DP2KBP3A Inhil Dukung Penuh Pemilihan Duta Remaja Inhil Tahun 2024

INHIL – Malam puncak Pemilihan Duta Remaja INHIL 2024 digelar dengan meriah di Aula Bapeda, Jalan Akasia, dengan mengusung tema “Remaja Berbudaya Mengacung Keris Perekonomian Indragiri di Era Industri 5.0.”.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala DP2KBP3A Inhil beserta jajaran, para dewan juri, Pembina Duta Remaja Inhil, para tamu undangan, serta orang tua dari finalis duta remaja.

Rizki Putri Pratiwi, sebagai ketua pelaksana, memberikan laporan resmi yang menandai dimulainya acara secara resmi. Pembina Duta Remaja Inhil, Bundo Titin Triana, S.H., M.H., menyampaikan sambutannya dan secara resmi membuka acara malam puncak ini. Tito Marselino, Founder Duta Remaja Riau, turut memberikan sambutan yang memotivasi para finalis.

Setelah sesi pemberian sertifikat kepada para sponsor dan sesi foto bersama Pembina Duta Remaja Inhil, tibalah saat yang dinantikan yaitu pengumuman pemenang Duta Remaja INHIL 2024.

Rusni Habibi terpilih sebagai Duta Remaja INHIL 2024 kategori Putra, sementara Marsha Aulia dinobatkan sebagai pemenang untuk kategori Putri. Runner Up 1 kategori Putra diraih oleh M. Athar Fadillah dan untuk kategori Putri oleh Vella Attaqi.

Runner Up 2 kategori Putra adalah Ahmad Zidane, sedangkan Cahyani Adina Puteri meraih Runner Up 2 untuk kategori Putri.

Penghargaan khusus juga diberikan kepada Okta Bella sebagai Duta Remaja Berbakat, Arifin Ilham sebagai Duta Remaja Kreatif, dan Syifa Salsabila sebagai Duta Remaja Intelegensia INHIL 2024. (adv)




Tradisi Bekaroh di Kabupaten Indragiri Hilir: Warisan Budaya yang Masih Dilestarikan

INHIL – salah satu kabupaten di Provinsi Riau, memiliki berbagai tradisi lokal yang masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakatnya. Salah satu tradisi yang hingga kini tetap eksis adalah “Bekaroh,” sebuah metode tradisional menangkap ikan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Bekaroh merupakan cara unik dan tradisional dalam menangkap ikan dan udang. Prosesnya melibatkan pengadukan air di sungai atau rawa hingga menjadi keruh. Kondisi air yang keruh membuat ikan dan udang kehilangan keseimbangan, menyebabkan mereka mabuk dan akhirnya muncul ke permukaan. Hal ini memudahkan para nelayan untuk menangkap hasil tangkapan mereka tanpa menggunakan alat modern.

Masyarakat Indragiri Hilir menjaga tradisi Bekaroh sebagai bagian dari kearifan lokal yang tidak hanya mempertahankan nilai-nilai budaya, tetapi juga mengajarkan pentingnya hidup selaras dengan alam. Proses ini dilakukan tanpa merusak ekosistem sungai, menjadikannya cara penangkapan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Tradisi Bekaroh biasanya dilakukan pada musim tertentu, saat debit air dan kondisi lingkungan mendukung. Di samping aspek ekonomis, kegiatan ini juga menjadi ajang kebersamaan dan gotong royong masyarakat dalam menangkap ikan.

Dengan segala keunikannya, Bekaroh menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Indragiri Hilir. Pemerintah daerah setempat diharapkan terus mendukung pelestarian tradisi ini sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dijaga dan diperkenalkan ke generasi muda.

Tradisi ini tidak hanya mengajarkan cara menangkap ikan, tetapi juga mengandung nilai-nilai kebersamaan, kearifan lokal, serta kecintaan terhadap lingkungan yang seimbang dan lestari.




Bujang Dara Inhil Diharapkan Mampu Mempromosikan Pariwisata Daerah

INHIL – Pemenang lomba Bujang dan Dara kabupaten Indragiri Hilir(Inhil) tahun 2024 diharapkan mampu mempromosikan berbagai potensi wisata daerah yang ada di Inhil.

Pesan ini ditegaskan Pejabat (Pj) Bupati kabupaten Indragiri Hilir H Herman, SE, MT saat menghadiri malam puncak final Bujang Dara Inhil di gedung Engku Kelana Tembilahan, Minggu (21/72024) malam.

‘’Ini tugas kita bersama. Termasuk pemenang Bujang Dara yang berperan mempromosikan Inhil baik ditingkat provinsi maupun nasional agar pariwisata kita lebih dikenal oleh masyarakat luas,”harap Pj Bupati Inhil H Herman.

Pemilihan Bujang dara kabupaten Indragiri hilir di gelar oleh Pemkab Inhil melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, dan Kebudayaan (Disparpoabud) yang di ikuti sebanyak 173 peserta dari berbagai tingkatan yang diperlombakan.

Adapun pemenang Bujang dara kabupaten Inhil tahun 2024 untuk kategori Dewasa diraih Bujang Inhil Adeha Putra Hernanda, dan Dara Inhil Keisya Aurelia.*(Adv)




Buat Bubur Asyura, Tradisi Tahunan yang Masih dilestarikan di Inhil

INHIL – Masyarakat yang bermukim di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, hingga kini masih menjaga tradisi merayakan tanggal 10 Muharram dengan kegiatan membuat bubur Asyura.

Bubur asyura adalah bubur yang terbuat dari nasi, dicampur dengan kacang-kacangan serta berbagai bahan lainnya.

Di Kabupaten Inhil tradisi ini masih dilestarikan oleh masyarakat diberbagai kampung ataupun kecamatan yang ada di Inhil.

Salah satunya yang dilaksanakan oleh masyarakat Tembilahan, tepatnya di jalan Swadaya melaksanakan pembuatan bubur Asyura dibulan muharram 1446 Hijriah tepatnya hari Selasa tanggal 16 Juli 2024.

Dimulai sejak pagi hari masyarakat telah berkumpul untuk membuat bubur Asyura. Mereka bergotong royong membuat bubur tersebut dengan menggunakan kuali besar.

Pembuatan bubur Asyura tersebut memakan waktu berjam jam yang dimulai dengan memasak beras yang telah di campur dengan beragam campuran sayuran kemudian setelah cukup matang lalu dicampur dengan bumbu.

Proses pemasakan ini membutuhkan pengadukan yang merata agar bubur Asyura yang dibuat matang dengan sempurna.

Setelah matang kemudian bubur Asyura nantinya akan dibagi bagikan kepada masyarakat setempat untuk dinikmati bersama keluarga masing masing,(adv)




Keindahan Wisata Alam Bukit Berbunga, Pesona Tersembunyi di Indragiri Hilir

INHIL– Wisata Alam Bukit Berbunga, sebuah destinasi wisata alam menawarkan panorama yang memikat di tengah keasrian alam Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Dengan ketinggian sekitar 150 meter di atas permukaan laut, Bukit Berbunga tidak hanya menyajikan keindahan alam, tetapi juga menyimpan keunikan flora yang menjadi ciri khasnya.

Nama “Bukit Berbunga” diambil dari jenis bunga langka bernama Bunga Manik, yang hanya tumbuh di sepanjang lereng bukit ini. Bunga ini mekar hampir sepanjang musim, memberikan warna dan aroma yang memanjakan para pengunjung sepanjang tahun.

Di puncak bukit, terdapat tanah berpasir seluas 150 m² yang dikenal sebagai “Gelanggang Muda.” Di bagian tengah Gelanggang Muda, terdapat lagi tanah berpasir seluas 90 m² yang disebut “Gelanggang Tua.” Konon, Gelanggang Tua ini dahulu digunakan sebagai arena sabung ayam, tempat adu ketangkasan ayam jago.

Bukit Berbunga juga menawarkan tantangan tersendiri bagi para wisatawan yang ingin mendaki. Akses menuju puncak bukit melalui jalan setapak yang berbukit dan melintasi dua sungai kecil, yaitu Sungai Nibul dan Sungai Luit. Di sepanjang tebing bukit, tumbuh aneka bunga warna-warni yang menjadikan bukit ini terlihat hidup dan memesona.

Salah satu bunga khas yang tumbuh di kawasan ini adalah Kantong Semar, yang oleh masyarakat Melayu setempat disebut “Periuk Beruk.” Bunga unik ini menambah pesona Bukit Berbunga sebagai objek wisata alam yang penuh keindahan.

Tidak hanya itu, di kaki Bukit Berbunga, pengunjung juga akan menemukan gua dan air terjun yang menawarkan keindahan panorama hutan tropis yang lebat dan menenangkan. Dengan segala keindahannya, Bukit Berbunga berpotensi menjadi destinasi wisata alam unggulan di Indragiri Hilir yang memberikan pengalaman tak terlupakan bagi para pecinta alam dan penikmat keindahan flora.

Wisata Alam Bukit Berbunga mengajak pengunjung untuk menikmati pesona alam yang tersembunyi dan unik, yang cocok bagi siapa saja yang ingin menyatu dengan alam dan menikmati keindahan yang autentik.




Air Terjun 86: Pesona Alami di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

INHIL– Menyimpan keindahan alam yang memukau, Air Terjun 86 yang memiliki ketinggian 30,86 meter menjadi salah satu destinasi alam yang menarik perhatian wisatawan. Air terjun ini terletak di kilometer 86 Jalan Raya Lintas Timur Sumatera, tepatnya di Dusun Simpang Pendowo, Desa Keritang Hulu, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir. Terletak di kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Air Terjun 86 menawarkan pesona alami yang berasal dari aliran sungai yang jernih dan segar.

Bagi para pengunjung, perjalanan menuju Air Terjun 86 bukanlah tanpa tantangan. Dari Selensen, mereka harus menempuh jarak sekitar 20 kilometer dengan jalan tanah yang hanya dapat dilalui oleh sepeda motor atau kendaraan roda empat sejenis jeep. Setibanya di lokasi, pengunjung akan menuruni anak tangga curam untuk mencapai air terjun, namun perjuangan ini akan terbayar dengan pemandangan alam yang masih asri serta keindahan rumah-rumah adat Melayu, dikenal sebagai Pesanggarahan, yang ada di sepanjang perjalanan.

Air Terjun 86 menawarkan lebih dari sekadar pemandangan. Setibanya di sana, pengunjung bebas menikmati suasana dengan mandi atau berenang di kolam yang dangkal dan jernih. Kawasan yang landai juga menjadikannya lokasi ideal untuk berkemah atau kegiatan outbound. Keberadaannya di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh memberikan nuansa kaya akan flora dan fauna, termasuk burung Kuau (Argusianus argus argus) yang langka. Bagi yang beruntung, kehadiran burung ini, terutama saat merentangkan bulunya yang indah, menambah daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Daya Tarik

Air Terjun 86 dengan ketinggian 30,86 meter

Keasrian alam di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

Kehadiran burung Kuau yang langka dan indah

Lokasi

Kilometer 86, Jalan Raya Lintas Timur Sumatera, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir

Aksesibilitas

Pekanbaru – Tembilahan (6-7 jam via darat)

Jambi – Tembilahan (5-6 jam via darat)

Batam – Tembilahan (4-5 jam via laut)

Tembilahan – Kemuning (±3 jam via darat)

Jambi – Kemuning (±4 jam via darat)

Air Terjun 86 merupakan destinasi alam yang ideal bagi wisatawan pencinta alam. Meski memerlukan usaha untuk mencapainya, pesona alam dan nuansa asri yang ditawarkan membuat tempat ini layak dikunjungi.