Bupati Minta Semua Satker Total Bantu Sukseskan HPN

4319996898presssTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan meminta kepada semua Satuan Kerja (Satker) di lingkungan Pemkab Inhil untuk membantu mensukseskan peringatan puncak Hari Pers Nasional (HPN) di Tembilahan.

Hal ini dikatakannya pada saat rapat usai pelaksanan upacara Hardiknas tahun 2015 di Balai Kantor Bupati Inhil jalan Akasia Tembilahan, Sabtu (2/5/2015).

“Saya tegaskan kegiatan ini adalah tentang marwah daerah, jadi saya minta semua satuan kerja melalui semua pimpinan masing-masing untuk total membantu semua pelaksanaan, jangan membebankan semuanya kepada Panitia Pelaksana dan PWI, “tegas Wardan.

Lebih jauh bupati juga meminta dengan tegas bidang perlengkapan dan bagian umum Setda Inhil bertindak cermat mempersiapkan semua sarana dan prasarana tempat pelaksanaan kegiatan.

“Khusus untuk menyambut para tamu, saya minta bagian umum dan rumah tangga bertanggungjawab penuh demikian juga perlengkapan, siapkan dengan maksimal semua lokasi acara, ” papar bupati.

“Terus terang saya lihat partisipasi sejauh ini masih sangat kurang, tolong hal itu dipercepat, “tegasnya. (advetorial)




Mei 2015, Pelaksanaan DMIJ Dimulai

Kepala BPMPD Inhil, H Yulizal  bersama Bupati, HM Wardan dalam sebuah kegiatan beberapa waktu yang lalu
Kepala BPMPD Inhil, H Yulizal bersama Bupati, HM Wardan dalam sebuah kegiatan beberapa waktu yang lalu

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jika tidak ada aral melintang, pelaksanaan program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) tahun kedua akan dimulai pada Bulan Mei 2015 mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Inhil, H Yulizal MM, kemarin. Dikatakannya, penerapan program unggulan Pemkab Inhil ini akan kembali dimulai dengan tahap sosialisasi dari tim yang telah ditunjuk.

“‎Setelah sosialisasi selesai dilaksanakan, maka seluruh desa sudah dapat mengajukan rancangan APBD-Desa yang sudah dibuat, untuk selanjutnya melakukan pencairan dana pembangunan, yang pada tahun ini sudah tidak ada lagi Desa Swadaya, karena semua desa sudah naik kelas menjadi Desa Swakarya,” tutur Yulizal.

Selain mendapatkan dana pembangunan yang berasal dari kabupaten, lanjut mantan Kepala Bagian Keuangan pada Sekretariat DPRD Inhil ini, desa juga akan memperoleh bantuan dana pembangunan dari pemerintah provinsi dan pusat.

“Thun ini, minimal desa mendapatkan dana sebesar Rp 1,2 miliar untuk pembangunan. Dana itu berasal dari pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat,” terangnya.

Oleh karena itu, Yulizal berharap dengan pagu anggaran yang sudah cukup banyak saat ini, pihak desa mampu menyikapi dan mempergunakan anggaran tersebut sesuai peruntukannya, guna membangun dan memajukan daerah.

“Semestinya desa harus memperhatikan skala prioritas yang ada disana, sehingga mendahulukan kebutuhan yang benar-baenar mendesak dan diperlukan oleh khalayak ramai,” imbuhnya.(adi/adv)




2016 Presiden Janjikan Bantuan Hingga Rp 100 Milyar bagi Provinsi dan Kabupaten/Kota se Indonesia

Bupati Inhil, HM Wardan (kiri) saat menghadiri acara pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2015, di Jakarta, Rabu (29/4). Foto: Humas
Bupati Inhil, HM Wardan (kiri) saat menghadiri acara pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2015, di Jakarta, Rabu (29/4). Foto: Humas

Jakarta – Seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) baik Provinsi maupun Kabupaten/ Kota dijanjikan akan mendapatkan bantuan dana hingga Rp 100 miliar dari pemerintah pusat. Penambahan bantuan dana tersebut rencananya direalisasikan pada tahun 2016.

“Kemungkinan tahun 2016, kita berikan tambahan Rp 100 mliar. Kemungkinan,” Kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berpidato dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2015, di Jakarta, Rabu (29/4).

Musrenbangnas 2015 bertema “Mempercepat Pembangunan Infrastruktur untuk Meletakan Fondasi Pembangunan yang Berkualitas” ini juga turut dihadiri oleh Bupati Inhil HM Wardan.

Disamping Presiden, juga hadir Wapres Jusuf Kalla beserta menteri-menteri Kabinet Kerja, pimpinan lembaga negara, serta para gubernur dan bupati/wali kota se Indonesia.

“Memang akan diberikan itu, tapi tidak semuanya pada angka Rp 100 miliar. Karena kalau kita lihat, tahun 2016 direncanakan belanja transfer ke daerah meningkat Rp 106 triliun. Oleh sebab itu, upaya tambahan dana kabupaten/ kota sebesar Rp 100 miliar tadi memang harus kita lakukan secara hat-hati,” Jelas Presiden.

Kata Presiden juga, penambahan dana itu tidak akan merata sebesar Rp 100 miliar untuk seluruh kabupaten/ kota. “Artinya ada yang Rp 100 miliar, mungkin ada yang Rp 80 miliar, mungkin ada yang Rp 70 miliar.” Tambah Presiden.

Besar kecilnya penambahan dana akan didasarkan pada beberapa aspek. Salah satu aspek itu ialah terkait indikator tata kelola. Baik audit BPK, indeks korupsi, penyerapan anggaran, kemudian indikator pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan, serta infrastruktur dasar.

“Lalu, luas wilayah dan jumlah penduduk. Yang kecil, besar pasti berbeda,” imbuh Presiden.

Pemberian dana diwujudkan dalam bentuk Instruksi Presiden (inpres). “Misalnya ada Inpres Pembangunan SMK, karena SMK sangat kurang. Inpres Pasar, karena banyak pasar yang perlu dibangun. Inpres Jalan,” rinci Presiden.

Pemberian dana tidak bersifat permanen. Artinya, kata Presiden, belum tentu dana juga akan diberikan pada 2017. “Mungkin tahun 2017 ganti untuk provinsi. Atau dua-duanya kalau memang anggaran kita mencukupi,” ucap Presiden yang langsung disambut tepuk tangan peserta Musrenbangnas. (Humas Pemkab Inhil)




Bupati Inhil Nyatakan Komit Majukan Desa

Bupati saat disambut warga Sungai Buluh. Foto: Mirwan
Bupati saat disambut warga Sungai Buluh. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan nyatakan berkomitmen untuk memajukan pembangunan ditingkat perdesaan, terutama jalan penghubung antar desa.

Penyataan ini dilontarkannya di sela kunjungannya di Desa Sungai Buluh Kecamatan Concong, akhir pekan kemaren. Dimana, ketika itu dilihatnya kondisi desa tersebut masih perlu pembangunan yang lebih maksimal, terutama pada jalan penghubung.

Diketahuinya, desa Sungai Buluh itu sampai saat ini belum memiliki akses untuk ke luar desa melainkan hanya melalui kendaraan laut, dan ini menjadi PR bagi Pemkab Inhil kedepan.

”Sebenarnya APBD kita cukup besar. Untuk diketahui, program DMIJ itu hanya sebagian kecil saja, namun masih bisa kita gunakan dari APBD Provinsi bahkan APBN melaui dinas terkait,” kata Wardan.

Kedepan, ditegaskan Bupati, ia akan mengerahkan pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa baik itu lurah maupun kepala desa untuk memprioritaskan pada tujuan tercapainya jalan penghubung antar desa ini.

Tidak hanya pada jalan penghubung, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini juga menyebutkan juga pada penerangan serta air bersih yang ada di desa, pada intinya keterkaitan kemajuan serta kemakmuran desa yang ada di Kabupaten Inhil ini.(mirwan/adv)




Staf Ahli Bupati Inhil Hadiri Yudisium Fekon UNISI Ke-VII

“Unisi tidak perlu diragukan lagi, selain program studi, institusi Universitaspun telah resmi terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)”

Staf Ahli Bupati Fajar Husin saat memberikan sambutan. Foto: Mirwan
Staf Ahli Bupati Fajar Husin saat memberikan sambutan. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Staf Ahli Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Fajar Husen hadiri Yudisium Fakultas Ekonomi (Fekon) Universitas Islam Indragiri (Unisi) yang ke-VII di aula Hotel Telaga Puri Tembilahan, Selasa (28/4/2015).

Mewakili Bupati Inhil, Staf Ahli mengapresiasi agar Universitas satu-satunya di Negeri Sri Gemilang ini terus berkembang dan terus melahirkan sarjana-sarjana muda yang berkompoten yang bisa dihandalkan dalam kemajuan daerah Inhil.

Apalagi katanya Unisi saat ini memiliki tenaga pendidik yang berkualitas sehingga mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya yang ada di tanah air, tidak hanya pendidik berpangkat Magister, Unisi bahkan telah memiliki beberapa tenaga pendidik yang telah memiliki gelar Doktor.

“Pada intinya tidak kita ragukan lagi pendidikan yang diterapkan oleh Universitas ini, dan ini terbuktinya telah lahirnya sarjana-sarjana yang ikut berperan dalam membangun daerah, pendidikan serta dibidang lainnya,” kata Fajar.

Pada kesempatan itu, diharapkannya bagi mahasiswa yang telah sampai ke Yudisium tersebut mulai membuka gerbang untuk bersaing di dunia luar kampus. Sebab kata Staf Ahli yang kini juga menjabat sebagai PLT Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Inhil inini, Yudisium merupakan tahap awal meniti karir kesuksesan, minimal pada kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Wakil Rektor II Unisi, Wandi SH MH menyampaikan saat ini Unisi tidak perlu diragukan lagi, selain program studi, institusi Universitaspun telah resmi terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Untuk diketahui, mahasiswa yang mengikuti Yudisium ke-VII Fakultas Ekonomi ini sebanyak 239 orang terdiri dari 47 program study Akutansi dan 192 program study Manajemen. Kegiatan ini juga tampak dihadiri oleh salah seorang anggota DPRD Provinsi Riau, Hj Septina Primawati Rusli serta seluruh civitas akademika Unisi. (mirwan/adv pemkab inhil)




Bupati Kaget, Di Sungai Buluh Ada PAUD Tanpa Miliki Gedung

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan mengaku kaget jumpa lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tanpa memiliki gedung di desa Sungai Buluh Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), akhir pekan kemaren.

Saat itu, Bupati Wardan sedang melakukan pemantauan langsung Danau Mabblu di Pulau Basu kecamatan Concong yang akan dijadikan tempat Konservasi Taman Hutan dan Raya (Tahura). Namun sebelum masuk ke danau Mabblu, Bupati terlebih dahulu mampir ke desa Sungai Buluh tersebut.

Tidak hanya singgah sebentar, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini juga menyempatkan diri untuk keliling diseputaran desa dan dijumpainya satu lembaga PAUD yang tidak memiliki gedung, yakni PAUD Doa Bunda.

”Saya kan telah memprogramkan satu desa satu PAUD, dan ini harus tercapai, namun saya kaget kalau PAUD disini bermasalah, yakni tidak memiliki gedung, padahal sarana sudah dibantu berupa alat permainan anak dan lainnya,” ujar Wardan.

Dikatakannya, usai pemantauan langsung saat itu akan dilakukannya pemetaan yakni mendata lembaga mana saja yang masih memerlukan bantuan, tentunya terkait kebutuhan-kebutuhan dasar seperti gedung belajar tersebut melalui Dinas terkait serta program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ).

”Bagi saya masalah ini menjadi perhatian pemerintah, apalagi sarana permainan yang telah kita bantu saja tampak tempat peletakkannya di rumah pribadi kepala PAUD,” katanya lagi.

Sementara itu, Kepala PAUD Doa Bunda desa Sungai Buluh, Siti Masitah saat dikonfirmasi awak media menyampaikan, lembaga tersebut tetap berjalan seperti biasa hanya saja meminjam tempat belajar di MDA desa Sungai Buluh.

Disampaikannya juga kalau PAUD ini memiliki anak didik yang cukup banyak, lebih dari 50 anak didik. Sehingga kesulitan untuk menempatkan belajar di rumahnya, sebab itu ia berinisiatif meminjam gedung MDA pada belajar di sore hari.

”PAUD kita ini telah berdiri sekitar setahun belakang, untuk sementara anak-anak kalau mau main pergi ke rumah saya, karena sarana permainan PAUD ada di rumah,” kata Siti Masitah. (mirwan/adv)