DP2KBP3A Inhil dan Forum Anak Gencarkan Himbauan Cegah Pernikahan Dini

INHIL– Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus mengintensifkan upaya pencegahan pernikahan dini melalui kolaborasi dengan Forum Anak (FA).

Himbauan ini bertujuan melindungi anak-anak dari dampak buruk pernikahan dini yang berisiko terhadap kesehatan dan masa depan mereka.

Kepala DP2KBP3A Inhil menegaskan pentingnya komitmen bersama untuk menghindari pernikahan dini.

“Pernikahan di usia yang belum mencapai batas minimal sangat rentan terhadap risiko kesehatan, seperti kematian bayi, bayi lahir prematur, kurang gizi, hingga anak yang berisiko mengalami hambatan pertumbuhan atau stunting,” jelasnya.

Perkawinan Anak dan Ketahanan Nasional

Menurutnya, pencegahan pernikahan dini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan individu tetapi juga berdampak pada ketahanan nasional.

“Permasalahan perkawinan anak adalah tantangan dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Karena itu, berbagai upaya, kinerja, dan inovasi harus terus dilakukan,” tambahnya.

Sanksi Hukum bagi Perkawinan Paksa

Kepala DP2KBP3A juga mengingatkan bahwa pemaksaan perkawinan, termasuk perkawinan anak, diatur dalam Pasal 10 Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

Pelaku dapat dikenakan sanksi pidana hingga 9 tahun penjara dan denda maksimal Rp200 juta.Pemaksaan perkawinan yang dimaksud mencakup praktik budaya yang memaksa anak untuk menikah atau memaksa korban perkosaan menikah dengan pelaku. Hal ini menjadi salah satu perhatian utama dalam upaya perlindungan anak.

Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA)

Salah satu inisiatif penting yang telah dilaksanakan adalah pembentukan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), yang dideklarasikan sejak 2020.

Program ini bertujuan memberikan ruang aman dan edukasi bagi masyarakat untuk mencegah perkawinan anak.

Peran Forum Anak Daerah

Forum Anak Daerah juga diharapkan menjadi motor penggerak inovasi dalam mencegah perkawinan anak di tingkat kabupaten/kota.

“Forum Anak dapat menjadi inspirasi melalui aksi strategis yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan perlindungan terbaik bagi anak,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui pandangan baru dan terobosan masyarakat, upaya ini dapat berjalan lebih efektif. “Komitmen bersama ini adalah langkah penting untuk melindungi anak-anak kita, menjunjung tinggi adat istiadat, dan memastikan kepentingan terbaik bagi generasi penerus bangsa,” pungkasnya.




DP2KBP3A Inhil Dorong Peran Keluarga dalam Penurunan Stunting

INHIL– Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP2KBP3A) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menekankan pentingnya peran keluarga dalam mempercepat penurunan angka stunting di wilayah tersebut.

Kepala DP2KBP3A Inhil, Sirajuddin, menyampaikan bahwa meskipun pemerintah telah mengupayakan berbagai program, keterlibatan masyarakat, khususnya melalui keluarga, merupakan kunci keberhasilan.

“Masyarakat melalui keluarga harus memahami penyebab dan cara mencegah stunting, sehingga mereka dapat ikut berkontribusi secara aktif,” ujar Sirajuddin.

Ia menekankan pentingnya gotong royong dalam mengatasi permasalahan ini, mengingat keterbatasan anggaran dan sumber daya pemerintah.

“Dukungan dapat berupa pemberdayaan ekonomi keluarga dan penyediaan makanan bergizi melalui program-program yang ada,” tambahnya.

Selain itu, Sirajuddin mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang sudah berjalan, termasuk peran Posyandu, organisasi masyarakat, dan tokoh agama dalam memberikan edukasi terkait pola asuh, kesehatan, dan gizi.Dengan keterlibatan aktif semua pihak, DP2KBP3A Inhil optimistis target prevalensi stunting nasional sebesar 14 persen pada tahun 2024 dapat tercapai.

“Langkah ini tidak hanya untuk menurunkan angka stunting, tetapi juga memastikan generasi mendatang tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,”tambahnya.

DP2KBP3A juga mengimbau masyarakat untuk terus mendukung program-program pemerintah terkait pengentasan stunting, seperti pemberian makanan tambahan, pemeriksaan kesehatan balita, dan edukasi pola asuh anak yang tepat.

Dengan semangat kebersamaan, Kabupaten Inhil diharapkan dapat menjadi contoh keberhasilan dalam mengatasi masalah stunting di tingkat nasional.




DP2KBP3A Inhil: Pentingnya Edukasi Kontrasepsi untuk Perencanaan Keluarga

INHIL– Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Indragiri Hilir(Inhil), Drs. H. Sirajuddin, menegaskan pentingnya peningkatan komunikasi, informasi, dan edukasi mengenai penggunaan alat kontrasepsi di masyarakat.

Menurut Sirajuddin, edukasi tentang kontrasepsi harus menjadi bagian dari pengetahuan dasar, terutama bagi pasangan usia subur, untuk membantu menunda kehamilan, mengatur jarak kelahiran, dan mencegah penyebaran infeksi menular seksual.

“Pendidikan seksual yang komprehensif telah banyak diterapkan di negara-negara maju, tetapi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Inhil, akses terhadap pendidikan ini masih tergolong terbatas,” ujar Sirajuddin.

Ia menambahkan bahwa pengetahuan dasar seperti cara menunda kehamilan dan pentingnya kontrasepsi perlu terus disosialisasikan agar masyarakat lebih sadar tentang manfaat perencanaan keluarga.

Langkah-Langkah Perencanaan Keluarga
Dalam upaya meningkatkan kesadaran, Dinas P2KBP3A Inhil memberikan himbauan kepada pasangan usia subur untuk merencanakan keluarga dengan langkah-langkah berikut:

  1. Menghindari “4 Terlalu” (4T): Terlalu muda hamil, terlalu tua hamil, terlalu dekat jarak kehamilan, dan terlalu banyak anak.
  2. Menggunakan kontrasepsi bagi pasangan yang menunda atau tidak ingin memiliki anak lagi.
  3. Menghubungi petugas kesehatan untuk konsultasi terkait kontrasepsi.
  4. Menggunakan metode kontrasepsi sederhana seperti kondom atau pil KB jika tidak memungkinkan mengunjungi fasilitas KB, serta memilih KB pasca-persalinan bagi ibu yang baru melahirkan.

“Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu pasangan usia subur merencanakan keluarga yang sehat dan berkualitas,” ungkap Sirajuddin.

Dinas P2KBP3A Inhil juga berkomitmen untuk terus mensosialisasikan manfaat kontrasepsi kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi. Edukasi ini penting untuk mendukung kesejahteraan keluarga dan mengurangi angka kehamilan yang tidak direncanakan.

“Dengan edukasi yang baik, masyarakat dapat memahami pentingnya kontrasepsi dalam menjaga kesehatan reproduksi dan meningkatkan kualitas hidup,” pungkasnya. (Adv)




DP2KBP3A Inhil Ajak Warga Cegah Stunting dengan Gizi Seimbang

INHIL – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Indragiri Hilir(Inhil), Drs. H. Sirajuddin, MM, kembali menegaskan pentingnya pemenuhan gizi seimbang, terutama pada remaja, untuk mencegah stunting dan penyakit kronis di masa depan.

Sirajuddin menyebutkan bahwa remaja yang mendapatkan gizi yang baik adalah investasi bagi masa depan bangsa. Mereka tidak hanya akan tumbuh sehat, tetapi juga dapat menghindari penyakit seperti diabetes dan hipertensi di usia dewasa.

“Penting bagi kita semua untuk memastikan remaja mendapatkan gizi yang cukup agar mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang sehat dan siap menghadapi masa depan,” ungkapnya.

Pemerintah daerah, lanjut Sirajuddin, memerlukan peran aktif dari lurah, kepala desa, dan kepala puskesmas untuk memantau dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang.

DP2KBP3A Inhil pun telah melaksanakan berbagai program, seperti gemar makan ikan, penyuluhan 1000 HPK, dan pemeriksaan kesehatan untuk membantu keluarga dalam mengatasi masalah gizi dan mencegah stunting. (ADV)




DP2KBP3A Inhil: KB Vasektomi Solusi Praktis dan Aman

INHIL– Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mendorong pria yang memiliki lebih dari dua anak untuk mengikuti program KB vasektomi. Kepala DP2KBP3A Inhil, Sirajuddin, menjelaskan bahwa vasektomi adalah metode KB yang praktis, tidak memiliki efek samping, tidak memengaruhi daya seksual, dan sangat membantu pasangan.

“Vasektomi tanpa pisau (VTP) adalah metode KB jangka panjang yang dilakukan tanpa menggunakan pisau. Prosesnya menggunakan alat kecil bernama ‘klem’, sehingga peserta KB tidak perlu khawatir dengan tindakan operasi,” ujar Sirajuddin.

Manfaat Vasektomi bagi Pasangan
Sirajuddin menegaskan bahwa vasektomi justru memberikan banyak manfaat, terutama bagi istri yang selama ini harus menanggung beban KB, seperti menggunakan pil, suntik, spiral, atau metode lainnya. Dengan vasektomi, pria membantu meringankan peran istri dalam perencanaan keluarga.

“Pria yang telah menjalani vasektomi rata-rata tidak mengalami keluhan. Mereka tetap dapat menjalani hubungan intim seperti biasa, dengan perbedaan bahwa istri tidak lagi perlu khawatir akan kehamilan,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa vasektomi bukanlah bentuk kebiri. Kondisi pria setelah vasektomi tetap normal, termasuk saat berhubungan intim. Cairan yang dihasilkan tetap ada, namun tidak mengandung sel sperma.

Syarat Vasektomi
Program vasektomi diperuntukkan bagi pria yang telah memiliki dua anak atau lebih. Metode ini dinilai sangat membantu pasangan yang ingin memastikan jarak kehamilan atau menghentikan kehamilan sepenuhnya.

“Vasektomi adalah langkah nyata untuk mendukung perencanaan keluarga yang sehat dan berkualitas. Selain itu, metode ini aman dan tidak memengaruhi kualitas hidup pasangan,” tutup Sirajuddin.

DP2KBP3A Inhil terus mengedukasi masyarakat tentang manfaat vasektomi melalui berbagai program sosialisasi, berharap metode ini dapat diterima sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga sehat di Kabupaten Indragiri Hilir. (Adv)




DP2KBP3A Inhil Himbau Calon Pengantin untuk Lakukan Cek Kesehatan Sebelum Menikah

INHIL –Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui bidang Keluarga Berencana (KB) menghimbau kepada calon pengantin untuk melakukan pemeriksaan kesehatan minimal tiga bulan sebelum menikah. Langkah ini diambil untuk memastikan calon pengantin dalam kondisi fisik dan mental yang sehat, demi mewujudkan generasi yang berkualitas di masa depan.

Kepala Dinas DP2KBP3A Inhil, Drs. H. Sirajuddin, MM, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan sebelum pernikahan sangat penting untuk mengetahui kondisi tubuh calon pengantin. Jika ditemukan masalah kesehatan, pemeriksaan lebih lanjut dan pengobatan dapat segera dilakukan.

Manfaat pemeriksaan kesehatan adalah untuk memastikan calon pengantin dalam kondisi sehat. Jika ada masalah, kita bisa segera mengatasinya, sehingga generasi yang dilahirkan nanti dapat tumbuh dengan baik dan terhindar dari masalah kesehatan seperti stunting,” ujarnya.

Sirajuddin menjelaskan bahwa pemeriksaan ini tidak hanya mencakup kondisi fisik, tetapi juga status gizi calon pengantin. Kondisi kesehatan yang baik akan mencegah risiko kelahiran anak yang kurang sehat atau mengalami masalah pertumbuhan.

“Penting bagi calon pengantin untuk menjalani cek kesehatan yang mencakup anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Bagi perempuan, pemeriksaan tambahan seperti lingkar lengan akan dilakukan untuk memeriksa risiko kekurangan energi kronis,” tambahnya.

Dengan mempersiapkan kesehatan sejak dini, calon pengantin dapat menjalani kehidupan pernikahan dengan lebih siap dan mencegah dampak negatif yang dapat memengaruhi kesehatan anak di masa depan.