Dapat Ditonton Live Streaming Melalui Android, Bupati Inhil Puji Terobosan Cerdas GGTV

Bupati Inhil HM Wardan./ Foto: Diskominfops_inhil

Tembilahan, detikriau.org – Bupati Inhil HM Wardan apresiasi terobosan Gemilang Televisi (GGTV) untuk menjangkau lebih dekat pemirsanya.

Kini cukup dengan mengunduh aplikasi Kugo di Playstore, pemirsa setia GGTV dapat menikmati setiap program yang ditayangkan GGTV dimanapun keberadaannya.

“Persoalan akses informasi yang hanya dapat diperoleh ketika harus duduk di depan layar televisi, kini tidak lagi berlaku. Berkat solusi cerdas ini, masyarakat dapat mengakses informasi dari GGTV melalui android dimanapun mereka berada,” ujar Bupati kepada awak media melalui pesan singkat.

Sebagai sebuah Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL), dikatakan Bupati, aksessibilitas GGTV saat ini adalah merupakan hal yang luar biasa jika memang harus dibandingkan dengan stasiun televisi daerah lainnya.

“Menurut Saya, kita tidak perlu heran jika ada streaming untuk televisi nasional milik swasta. Tapi, ini dilakukan oleh stasiun lokal milik Pemerintah Daerah, tentu menjadi suatu terobosan yang luar biasa,” puji Bupati.

Kedepan, Bupati berharap agar GGTV dapat terus mempertahankan kinerja yang baik. Dia mengimbau pihak GGTV untuk dapat terus berkreasi dan berinovasi demi mengembangkan stasiun televisi kebanggaan masyarakat Kabupaten Inhil itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik (Diskominfops) Kabupaten Inhil, HM Thaher mengatakan, terobosan siaran secara live streaming yang dilahirkan GGTV merupakan sebuah progres untuk melayani kebutuhan akan informasi dan upaya pendayagunaan teknologi informasi yang kian berkembang di masa sekarang.

“Tentunya ini adalah sebuah progres bagi stasiun televisi daerah kita. Terobosan ini merupakan wujud nyata dari upaya memberikan pelayanan prima,” terangkan HM Thaher.

Pasca peluncuran di akhir tahun 2017 lalu, dikatakan Thaher, berbagai kemajuan telah dicapai oleh GGTV, salah satunya adalah perluasan jangkauan siar sehingga saat ini GGTV tidak hanya dapat dinikmati oleh masyarakat di Kabupaten Inhil, melainkan juga oleh masyarakat diluar daerah Kabupaten Inhil.

“Hari ini, kita kembali memberikan kemudahan bagi pemirsa kita. Kedepan, kita berkomitmen untuk terus menciptakan terobosan-terobosan baru demi masyarakat Inhil,” tukas HM Thaher seraya berjanji untuk menyajikan program televisi yang berkualitas./adv/diskominfops_inhil/Ari Permana




Bupati Inhil Resmikan Pemakaian Gedung PAUD Desa Pekan Kamis

Istri Bupati Inhil Hj Zulaikhah Wardan menggunting pita sebagai tanda diresmikannya pemakaian gedung PAUD. Foto: Diskominfops_inhil

Tembilahan, detikriau.org — Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan meresmikan pemakaian gedung PAUD Desa Pekan Kamis, Kecamatan Tembilahan Hulu, Rabu (9/1/2019) siang.

Kedatangan Bupati turut didampingi oleh Wakil Bupati Kabupaten Inhil, H Syamsuddin Uti dan disambut oleh Camat Tembilahan Hulu, Kepala Desa Pekan Kamis serta segenap masyarakat Desa Pekan Kamis.

Bupati mengatakan bahwa gedung yang dibangun oleh Pemerintah Desa Pekan Kamis dan baru saja diresmikan sudah sangat bagus jika dilihat secara fisik. Untuk itu, Bupati mengimbau agar bangunan yang sudah berdiri kokoh itu dapat dimanfaatkan secara baik dan maksimal dalam rangka penyelenggaraan pendidikan.

Bupati Inhil HM Wardan didampingi Wabup Inhil H Syamsuddin Uti membuka selubung papan nama saat peresmian PAUD di Desa Pekan Kamis. Foto: Diskominfops_inhil

Bupati pada kesempatan itu juga tampak sangat memperhatikan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini, baik dari sisi kualitas maupun dari sisi kuantitas. Hal ini dapat dilihat dari imbauan yang Dia berikan kepada segenap masyarakat Desa Pekan Kamis agar dapat menyekolahkan anak-anak mereka di lembaga PAUD yang telah ada.

“Selain fokus pada penambahan jumlah anak didik, PAUD juga harus fokus pada kualitas tenaga pengajar sehingga dapat melahirkan generasi penerus yang berkualitas. Cari guru yang berkompeten,” tukas Bupati.

Tidak hanya sampai disitu, bentuk perhatian lainnya yang diberikan oleh Bupati terhadap penyelenggaraan pendidikan anak usia dini, khususnya kepada lembaga PAUD Desa Pekan Kamis adalah melalui penyaluran bantuan dana Pemerintah Kabupaten yang direncanakan kedepannya.

“Urus izin Bangunan (yang baru saja diresmikan, red) agar bantuan Pemerintah Kabupaten Inhil dapat disalurkan,” imbau Bupati.

Tidak dapat dipungkiri, sejak digulirkannya Gerakan Paudisasi yang menjadi bagian dari program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) di penghujung tahun 2103 silam, Bupati Kabupaten Inhil memang senantiasa berkonsentrasi terhadap tumbuhkembang lembaga PAUD.

Alhasil, berkat upaya keras dan konsistensi dalam pengembangan PAUD tersebut, pada tahun 2018 tercatat pertumbuhan lembaga PAUD di Kabupaten Inhil naik begitu signifikan dengan persentase kenaikan mencapai 200 persen dari yang sebelumnya 153 lembaga PAUD menjadi 474 lembaga PAUD.

Pada aspek jumlah peserta didik, Kabupaten Inhil pun pernah dikukuhkan sebagai salah satu yang terbaik secara nasional. Hal tersebut dapat diukur melalui Angka Partisipasi Kasar atau APK anak 0 sampai dengan 6 tahun yang mengenyam pendidikan di lembaga PAUD.

Tercatat, APK anak 0 sampai dengan 6 tahun PAUD di Kabupaten Inhil pada tahun 2013 hanya berada pada angka 53 persen. Pasca pelaksanaan Gerakan Paudisasi, angka tersebut melejit hingga menyentuh angka 92 persen dari target ideal Pemerintah Pusat sebesar 73 persen./adv/diskominfops_inhil/Ari Permana




Bupati Inhil Melayat H Muslimin Mabbate Di RSUD Puri Husada Tembilahan

Tembilahan, detikriau.org — Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan melayat kerumah duka Alm H Muslimin Mabbate, salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Inhil yang wafat di RSUD Puri Husada Tembilahan, Rabu (9/1/2019).

Kedatangan Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan ke RSUD Puri Husada Tembilahan, didampingi oleh Wakil Bupati Kabupaten Inhil, H Syamsuddin Uti beserta sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil.

Bupati tiba di RSUD sekitar pukul 21.00. Bupati tampak mengenakan baju biru putih dengan peci hitam. Di ruangan jenazah H Muslimin Mabbate cukup ramai pihak keluarga dan masyarakat yang hadir.

“Saya turut berduka cita dan mengucapkan belasungkawa atas wafatnya salah satu Putra Terbaik Inhil, H Muslimin Mabbate,” tutur Bupati.

Bupati mengatakan, H Muslimin Mabbate merupakan sosok yang baik serta ramah. Beliau, tambah Bupati, diketahui sebagai seorang yang pekerja keras.

“Tidak ada yang tahu rencana Allah SWT, seperti kapan kita akan dipanggil dan kembali ke sisi-Nya,” kata Bupati.

Bupati berharap agar pihak keluarga dapat senantiasa senantiasa tabah atas kehilangan sosok H Muslimin Mabbate.

“Semoga Allah SWT memberikan tempat yang layak di sisi-Nya dan kepada keluarga diberikan kesabaran,” pungkas Bupati yang tidak dapat menyembunyikan kesedihannya dari raut wajah yang tergambar.

Isak tangis pihak keluarga tak terbendung saat mereka harus mengikhlaskan kepergian H Muslimin Mabbate di ruang rawat RSUD Puri Husada Tembilahan malam itu.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Inhil periode 2009-2014 ini wafat pada pukul 20.00 WIB setelah dirawat beberapa waktu. Rencananya jenazah akan dibawa dan dikebumikan di kampung halamannya, Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah./adv/diskominfops_inhil/Ari Permana




Wakil Bupati Inhil Hantarkan Jenazah H Muslimin Mabbate Menuju Peristirahatan Terakhir

Wakil Bupati Inhil saat menyampaikan sambutan.

Tembilahan, detikriau.org — Wakil Bupati Kabupaten Inhil, H Syamsuddin Uti menghantarkan jenazah H Muslimin Mabbate menuju peristirahatan terakhir di Pemakaman Umum, Jalan Taman Murni, Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Kamis (10/1/2019)

Almarhum H Muslimin Mabbate dikebumikan selepas dishalatkan di Masjid Jami’ Baiturrahman RW 03 Kuala Enok.

Kedatangan Wakil Bupati Inhil, H Syamsuddin Uti yang didampingi oleh Ketua Komisi I (Satu) DPRD Kabupaten Inhil, H Yusuf Said, Anggota DPRD Kabupaten Inhil, Taufik Hidayad dan sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil itu merupakan wujud simpatik atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Inhil.

Kehadiran Wakil Bupati ditengah keluarga yang dirundung duka itu juga berumtujuan untuk memberikan dukungan moril kepada pihak keluarga agar dapat secara ikhlas melepas kepergian Almarhum H Muslimin Mabbate.

“Saya datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Beliau. Semoga almarhum mendapat tempat yang layak disisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Selalu kirim doa kepada almarhum,” ujar Mantan Ketua KONI Kabupaten Inhil itu seusai pemakaman.

Wakil Bupati menilai, selain sosok yang baik dan bersahaja, Almarhum H Muslimin Mabbate juga dikenal sebagai orang yang pernah menorehkan prestasi dengan sederet jabatan prestisius yang disandangnya.

“Sebuah kebanggan bagi Saya dapat hadir menghantarkan sosok yang telah malang-melintang dengan segudang prestasi di Kabupaten kita tercinta ini, Kabupaten Inhil,” pungkas Wakil Bupati.

Pihak keluarga dari Almarhum H Muslimin Mabbate mengucapkan terima kasih atas kesediaan Wakil Bupati Kabupaten Inhil menghantarkan sekaligus hadir ke pemakaman.

“Terimakasih kami ucapkan kepada Pak H Syamsuddin Uti karena sudah mau ikut mengantarkan orang tua kami hingga ketempat pemakaman terakhirnya,” ujar H Rasyid salah satu keluarga almarhum.

Untuk diinformasikan, semasa hidup, Almarhum H Muslimin Mabbate, Pria kelahiran 15 September 1967 di Parit Baso, Desa Patah Parang, Kecamatan Sungai Batang, Kabupaten Inhil ini pernah memegang jabatan strategis dalam penyelenggaraan Daerah. Tak hanya itu, sejumlah jabatan prestisius organisasi non-pemerintahan pun turut mengisi daftar panjang prestasinya. Adapun beberapa jabatan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hilir Periode 2009 – 2014
  2. Calon Wakil Bupati Inhil Periode 2013-2018
  3. Ketua Kwartir Ranting 10 Tanah Merah Tahun 2005-2019
  4. Calon Legislatif DPRD Riau 2019 Partai Perindo.

Almarhum H Muslimin Mabbate diketahui wafat pada Rabu malam Kamis, 9 Januari 2019 di RSUD Puri Husada Tembilahan. Alamat duka berada di Jalan Baiturrahman, Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah. Almarhum H Muslimin Mabbate meninggalkan seorang istri bernama Hj Saidah dengan 3 (tiga) orang anak, masing – masing adalah Dian Yustika Putri berumur 23 tahun, Dini Dwi Arianti berumur 20 tahun dan Dalvia yang baru berusia 10 tahun./adv/diskominfops_inhil/Ari Permana




Pimpin Rakor PKH Tahap I, Bupati Inhil Tekankan Pentingnya Validasi Penduduk Miskin

Bupati Inhil HM Wardan

Tembilahan, detikriau.org – Bupati Inhil HM Wardan pimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap I (Satu) bertempat disalah satu Aula Hotel di kota Tembilahan, Selasa (8/1/2019).

Rakor yang fokuskan pembahasan perihal persiapan transformasi Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra) menuju Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) di Kabupaten Inhil ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Inhil H Syamsuddin Uti, Camat, Kepala Dinas Sosial Syaifudin, Pendamping Program Keluarga Harapan, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Dalam amrannya, Bupati menekankan kepada pihak terkait dalam pelaksanaan PKH untuk segera melakukan pendataan ulang guna validasi jumlah penduduk miskin yang berhak menerima manfaat dari PKH.

Berdsarkan data BPS menurut Bupati, saat ini terdapat 28.124 penerima manfaat. Sementara, yang terdata sebagai masyarakat miskin baru sekitar 18.347 orang.

“Data yang kita punya adalah data hasil pendataan tahun 2015. Hari ini sudah tahun 2019, tentunya perlu validasi data penerima manfaat oleh instansi terkait,” tutur Bupati.

Pendataan, dikatakan Bupati, juga merupakan sebuah langkah realisasi program 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Inhil periode 2018-2023. Untuk itu, perlu keseriusan, khususnya kepada perangkat Kecamatan, Desa dan Kelurahan untuk pro-aktif berpartisipasi dalam proses inventarisasi penerima Bansos Rastra yang kedepan disebut sebagai penerima Bantuan Pangan Non Tunai.

“Jangan lalai, Karena ini juga merupakan program 100 hari kerja Saya bersama Wakil Bupati yang telah kami sampaikan dalam rapat paripurna istimewa November lalu, Kalau ini gagal, nanti kami dianggap tidak mampu merealisasikan program pendataan ini,” tegaskan Bupati.

Semenatra itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Inhil, Syaifuddin mengatakan sosialisasi yang ditaja pihaknya ini ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan PKH tentang pengalihan bantuan tunai ke bantuan pangan non tunai.

Syaifuddin mengungkapkan, jumlah dana untuk penerima Bantuan Pangan Non Tunai pada tahun 2019 adalah senilai Rp 3.600.000 per tahun atau naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1.890.000.

“Pihak terkait disini, khususnya adalah penerima bantuan dan perangkat desa. Setelah sosialisasi ini, kepada seluruh Lurah, Kepala Desa dan para pendamping PKH diharapkan dapat melaksanakan pendataan dan verifikasi penerima bantuan,” ujar Saipuddin./adv




Bupati Inhil Hadiri FGD Tentang Kajian Dampak Sosial Ekonomi Masyarakat Terhadap Kehadiran PT Pulau Sambu

Foto: senuju

Tembilahan, detikriau.org – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir HM wardan hadiri Focus Group Disscussion (FGD) tentang Dampak Sosial dan Ekonomi terhadap Masyarakat dari Industri Kelapa Terpadu Milik Sambu Group Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Selasa (8/1/2019)

Kegiatan tajaan Pemkab Inhil bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) di Aula salah satu Hotel di kota Tembiliahan ini juga dihadiri Bappeda Inhil, Dinas Perkebunan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Inhil, DPMD Inhil, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Dalam amrannya Bupati katakan bahwa sejak periode pertama kepemimpinannya sebagai Kepala Daerah di Kab Inhil ia tak pernah surut untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor perkebunan kelapa.

Saat ini menurut Bupati, dirinya sedang berupaya menggalakkan pembentukan  BUMDes disetiap Desa.

“Saya harap dengan Bumdes angka kemiskinan di Inhil akan berkurang. Kehadiran PT Pulau Sambu juga diharapkan dapat membantu mengembangkan BUMDes ini,” Ujar Bupati

Pemkab Inhil dikatannya juga tidak pernah lelah untuk mengenalkan kelapa Inhil ke seluruh penjuru Tanah Air bahkan hingga internasional.

Pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Provinsi Riau tahun 2015 lalu, Bupati mengakku juga telah menginstruksikan para wartawan untuk menulis tentang kelapa. Berkat hal tersebut orang-orang mulai melirik dan mengenal Inhil.

Selain itu sudah banyak juga hal yang kata Bupati telah lakukan untuk memperkenalkan kelapa sebagai identitas Inhil. Salah satunya dalam bentuk lampu penerangan jalan,” paparnya.

“termasuk sebagai tuan rumah World Coconut Day tahun 2017 lalu juga merupakan upaya pemerintah daerah untuk membumikan kelapa Inhil ketingkat dunia.” Tekankan Bupati.

Untuk diberitahukan, pelaksanaan FGD ini iditujukan untuk memperoleh informasi mengenai regulasi terkini tentang aturan industri dan perkebunan kelapa baik perkebunan kelapa industri maupun perkebunan kelapa rakyat.

Kemudian untuk memperoleh informasi mengenai usaha-usaha Pemkab Inhil dalam perkembangan perkebunan kelapa, mengetahui dan memetakan keterkaitan antar instansi dalam pengembangan perkebunan kelapa dan pemberdayaan petani kelapa, serta memperoleh informasi terkait perspektif setiap instansi mengenai keberlanjutan industri dan perkebunan kelapa.

PT Pulau Sambu sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industry kelapa. Perusahaan ini sudah berdiri sejak tahun 1967 yang terbentuk atas usaha Mr Tay Juhana.

Dalam menjalankan bisnis, PT Pulau Sambu sangat bergantung pada pasokan kelapa masyarakat dan bagi masyarakat sendiri, PT Pulau Sambu merupakan pasar utama dalam penjualan produksi kelapa mereka.

Hal ini menjadikan perusahaan banyak berinteraksi dengan masyarakat baik melalui aktivitas bisnis maupun aktivitas pemberdayaan masyarakat di sekitar industri khususnya dan di Kabupaten Inhil secara umum.

Berdasarkan hal tersebut, studi penelitian tentang dampak sosial ekonomi PT Pulau Sambu terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar PT Pulau Sambu dan masyarakat Inhil sangat penting dilakukan.

Hasil studi ini diharapkan nantinya akan dapat memberi gambaran dampak sosial dan ekonomi sebelum dan setelah berdirinya PT Pulau Sambu di tengah-tengah masyarakat Inhil.

Selain itu studi ini juga memberikan analisis mengenai dampak yang akan terjadi pada masyarakat terutama apabila beberapa atau keseluruhan aktivitas usaha dari PT Pulau Sambu terhenti./adv