Prihatin Dengan Kondisi Ruas Jalan Menuju Pulau Kijang, Pemkab Inhil Gelontorkan Dana Rp 13 Milyar Untuk Lakukan Perawatan

Tembilahan, detikriau.org – Tahun anggaran 2017, Pemkab Inhil melalui APBD Kabupaten akan melaksanakan perawatan badan jalan menuju Pulau Kijang Kecamatan Reteh. Pengelontoran dana sebesar Rp 13 Miliar untuk pekerjaan penimbunan badan jalan ini sebagai respon dan keprihatinan Bupati atas berbagai keluhan masyarakat akibat kerusakan badan jalan yang memang sudah sangat memprihatinkan.

“Kami (Pemerintah Kabupaten Inhil, red) bersama – sama DPRD tahun ini sudah menganggarkan penimbunan ruas jalan tersebut. dengannya diharapkan masyarakat tidak lagi kesusahan untuk melintasi ruas jalan menuju Pulau Kijang itu,”Sampaikan Bupati.

Menurut penuturan Bupati, sebenarnya jauh – jauh hari, tepatnya sejak tahun 2015 silam, telah dikucurkan penganggaran untuk perbaikan dan peningkatan ruas jalan menuju Pulau Kijang. Hanya saja dalam perjalanannya pihak rekanan yang memenangkan tender “wanprestasi”.

“Akibatnya ruas jalan tersebut terbengkalai dengan kondisinya yang amat sangat memprihatinkan. Jadi, kami selaku Pemerintah Daerah bukan tidak memberikan perhatian, hanya saja pihak rekanan lah yang mengecewakan dalam pengerjaannya,” tegas Bupati dalam keterangan tertulis yang diterima detikriau.org, Rabu (28/6/2017) siang.

Bahkan, Bupati Wardan mengatakan, penganggaran yang dilakukan untuk pelaksanaan pembangunan ruas jalan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar mendapatkan pembangunan yang berkualitas dengan nominal dana yang memadai dan relatif besar.

“Dengan susah payah, saya bersama jajaran di Pemerintahan Kabupaten Inhil ‘menjemput’ dana tersebut ke Pusat (Pemerintah Pusat, red). Tentunya, saya mengecam tindakan pihak rekanan yang cenderung tidak bertanggung jawab ini,” kata Bupati.

Sementara itu Pelaksana Tugas Kepala Dinas Bina Marga dan Pekerjaan Umum Kabupaten Inhil, Illyanto membenarkan bahwa pada tahun anggaran 2017 ini, pihak Pemerintah Kabupaten Inhil telah menganggarkan penimbunan ruas jalan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh yang kondisinya, diakui Illyanto sangat memprihatinkan.

“Insya Allah, tahun ini akan dilakukan penimbunan yang bersifat fungsional demi kelancaran transportasi di wilayah tersebut. Terlebih, tak lama lagi di Pulau Kijang akan melaksanakan kegiatan MTQ. Ruas jalan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh tersebut sudah dianggarkan sekitar Rp. 13 Milyar,” terang Illyanto melalui sambungan seluler.

Saat ini, pekerjaan tersebut menurut penuturan Illyanto hanya tinggal menunggu proses pelelangan selesai.

“Jadi, kalau kontrak sudah ada baru lah proses pengerjaan dapat dimulai. Saya optimistis, selambat – lambatnya pada bulan Juli kontrak dijalin dan bulan Agustus ini pengerjaan telah dapat dimulai. Sekarang, proses pelelangan tengah dilakukan di ULP (Unit Layanan Pengadaan),” papar Illyanto.

Selain itu, Illiyanto juga tidak menampik bahwa telah terjadi wanprestasi yang dilakukan oleh pihak rekanan untuk pekerjaan peningkatan ruas jalan Pulau Kijang tersebut yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2016 silam dengan nilai fantastis, yakni Rp. 29,6 Milyar untuk paket C, ruas jalan Pulau Kijang – Sanglar dan Rp. 15 Milyar untuk paket B ruas jalan Kota Baru – Sanglar sebagaimana yang dikeluhkan masyarakat selama ini.

“Saat itu, paket C (Pekerjaan Ruas Jalan Pulau Kijang, red) senilai Rp. 29,6 milyar itu, persentase penyelesaian fisiknya hanya mencapai 27,5%. Sedangkan untuk ruas jalan yang juga menuju Pulau Kijang, tepatnya Desa Sanglar dari Kota Baru atau yang dikenal dengan paket B dengan nilai Rp. 15 Milyar hanya mampu diselesaikan pihak rekanan sekitar 71%,” beber Illyanto.

Senada, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Inhil, Tengku Juhardi menyatakan, penganggaran untuk peningkatan ruas jalan Kota Baru – Sanglar – Pulau Kijang memang telah dilakukan sejak tahun anggaran 2015 menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebagaimana yang telah tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD) Kabupaten Inhil 2013 – 2018.

“Hanya saja, dalam pelaksanaannya, pembangunan pada ruas jalan yang dimaksud tidak terlaksana sesuai dengan apa yang diharapkan. Untuk itu, pada tahun anggaran 2017 ini, Pemerintah Kabupaten Inhil kembali menganggarkan pembangunan ruas jalan itu dalam wujud pemeliharaan berupa pelaksanaan penimbunan menggunakan APBD II (Dua) Kabupaten Inhil,” papar Tengku Juhardi, sesuai dengan keterangan tertulis yang diterima.

Tengku Juhardi juga membenarkan bahwa saat ini, proses pemeliharaan berupa penimbunan yang akan dilaksanakan pada ruas jalan menuju Pulau Kijang tersebut hanya tinggal menunggu proses evaluasi di Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk kemudian dapat segera dilakukan pelelangan.

“Tentunya kita semua berharap, kegiatan pelaksanaan pemeliharaan ruas jalan menuju Pulau Kijang yang sekarang dalam Proses evaluasi di ULP untuk dapat segera dilelang. Kita juga mengharapkan agar pihak Rekanan selaku pelaksana nantinya, bisa bekerja semaksimal mungkin,” pungkas Tengku Juhardi.

Untuk diketahui, Tengku Juhardi mengungkapkan, Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan juga sudah melakukan rapat internal dengan dinas terkait perihal penanganan ruas jalan Kota Baru – Pulau Kijang yang dimaksud untuk dijadikan kegiatan pembangunan prioritas pada tahun anggaran 2018 mendatang./Diskominfo/ADV/Am




Bupati Inhil Respon Keluhan Masyarakat pulau kijang.

Bupati Inhil HM Wardan

Tembilahan, detikriau.org – Bupati Inhil sangat merespon dan prihatin  terhadap keluhan masyarakat Pulau Kijang, Kecamatan Reteh akan kerusakan sejumlah ruas jalan. Menurut Bupati respon itu akan ditunjukkan dengan segera dilakukan perbaikan namun tentunya sesuai kewenangan dan kemampuan angggaran Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir.

Bupati Wardan mengatakan, pada tahun anggaran 2017 ini, ruas jalan menuju Pulau Kijang, Kecamatan Reteh tersebut akan kembali dilakukan perbaikan berupa penimbunan menggunakan APBD Kabupaten Inhil.

“Kami (Pemerintah Kabupaten Inhil, red) bersama – sama DPRD sudah menganggarkan penimbunan ruas jalan itu sehingga kedepan, diharapkan agar masyarakat tidak lagi kesusahan untuk melintasi ruas jalan menuju Pulau Kijang itu,” tukas Bupati.

Menurut penuturan Bupati, sebenarnya jauh – jauh hari, tepatnya sejak tahun 2015 silam, telah dilakukan penganggaran untuk pembangunan ruas jalan menuju Pulau Kijang, Kecamatan Reteh tersebut. Namun, dalam perjalanannya, imbuh Bupati, pihak rekanan yang memenangkan tender pengerjaan ruas jalan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh tersebut melakukan wanprestasi.

“Maka itu, ruas jalan tersebut terbengkalai dengan kondisinya yang amat sangat memprihatinkan. Jadi, kami selaku Pemerintah Daerah bukan tidak memberikan perhatian terhadap ruas jalan itu, hanya saja pihak rekanan lah yang mengecewakan dalam pengerjaannya,” tegas Bupati seperti keterangan tertulisnya.

Bahkan, Bupati Wardan mengatakan, penganggaran yang dilakukan untuk pelaksanaan pembangunan ruas jalan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar mendapatkan pembangunan yang berkualitas dengan nominal dana yang memadai dan relatif besar.

“Dengan susah payah, saya bersama jajaran saya di Pemerintahan Kabupaten Inhil ‘menjemput’ dana tersebut ke Pusat (Pemerintah Pusat, red). Tentunya, saya mengecam tindakan pihak rekanan yang cenderung tidak bertanggung jawab ini,” kata Bupati./ADV




Bupati Inhil Bertekad Kembalikan Inhil Sebagai Lumbung Beras

TEMBILAHAN, detikriau.org – Bupati Inhil H Muhammad Wardan bertekad mengembalikan Indragiri Hilir sebagai ‘Lumbung Beras’ nya Provinsi Riau.

“Dahulu, kita terkenal dengan beras Pulau Kijang, sehingga disebut sebagai Lumbung Beras di Provinsi Riau. Maka, kejayaan ini harus dikembalikan,” ungkap Bupati.

Kabupaten Inhil juga dikenal sebagai penghasil benih padi lokal yang terkenal, seperti Lentik Bemban, Karang Duku dan Bujang Berinai.

“Namun saat ini, benih padi lokal ini sulit didapatkan, maka harus dipertahankan dan dikembangkan kembali,” katanya.

Karena, peluang dan potensi sektor pertanian pangan ini yang masih dapat dikembangkan dan didayagunakan untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat dan sekaligus pengembangan perekonomian daerah.

Dalam bidang pertanian khususnya komoditas tanaman pangan, Kabupaten Indragiri Hilir merupakan kawasan Pengembangan padi secara nasional. Upaya pengembangan komoditas unggulan tentunya akan menjadi perhatian serius bagi kita bersama sehingga dapat membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka meningkatkan ketersediaan pangan telah melakukan upaya khusus peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai (Upsus Pajale) sejak tahun 2015, keberhasilan program tersebut patut kita syukuri bersama, mengingat dengan kerjasama yang baik antara semua stakeholder sehingga produksi padi dapat ditingkatkan dari tahun ke tahun. Upaya tersebut tersebut, sejalan dengan program Pemerintah Pusat.

Akan tetapi untuk mencapai tujuan tersebut di atas tidaklah mudah, kita masih menghadapi beberapa kendala, antara lain produktivitas lahan yang belum optimal akibat penerapan teknologi yang beum maksimal, penggunaan benih bermutu varietas unggul masih rendah, tingkat kehilangan hasil masih tinggi akibat penanganan pasca panen yang tidak tepat. Serta dukungan sarana dan prasarana yang belum memadai.

“Untuk mengatasi kendala dalam penyediaan sarana produksi dan pemasaran hasil, pemerintah mengharapkan adanya jalinan kerjasama antara petani dengan pihak swasta yang saling menguntungkan secara berkelanjutan sehingga petani memperoleh kepastian dalam berusaha tani dan pemasaran hasil,” imbuhnya./Diskominfo-inhil/rls/ADV




Pawai Takbiran Idul Fitri 1438 Meriah. Bupati Inhil Ikut Menghadiri

TEMBILAHAN, detikriau.org – Malam pawai takbir Idul Fitri 1438 H di Tembilahan yang dilepas Bupati Kabupaten Indragiri Hilir HM Wardan berlangsung meriah.

Ribuan masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berbondong-bondong hadir  memadati sepanjang jalan Sudirman, Abd Manaf, Kartini, M. Boya dan Swarna Bumi serta beberapa ruas jalan yang dilalui peserta pawai takbir. 

Ketua Panitia Pelaksana Drs. H Masdar dalam laporannya menyampaikan tema pawai takbir lebaran Idul Fitri Tahun ini adalah ‘Ketupat Lebaran Keberkahan Hamparan Kelapa Dunia.

“Pawai Takbir yang hadir lebih kurang 50 ribu orang, terdiri dari peserta kategori pelajar 11 kelompok, Masjid dan mushallah 23 kelompok, instansi/kantor 20 kelompok dan beberapa peserta dari kategori umum, ” jelas Masdar.

Sementara itu, Bupati Inhil HM Wardan dalam sambutannya mengatakan, dihari kemenangan ini mari kita rayakan Idul Fitri 1438 H dengan penuh kegembiraan dan persaudaraan dengan mengemakan takbir.

“Dimalam penuh kemenangan ini, Mari kita saling memaafkankan satu sama lain agar kita kembali fitra, ” ujar Bupati Wardan.

Bupati juga, berpesan agar peserta pawai takbir dapat mengikuti pawai ini dengan baik dan tertib, serta menjaga kebersihan lingkungan hingga selesai.

Hadir juga dalam acara tersebut Ketua DPRD Inhil H Dani M Nursalam, Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK, Dandim 0314 Inhil, Ketua TP PKK Inhil Hj Zulaikhah Wardan, serta pimpinan OPD Pemkab Inhil./Mirwan/ADV




Segera dibayar, Guru magrib Mengaji Akan Terima Honor 6 Bulan Sekaligus

TEMBILAHAN, detikriau.org – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) membayarkan honorarium para tenaga pengajar maghrib mengaji selama 6 bulan yang terhitung sejak bulan Januari hingga Juni tahun 2017, Kamis (22/6/2017). Tercatat, 200 orang tenaga pengajar maghrib mengaji yang telah menerima honorarium.

Pembayaran ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil. Pembayaran ini hanya diperuntukkan bagi tenaga pengajar yang mengajar di Mesjid pada wilayah Kelurahan se – Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu.

“Alhamdulillah, kami selaku Pemerintah telah dapat menunaikan kewajiban kami membayarkan honorarium para tenaga pengajar maghrib mengaji selama 6 bulan ini senilai Rp. 300.000,- per bulan untuk satu orangnya,” ungkap Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Inhil, Arifin, di ruangannya, Kompleks Kantor Bupati Kabupaten Inhil, Jalan Akasia Nomor 1, Tembilahan.

Mengenai alasan tentang pembayaran yang diperuntukkan hanya bagi para tenaga pengajar di Mesjid yang terdapat pada kawasan Kelurahan se – Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu, dijelaskan Arifin, hal tersebut dikarenakan pembayaran honorarium para tenaga pengajar yang berada di kawasan perdesaan bukanlah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten, melainkan adalah tanggung jawab langsung masing – masing Pemerintah Desa.

“Pembayaran honorarium tenaga pengajar maghrib mengaji di wilayah perdesaan itu bersumber melalui Alokasi Dana Desa yang merupakan bagian dari program DMIJ (Desa Maju Inhil Jaya),” tukas Arifin.

Lebih lanjut, Arifin menuturkan, ada sedikit perbedaan terkait pembayaran honorarium tenaga pengajar maghrib mengaji di tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya, lanjut Arifin, pembayaran honorarium baru dapat dilakukan pada akhir tahun, tepatnya pada Bulan Desember.

“Di Desember, pembayaran baru sekaligus dibayarkan semua. Para tenaga pengajar yang sejak Januari mengajar, terpaksa harus bertahan hingga Desember,” terangnya.

Selain itu, Arifin mengungkapkan, dari sisi proporsionalitas pembayaran tahun ini, juga sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu, imbuhnya, tenaga pengajar yang mengajar terhitung mulai bulan Oktober misalnya, juga akan mendapat upah penuh selama 12 bulan pada Desember.

“Sebaliknya, yang berhenti mengajar pada bulan Oktober setelah mengajar sejak Januari, tidak akan memperoleh pembayaran sepeser pun pada bulan Desember berikutnya. Tahun ini, setelah diadakannya evaluasi, sistem seperti itu tidak lagi diberlakukan pada tahun ini. Pembayaran honorarium dilakukan secara proporsional dari hasil monitoring tim yang dibentuk di lapangan,” tegas Arifin.

Untuk itu, dengan segala perubahan positif dari hasil evaluasi yang dilakukan, Arifin berharap, kedepan, para tenaga pengajar dalam program maghrib mengaji dapat lebih semangat dan termotivasi untuk memberikan ilmu yang dimiliki kepada para generasi Qur’ani berikutnya.

Disamping itu, menanggapi pertanyaan yang kerap dilontarkan masyarakat terkait klasifikasi tenaga pengajar maghrib mengaji, Arifin menegaskan, tenaga pengajar maghrib mengaji adalah seseorang yang mengajar mengaji di Mesjid tempat mereka berdomisili yang dilakukan pada waktu maghrib.

“Kalau, setelah Ashar atau ba’da Isya, itu bukan termasuk ke dalam kategori maghrib mengaji. Ingat, pengajian dalam program maghrib mengaji itu haruslah dilaksanakan di Mesjid, bukan di rumah. Kalau di rumah itu namanya bukan tenaga pengajar maghrib mengaji, melainkan adalah guru TPQ,” terang Arifin.

Kedepan, melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil, Arifin mengatakan, pihak Pemerintah Daerah akan menyelenggarakan program pembinaan secara berkesinambungan terhadap para tenaga pengajar maghrib mengaji agar kompetensi masing – masing tenaga pengajar tersebut dapat meningkat dan berdampak positif kepada terciptanya generasi Qur’ani yang berkualitas.Diskominfo-inhil/rls/ADV




Meriahkan Hari Kemenangan, Pemkab Inhil Akan Gelar pawai Takbiran Idul Fitri

TEMBILAHAN, detikriau.org – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) akan menggelar pawai takbir di malam Hari Raya Idul Fitri Tahun 2017 dalam rangka menyemarakkan hari kemenangan umat Islam yang berdasarkan estimasi akan jatuh pada hari Minggu, 25 Juni 2017.

Menurut penuturan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil, Arifin, perayaan hari kemenangan setelah Ramadhan bagi seluruh umat muslim ini akan diramaikan dengan keikutsertaan peserta pawai yang berasal dari para pengurus dam remaja mesjid serta sekolah – sekolah di kawasan Tembilahan dan Tembilahan Hulu.

“Kami sudah mengirimi surat edaran ke seluruh mesjid dan surau serta sekolah – sekolah di kawasan Tembilahan dan Tembilahan Hulu untuk berpartisipasi dalam kegiatan pawai takbir hari raya idul fitri tahun ini,” ungkap Arifin kepada awak media di ruang kerjanya, Kantor Bupati Inhil, Jalan Akasia Nomor 1, Tembilahan, Kamis (22/6/2017).

Pada acara gema takbir yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Inhil ini, dikatakan Arifin, juga akan dilakukan penilaian bagi masing – masing peserta oleh Dewan Juri yang ditunjuk. Serta, lanjutnya, akan diberikan pula hadiah bagi para peserta yang menjadi pemenang dalam pawai takbir.

“Kami selaku fasilitator sekaligus panitia penyelenggara telah menyediakan hadiah bagi para pemenang dengan rincian, Juara I (Pertama) sebesar Rp. 10.000.000,-, Juara II (Kedua) sebesar Rp. 7.500.000,-, Juara III (Ketiga) sebesar Rp. 5.000.000,-, dan seterusnya,” ujar Arifin sembari berkata, “Kriteria penilaian pemenang itu akan ditetapkan oleh Dewan Juri,”.

Namun demikian, Arifin menuturkan, meski nominal hadiah yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil selaku pihak penyelenggara ini relatif kecil, namun setidaknya dapat sedikit membantu pengeluaran dana untuk persiapan para peserta yang menjadi pemenang yang dilakukan sebelum pawai takbir berlangsung.

Kepada masyarakat, mewakili Pemerintah Kabupaten Inhil, Arifin mengimbau, agar dapat senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban dalam pelaksanaan pawai takbir nanti. Sebab, menurutnya, dengan kondisi keamanan dan ketertiban yang terjaga, maka pawai takbir akan dapat berjalan dengan lancar dan kondusif.

“Jadi, kita tunjukkan selaku umat, bahwa kita benar – benar sedang merayakan hari kemenangan umat Islam, benar – benar memaknai hari kemenangan ini karena telah selesai dan mampu melawan hawa nafsu selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan,” tandas Arifin dengan penuh pengharapan./diskominfo-inhil/ADV