69 Warga Binaan Rutan Dumai Terima Remisi Natal 2024

ARBindonesia.com.Dumai – Sebanyak 69 warga binaan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB (Rutan) Dumai menerima remisi khusus Natal tahun 2024. Penyerahan remisi tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Rutan Dumai, Yudhi Khairudin, dalam acara yang digelar di lapangan serbaguna Rutan Dumai, Rabu (25/12).

Dalam sambutannya, Yudhi menyampaikan bahwa remisi ini merupakan hak bagi warga binaan yang telah memenuhi syarat administratif dan berkelakuan baik selama menjalani masa pidana. Karutan juga menekankan pentingnya momentum Natal ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan serta sebagai refleksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

“Remisi ini adalah bentuk apresiasi pemerintah kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan positif dan berpartisipasi aktif dalam program pembinaan. Semoga ini menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri dan menjadi lebih baik ke depannya,” ujar Yudhi.

Dari 69 warga binaan yang menerima remisi, sebagian mendapatkan pengurangan masa tahanan antara 15 hari hingga 1 bulan 15 hari. Remisi khusus ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi warga binaan, terutama dalam merayakan Natal sesama warga binaan Rutan Dumai.

Acara penyerahan remisi juga dihadiri oleh pejabat struktural dan staf Rutan Dumai. Kegiatan dilanjutkan dengan mengikuti zoom pemberian Remisi Khusus Natal Bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di Aula Rutan.

Dengan pemberian remisi ini, diharapkan warga binaan dapat terus termotivasi untuk mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh, sehingga saat bebas nanti, mereka mampu kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik dan produktif.




Solidaritas Tim Relawan Peduli Fatonah Gelar Aksi Dan Di Sambut Baik Oleh Polres Dumai Untuk Diskusi.

ARBindonesia.Com.DUMAI (PNC Group) – Solidaritas tim relawan peduli Fatonah melakukan aksi penyampaian pendapat di muka umum terkait aksi dugaan premanisme dan persekusi kepada relawan Fatonah yang terjadi di Posko relawan paslon nomor urut 02 Ferdiansyah-Soeparto Amanah (Fatonah) pada hari Kamis, 21/11/2024 di Jalan Cempedak Kelurahan Rimba Sekampung, Kecamatan Dumai Kota, yang dilakukan beberapa oknum yang beredar dalam video di media sosial. Rabu (04/12/2024).

Ismunandar sebagai penanggungjawab aksi, memimpin langsung aksi penyampaian pendapat dimuka umum tersebut, didampingi koordinator yakni: Putra, Julia Sinaga, Purwati, Leman dan Edo Yulihendri ke Polres Dumai dan selanjutnya pihak Polres Dumai mengajak peserta aksi untuk diskusi di Aula Wicaksana Lagawa Polres Dumai.

Ismunandar dalam penyampaian aspirasinya menyayangkan, adanya aksi dugaan tindakan premanisme dan persekusi relawan di salah satu posko relawan Fatonah yang dilakukan oleh beberapa oknum.

“Kami sangat menyayangkan tindakan anarkis yang diduga dilakukan oleh beberapa oknum dengan tindakan premanisme dan persekusi kepada relawan kami di posko relawan Fatonah yang resmi terdaftar di KPU Dumai,” sesal Ismunandar yang akrab disapa Ngah Nandar.

Ngah Nandar juga menyampaikan, kepada pihak Polres Dumai untuk mengusut tuntas oknum-oknum pelaku, karena negara Indonesia adalah negara hukum dan setiap warga Indonesia harus mematuhi proses hukum yang sudah ditetapkan oleh negara, bukan main hakim sendiri.

“Negara kita negara hukum, jangan main hakim sendiri, untuk itu kami berharap Polres Dumai bersikap tegas kepada oknum pelaku agar bisa diproses supaya jangan ada lagi oknum-oknum yang melakukan tindakan main hakim sendiri,” tegas Ngah Nandar.

Sementara Kapolres Dumai yang diwakilkan oleh Kasat Reskrim AKP Primadona, S.I.K., M.Si menyampaikan, laporan pengaduan dibuat pertanggal 22/11/2024, kemudian laporan pengaduan tersebut diterima oleh Kapolres pertanggal 25/11/2024 dan Kapolres perintahkan untuk ditindaklanjuti dan kemudian laporan tersebut dimasukan ke Kasium dan Sium memasukan ke Reskrim pertanggal 01/12/2024 dan Kasat Reskrim perintahkan segera ditindaklanjuti dan melaporkan perkembangan.

“Selanjutnya pertanggal 02/12/2024 kami membuat undangan klarifikasi kepada 7 (tujuh) saksi dan dari hasil kesepakatan dengan saksi, maka para saksi diharapkan hadir pada Rabu (04/12/2024) pukul 10.00 WIB di ruang Unit II Reskrim Polres Dumai,” beber Kasat Reskrim.

Kasat Reskrim melanjutkan, para saksi yang diundang untuk klarifikasi tersebut antara lain, Eko Syahputra, Andre Prayoga (saksi pelapor – red), Junaidi, Romi, Toni Alfatih, Eko Wicaksono dan Dwi Wahyudi (saksi terlapor) .

“Kami berkoordinasi kepada saksi yang kami undang melalui via telp, WA dan mengirimkan undangan via Pos ke alamat masing-masing. Semua administrasi sudah kami jalani,” ucap Kasat Reskrim.

Kasat Reskrim Primadona berharap proses ini bisa berjalan lancar dan personil Reskrim Dumai sudah stanby untuk mengawal proses pengaduan tersebut.

“Setiap laporan pengaduan pasti akan kami tindaklanjuti,” tegas Kasat Reskrim.

Menurut informasi yang didapat, para peserta akan mengawal terus laporan pengaduan ini sampai tuntas dan jika tidak ada kejelasan dari laporan pengaduan ini maka peserta akan melanjutkan aksi. (Tim)




Ketua LEMTARI Dumai Tegaskan Sikap Tegas Terhadap Perilaku LGBT.

ARBindonesia. Com. DimaininKetua Lembaga Tinggi Masyarakat Adat Kota Dumai (LEMTARI), Dato’ Maulana, menyampaikan pernyataan tegas terkait isu moral yang belakangan ini mencuat di masyarakat, (30/11).

Ia menyoroti keberadaan salah satu figur yang disebut memiliki perilaku menyimpang diduga sebagai homoseksual. Pernyataan ini ia sampaikan dalam sebuah wawancara untuk menegaskan posisi adat dan agama terhadap permasalahan tersebut.

“Kita hari ini telah dipertontonkan hal yang tidak wajar melalui berbagai media. Salah satu pemimpin yang ditawarkan kepada masyarakat disinyalir memiliki riwayat tidak baik, yaitu pelaku diduga homoseksual, penyuka sesama jenis. Ini tidak sesuai dengan norma agama, moral, dan adat kita,” tegas Dato’ Maulana.

Dato’ Maulana menyatakan bahwa perilaku homoseksual bertentangan dengan ajaran agama Islam dan nilai adat yang berlaku di Kota Dumai.

“Pelaku homoseksual adalah perbuatan laknat yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Bahkan dalam Islam, hukumannya sangat berat, yaitu dilemparkan dari tempat tinggi hingga mati, ditambah lemparan batu jika masih hidup,” ungkapnya.

Namun, Dato’ Maulana juga mengakui bahwa di Indonesia, tidak ada sanksi hukum yang jelas terhadap perilaku LGBT berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945.

“Kita hidup di NKRI yang diatur oleh UUD 1945, di mana tidak ada pengaturan sanksi hukum untuk pelaku LGBT. Meski begitu, kita masih punya hukum adat dan agama yang bisa diberlakukan,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa sebagai masyarakat adat, tindakan tegas akan diambil sesuai dengan norma agama dan aturan adat.

“Karena si pelaku beragama Islam, maka akan diberlakukan hukum berdasarkan syariat Islam, atau setidaknya dikenai sanksi adat yang akan dimusyawarahkan bersama. Prinsip kita jelas: adat bersandikan syara’, syara’ bersandikan kitabullah,” tegas Dato’ Maulana.

Dato’ Maulana berharap masyarakat Dumai tetap menjaga norma agama dan adat istiadat yang telah diwariskan turun-temurun.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Dumai untuk terus menjaga Kota Bertuan ini dari perilaku yang tidak bermoral. Bersama kita tegakkan adat dan agama sebagai pedoman hidup,” tutupnya.




Pakde Soeparto Menyerahkan Bantuan 25 Ton Beras,5000 Eksemplar Al-Qur’an Kepada Anak Yatim Piatu, Tempat Tahfidz, Dan Mesjid Di Dumai.

ARBindonesia.Com. Dumai-Dalam aksi kemanusiaan yang menjadi rutinitas setiap bulannya, Soeparto Wiguno atau yang akrab disapa Pak De Parto menyerahkan bantuan sebanyak 25 ton beras dan 5.000 eksemplar Al-Qur’an kepada anak-anak yatim piatu, tempat tahfidz mesjid dan masyarakat yang membutuhkan di seluruh Kota Dumai.

28/11/2024 Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Pak De Parto dalam membantu masyarakat, meskipun secara quick count ia tidak terpilih menjadi Wakil Walikota Dumai.

“Kegiatan ini sudah menjadi bagian dari hidup saya. Terpilih atau tidak sebagai Wakil Walikota, saya akan terus berbuat untuk masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan,” ujar Pak De Parto saat ditemui.

Dalam kesempatan tersebut, Pak De Parto menjelaskan bahwa bantuan akan disalurkan oleh tim yang telah ditunjuk dan disebar ke seluruh kecamatan di Kota Dumai.

“Kami sudah membentuk tim khusus yang akan memastikan bantuan ini sampai kepada anak-anak yatim piatu di setiap kecamatan. Ini penting agar distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran,” jelasnya.

Pak De Parto juga menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang berbagi materi, tetapi juga nilai-nilai spiritual.

“Beras untuk kebutuhan fisik, dan Al-Qur’an untuk kebutuhan rohani. Saya berharap ini bisa menjadi bekal yang bermanfaat bagi anak-anak kita ke depannya,” tambahnya.

Ketika ditanya tentang motivasinya untuk terus melakukan kegiatan ini, Pak De Parto dengan rendah hati menjawab bahwa ini adalah bagian dari rasa syukurnya.

“Saya merasa ini adalah tanggung jawab moral saya kepada masyarakat. Rezeki yang saya miliki sebagian adalah hak mereka yang membutuhkan, dan saya ingin terus berbagi selama saya mampu,” katanya.

Pak De Parto juga mengajak masyarakat yang mampu secara finansial untuk ikut berperan dalam kegiatan sosial semacam ini.

“Kita semua bisa membantu sesuai kemampuan kita masing-masing. Jika banyak yang peduli, maka dampaknya akan jauh lebih besar bagi mereka yang membutuhkan,” imbuhnya.




Bersama Ibu Kandung Dan Istri, Ferdiansyah Melakukan Pencoblosan Di TPS 04 Laksamana.

ARBindonesia.Com.DUMAI – Calon Wali Kota Dumai 2025 – 2030 nomor urut 2, Ferdianyah menggunakan hak suaranya pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai 2024 di TPS 04 Kelurahan Laksamana, Rabu (27/11/2024). Ia datang bersama ibu kandungnya, Hj. Marhenny dan Susiliana.

Sebelum ke menuju TPS, sekira pukul 07.00 WIB, Ferdiansyah sarapan di salah satu kedai kopi. Kemudian menemui ibu kandungnya, Hj. Marhenny di Jalan Cendrawasih untuk kembali meminta restu.

Dibawah rintik hujan, dari kediaman ibunya, Ferdiansyah bersama hj Marheny dan istrinya Susiliana jalan kaki ke TPS 04 yang berjarak sekitar 250 meter.

Ferdiansyah tiba di TPS 04 yang memanfaatkan gedung TPA Almisak sekira pukul 08.50 WIB. Ia disambut oleh Babinkamtibmas Kelurahan Laksamana Bripka Anwar Dedi dan petugas KPPS.

Setelah menyerahkan undangan model C dan KTP, Ferdiansyah bersama ibu dan istrinya dipersilahkan antri sesuai undangan yang sudah datang.

Sekira pukul 09.00 WIB atau setelah menunggu sekitar 10 menit, Ferdiansyah bersama ibu dan istrinya menggunakan hak suaranya setelah sebelumnya menerima dua surat suara. Masing-masing berwarna hijau untuk pemilihan wali kota dan wakil wali kota Dumai dan warga coklat untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Riau.

Usai mencoblos, mereka bertiga mencelupkan hari tengah dan telunjuk ke botol tinta warga ungu yang disiapkan di pintu keluar TPS.

“Alhamdulillah saya bersama emak dan istri sudah menggunakan hak suara kami di TPS 04 Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota. Alhamdulillah juga proses pemungutan suara sampai saat ini. berjalan aman dan lancar,” kata Ferdi.

Ferdiansyah berharap proses pemungutan suara ini berjalan langsung, umum, bebas dan rahasia tanpa ada tekanan dari manapun.

“Semoga menghasilkan pemimpin yang bisa membawa perubahan Kota Dumai ke arah yang lebih baik. Apapun hasilnya nanti, yang sesuai keputusan KPU, mari sama-sama kita hormati,” pungkas Ferdi. (*)




Masyarakat Melayu Bersatu Dumai(MMBD) Menggelar Konferensi Pers Pernyataan Sikap Terkait Berkembangnya Isu Lesbian, Guys, Bisexual Dan Transexual(LGBT), Yang Menerpa Kota Dumai.

ARBindonesia.com.Dumai-Masyarakat Melayu Bersatu Dumai (MMBD), Senin, (25/11), menggelar konferensi pers pernyataan sikap terkait berkembangnya isu Lesbian, Guy, Bisexual dan Transexual (LGBT), yang menerpa Kota Dumai.

Pada konferensi pers ini, turut dihadiri oleh Ahmad Martulius, S.E yang menjabat sebagai Ketua Komite Reformasi Masyarakat Dumai (KMBD) yang juga merupakan salah satu tokoh Melayu Dumai.

Selain itu, turut juga hadir Andi Mirza Sekretaris MMBD, perwakilan Tokoh Pemuda Melayu Ahmad Khadafi, serta perwakilan tokoh Melayu lainnya seperti, Edi Zulfan dan Ismail bin Abdul Aziz.

Secara tegas, Lius sapaan akrab Ketua KRMD, menjelaskan bahwa konferensi pers yang dilaksanakan ini murni dari panggilan hati, karena maraknya isu ini di Kota Dumai.

Ia juga menjelaskan bahwa, pembacaan sikap ini murni dari inisiatif MMBD tanpa terafiliasi dengan pihak manapun.

“Kami merasa sedih atas isu yang beredar saat ini, kita semua punya kewajiban untuk bersama-sama mencegah terjadinya LGBT berkembang di Kota Dumai,” Jelasnya.