Sekda Inhil Hadiri Sosialisasi Penggunaan Aplikasi SIPKD

Sekda Membuka acara  Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Keuanagn Daerah (SIPKD) Dalam Penerapan Akutansi Berbasis Akrual Berdasarkan Permendagri  No. 64
Sekda Membuka acara Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Keuanagn Daerah (SIPKD) Dalam Penerapan Akutansi Berbasis Akrual Berdasarkan Permendagri No. 64

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Alimuddin RM menghadiri Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD) di alua Kantor Bappeda Kabupaten Inhil jalan Akasia Tembilahan, Senin (29/6/2015).

Kegiatan tajaan Bagian Keuangan Setda Kabupaten Inhil ditujukan untuk penerapan  akutansi berbasis akrual berdasarkan Permendagri nomor 64 tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akutansi Pemerintah Berbasis Akrual Pada Pemerintah Daerah.

Dengan adanya kegiatan Sosialisasi ini diharapkan SKPD dan Pengelola Keuangan dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang mungkin terjadi menyangkut SIPKD, serta dapat menjalankan perannya secara professional, akuntabel dan auditabel.

“Untuk itu, saya sangat mengharapkan agar kita semua yang hadir pada acara ini, dapat mengoptimalkan momentum yang baik ini, untuk menggali informasi-informasi baru terkait SIPKD. Hal ini menjadi penting agar terjadi pemahaman yang sama dan keselarasan dalam pelaksanaan penganggaran, penatausahaan dan pelaporan dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir,” kata Alimuddin.

Terkait hal itu, Sekda mengajak untuk lebih proaktif menyikapi berbagai macam perubahan yang terjadi, seperti perubahan aturan-aturan yang menyangkut Keuangan daerah, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pengelolaan keuangan tersebut.

Sementara itu, Ketua Peyelanggara Fadillah menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan itu demi terwujudnya kesamaan persepsi dan pandangan terkait penerapan sistem akutansi berbasis akrual untuk meyusun laporan keuangan SKPD dalam rangka peyusunan laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) Kab.inhil menggunakan aplikasi sistem informasi pengelolaan keuangan daerah atau SIPKD.

Sedangkan hasil yang diharapkan bisa terimplementasikannya aplikasi sistem informasi pengelolaan keuangan daerah (SIPKD) dalam penerapan akutansi berbasis akrual & Pengembangan kapasistas SDM Pemerintah Kab.inhil dalam pengelolaan keuangan dengan penerapan akutansi berbasis akrual.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh Kepala Badan dan Dinas, Camat, Bendahara Pengeluaran SKPD serta Bendahara Penerimaan SKPD yang ada di lingkungan Pemkab Inhil. Sedangkan narasumbernya oleh Ditjen Keuangan Daerah Kemendagri RI. (mirwan/adv)




Upayakan PErbaikan Ruas Jalan Provinsi, Bupati Terus Jalin Komunikasi Dengan Pemrov

Kondisi salah satu ruas jalan provinsi di kota Tembilahan seperti ini sudah cukup lama dikeluhkan masyarakat. diharapkan hal ini menjadi perhatian serius Pemrov Riau untuk menyegerakan perbaikannya
Kondisi salah satu ruas jalan provinsi di kota Tembilahan seperti ini sudah cukup lama dikeluhkan masyarakat. diharapkan hal ini menjadi perhatian serius Pemrov Riau untuk menyegerakan perbaikannya

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati kabupaten Indragiri Hilir, HM Wardan menyatakan sudah kerap kali menyampaikan kondisi rusaknya sejumlah ruas jalan provinsi yang ada di Inhil kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Sesedihnya masyarakat, Bupati mengaku lebih sedih karena keberadaan kondisi jalan yang parah itu ada di wilayah kepemimpinannya.

“Dari hasil koordinasinya kepada pihak Provinsi, hingga saat ini memang masih belum bisa dilihat pembangunan secara fisik, namun ada harapan akan dialokasikan. Bahkan, kucuran dana nantinya akan sesuai harapan,” ujar Bupati disela menyampaikan sambutan Safari Ramadhan di kelurahan Sungai Piring kecamatan Batang Tuaka, kemaren.

Dicontohkannya, salah satunya jalan penghubung antara Sungai Luar ke Sungai Piring. Kucuran dana penghubung antar daerah ini sudah diketahuinya kurang lebih Rp 8 Miliyar. Begitu juga dengan pembangunan infrastruktur jalan penghubung lainnya.

“Kemungkinan tahun 2016 mendatang sudah dimulai pekerjaannya,” ungkapnya sambil menyatakan komitmen untuk terus melakukan koordinasi serta komunikasi baik terhadap Pemprov.

Dengan demikian, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini meminta kepada masyarakat Kabupaten Inhil untuk tetap bersabar dan saling mendukung dalam memperjuangkan Negeri ini. (mirwan/advertorial)




Bupati Inhil Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur

Bupati HM.Wardan menyerahkan Bantuan Pembangunan Mesjid secara simbolis kepada Pengurus
Bupati HM.Wardan menyerahkan Bantuan Pembangunan Mesjid secara simbolis kepada Pengurus

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menyatakan akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur guna membuka daerah terisolasi yang ada di Kabupaten Inhil. Hal itu disampikannya saat sambutannya pada Safari Ramadhan di Mesjid At-Taubah Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) Sabtu, (27/6/2015) malam.

“Sejak awal saya memimpin Kabupaten Inhil, pembangunan infrastruktur adalah prioritas saya dalam menyusun program kegiatan pemerintahan,” ujar Bupati Wardan.

Foto Bersama Bupati dengan Camat dan Upika Kecamatan Kuindra Usai shalat Tarawih berjamaah
Foto Bersama Bupati dengan Camat dan Upika Kecamatan Kuindra Usai shalat Tarawih berjamaah

Dikatakannya, program kegiatan pembangunan yang diprioritaskan, dimaksudkannya pembangunan infrastruktur jalan penghubung antara desa ke desa lainnya di Kabupaten Inhil agar tidak lagi terisolasi dari pusat kota kabupaten.

“Dikarenakan anggaran kita terbatas dalam pengerjaannya, maka hanya bisa dilakukan secara bertahap, dengan kemampuan APBD Kabupaten,” terang Wardan.

Dari program kegiatan yang diprioritaskannya, guna memudahkan jangkauan antara desa, kelurahan, ke kecamatan hingga kota kabupaten yang terisolasi di Inhil disebutkanya, semenjak tahun 2013 telah membangun 2 jembatan penghubung dari 5 yang direncanakan.

“Dua Jembatan tersebut menghubungkan antara Terusan Mas dengan Kelurahan Sapat, yang sebelumnya hanya bisa dilewati dengan transportasi air,” sebutnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, untuk tiga jembatan lagi, harus sudah selesai pada tahun ini, dengan pengunaan anggaran APBD Inhil mencapai Rp 2,5 Miliar lebih.

“Yang jelas, program-program yang sudah direncanakan untuk dapat diselesaikan, dan diaplikasikan, agar dirasakan oleh masyarakat seluruh Kabupaten Inhil,” harapnya.

Untuk diketahui, diterangkan Mantan kepala Dinas pendidikan Provinsi Riau ini, guna meningkatkan pembangunan di Kuindra, Pemkab inhil telah menganggarkan Rp 13,8 Miliar, di luar anggaran DMIJ, untuk meningkatkan proses pembangunan di daerah ini.

“Dana tersebut, untuk 20 kegiatan yang sudah di bahas dalam Musrembang. Dan semoga anggaran APBD Inhil tidak mengalami penurunan di tahun berikutnya,” pungkas Bupati.

Pada Kesempata ini Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik saat mendampingi Bupati juga menyampaikan dalam sambutan, mengharapkan kepada masyarakat Kecamatan Kuindra untuk selalu menjaga Kondisi Kantimbas dan berharap dengan kehadirannya sebagai kapolres Inhil yang baru agar di terima di tegah-tegah masyarakat Kabupaten inhil sebagai warga baru.

Selain Kapolres Inhil, Bupati Inhil juga didampingi Dandim 0314 Inhil, Ketua TP PKK Hj Zulaikhah Wardan, Kepala BP3AKB Hj.Djamilah, Kepala Bappeda, Sekretaris BPMPD dan Kabag Humas Setdakab Inhil.(mirwan/adv)




Ketua TP PKK Ajak Masyarakat Ramaikan Shalat Dhuha Berjamaah di Mesjid Al-Huda

Ketua TP PKK Inhil, Hj Zulaikah Wardan
Ketua TP PKK Inhil, Hj Zulaikah Wardan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Hj Zulaikhah Wardan mengajak kepada masyarakat kota Tembilahan untuk meramaikan Shalat Dhuha serta Shalat Tasbih berjamaah di Mesjid Al-Huda Tembilahan, Minggu (28/6/2015) besok.

Diterangkan, kegiatan tersebut dalam rangka kegiatan keagamaan Bulan Suci Ramadhan yang juga akan diisi dengan Ceramah Agama yang diorganisir bekerjasama dengan Badan Kontak Majelis Ta’lim (BKMT), Dharma wanita Persatuan dan Koodinator Kesejahteraan Sosial (K3S).

“Kegiatan keagamaan ini akan di laksanakan sebanyak 3 kali selama bulan ramdan, setiap hari minggunya,” sampaikan Zulaikhah Wardan.

Disamping itu, juga bertujuan dalam menjalin hubungan silaturahmi serta meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dan mudah-mudahan katanya juga mampu melaksanakan puasa di bulan suci ini dan mendapat berkah dari Allah SWT.

Ia menambahkan, acara ini juga akan ada pemberian santunan anak yatim dan kaum Dhuafa dari K3S dan dinas Sosial Kabupaten Inhil yang sejalan dengan bulan puasa dan menyambut Idul Fitri 1436H, berjumlah 100 orang dan kaum Dhuafa sebanyak 100 dan insya Allah kegiatan ini juga akan dihadiri oleh Bupati. (mirwan/adv)




Bupati Inhil Wacanakan Program Bantuan Bagi Anak Yatim

Bupati Inhil, HM Wardan
Bupati Inhil, HM Wardan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan wacanakan program baru dalam bentuk bantuan bagi anak-anak yatim yang ada di Kabupaten Inhil.

Pernyataan itu disampaikannya dalam sambutan pada Safari Ramadhan di Mesjid Al-Mujahiddin kelurahan Sungai Piring kecamatan Batang Tuaka, Kamis (25/6/2015) malam.

“Ini saya canangkan, dan sudah saya fikirkan efek positif dari program itu,” sebut Wardan dengan penuh keyakinan dan tampak disimak serius oleh sejumlah masyarakat yang hadir.

Adapun alasan ia mewacanakan program tersebut secara pasti katanya membantu agar anak yatim bisa bersekolah layaknya anak-anak lain pada umumnya. Zaman kini, bagi putra daerah dimintanya harus berfikir sekolah wajib 12 tahun.

Untuk mencapai itu, salah satu langkah Pemkab Inhil melalui program membantu anak yatim. Tapi tetap saja katanya perlu bantuan serta dukungan dari semua pihak, terutama Camat, Lurah dan Kepala Desa.

“Peran camat hingga lurah itu sangat penting, karena mereka yang mendata, bantuan ini tidak akan terialisasi jika lurah maupun camatnya tidak bekerja maksimal nantinya,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, tugas camat dan lurah maupun kepala desa itu tentunya yang paling dominan untuk melakukan pendataan yang valid terhadap masyarakatnya, lebih khusus mendata anak yatim yang ada di sejumlah daerah di Kabupaten Inhil.(mirwan/adv)




Asisten III Setdakab Inhil Lantik 3 Pejabat Eselon III

Proses pengambilan sumpah Pejabat Eselon III di lingkungan BKD oleh Asisten III Setda Inhil
Proses pengambilan sumpah Pejabat Eselon III di lingkungan BKD oleh Asisten III Setda Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Asisten III Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Afrizal melantik secara resmi sedikitnya 3 pejabat Eselon III di lingkungan Pemkab Inhil di aula Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Inhil, Tembilahan, Jum’at (26/6/2015).

Adapun ketiga pejabat tersebut yakni Fathurrahman dari Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Keritang dilantik sebagai Kabid Pendidikan Dasar  Dinas Pendidikan Inhil. Pejabat lainnya, Kamren dari Kabid Pengembangan dan Hukum Dispenda Kabupaten Inhil dilantik sebagai Kabid Pemberdayaan Sosial di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Inhil. Dan terakhir, Burhan dari Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Inhil dilantik sebagai Kabid Pengembangan dan Hukum Dispenda Kabupaten Inhil.

Mewakili Bupati, Asisten III mengatakan bahwa terkadang sebagian orang sering salah menafsirkan moment pelantikan ini hanya sebagai acara seremonial belaka.  Padahal kegiatan tersebut merupakan starting point bagi pejabat yang dilantik, dan pada hakekatnya jabatan ini adalah sebuah amanah yang sarat dengan tanggung jawab pencapaian target beban kerja, sesuai dengan jabatan yang diemban.

“Pelantikan Pejabat Eselon yang didalamnya termuat promosi dan mutasi merupakan sebuah proses pembinaan dan pengembangan Sumber Daya Aparatur Pemerintah Daerah. Promosi dan Mutasi ini tentunya didasari atas penilaian-penilaian secara objektif terhadap aparatur yang dirasa memiliki kapasitas dan kemampuan untuk melaksanakan tugas dan fungsi sejalan dengan dinamika perkembangan pembangunan Daerah,” katanya.

Sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, lanjut Asisten, seharusnya menyadari bahwa pengabdian itu tidak cukup hanya dengan bekerja secara santai, tingkat disiplin rendah, kurang kreatifitas dan Kualitas kerja yang biasa-biasa saja, akan tetapi pengabdian sesungguhnya harus ditunjang oleh kapasitas intelektual, disiplin tinggi, kerja keras, inovatif, kaya akan terobosan, keinginan yang teguh, dan itikad yang tulus untuk terus mengabdi bagi kepentingan  masyarakat  dan  negara.

Adanya pergeseran paradigma tentang aparatur, dari dilayani menjadi melayani, tentu mengharuskan setiap aparatur untuk melakukan perubahan terhadap pola fikir, pola pandang, etos dan budaya kerja, sehingga katanya setiap aparatur secara sadar harus mengevaluasi dan mengintrospeksi diri, dan memahami dengan sebenar-benarnya  akan tugas dan fungsi aparatur kepemerintahan.

“Setiap kita memang harus selalu melakukan perubahan secara positif, sehingga hari ini akan lebih baik dari kemaren dan hari esok akan lebih baik dari hari ini. Tidak terkecuali bagi aparatur  Pemerintah, jika selama ini ada kesan bahwa aparatur kita lamban, kurang disiplin dan kurang profesioanl,”

Oleh sebab itu, diajaknya keseluruhan itu untuk dijadikan sebagai cambuk untuk bulatkan tekad, memacu kreatifitas dan kerja keras dengan disiplin tinggi. Perubahan akan terjadi jika setiap aparatur mampu merubah dirinya. Sebab perubahan dalam sebuah kelompok sangat ditentukan oleh perubahan dari masing-masing individu dalam kelompok tersebut.

“Maka melalui acara pelantikan Pejabat Eselon III ini, saya kembali mengingatkan kepada seluruh Pejabat dan Pegawai Negeri Sipil serta Tenaga Honor Daerah khususnya dilingkup Pemerintah Kabupaten Inhil, agar secara terus menerus meningkatkan kompetensi, bekerja secara sungguh-sungguh, bertanggung jawab dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu Kepala BKD Kabupaten Inhil Syaifuddin menuturkan kalau pelantikan ini adalah proses mutasi dilakukan dalam rangka meningkatkan kinerja yang mungkin hal ini Bupati memandang perlu adanya rotasi dengan melihat dari latar belakang disiplin ilmu seorang pejabat dengan harapan kepada Pejabat yang baru di lantik ini memberikan kontribusi sesuai dengan potensi dan disiplin ilmu yang ada pada mereka. (mirwan/adv)