Bunda PAUD Inhil Lakukan Kunker di 2 Lokasi SPS

Foto Bersama Bunda PAUD dan Tenaga Pengajar PAUD Al-Ikhlas Kelurahan seberang Tembilahan Selatan Kec. Tembilahan
Foto Bersama Bunda PAUD dan Tenaga Pengajar PAUD Al-Ikhlas Kelurahan seberang Tembilahan Selatan Kec. Tembilahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Hj Zulaikhah Wardan melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Satuan PAUD Sejenis (SPS) Al-Ikhlas di Kelurahan Seberang Tembilahan Selatan dan SPS Serai Wangi di Kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan, Rabu (9/9/2015).

Pada kesempatan kunjungannya, Bunda PAUD juga menyerahkan bantuan PAUD inisiasi dari Pusat kepada kedua SPS. Disamping itu juga dilakukannya penyerahan bantuan dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Inhil kepada Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Kelurahan.

Dalam arahannya, ia mengucapkan terimakasih kepada tenaga pengajar PAUD yang sudah ihklas dalam melaksanakan tugas dengan baik. Namun diingatkannya, kepada seluruh warga yang hadir bahwa dalam mendidik anak usia dini itu tidak boleh salah karena akan berakibat patal.

“Pendidikan merupakan tanggung jawab moral disamping tanggung jawab kita bersama. Pendidikan ini tidak hanya bisa dititik beratkan kepada pemerintah saja, tapi harus ada kerjasama masyarakat, tenaga pengajar dan pihak terkait lainnya,” kata Zulaikhah.

Mengingat pendidikan anak usia dini ini merupakan pondasi untuk bisa keluar dari ekonomi kondisi ekonomi yang sangat sulit ini, saat ini Pemda Kabupaten Inhil telah mendukung Program usia dini ini melalui Program 1 Paud 1 Desa. (Humas Pemkab Inhil)




Tim Yustisi Robohkan Tempat Usaha Bongkar Muat Sawit di Oprit

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tim Yustisi Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) robohkan secara merata di sejumlah tempat usaha bongkar muat kelapa dan kelapa sawit yang berdiri disepanjang Oprit jembatan di Kecamatan Tembilahan Hulu dan Kecamatan Tempuling, Selasa (8/9/2015) kemaren.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Inhil TM Syaifullah saat dikonfirmasi awak media, Rabu (9/9/2015) menyatakan bahwa pembongkaran sejumlah tempat usaha di dua kecamatan itu berdasarkan Perda nomor 21 tahun 2008 tentang penertiban umum.

“Dari data kita, sebanyak 44 titik yang menjadi sasaran pada dua kecamatan tersebut. Namun masih ada antara 5 atau 6 yang kita sisakan karena tempatnya dengan bangunan permanen dan membutuhkan waktu lebih lama untuk prosses pembongkaran, kita beri waktu 10 hari. Yang dibongkar saat ini khusus bangunan berbahan kayu,” ungkapnya.

Dijelaskan, tindakan ini dilakukan karena sudah waktunya, sebab sebelumnya pada tanggal 25 Agustus 2015 yang lalu, pihaknya telah memberi teguran sebagai tindak lanjut dari surat edaran dan sosialisasi oleh pemerintah kecamatan.

“Dari hasil teguran tersebut, ada juga ditemukan sebagian tempat usaha yang dibongkar sendiri oleh pemilik usaha, tetapi kebanyakan tetap berdiri seperti biasa. Sedangkan kondisi pelaksanaannya terbilang lancar, meski ada juga yang menolak. Tapi dapat kita atasi hingga selesai,” imbuhnya. (mirwan/adv)




BPBD Inhil Tetap Siagakan Personil Tangani Karhutla

petugas siaga memantau hotspot di kantor BPBD InhilTEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Yusfik nyatakan tetap siaga akan terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di seluruh wilayah Inhil.

Meskipun saat ini personil BPBD telah ditarik kembali dari lapangan, tetapi bukan melepaskan kewajiban pada penanganan Karhutla. Pihaknya mengaku tetap menyiagakan sebanyak 3 kelompok dengan jumlah total 38 personil dan standby selama 24 jam, ditambah lagi dengan beberapa staf BPBD di kantor.

“Kemarin sejumlah personil kita di tempatkan di beberapa titik di Inhil, namun sekarang sudah kita tarik kembali. Mengingat di Inhil sudah tidak ada lagi ditemukan titik api yang signifikan,” katanya melalui Sekretaris BPBD, Annas, Rabu (9/9/2015).

Annas menerangkan, berdasarkan data dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) di Inhil memang selalu ditemukan titik api, namun sejumlah titik api tersebut masih bisa dikendalikan pihak kecamatan. Sebab katanya di setiap kecamatan di Inhil ada tim tersendiri sebanyak 3 orang yang menangani terhadap penemuan titik api.

Jika tim tersebut tidak mampu lanjutnya, maka pihaknya turun ke lokasi dengan segera dan membawa sarana yang ada. Pada intinya, saat ini BPBD Kabupaten Inhil tetap siagakan Karhutla tanpa harus berapa di lokasi setiap hari.

Terkait kian menebalnya kabut asap di Inhil, Ia menegaskan bahwa asap tersebut bukanlah murni hasil kebakaran lahan di Inhil, melainkan asap kiriman dari luar daerah. Bahkan katanya, asap tersebut diperkirakannya lebih dari 50 persen sebagai asap kiriman.

“Buktinya, kita dari BPBD sajalah tidak terlalu menyibukkan diri memadamkan api, karena memang daerah kita sekarang ini titik api nihil ditemukan,” tandasnya. (mirwan)




Belum Tuntaskan APBDes, Bupati Wardan Warning 20 Desa di Inhil

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan memberikan warning kepada 20 desa dari sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Inhil.

Peringatan ini disampaikan terkait dengan masih belum tuntasnya penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) di 20 desa tersebut.

Dikatakan Bupati, berdasarkan laporan yang diterima dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Inhil, diketahui bahwa masih ada sebanyak 20 desa yang belum menyelesaikan APBDes-nya.

“Kalau APBDes ini tidak selesai, maka tidak ada pencairan dana bagi desa bersangkutan. Jadi, saya akan bertindak tegas dengan memanggil kadesnya,” tutur Bupati Wardan dalam sambuannya saat membuka pelatihan peningkatab kapasitas bagi Kades dan BPD, di aula Hotel Inhil Pratama Tembilahan, Selasa (8/9/2015).

Pemanggilan kades tersebut, lanjut Bupati Wardan, bertujuan untuk mengetahui secara langsung apa yang menjadi kendala dan permasalahan di lapangan, sehingga penyusunan APBDes ini terhambat, guna dicari solusi dan jalan keluarnya.

“Saya berikan waktu paling lambat dalam minggu ini sudah harus selesai dan diserahkan ke BPMPD,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPMPD Inhil, H Yulizal menjelaskan, keterlambatan penyelesaikan APBDes di 20 desa ini, berkemungkinan dikarenakan belum tuntasnya penyusunan Laporan Pertanggungjawaban kegiatan di tahun sebelumnya.

“Kita tunggu paling lambat tanggal 15 September nanti sudah harus diserahkan, sehingga tanggal 20 September mendatang bisa dilakukan pencairan dana DMIJ tahap II,” imbuhnya. (adi/adv)

 




Desa Diminta Gunakan Dana Desa dan DMIJ Sesuai APBDes

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh desa yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk menggunakan bantuan dana desa dan dana Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Permintaan tersebut disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perintahan Desa (BPMPD) Inhil, H Yulizal terkait dengan telah dicairkannya bantuan dana DMIJ tahap I, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Yulizal, bagi desa yang sudah mencairkan dana desa dan dana DMIJ, diharapkan dapat menggunakannya dengan baik dan semaksimal mungkin, serta sesuai dengan apa yang telah dituangkan dalam APBDes.

“Yang juga tak kalah penting dan harus menjadi perhatian serius bagi pihak terkait, adalah penggunaannya harus transparan dan akuntabel, sehingga tidak ada yang curiga,” tutur Yulizal kepada awak media, belum lama ini.

Apabila dana tersebut mampu digunakan dan dikelola dengan baik serta sesuai peruntukannya, lanjut mantan Kepala Bagian Keuangan Sekretariat DPRD Inhil ini, maka dalam beberapa tahun ke depan desa akan lebih maju dan berkembang pesat.

“Sebagaimana yang diharapkan Bupati Inhil, minimal 50 persen adalah desa maju, sehingga pada gilirannya nanti akan terwujud “Desa Membangun Indonesia”, imbuhnya. (adi)




Jambore TP PKK Inhil, Kecamatan Kempas Raih Juara Umum

DSC_5383TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kecamatan Kempas raih juara umum pada pelaksanaan Jambore Tim Penggerak PKK Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tahun 2015. Dimana, kecamatan bagian selatan itu memperoleh sedikitnya dua juara I dari 8 cabang perlombaan dan satu cabang mendapat juara II.

Pengumuman tersebut disampaikan pada acara penutupan Jambore oleh Bupati Inhil HM Wardan yang dihadiri unsur Forkopimda, beberapa pejabat eselon dan camat se-Inhil serta kader TP PKK se-Inhil bertempat di gedung Engku Kelana Tembilahan, Selasa (8/9/2015).

Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi atas suksesnya pelaksanaan Jambore tahun ini. Apalagi, ia menilai dari sejumlah kegiatan dalam Jambore tersebut satu bukti dukungan dari kader PKK terhadap lancarnya realisasi pembangunan daerah Inhil.

“Kegiatan seperti ini harus tetap digelar untuk tahun-tahun berikutnya, dan saya perhatikan seluruh ibu-ibu PKK di sini semangat sekali mengikuti acara Jambore,” kata Wardan.

Bahkan orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini mengakui sangat salut atas kegiatan itu. Bagaimana tidak, dalam waktu yang singkat TP PKK mampu menggelar kegiatan di dalam Jambore lebih dari 20 kegiatan.

Tentu saja katanya, TP PKK patut diberi nilai plus oleh pemeritah daerah. Tak hanya itu, ia juga menilai dalam kegiatan 2 hari terakhir penuh dengan silaturrahmi antara sesama kader PKK yang berbeda kecamatan.

Sementara itu, Ketua TP KPP Kabupaten Inhil Hj Zulaikhah Wardan mengaku kegiatan ini sukses dan terkendali. Berdasarkan pendataan dari panitia, sebanyak 346 peserta Jambore berperan aktif dalam pelaksanaan mulai pembukaan hingga penutupan.

“Selamat kepada para pemenang lomba dan pesan saya, jadikanlah moment ini sebagai ajang mempererat talisilaturrahmi,” imbuhnya.

Adapun kegiatan yang diperlombakan, yakni cerdas cermat TK kecamatan, Pidato, penyuluhan PKDRT, penyuluhan pos PAUD, penyuluhan angka kematian ibu, busana kerja, Yel-yel jambore kader PKK dan bazar. (mirwan/adv)