Zulaikhah: Pengurus DWP Inhil Harus Mampu Bermitra Dengan Pemerintah

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Dewan Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabuapten Indragiri Hilir (Inhil) Hj Zulaikhah Wardan mengharapkan kepada pengurus baru DWP mampu bermitra dengan pemerintah.

“Melalui organisasi wanita ini harus bisa menjadi mitra yang baik bagi bagi pemerintah karena mengingat organisasi DWP ini merupakan organisasi kumpulan istri-istri Aparatur Sipili Negara (ASN),” katanya usai pengukuhan pengurus DWP Inhil di gedung wanita, kemarin.

Namun sebelum itu, menurutnya ada yang lebih penting yang harus dilakukan yakni konsolidasi organisasi. Dimana, konsolidasi itulah yang menjadi pundak kelangsungan kerja organisasi dan yang perlu ditingkatkan lagi kerjasama di tingkat Provinsi, Kabupaten hingga Kecamatan.

Yang jelas katanya, konsolidasi tersebut harus mengacu kepada program kerja DWP Provinsi Riau dan juga harus menyesuaikan dengan kondisi program-program Kabupaten Inhil. Mirwan/adv




Hj Sy Rohana Terpilih Sebagai Ketua DWP Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Musda Ke-III tahun 2016 di Gedung Wanita jalan Sungai Beringin Tembilahan, Senin (1/2/2016).

Kegiatan itu terselesaikan dalam sehari yang dihadiri langsung oleh Bupati Inhil HM Wardan sekaligus membuka resmi Musda, tampak hadir juga Ketua DWP Provinsi Riau Sri Wahyuni Irwan Efendi beserta pengurus, Sekda Inhil H Said Syarifuddin, Ketua Penasehat DWP Kabupaten Inhil Hj Zulaikhah Wardan, Unsur Forkopimda dan Pejabat Esselon di lingkungan Pemkab Inhil serta para Ketua Organisasi Wanita se-Inhil.

Dalam Musda itu, organisasi ini menyampaikan pertanggung jawaban program kepengurusan peride lalu. Selanjutnya mensosialisasikan AD dan ART DWP hasil Musyawarah Nasional III, membahas program kerja masa Bhakti 2014-2019.

Selain itu, Musda juga langsung memilih Ketua DWP Inhil. Alhasil, Hj Sy Rohana Said Syarifuddin terpilih sebagai ketua pada periode ini.

Bupati Inhil mengatakan, ada 3 agenda besar atau tugas pokok yang harus dijalankan oleh DWP kedepan yakni memprogramkan kerja untuk mendukung kemajuan dunia pendidikan, peningkatan ekonomi dan melakukan kerja sosial.

“Jika tiga agenda itu berjalan lancar maka sukseslah organisasi ini. Saya tidak mau organisasi ini hanya eksklusif artinya harus semua wanita berkompoten masuk, jangan pilih-pilih anggota karena memandang suaminya. Jika perlu, suaminya hanya staf biasapun tetap dimasukkan jika memang dinilai mampu menjalankan organisasi,” ungkap Wardan.

Sementara itu, Ketua terpilih Hj Sy Rohana Said Syarifuddin berjanji akan menjalankan program-program sebaik mungkin. Bahkan dalam waktu dekat akan melaksanakan program-program yang berkenaan dengan bidang ekonomi, sosial budaya dan pendidikan sesuai kehendak Bupati Inhil. Mirwan/adv




Pemkab Inhil Gelar Haul Akbar Syekh Abdul Qadir Jaelani

TEMBILAHAN, detikriau.org – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menggelar haul akbar Syekh Abdul Qadir Jaelani di lapangan Gadjah Mada Tembilahan, Minggu (31/1/2016).

Haul tersebut sekaligus memperingati haul Syekh Muhammad Nawawi Shiddiq Berjan, Syekh Muhammad Ali Bin Syekh Abdul Wahhab, KH Sa’dullah Hudari dan tuan-tuan guru serta bersempena dengan HUT Majelis Ta’lim Al-Hidayah Ke-XIX Kabupaten Inhil tahun 2016.

Kegiatan pagi itu dihadiri langsung oleh Bupati Inhil HM Wardan beserta jajarannya, Anggota DPR RI Dapil Riau, M Nasir dan DPD RI Dapil Jambi. Kepala Kemenag Provinsi Riau Tarmizi serta beberapa pejabat Pemprov Riau lainnya dan daerah luar Provinsi Riau serta dipadati sejumlah jamaah.

Dalam kegiatan ini, panitia pelaksana menghadirkan penceramah KH Asyhuri Abdul Hadi Pengasuh Pondok Pesantren Al-Asyraf Magelang, Jawa Tengah.

Bupati Inhil dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan peringatan tersebut merupakan modal dasar untuk menjadi insan yang bermoral karena mengingat kembali jasa-jasa para ulama terdaluhu yang berjuang demi kelangsungan umat.

“Saya fikir sumbangan dari pemerintah tidaklah seberapa namun kegotong-royongan masyarakatlah yang sangat berharga untuk mensukseskan kegiatan ini, saya harap kegiatan seperti ini selalu diselenggarakan,” kata Wardan.

Saat ini, pihak terkait sedang melakukan pendataan resmi terhadap ulama-ulama besar yang dulunya turut mengembangkan ilmu keagamaan di wilayah Kabupaten Inhil. Untuk sementara ini sudah lebih dari 40 ulama besar yang sudah terdata.

Terkait hal ini, Bupati yang dikenal agamis sangat menyambut baik terhadal usaha pendataan tersebut dan iapun siap membantu sesuai tupoksinya.

“Saya sangat setuju untuk mendata para tuan guru yang pernah berjasa terhadap mengembangkan keaganaan di daerah kita ini,” imbuhnya. mirwan/adv




Bupati Buka Konfrensi Muslimat NU Cabang Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan membuka secara resmi pelaksanaan Konfrensi Muslimat Nahdhatul Ulama (NU) Cabang Kabupaten Inhil di Gedung Dharma jalan Sungai Beringin Tembilahan, Jum’at (29/1/2016) sore kemarin.

Pembukaan itu dihadiri Pengurus Wilayah Muslimat NU Provinsi Riau, Dewan Penasehat Muslimat NU Cabang Inhil Hj Zulaikhah Wardan, unsur Forkopimda Kabupaten Inhil serta sejumlah pejabat esselon di lingkungan Pemkab Inhil. Selain itu juga tampak dipadati oleh para alim ulama serta pengurus cabang dan ranting se-Kabupaten Inhil.

Digelarnya konfrensi Muslimat NU itu sebagai upaya mengaktifkan kembali kepengurusan  masa mendatang yakni memilih kembali kepengurus Muslimat NU Cabang Kabupaten Inhil yang baru pada masa bhakti 2016-2020. Sebab diketahui, organisasi tersebut sempat fakum tanpa ada kegiatan selama 2 tahun terakhir.

“Atas nama pemerintah, saya menyambut baik dengan dilaksanakannya Konfrensi Muslimat NU ini dengan harapan tidak terulang lagi kefakuman selama 2 tahun kebelakang,” ungka Bupati Inhil HM Wardan.

Ia sangat mengharapkan dengan kehadiran organisasi Muslimat NU itu mampu membantu program-program Pemkab Inhil kedepannya. Dan secara tidak langsung katanya, Pemkab juga akan senantiasa memberikan dukungan penuh terhadap segala kegiatan Muslimat NU Cabang Inhil ini.

Sementara itu, Dewan Penasehat Muslimat NU Kabupaten Inhil Hj Zulaikhah Wardan menerangkan bahwa muslimat NU itu merupakan organisasi yang cukup panjang perjalanan dan pengalamannya serta merupakan organisasi senior di Indonesia sehingga tidak perlu diragukan lagi untuk eksis di tengah-tengah masyarakat.

Untuk itu, melalui Konfrensi Muslimat NU Cabang Inhil diharapkan mampu menyusun agenda kerja yang benar-benar mampu menyentuh kepentingan kehidupan masyarakat serta membantu pemerintah dalam mewujudkan Visi Kabupaten Inhil dengan Spirit Baru menuju Inhil yang lebih maju, bermarwah dan bermartabat.

“Muslimat NU ini adalah wadah perempuan muslim untuk kelanjutan perjuangan dakwah. Intinya, muslimat NU berupaya membangun Kabupaten Inhil melalu bidang keagamaan, untuk itu kita sejalan dengan pemerintah untuk mendukung semua program pemerintah di bidang Agama, seperti Program Magrib Mengaji dan Wisata Religi yang terkenal dengan Gema Muharram dan gerakan masyarakat bershalawat dan lain-lain,” papar Ikha. Mirwan/adv




Sekda Inhil Hadiri Pelantikan Pengurus Mabiran dan Kwartir Ranting Pramuka Tembilahan

Sekda Inhil, H Said Syarifudin, (dua dari kiri)
Sekda Inhil, H Said Syarifudin, (dua dari kiri)

TEMBILAHAN, detikriau.org – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Said Syarifuddin menghadiri pelantikan pengurus Mabiran serta Kwartir Ranting Gerakan Pramuka 04.02.02 Kecamatan Tembilahan di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil, Kamis (28/1/2016) sore.

Selain Sekda juga dihadiri Kepala Kwarcab Kabupaten Inhil H Alimuddin RM sekaligus melantik pengurus masa Bhakti 2015-2020 serta dihadiri sejumlah anggota Pramuka.

Sekda Inhil mengatakan dalam sambutannya bahwa Kabupaten Inhil ini memiliki banyak anggota Pramuka tergiat di Provinsi Riau. Bahkan hampir setiap tahun berhasil meraih penghargaan.

“Sebab itu saya harapkan hal ini tetap bisa dipertahankan. Khusus untuk Kwaran Tembilahan upayakanlah menjadi yang terbaik dari Kwaran lainnya yang ada di kabupaten Inhil,” katanya sembari memberi motivasi.

Sementara itu, Kepala Kwarcab Inhil H Alimuddin menuturkan bahwa pelantikan Kamabiran dan Kwartir Ranting Tembilahan mulai saat ini sudah dipundak para pengurus yang dibebankan tanggung jawabnya sebagai insan yang mangembangkan Pramuka di Inhil.

“Membawa generasi kedepan lebih baik itu adalah tugas kita sebagai pembina pramuka,” ujar Alimuddin.

Ia mengingatkan, sebelum melaksanakan tugas sesuai yang diamanatkan UU, yang pertama katanya harus melakukan tugas-tugas dasar dan tingkatkan rasa kencintaan serta rasa bangga kepada Pramuka.

“Saya mengajak kepada para pengurus Pramuka yang baru dilantik untuk sama-sama membina Pramuka ini agar membawa generasi muda kita lebih baik kedepannya serta membantu pemerintah kita dalam berbagai hal sesuai kemampuan kita,” imbuhnya. Mirwan/adv




Ini Tanggapan Bupati Inhil Terhadap Pertanyaan Dewan

“Terkait Pengusulan Kembali Ranperda Baca Tulis Al-Qur’an”

Sekda Inhil, Said Syarifudin
Sekda Inhil, Said Syarifudin

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dasar pemikiran Pemerintah Daerah (Pemda) mengusulkan kembali Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) pengganti Perda Nomor 7 Tahun 2013 tentang bisa baca tulis Al-Qur’an bagi murid sekolah yang beragama Islam, tidak lain dan tidak bukan dalam rangka menjangkau cakupan Perda tersebut ke seluruh lapisan.

Hal itu disampaikan Sekda, Said Syarifudin saat membacakan tanggapan Bupati terhadap pemandangan umum fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terkait usulan 5 Ranperda Kabupaten Inhil pada Rapat Paripurna, di aula Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Kamis (28/1/2016).

Dikatakan, Indonesia sejatinya secara tegas menghendaki pendidikan nasional berdasarkan Pancasika dan UU Dasar 1945, yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan dan perkembangan zaman, oleh karenanya Pemda ingin hadir di tengah-tengah masyarakat Inhil yang beragama Islam, untuk mendorong agar pemahaman baca tulis Al-Qur’an tidak terbatas pada masyarakat yang berstatus murid.

“Ranperda tantang bisa baca tulis Al-Qur’an diajukan dalam bentuk untuk memberikan penghargaan kepada pihak ketiga yang secara nyata dan tulus mengabdikan dirinya, dalam rangka meningkatkan SDM di bidang pemahaman bisa baca tulis Al-Qur’an,” terangnya.

Sedangkan untuk pertanyaan dari Fraksi Golongan Karya (Golkar), dijelaskan bahwa Perda Nomor 7 Tahun 2012 tentang bisa baca tulis Al-Qir’an bagi murid sekolah yang beragama Islam dinilai perlu dilakukan pengayaan materi dan subtansi.

Untuk itu, Pemda telah melakukan kajian secara komperhensif akademis terhadap pergantian Perda tersebut, sehingga diharapkan dengan Ranperda ini Pemkab Inhil hadir menjangkau seluruh lapisan masyarakat sebagaimana lahirnya Islam sebagai Rahmatan Lil’alamin.

“Dengan adanya pembahasan Ranperda ini, kami berharap seluruh kendala, baik dari aspek regulasi dan pelaksanaannya dapat kita nilai bersama-sama secara objektif,” imbuhnya. adi/adv