ini kita mendapatkan bantuan RS-RTLH untuk 50 unit,” tutur Burhan sembari memperlihatkan surat yang telah diterima Dinsos Inhil dari Kemensos RI.

Kendati demikian, Burhan mengaku bahwa dirinya belum bisa memastikan kapan bantuan tersebut bisa direalisasikan, karena pihaknya masih menunggu keputusan dan informasi lebih lanjut dari Kemensos RI.

“Saat ini sedang dalam proses dan kita akan terus berusaha dan berupaya semaksimal mungkin, supaya bantuan itu segera terealisasi,” terangnya.

Oleh karena itu, lanjut Burhan, pihaknya akan kembali melakukan survey dan pendataan di lapangan, untuk memastikan siapa saja masyarakat yang memang berhak menerimanya, sehingga ketika bantuan tersebut turun, pihaknya bisa langsung menyalurkannya kepada si penerima.

“Untuk besarannya senilai Rp 10 juta per unit, yang dananya ditransfer langsung ke rekening penerima. Kita harapkan, mudah-mudahan bisa cepat terealisasi,” imbuhnya.(adi/adv pemkab inhil)




Waktu Sayembara Desain Logo Milad Inhil Ke-50 Diperpanjang Sampai Akhir Bulan Maret

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) perpanjang waktu penerimaan sayembara desain logo Milad Kabupaten Inhil yang ke-50 hingga akhir bulan Maret ini.

Pernyataan ini diungkapkan Kabag Administrasi Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Inhil, Yun Hawarius kepada awak media usai mengikuti rapat Forkopimda bulan Maret di gedung DPRD Inhil, kemaren.

“Sebenarnya kalau menurut jadwal sayembara ini berakhir dan sudah kita rekap pada tanggal 16 Maret kemaren, tapi karena pesertanya masih sedikit maka kita beri waktu perpanjangan hingga akhir bulan ini,” katanya.

Disebutkannya, hingga saat itu peserta yang telah memasukkan hasil kreatifitas desain logonya baru 18 peserta. Angka partisipasi putra Inhil ini masih minim dan masih perlu tambahan lainnya.

Sebab, ia menginginkan hasil terbaik dan logo Milad Inhil terbaik ditahun ini. Dan pihaknya juga telah menyiapkan tim penyeleksi logo terbaik pada sayembara perdana tersebut.

“Kita sangat merahasiakan peserta itu dari daerah mana dan profesinya apa agar penilaian dari tim penyeleksi nanti memang yang terbaik, yang terpenting peserta sayembara itu asli warga Kabupaten Inhil,” tukasnya.(mirwan/adv)




HPN Provinsi Riau 2015, Bupati Inhil Banggakan Potensi Kelapa

1_1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan ekspos persoalan dan potensi perkelapaan pada kesempatan acara ramah tamah dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau dan PWI Kabupaten Inhil serta Wartawan se-Inhil di kediamannya, Jum’at (20/3/2015) malam.

Dalam pemaparannya, Bupati memperkenalkan kepada seluruh undangan yang hadir bahwa potensi kelapa di Inhil ini dinilai sangat luar biasa. Sebab, dari luas 3 ribu hektar lebih luas perkebunan kelapa di Indonesia, 11 persennya menurut Bupati ada di Kabupaten Inhil.

“400 hektar lebih lahan perkebunan kepala yang kita miliki saat ini menjadi kebanggaan tersendiri, lahan perkebunan inilah yang terus diupayakan pengembangannya serta menjadikan Inhil tempat kelapa,” kata Wardan.

Ditambahkan, untuk mengetahui apakah masyarakat Inhil sedang sejahtera atau tidak, bisa diketahui dari perkembangan harga kelapa, karena kelapa ini merupakan denyut nadi masyarakat Inhil. Artinya, jika harga kelapa mahal maka masyarakatpun akan sejahtera, namun jika sebaliknya harga kelapa anjlok, maka kesejahteraanpun juga akan anjlok.

Hingga hari ini, ia masih sangat menyayangkan keseriusan masyarakat memelihara perkebunan, dicontohkannya seperti mengelola trio tata air yang dinilainnya masih asal-asalan. Padahal kata Wardan, trio tata air pada perkebunan kelapa itu sangat penting untuk meningkatkan hasil panen.

Namun demikian, ia tetap membanggakan, apalagi Inhil telah memiliki 5 Produk yang siap mengelola hasil panen kelapa. Berdasarkan catatan yang dirangkum, disampaikan Bupati bahwa hasil prodak dari 5 perusahaan di Inhil ini mencapai 6 sampai 7 juta butir kelapa perharinya.

“Itu baru hasil kelapa yang dijual ke perusahaan lokal, belum lagi bagi masyarakat yang menjual langsung ke luar negeri seperti ke Malaysia,” tuturnya.

Selain itu, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini juga mengungkapkan bagaimana jika masyarakat Inhil lebih serius mengelola trio tata air, mungkin katanya akan lebih tinggi lagi hasil produksi kelapa tersebut.

Untuk diketahui, Bupati yang dikenal agamis ini mengingatkan bahwa bermulanya kelapa Inhil ini berkembang sejak hijrahnya alm tuan guru Syeh Abdurrahman Sidik di kecamatan Kuala Indragiri, meski bermula di Kuindra, namun kini katanya lahan perkebunan terluas dari 20 kecamatan se-Inhil ada di kecamatan Mandah.

“Yang paling sedikit ada di Kecamatan Kemuning, tapi tetap saja diseluruh kecamatan di sini ada perkebunan kelapanya,” pungkas Wardan.(mirwan/adv)




Potensi jadi Lumbung Padi Riau, Staf Ahli Kementrian Pertanian Sambangi Inhil

Kunjungan Kementrian Pertanian ke Inhil(Humas)TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang dikenal Negeri Bumi Sri Gemilang ini dikunjungi Staf Ahli Kementrian Pertanian RI bidang lingkungan, Ir Mukti, Jum’at (18/3/2015).

Menurut Mukti, Kabupaten Inhil sangat berpotensi untuk menjadi lumbung padi bagi Riau, karena sejauh pengetahuannya, tanah melayu ini, lebih dari 25 persen areal persawahan dan produksi padi itu ada di Kabupaten daerah pesisir ini.

“Ini merupakan kunjungan pertama saya ke Inhil. Saya tertarik meninjau langsung ke lokasi karena Inhil merupakan salah satu daerah penyumbang padi terbesar di Riau,” Katanya, Kamis (19/3/2015) kemaren.

Untuk itu, kedepan diharapkannya, yang biasanya panen hanya dilakukan satu kali dalam setahun, untuk tahun-tahun berikutnya diupayakan panen dua kali dalam setahun. Pada intinya, ia menginginkan kedepan terus ditingkatkan.

Sementara itu, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau, Prof Ir Masganti yang juga ikut berkunjung mendampingi Stap Ahli Mentri Pertanian menyampaikan, secara keseluruhan tanaman padi di Kabupaten Inhil secara keilmuan sangat memerlukan varietas benih yang bagus, sebab katanya hal itulah yang akan mendukung untuk meningkatkan kuantitas panen padi.

“Selain itu, untuk meningkatkan hasil produksi, perlu juga dilakukan pemupukan secara berkelanjutan, karena rentang waktu tanam yang panjang dan hal tersebut menyebabkan tanaman padi memerlukan unsur hara yang lebih banyak,” jelasnya. (adv pemkab inhil)




Bupati Inhil Buka Kegiatan Sikat Gigi 1000 Murid SD

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan buka secara resmi sikat gigi massal 1000 murid SD se-Kecamatan Tembilahan yang digelar oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bekerjasama dengan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kabupaten Inhil bertempat di Lapangan jalan Gadjah Mada Tembilahan, Jum’at (20/3/2015).

Dalam pemaparannya, Bupati mengapresiasi kegiatan ini, sebab menurutnya kegiatan sikat gigi massal tersebut sangat positif. Apalagi bagi para pelajar setingkat SD itu tentunya sangat memerlukan perhatian bagaiman melakukan menyikat gigi dengan benar.

“Yang lebih terkesan bagi saya, pihak penyelenggara mengeluarkan statmen bahwa pihaknya optimis siswa SD di Kabupaten Inhil kedepan bebas dari gigi berlubang,” katanya.

Selain itu, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini juga mengapresiasi begitu tinggi partisipasi siswa SD yang mengikuti kegiatan ini. Bahkan ia melihat semangat para siswa itu bukan dari sebatas dorongan semata. Tentu kata Bupati ini bisa menghasilkan nilai yang lebih posiitif lagi.

Senada, Ketua TP PKK Kabupaten Inhil, Hj Zulaikhah Wardan yang juga menghadiri kegiatan pagi itu, juga memberikan apresiasi dan dukungannya. Ia mengusulkan kepada penyelenggara untuk dapat terus mensosialisasikan cara menyikat gigi yang benar itu.

Sementara itu, Ketua PDGI Kabupaten Inhil drg Yandri Saputra saat dikonfirmasi mengungkapkan tentang begitu pentingnya pemeliharaan kesehatan organ tubuh bagian mulut itu. Karena gigi ini katanya merupakan organ yang berpengaruh pada organ tubuh lainnya.

“Jika sakit gigi, maka organ tubuh lain juga ikut terganggu, aliran urat gigi itu sangat sensitif pada organ tubuh yang lain,” tandasnya.(mirwan/adv)