Peluncuran Program DMIJ Plus Terintegrasi, Bupati Inhil Ungkap Terobosan Teranyar

Bupati Inhil HM Wardan

Tembilahan, detikriau.org – Pemerintah Kabupaten Inhil secara resmi meluncurkan program DMIJ Plus Terintegrasi. Pada acara peluncuran tersebut, Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan mengungkapkan telah mempersiapkan berbagai langkah terobosan dalam pelaksanaannya.

Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya untuk neningkatkan perekonomian masyarakat di kawasan perdesaan yang menjadi fokus pelaksanaan program DMIJ Plus Terintegrasi.

“Kita berharap, perekonomian masyarakat desa akan terangkat melalui berbagai terobosan yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Inhil,” Sampaikan Bupati dalam sambutannya pada acara launching program DMIJ Plus Terintegrasi di Gedung Engku Kelana, Tembilahan, Selasa (22/1/2019).

Penabuhan kentongan sebagai tanda diawalinya peluncuran program DMIJ Plus Terintegrasi

Adapun terobosan dimaksud, ialah upaya peningkatan harga jual kelapa melalui pembentukan BUMDes yang disejalankan dengan penerapan Sistem Resi Gudang.

“Terobosan ini dikemas dalam bentuk kerjasama dengan The Green Coco Island rintisan Profesor Wisnu Gardjito dan perusahaan lain,” jelas Bupati.

Disamping itu, diungkapkan Bupati, ada pula terobosan terhadap sektor potensial masyarakat desa, seperti perikanan, pertanian dan lain sebagainya.

“Masih ada beberapa langkah lagi yang akan kita upayakan yang semuanya bermuara pada tujuan peningkatan perekonomian masyarakat desa,” tutur Bupati.

Atas peluncuran paket program DMIJ Plus Terintegrasi ini, Ketua DPRD Provinsi Riau, Hj Septina Primawati Rusli yang turut hadir kala itu memberikan apresiasi, baik kepada Bupati Kabupaten Inhil maupun Pemerintah Kabupaten Inhil secara kelembagaan.

Menurut Septina, sebagaimana nomenklatur program, DMIJ Plus Terintegrasi diharapkan dapat benar-benar mampu meningkatkan keintegrasian setiap OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil maupun keintegrasian antara OPD tersebut dengan 197 Desa di Kabupaten Inhil.

“Ini semua tentunya dilakukan dalam upaya memaksimalkan setiap program dan pembangunan di ‘Negeri Seribu Parit’, khususnya pada aspek perekonomian,” pungkas Ketua DPRD itu.

Guna mencegah persoalan hukum yang timbul dikemudian hari, pada acara peluncuran tersebut dilakukan juga penandatanganan nota kesepahaman antara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Inhil dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Inhil./adv/diskominpofs_inhil/*/Ari Permana

 




Bupati Inhil Lepas Ekspor Perdana 12,5 Ton Siput Laut Ke Malaysia

Bupati Inhil HM Wardan memperlihatkan siput laut yang akan eksport perdana ke Malaysia

Tembilahan, detikriau.org – Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan melepas ekspor perdana siput laut atau oleh masyarakat Kabupaten Inhil dikenal dengan nama Cincinot menuju Negeri Jiran, Malaysia, Senin (21/1/2019).

Pelepasan 12,5 ton Cincinot dilakukan di Kecamatan Tanah Merah ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Bupati Inhil, HM Wardan.

Ekspor perdana hewan molluska yang hidup melimpah di Kabupaten Inhil ini mendapat apresiasi dari Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan. Menurutnya, ekspor yang dilakoni oleh pelaku usaha lokal disana telah membawa angin segar peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya pada sektor perikanan.

“Ini adalah kabar baik, angin segar bagi perekonomian masyarakat di tengah terpuruknya harga kelapa kita,” syukuri Bupati dalam sambutannya.

Kepiting bakau, salah satu komditi eksport perikanan lainnya yang juga melimpah diperairan Kabupaten Inhil

Bupati berharap, terobosan positif tersebut dapat diikuti oleh komoditas perikanan tangkap lainnya yang sampai saat ini belum terkelola dan terpromosikan secara maksimal.

“Dengan begitu, sektor perikanan bisa menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat. Pengembangan sektor perikanan berpotensi menjadi semakin gencar dan maju,” tutur Bupati.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin menuturkan, sampai saat ini, HNSI terus berupaya agar tingkat kesejahteraan 29 ribu nelayan lokal yang umumnya warga kurang mampu dapat terangkat.

“Ekspor perdana Siput cincinot pun diharapkan dapat menjadi salah satu jawaban dari upaya kita, selain Komoditas ekspor Inhil bernilai ekonomis tinggi lainnya, mulai dari Udang, limpa Ikan Malong dan Senohong, Udang Nenek dan lain sebagainya,” jelas H Said Syarifuddin.

Selain  mendorong promosi dan pengelolaan hasil perikanan tangkap, HNSI bersama Pemerintah Kabupaten Inhil pun gencar mensosialisasikan larangan  penangkapan ikan dengan cara-cara yang tak ramah lingkungan, seperti meracun dan menyetrum./adv/diskominfops_inhil/*/Ari Permana




DMIJ Plus Terintegrasi, Role Model Pembangunan Ekonomi Kawasan Perdesaan

Bupati Inhil, HM Wardan

Tembilahan, detikriau.org — Bak bunga rampai yang menghias taman, sederet pencapaian telah mampu ditorehkan oleh program DMIJ sebagai salah satu program unggulan pembangunan daerah ‘Negeri Seribu Parit’.

5 tahun sudah berlalu sejak program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) digagas oleh Bupati Inhil, HM Wardan dan digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil.

Program yang lahir pada tahun 2013 yang menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur kawasan perdesaan telah mampu mencuri perhatian, bahkan perhatian pihak Kementerian.

Bupati Inhil HM Wardan saat melantik sejumlah kades.

Medio tahun 2018 silam, tercatat, 386.660 meter jalan rabat beton, jerambah seluas 7.062 meter dan jembatan seluas 3.271 meter telah berhasil dibangun. Belum lagi pembangunan sarana pendidikan, kesehatan dan fasilitas publik lainnya.

Lebih dari 70 persen infrastruktur, kini telah berdiri kokoh di setiap pelosok desa. Apresiasi masyarakat mengucur deras atas keberhasilan pelaksanaan program ini.

Akses antar desa begitu terbuka luas di kebanyakan wilayah Kecamatan. Hal ini pernah dibuktikan oleh Bupati, perjalanan ke delapan desa di dua Kecamatan berbeda, yakni Teluk Belengkong dan Pelangiran mampu ditempuh dalam 1 hari menggunakan moda transportasi darat.

“Meski belum 100 persen. Target pembangunan infrastruktur melalui program DMIJ sudah cukup memuaskan. Sisanya akan dituntaskan pada periode mendatang,” ujar Bupati Inhil, HM Wardan saat bertemu di kediaman pribadinya belum lama ini.

Program yang telah menuai banyak pujian karena kesuksesan yang dicapainya itu, kini beralih fokus. Program DMIJ, untuk 5 tahun mendatang akan menitikberatkan pada pembangunan ekonomi kawasan perdesaan./adv/diskominfops_inhil/*/Ari Permana




Bupati Inhil Harapkan Pembangunan Desa Berjalan Maksimal

Bupati Inhil, HM Wardan

Tembilahan, detikriau.org — Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan mengharapkan pembangunan desa dapat berjalan maksimal. Harapan tersebut disampaikan Bupati dalam kegiatan Pelantikan Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Seberang Sanglar, Kecamatan Reteh, Senin (21/1/2019) pagi.

Hadir pada acara pelantikan tersebut, Ketua DPRD Provinsi Riau, Hj Septina Primawati Rusli, Ketua Komisi I (Satu) DPRD Kabupaten Inhil, HM Yusuf Said, Ketua TP PKK Kabupaten Inhil, Hj Zulaikhah Wardan, Kepala Dinas PMD, Yulizal, Kepala Bappeda Kabupaten Inhil, Tengku Johari serta ratusan masyarakat Desa Seberang Sanglar.

“Selama ini, Pemerintah Kabupaten Inhil telah berupaya untuk memaksimalkan pembangunan desa. Tinggal lagi, para aparatur desa yang mesti mengambil tindakan yang sama dalam rangka memaksimalkan pembangunan desa,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Bupati mengatakan, dengan telah ditunjuknya Kepala Desa Antar Waktu, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat di Desa Seberang Sanglar dapat berjalan maksimal.

“Saya mengingatkan agar pelayanan kepada masyarakat dapat lebih ditingkatkan lagi. Kepuasan masyarakat atas pelayanan yang kita berikan adalah kunci kesuksesan berjalannya suatu roda pemerintahan, terutama di desa Seberang Sanglar,” papar Bupati.

Ketua DPRD Provinsi Riau, Hj Septina Primati Rusli (kiri), Bupati Inhil HM Wardan (tengah), dan Ketua TP PKK Inhil Hj Zulaikhah Wardan (kanan)

Bupati menuturkan, pelantikan Kepala Desa yang dilaksanakan merupakan wujud implementasi dari peraturan perundang-undangan. Untuk itu, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, serta dalam mengambil keputusan, Pejabat Sementara Kepala Desa, harus selalu berkoordinasi dan bermusyawarah dengan masyarakat.

“Jangan semena-mena dalam mengambil keputusan,” tegas Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menginstruksikan Pejabat Sementara Kepala Desa agar melaksanakan tugas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan begitu, Bupati meyakini Penjabat Kepala Desa akan aman dan selamat dari jeratan hukum dalam setiap kekeliruan yang tak disadari saat pengambilan keputusan.

“Kerjaan jangan dijadikan beban yang bisa menyebabkan stres. Diharapkan dalam melaksanakan tugas dengan ikhlas dengan penuh tanggung jawab sehingga menjadi ladang amal,” tandas Bupati.

Bersempena dengan pelantikan Pejabat Sementara Kepala Desa Seberang Sanglar, dilaksanakan pula Gebyar DMIJ Kecamatan Reteh Tahun 2018./adv/diskominfop_inhil/*/Ari Permana




Wabup Inhil Kukuhkan Kepengurusan KBB Kecamatan Reteh Periode 2019-2023

 

Tembilahan, detikriau.org — Wakil Bupati Kabupaten Inhil, H Syamsuddin Uti mengukuhkan kepengurusan Kerukunan Keluarga Banjar (KBB) Kecamatan Reteh periode 2019-2023, Jum’at (18/1/2019) di gedung serba guna, Kecamatan Reteh.

Dalam kegiatan tersebut, menyerahkan pusaka banjar Sebilah Mandau sebagai simbol kebesaran keluarga banjar kepada Ketua KBB Kecamatan Reteh, Drs Hermansyah.

Dalam amarannya Wabup mengatakan bahwa keberadaan KBB Kecamatan Reteh bertujuan untuk mempererat hubungan antar Keluarga Bubuhan Banjar, antar suku serta secara luas dimaksudkan untuk menjalin kebersamaan membangun negara.

“Mandau yang Saya serahkan ini diharapkan dapat dijaga dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya demi kepentingan kita bersama-sama dimanapun kita berada,” Sampaikan Wabup dalam sambutannya.

Menurut Wabup, Kerukunan Bubuhan Banjar Kecamatan Reteh yang baru saja dilantik diyakini akan dapat memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan, baik pembangunan secara fisik maupun spiritual.

“Mudah-mudahan, KBB dapat bermanfaat bagi kepentingan masyarakat dan kebersamaan. Para pengurus bisa bekerja dengan baik membantu pihak Kecamatan juga Kabupaten Inhil,” pesankan Wabup.

Wabup meyakini, pucuk pimpinan KBB yang dipegang oleh Hermansyah dapat mencegah adanya gesekan- gesekan yang mungkin akan terjadi di masyarakat. Sebab, Hermansyah, lanjutnya, merupakan orang yang sangat dekat dengan masyarakat dan memiliki kemampuan untuk beradaptasi.

“Harapan kepada masyarakat, terimalah Ketua ini sebagai bagian dari masyarakat. Banyaknya Kerukunan dengan kebersamaan ini Reteh akan bagus dan berjalan dengan baik,” kata Wabup.

Ketua KBB Kecamatan Reteh, Hermansyah dihadapan Wakil Bupati Kabupaten Inhil, H Syamsuddin Uti dan hadirin saat itu mengucapkan rasa syukur atas kembali terpilihnya Dirinya sebagai Ketua KBB Kecamatan Reteh periode 2019-2023.

“Alhamdulillah, Saya sudah 3 kali terpilih dari 2011, 2015, 2019 dan akan terus berbuat yang terbaik,” ikrarkannya.

Menanggapi permintaan Wakil Bupati untuk menjaga keharmonisan antar suku, Hermansyah berkomitmen akan senantiasa berkonsultasi dengan paguyuban lain termasuk menjalin komunikasi dengan lintas suku.

“Alhamdulillah, sampai saat ini, Kecamatan Reteh tidak ada gesekan. Terus kita kembangkan organisasi kita, kita cinta wilayah kita dan kita semua NKRI,” tutur Hermansyah.

Disamping itu, Hermansyah mengatakan, KBB Kecamatan Reteh akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan positif yang dilaksanakan Pemerintah Kecamatan Reteh dan mendukung kerjasama dengan unsur Forkopimcam Kecamatan Reteh.

“Mohon dukungan kembali oleh seluruh anggota. Apa arti sebuah organisasi tanpa adanya kerjasama. Organisasi harus dikembangkan dan semua akan berjalan lancar menuju kemajuan,” Akhiri Hermansyah.

Sementara itu, Camat Reteh, M Rafi mengaku sangat mendukung dengan adanya KBB di Kecamatan Reteh. Dia menilai, keberadaan KBB dapat menjadi patron dalam rangka pelestarian sosial-budaya yang ada di masyarakat serta menyatukan pikiran positif.

“Mudahan-mudahan, kedepan kita dapat berkoordinasi dengan baik. Kami siap diskusi untuk kemajuan bersama. Mari bekerjasama dan kita bangun Kecamatan Reteh,” imbau Camat./adv/diskominfops_inhil/Ari Permana




Upayakan Pengembangan dan Peningkatan Produk Turunan Kelapa, Pemkab Inhil Audiensikan Dengan Kemenristek Dikti RI

“Dirjen Kemenristek Dikti RI sebut, Kedepan Kabupaten Indragiri Hilir akan dijadikan Klaster Kelapa di Indonesia”

Bupati Inhil HM Wardan (dua dari kanan)

JAKARTA, detikriau.org – Bupati Inhil HM Wardan lakukan audiensi dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) RI di Ruang Rapat Hotel Mercure, Pantai Indah Ancol, Jakarta Utara, Jum’at (18/1/19).

Audiensi yang dilakukan Bupati ini sebagai salah satu upaya mengembangkan dan meningkatkan produk turunan kelapa yang ada di Kabupaten Inhil.

Kehadiran Bupati yang saat itu didampingi Sekda, Asisten II, Kepala Bappeda beserta Kabid, Kadis Koperasi dan UKM, Kadis Perkebunan, Plt. Kadis Perindag, Kabag Ekonomi & SDA serta Kasubbag diterima oleh Kemenristik Dikti RI diwakili Dr Ir Jumain Appe MSi, Direktur Jendral Inovasi dan Penguatan dan Eka Gandara, Kasubdit Kemitraan Strategis dan Wahana Inovasi Kemenristek Dikti.

Audiensi Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir saat itu juga dihadiri, Prof Wisnu Gardjito beserta sejumlah pelaku usaha yang menggunakan produk dasar kelapa.

“Kedepan, Kabupaten Indragiri Hilir akan dijadikan Klaster Kelapa di Indonesia dengan 3 hal, yakni mendorong kreativitas, melakukan inovasi, dan interpreneurship,” ungkap Dirjen Kemenristek Dikti Dr Ir Jumain Appe MSi.

Beliau menjelaskan, seluruh bagian dari tanaman kelapa bisa dimanfaatkan mulai dari daging sampai pohonnya. Kemenristek Dikti menurutnya akan mendorong kelapa menjadi produk unggulan Nasional. Untuk itu, harus diberikan pengetahuan kepada masyarakat sehingga bisa menguntungkan secara ekonomi bagi masyarakat dengan tujuan mendorong kesejahteraan masyarakat dengan menggunakan konsep dari hulu hingga hilir.

“Untuk itu, Kemenristek Dikti RI akan mendorong daerah-daerah yang berpotensi bisa dikembangkan kedepannya”, katanya sembari mendambahkan kedepan, bagaimana secara bersama-sama membangun perkelapaan di Inhil yang unggul dimasa yang akan datang.

Sementara itu, Bupati HM Wardan paparkan bahwa Kabupaten Inhil merupakan Kabupaten terluas jika dibandingkan dari 12 Kabupaten lainnya di Provinsi Riau. Dengan memiliki wilayah seluas itu masyarakat Inhil sebagian besar bergantung pada komoditi kelapa.

Bupati menambahkan, berdasarkan penelitian Prof Wisnu Gardjito ada 1500 turunan kelapa. Namun dalam pengembangannya di Inhil ditemui permasahan, salah satunya adalah permasalahan yang dihadapi masyarakat sebagai petani kelapa, yakni kondisi tanaman kelapa yang sudah tua.

“Dengan ketergantungan masyarakat Inhil terhadap komoditas kelapa, kami sangat mengharapkan adanya inovasi baru dari Pemerintah Pusat,” harap Wardan.

Sekda yang ikut mendampingi menambahkan, hal ini juga mengingat wilayah Kabupaten inhil merupakan wilayah yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Negara Singapora dan Malaysia.

“Dari sisi ekonomi, letak geografis Kab Inhil ini tentulah sangat menguntungkan.” Diyakinkan Sekda./adv/diskominfops_inhil/Ari Permana