Pemkab Inhil Cairkan Dana Intensif 220 Guru MDTA

kabag Kesra Setdakab Inhil, Arifin
kabag Kesra Setdakab Inhil, Arifin

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) mencairkan dana intensif kepada guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) sebanyak 220 orang anggaran tahun 2015.

“220 guru MDTA kita cairkan intensifnya, Rp 3 juta perguru saat ini sedang dalam proses transfer ke rekening masing-masing guru,” sampaikan Kabag Kesra Setda Kabupaten Inhil H Arifin kepada sejumlah awak media, Sabtu (12/12/2015).

Menurutnya, dari 220 guru itu merupakan guru yang telah diverifikasi dari jumlah total sekitar 700 guru MDTA. Artinya, Pemkab hanya mengucurkan anggaran kepada guru yang benar-benar mengabdi di MDTA dan perekonomiannya dinilai kurang mampu.

Kebijakan itu terpaksa dilakukan karena keterbatasan anggaran tahun 2015 ini. Jika anggaran tahun depan bertambah, maka katanya intensifnya pun akan ditambah lagi.

“Ini adalah terobosan kita, perdana kita mengucurkan dana intensif kepada para guru MDTA di Kabupaten Inhil,” imbuhnya. Mirwan/adv




Kembangkan Songket Produksi Inhil, Zulaikah Akan Tambah Pengrajin Dekranasda

Ketua DEKRANASDA Melihat langsung Proses Pembuatan Songket Asli Inhil
Ketua DEKRANASDA Melihat langsung Proses Pembuatan Songket Asli Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Hj Zulaikhah Wardan menyatakan bahwa jumlah tenaga pengrajin di dekranasda Inhil masih sangat minim.

Selama ini hanya ada 4 pengrajin yang aktif beraktifitas. Bahkan menurutnya, 4 pengrajin itu juga masih belum memadai dari segi kemampuan dan pengetahuan sehingga mengharuskannya untuk menghadirkan pelatih diwaktu mendatang ke Dekranasda Inhil.

“Kita baru memiliki 4 orang pengrajin, jumlah ini juga sangat terbatas dari segi tenaga dan kemampuannya,” kata Zulaikhah saat melakukan tinjauan proses pembuatan kain songket, Jum’at (11/12/2015).

Istri Bupati Inhil ini akan menambah lagi pengrajin Dekranasda Inhil dibidang tenun khususnya, sebab katanya sesuai dengan permintaan masyarakat Inhil untuk mengembangkan kain songket hasil produksi Inhil sendiri.

Bahkan ia berkomitmen untum mempromosikan kain songket di daerah ini dengan beberapa langkah.

“Saya mempromosikan langsung dengan cara memakai bahan dari hasil tenun songket dalam bentuk baju, sosialisasi melalui media serta akan pendaftaran ke Hak Cipta Indonesia, terakhir dengan cara melalui SKPD yang ada di Pemkab Inhil untuk menggunakan tenunan hasil Dekranasda,” paparnya. (mirwan/adv)




Asisten I Buka Bimtek Sistem Informasi E-Office Berbasis Web

Asisten I Setda Inhil dan  Narasumber saat menghadiri Sosialisasi E-Office berbasis WEB
Asisten I Setda Inhil dan Narasumber saat menghadiri Sosialisasi E-Office berbasis WEB

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Asisten I Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Darussalam membuka secara resmi sosialisasi dan Bimbingan Teknis Sistem Informasi E-Office berbasis Web di aula Dispenda Kabupaten Inhil, Kamis (10/12/2015).

Kegiatan tajaan Bagian Umum Setdakab Inhil ini dalam rangka mewujudkan Good Goverment yang diikuti sedikitnya 35 orang peserta dari Pemkab Inhil. Kegiatan tersebut berlangsung selama 2 hari dari tanggal 10 sampai 11 Desember 2015.

Mewakili Bupati, Asisten I mengatakan untuk mengikuti perkembangan zaman dan perkembangan ilmu berupa tehknologi yang tiada batasannya merupakan upaya untuk menginformasikan birokrasi untuk mewujudkan Good Goverment setiap kantor dapat berjalan dengan Efektif dan Efisien.

“Secara tardisional selama ini kita sama-sama mengetahui bahwa, pelayanan yang di berikan oleh pemerintah tertuju kepada satu kantor dan satu tempat. Tetapi, dengan memafaatkan ilmu dan tehknologi pelayanan ini dapat di perpendek, Efesien dan Efekit dalam penerapan E-Office ini,” kata Darussalam.

Maka dari itu lanjutnya, sosialisasi E-Office ini khusus di lingkungan Sekretariat Pemkab Inhil. Proses kedepannya setiap surat menyurat sebagai tugas pokok dalam rangka pelayanan kepada masyarakat, yang biasanya ini menjadi titik yang sangat krusial, maka dengan penerapan E-Office berbasis Web dapat diterapkan untuk mempercepat terwujudnya E-Goverment di lingkungan Pemkab Inhil. (mirwan/adv)




2016, DMIJ Prioritaskan Upaya Peningkatan Sektor Perekonomian Masyarakat

Bupati Inhil, HM Wardan saat melakukan peninjauan pelaksanaan program DMIJ di salah satu Desa di Inhil beberapa waktu yang lalu
Bupati Inhil, HM Wardan saat melakukan peninjauan pelaksanaan program DMIJ di salah satu Desa di Inhil beberapa waktu yang lalu

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pada tahun anggaran 2016 mendatang, pelaksanaan program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) akan diprioritaskan pada upaya peningkatkan perekonomian masyarakat.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Inhil, H Yulizal saat ditemui awak media di ruang kerjanya, kemarin.

Dikatakan Yulizal, keberadaan program DMIJ ini dinilai sangat membantu masyarakat pedesaan, seperti halnya pembangunan infrastruktur di desa guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat di pinggiran ibukota kabupaten.

Seperti pembangunan jalan, jembatan, posyandu serta pembangunan PAUD dan masih banyak lagi,” tutur Yulizal.

Oleh karena itu, lanjut Yulizal, ke depan pihaknya akan mengarahkan program DMIJ untuk peningkatan perekonomian masyarakat desa yang mayoritas petani, seperi penyelamatan kebun rakyat dari antisipasi air bah yang sering terjadi.

“Dari anggaran keseluruhan tiap desa, sekitar 20 persen untuk pembangunan tangul maupun pengerukan parit,” tambahnya.

Sedangkan untuk penanganan seperti masalah perkebunan ini pemerintah daerah sendiri, tentu tidak akan mampu menjangkau secara keseluruhan, karena kondisi tersebut akan lebih diketahui oleh masyarakat desa itu sendiri.

“Pada tahun 2016 mendatang, Pemkab Inhil telah menganggarkan sekitar Rp 130 Miliar lebih, untuk mensukseskan program DMIJ ini,” imbuhnya. (adi/adv)




Ini Pesan Bupati Untuk Pak Camat di Inhil

Bupati Inhil, HM WardanTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan mengingatkan seluruh camat yang ada di Kabupaten Inhil, untuk terus melakukan langkah pencegahan sejak dini terhadap berbagai kemungkinan timbulnya permasalahan di lapangan.

“Sebagai pimpinan di tingkat kecamatan, seorang camat harus peka dan mampu melakukan deteksi dini terhadap berbagai persoalan yang terjadi di wilayah kerjanya, guna dicari solusi jalan keluar agar tidak semakin membesar dan meluas, yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Bupati Wardan dalam sambutannya saat menghadiri salah satu kegiatan di Kota Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, lanjut mantan Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru ini, buatlah laporan secara rutin, berjenjang dan berkala, sehingga informasi-informasi terkini di lapangan bisa segera diketahui.

Kemudian, Bupati juga mengingatkan kepada seluruh camat, lurah dan kepala desa (kades) agar secara dinamis melakukan koordinasi dan kerjasama dengan pihak upika, babinsa dan babinkamtimas.

“Apapun indikasi yang ditemukan di lapangan, harus dilaporkan secara tertulis melalui Kesbangpol, yang tentunya sesuai dengan fakta di lapangan, sehingga bisa secepatnya ditangani,” imbuhnya. (adi/adv)




Dinilai Percepat Pemerataan Pembangunan,Wardan Pinta Semua Pihak Dukung Upaya Pemekaran

ketua-dprd-inhil-dani-m-nursalam-dan-bupati-inhil-hm-wardanTembilahan, detikriau.org – Bupati Inhil, HM Wardan meminta kepada semua pihak, terutama masyarakat Inhil untuk bersama-sama mendukung upaya percepatan pembentukan daerah otonom baru (DOB).

Diyakini orang nomor satu di Inhil ini, jika cita-cita yang sudah cukup lama dinantikan ini bisa terwujud maka upaya percepatan pemerataan pembangunan dengan titik akhir peningkatan kesejahteraan masyarakat juga diharapkan akan semakin cepat tersampaikan.

“Selain dengan mendapat kucuran dana bantuan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi Riau, yang juga tidak kalah pentingnya adalah membagi Inhil menjadi beberapa bagian,” kata Bupati Wardan dalam sambutannya saat menghadiri salah satu kegiatan di Kota Tembilahan, belum lama ini.

Menurut Wardan, kalau saat ini  dengan luasnya wilayah Inhil yang hanya ada satu kabupaten, maka jatah kue pembangunan yang diterima hanya satu, dan itupun harus dimanfaatkan untuk dibagi kepada 20 Kecamatan.

Sedangkan jika sudah dimekarkan menjadi 3 bagian, maka masing-masing wilayah akan mendapatkan satu jatah kue pembangunan.

“Jadi, saya berharap kita bersama-sama mendukung upaya pemekaran Inhil secepatnya,” imbuhnya. (adi/adv)