Bahas Komplik Warga Desa Pungkat Dengan PT SAL, DPRD Inhil Gelar Hearing

Suasana hearing di ruang banggar gedung DPRD InhilTembilahan (detikriau.org) – Gabungan Komisi I dan II DPRD inhil melaksanakan Hearing bersama Pemkab Inhil terkait upaya mencarikan penyelesaian komplik antara warga Desa Pungkat dengan PT SAL yang tak kunjung usai. Hearing yang dipimpin anggota Komisi I, H Yusuf Said ini juga dihadiri oleh Ketua Komisi I, Arfah dan Ketua Komisi II Junaidi serta beberapa anggota DPRD Inhil diantaranya, Suparlan, Feryandi, Tarmizi, Baharuddin LA, Edi harianto, Adriyanto dan Irwandi. Rabu (18/6/2014) sore

Sedangkan dari Pemkab Inhil dihadiri oleh Asisten II Setdakab Inhil, Fauzan hamid, Kepala BLH, Encik Kamal, Kepala Dinas Perkebunan, Mukhtar T, Kepala Badan Perizinan, Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPPMPD), Saripek termasuk mantan Kepala Badan Perizinan, Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPPMPD) sebelumnya yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah,Yusfik.

Dalam Hearing ini, Anggota Komisi II DPRD Inhil, Edi harianto sempat melontarkan pernyataan keras. Ia menilai tidak kunjung tuntasnya persoalan yang berujung pembakaran alat berat oleh masyarakat ini dikarenakan tidak adanya solusi konkrit dari pemerintah kabupaten Inhil menyikapi persoalan ini. Bahkan ia menilai ada kesan pembiaran.

“Saya menangkap sinyal seakan adanya konspirasi antara Pemkab inhil dengan Perusahaan yang berujung timbulnya gejolak yang berimbas terbakarnya alat berat perusahaan,” Tuding anggota DPRD Inhil yang dikenal sangat Vokal ini dengan nada lantang.

Bukan hanya Edi Harianto, bahkan Feriyandi, anggota DPRD Inhil lainnya menerima informasi yang kurang sedap. Ia menyebutkan mendengar kabar adanya pertemuan antara pihak perusahaan dengan beberapa Camat yang masuk dalam lokasi kerja PT SAL mengadakan pertemuan dengan perusahaan di Jakarta.

“Saya mendengar kabar ini. sepak terjang perusahaan ini lambat laun akan menjadi bom waktu. Bukan hanya didesa pungkat, di Desa Rambaian kita khawatir komplik juga akan muncul,” Kata Fery

Diakhir Hearing, DPRD Inhil sepakat meminta Pemkab Inhil untuk memberikan penegasan guna mengevaluasi perizinan yang dikantongi PT SAL termasuk seluruh perusahaan lainnya yang beroperasional di kab Inhil. Hal ini dinilai harus dilakukan untuk mengantisipasi timbulnya komplik dibelakang hari yang dapat merugikan masyarakat.

Sebagaimana diketahui, akibat tidak adanya penyelesaian komplik antara PT SAL dengan masyarakat Desa pungkat Kecamatan Gaung, selasa (17/6/2014), ratusan warga melakukan pembakaran 4 unit alat berat milik perusahaan.

Menurut keterangan warga, tindakan ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap aktivitas perusahaan yang dianggap telah menggarap lahan desa tanpa izin dan ketentuan berlaku. “ Kita kesal, perusahaan tidak mau mendengar keluhan warga, apalagi DPRD Inhil juga sudah mengeluarkan himbauan agar mereka sementara waktu menghentikan segala aktifitas hingga ada kejelasan. Tapi mereka memandang rendah kami,” Ujar salah seorang warga yang enggan mempublikasikan namanya saat dikomfirmasi melalui sambungan selularnya usai aksi pembakaran.

Kapolres Inhil AKBP Suwoyo SIK MSi melalui Kapolsek Gaung Iptu P Siregar, menyatakan bahwa pembakaran terhadap empat unit alat berat milik PT SAL dilakukan oleh sekelompok orang yang mengaku warga Desa Pungkat.(ahmad tarmizi)




DPRD Inhil Gelar Rapat Paripurna Istimewa Milad Inhil Ke 49

Tembilahan (detikriau.org) – DPRD Inhil melaksanakan Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Milad kabupaten Indragiri Hilir ke 49. Kegiatan yang dilaksanakan diruang rapat paripurna gedung DPRD Inhil jalan HR Subrantas Tembilahan ini juga dihadiri oleh para Wakil Ketua DPRD Inhil, H Dani M Nursalam, Jubair Malomo dan Muslimin, Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo, Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM, unsur Muspida, pejabat Pemkab Inhil serta para tokoh agama dan masyarakat Inhil. Sabtu (14/6/2014)

Ketua DPRD Inhil, H Raus Walid dalam sambutannya, memaparkan tentang perjuangan yang telah dilakukan para pendiri untuk mewujudkan pendirian Inhil. Maka patutlah apa yang sudah mereka perjuangkan itu dikenang dan disyukuri dengan mengisi dengan membangun dan mewujudkan inhil lebih baik demi kesejahteraan masyarakat.

Peringatan Milad tahun 2014 ini kata Raus Walid akan sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, karena disejalankan dengan perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-44 tingkat Kabupaten Inhil dan sekaligus tuan rumah MTQ ke-33 tingkat Provinsi Riau.

“Untuk itu, kami mengajak seluruh pihak terkait terutama masyarakat, agar turut bersama-sama dan mendukung kesuksesan perhelatan religius tersebut, sehingga sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi,” terangnya.

Bupati Inhil, HM Wardan mengajak semua kalangan masyarakat Inhil untuk meneladani apa yang telah dilakukan para pejuang dalam mewujudkan pendirian Kabupaten Indragiri Hilir.

“Marilah kita semua mengingatkan jasa dan perjuangan para pejuang dan pendiri Kabupaten Inhil,” ungkap Bupati Inhil, HM Wardan sambil mengajak para hadirin menghadiahkan bacaan Al Fatihah bagi pendiri Inhil.

Bupati meminta agar semua elemen masyarakat dapat secara bersama-sama menjalin sinergi dalam membangun Kabupaten Inhil yang lebih maju, bermartabat dan bermarwah.(dro)




Dewan: Pembangunan Dermaga Desa Benteng Mengecewakan

Anggota DPRD Inhil, Nazaruddin Mamase
Anggota DPRD Inhil, Nazaruddin Mamase

Tembilahan (detikriau.org) – Anggota Komisi I DPRD Inhil, Narazudin Mamase kecewa dengan pembangunan dermaga yang dikelola oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Benteng Utara Kecamatan Sungai Batang.

Ia menilai pembangunan dermaga yang berada di Jalan Hj Ahmad Desa Benteng Utara Kecamatan Sungai Batang tersebut sangat jauh dari standar kelayakan kualitas pembangunan karena kebanyakan pasir ketimbang semen.

“Dermaga yang berada di Desa Benteng Utara sangat jelek pembangunannya, karena kebanyakan pasir ketimbang semen,” sebut Anggota Komisi I DPRD Inhil yang akrab dipanggil Anjang ini kepada detikriau.org Rabu (11/6/14) saat dijumpai disalah satu rumah makan di Tembilahan

Menurut Anjang, dermaga yang dibiayai melalui dana APBD Inhil Tahun Angaran 2012/2013 tersebut setelah siap dibangun, keadaannya sangat mengkhawatirkan, jangankan untuk aktifitas bongkar muat, dikais-kais ayam saja pasir dan semen dermaga tersebut dengan mudahnya hancur .

Ketua LPM tersebut kata Anjang berprofesi sebagai seorang supir speedboat PT Sambu Group. Ia menilai seharusnya Ketua LPM harus orang yang benar menetap atau berdomisili desa tersebut agar bisa mengontrol pembangunan-pembangunan yang ada, sampaikannya dengan nada suara tinggi

Kedepan ia sangat mengharapkan kepada Aparatur Kecamatan dan Desa untuk lebih mengontrol pembangunan yang ada di daerah masing-masing agar hal serupa tidak lagi terjadi.

“Aparatur Kecamatan dan juga desa itu harusnya mengontrol pembangunan-pembangunan yang ada di daerahnya masing-masing agar tidak terjadi seperti Pembangunan Dermaga Desa Benteng Utara Kecamatan Sungai batang,” Tandasnya (Ahmad Tarmizi)




Tekhnis Perbaikan Kerusakan Jalan Boros Anggaran

Tembilahan (detikriau.org) – Ketua Komisi III DPRD Inhil, Ir Feriyandi menilai perbaikan kerusakan ruas jalan selama ini cenderung boros anggaran. Jika hal terus dilakukan, disamping pemborosan ia juga meyakini semakin lama keberadaan ruas jalan akan berada lebih tinggi dari perumahan penduduk.
Hal ini disampaikannya kepada Harian Vokal dalam kesempatan perbincangan belum lama ini di Tembilahan. Menurut Politisi partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, harusnya perbaikan kerusakan ruas jalan cukup dilakukan pada beberapa bagian ruas jalan yang mengalami kerusakan bukannya melakukan penambahan tinggi badan jalan secara keseluruhan.
“Selama ini itu yang terjadi dan buktinya saat ini saja tidak sedikit tinggi bangunan di Inhil khususnya di Kota Tembilahan sudah lebih rendah dari badan jalan,” kata Fery
Ditambahkannya, jika perbaikan kerusakan ruas jalan cukup dilakukan pada titik ruas jalan yang mengalami kerusakan, pastinya akan lebih hemat anggaran dan bisa dimanfaatkan kepada sektor kebutuhan masyarakat lainnya yang selama ini belum bisa terpenuhi akibat keterbatasan anggaran. (dro)




Dewan Kritik Manajemen Rayon PLN Tembilahan

gambar ilustrasiTembilahan (detikriau.org) — Ketua Komisi III DPRD inhil, Ir Feriandy melontarkan kritikan terhadap kinerja manajemen Rayon PLN Tembilahan. Kritikan ini dilontarkan terkait tidak kunjung tuntasnya persoalan pemutusan pasokan listrik kerumah-rumah pelanggan.

“Kerusakan mesin pembangkit Rayon PLN Tembilahan bukan terjadi kali pertama, tetapi kejadian ini sudah terjadi secara berulang-ulang dan tidak pernah ada penyelesaian. saya nilai titik lemahnya tentu berada di manajemen PLN sendiri,” Sampaikan Fery kepada detikriau.org menanggapi kerapnya terjadi byar pet Rayon PLN Tembilahan, senin (2/6/2014) kemaren

Menurut Fery, persoalan rusaknya mesin pembangkit PLN sudah menjadi persoalan basi, manajemen PLN harusnya sudah membacanya dengan baik. Pemutusan pasokan listrik secara bergilir yang belakangan ini kembali berulang, lagi-lagi dilatarbelakangi persoalan klasik, tidak mampunya mesin pembangkit mensuplay kebutuhan listrik akibat kerusakan mesin.

Untuk memenuhi kebutuhan daya, PLN selama ini memanfaatkan beberapa unit mesin sewa. hari ini dikabarkan beberapa unit mesin sewa mengalami kerusakan.

“Ini yang saya bilang persoalan basi. persoalan ini terjadi berulang-ulang dan penyebabnyapun sama. harusnya PLN memiliki unit pembangkit cadangan untuk menutupi defisit daya jika terjadinya kerusakan mesin pembangkit,” Sampaikan Fery

Bahkan ditambahkan fery, untuk menuntaskan persoalan ini, kenapa tidak seluruh kebutuhan daya pelanggan dipenuhi saja dengan mesin sewa? sedangkan mesin milik PLN bisa dimanfaatkan sebagai mesin cadangan.

Disamping persoalan ini, Fery juga sangat menyayangkan tidak adanya penyampaian informasi kepada masyarakat setiap kali akan adanya pemberlakuan pemadaman bergilir. kondisi ini pastinya sangat merugikan masyarakat.

“informasinya mereka sudah menyampaikan pemberitahuan kepada masyarakat namun tidak sedikit masyarakat dan kawan-kawan media yang mempertanyakan hal ini ke pihak kita di DPRD. jadi dimana PLN menyampaikan pemberitahuan?” Tanyakan Fery.

Hanya berselang setelah dua mingguan pemberlakukan pemadaman bergilir dengan durasi 4 hidup dan 1 mati, pihak Rayon PLN Tembilahan kembali memberlakukan pemadaman bergilir, kali ini dengan durasi 6:1, alasannya juga sama, kekurangan daya dikarenakan kerusakan mesin pembangkit. (dro)




Hingga ada Kejelasan, Aktifitas PT SAL diminta di Hentikan

Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ir AMD junaidi saat memimpin rapat dengan terkait penolakan masyarakat Desa Pungkas atas masuknya PT SAL diruang Banggar gedung DPRD Inhil, kemaren
Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ir AMD junaidi saat memimpin rapat dengan terkait penolakan masyarakat Desa Pungkas atas masuknya PT SAL diruang Banggar gedung DPRD Inhil, kemaren

Tembilahan (detikriau.org)- DPRD Inhil sepakat untuk sementara waktu menghentikan aktifitas PT Setia Agrindo Lestari (SAL). keputusan ini diambil hingga adanya kejelasan persoalan komplik yang kini tengah terjadi dengan masyarakat Desa Pungkat.

Hal ini disampaikan oleh ketua komisi II DPRD Kabupaten Inhil, Junaidi kemaren saat ditemui detikriau.org di gedung DPRD Inhil

“Kita sudah mengadakan pembahasan dengan masyarakat setempat. keputusannya, kita menghentikan sementara kegiatan PT SAL sampai persoalan ini selesai”. Ujarnya

Pada saat yang sama Junaidi juga menyebutkan bahwa tidak hanya PT SAL yang akan diperingati akan tetapi perusahaan-perusahan lainnya juga akan mendapat peringat jika melanggar ketentuan yang merugikan masyarakat, “ini juga warning untuk perusahaan lainnya”. Ancam Junaidi.

Menurut penyampaiannya, sejauh ini memang sudah banyak keluhan-keluhan dari masyarakat yang sampai ke dewan, oleh karena itu pihaknya akan melakukan peninjauan mengenai izin dari perusahaan-perusahaan yang dimaksud untuk segera ditindaklanjuti.(Ahmad tarmizi)