Perkumpulan Masyarakat Purnama Bersatu(PMPB)Tanggapi Perbaikan Jalan Purnama Kec.Dumai Barat

ArBindonesia.com Dumai — Perkumpulan Masyarakat Purnama Bersatu (PMPB) menemui PUPR Provinsi Riau terkait perbaikan ruas jalan Purnama. Dalam pertemuan tersebut PMPB menyampaikan aspirasi masyarakat Purnama kepada PUPR Provinsi Riau agar dalam perbaikan nantinya harus benar-benar sesuai dengan baestic yang telah di tentukan, supaya nantinya jalan yang di perbaiki bisa bertahan lama, pertemuan ini dilaksanakan di jalan Sultan Syarif Kasim Kota Dumai, Rabu(25/05/22).

Pertemuan ini turut di hadiri langsung Ketua PMPB Nofrizal  di dampingi sekretaris Hendra Isolihin, dan beberapa pengurus lainnya, Dinas PUPR Provinsi Riau di wakili Nurul Ikhsan

Ketua PMPB menyampaikan,”Terima kasih kepada Nurul Ikhsan perwakilan PUPR Provinsi Riau yang telah menyempatkan waktu untuk mendengarkan aspirasi kami terkait perbaikan jalan Purnama, kepada kontraktor yang mengerjakan perbaikan jalan Purnama, supaya utamakan kualitas yang terbaik.”Katanya singkat.

Selain itu Zainal Arudin selaku Humas PMPB menuturkan terkait pertemuan yang di lakukan bersama PUPR Provinsi Riau kita berharap PUPR Propinsi Riau bisa merealisasikan apa yang kita sampaikan.

“Kami sangat berharap aspirasi yang di sampaikan masyarakat Purnama dapat terealisasikan, untuk ke depannya PUPR provinsi Riau bisa rutin melakukan perawatan jalan Purnama,agar masyarakat yang melintas merasa nyaman melintas di wilayah Purnama.”Tuturnya.

Nurul Ikhsan Kepala UPT jalan jembatan wilayah 2 (Rohil – Dumai)dalam pertemuan ini menyampaikan,”Saya sangat mengapresiasi apa yang di sampaikan oleh PMPB, apa yang di sampaikan kepada saya, semua demi kebaikan dan kenyamanan masyarakat Purnama.”Ucapnya

Tambahnya, “Saya sangat paham apa yang di inginkan masyarakat purnama,tentunya jalan yang nyaman untuk di lewati, saya akan memberi ketegasan kepada kontraktor yang mengerjakan jalan Purnama untuk bisa memberikan yang terbaik dalam perbaikan jalan yang nantinya di laksanakan.”Imbuhnya.

Lebih lanjut Nurul Ikhsan menyampaikan, “Jika dalam pelaksanaan perbaikan jalan nantinya kita berharap kepada masyarakat untuk sedikit bersabar dan mengikuti antrian, supaya dalam pelaksanaan perbaikan nantinya tidak ada permasalahan lalu lintas.”Tutupnya.(hrk).




Akibat Pengerjaan Akses Jembatan Sungai Mesjid Yang Tidak Di Atur Dengan Baik,Mengakibatkan Lalu Lintas Menjadi Macet

ARBindonesia,com.Dumai-Pengerjaan yang tidak memikirkan efek dari perbaikan akses jembatan itu mengakibatkan aktifitas masyarakat menjadi terganggu.

23/05-2022 Lalu lintas warga menjadi macet antrian panjang hinggga ratusan meter jarak nya.salah satu waga mengatakan kenapa tidak ada yang mengatur jalan di tempat perbaikan akses jembatan ini,sehingga mengakibatkan masyatakat harus menunggu antrian panjang untuk beraktifitas.

Lokasi antrian panjang tersebut terjadi di ruas jalan raja ali haji purnama kec. Dumai Barat yang mana masyarakat akan melakukan aktivitas di kec.sungai sembilan,begitu juga sebalik nya masyarakat sungai sembilan yang akan melakukan aktifitas di kawasan kec.Dumai Barat.

Kejadian antrian mulai dari pukul 7 pagi sudah terjadi,antrian tersebut adalah salah nya teknis pengerjaan perbaikan jembatan sungai mesjid oleh kontraktor yang melakukan pengerjaan tersebut karena tidak ada nya penjaga jalan atau pletmen yang di stanbay kan sebagai pengatur lalu lintas.Sesungguh nya kita tau bahwa jembatan tersebut adalah satu-satu nya akses penghubung untuk masyarakat Dumai Barat dan sungai sembilan.

Salah seorang warga yang tidak mau di sebutkan nama nya saat di jumpai oleh awak media Arbindonesia,com.mengatan seharus nya harus ada penjaga khusus yang di tugas kan untuk pengaturan lalu lintas di area ini selama 24 jam,supaya sktifitas masyarakat bisa berjalan dengan lancar.
Masyarakat berharap yang mendapatkan pengerjaan perbaikan tersebut harus memikir kan kenyamanan masyarakat juga,jagan hanya memikir kan pekerjaan mereka saja.(hrk).




Armada perusahaan Di Hentikan Oleh Warga Purnama,Karena Telah Melanggar Jam Operasional Yang Telah Di Tentukan.

ARBindonesia,com.DUMAI-Armada perusahaan kerab kali tidak menghiraukan keselamatan orang banyak,sehingga jam operasional yang telah di buat oleh pihak perhubungan Kota Dumai tidak ada pengaruh nya bagi mereka.

18/05-2022 Pemuda masyarakat Purnama terus melakukan penyetopan dan memberikan himbauan kepada para supir armada perusahaan namun tetap juga terjadi pelangaran jam Operasional yang telah di tentukan oleh Dishub Dumai.

Salah seorang pemuda yang berada di lokasi yang tidak mau di sebutkan nama nya, menyatakan para supir perusahaan ini memang membandel setiap hari kita melakukan penyetopan namun tidak ada perubahan mereka tetap melanggar jam Operasional.

Pada kesempatan itu pemuda tersebut bersama rekan-rekan yang lain sungguh sanggat berharap peran aktif dari pihak Dishub Kota Dumai dalam menangani hal armada perusahaan yang membandel.

Salah satu pemuda juga menyampaikan armada perusahaan ini jika tidak di lakukan penilangan,maka tidak ada efek jera nya bagi mereka dan mereka akan terus nelakukan pelanggaran jam Operasional.

Berharap juga dari pihak perusahaan tolong tegas kan masalah ini kepada para supir yang berada di perusahaan nya bahwasanya setengah jam sebelum jam penyetopan maka mobil tidak di perbolehkan untuk keluar dari perusahaan.(hrk).




Tidak Mengindahkan Permintaan Masyarakat Purnama,Perkumpulan Masyarakat Purnama Bersatu(PMPB)Lakukan Pengawasan Terhadap Armada Perusahaan

ARBindonesia,com. Dumai-Terbentuknya Perkumpulan masyarakat purnama bersatu ( PMPB ) berangkat dari pergerakan yang di lakukan masyarakat purnama beberapa waktu lalu yang melakukan pengawasan terhadap armada perusahaan yang tidak mengindahkan permintaan masyarakat purnama saat menyambut dan merayakan hari raya idul Fitri 1443 H.

Masyarakat Purnama meminta armada perusahaan tidak bisa melintas di Purnama keluar mau pun masuk di H-3 sampai H+4
namun masih banyak armada perusahaan yang tidak mengindahkan permintaan masyarakat tersebut.

14/05-2022 Perkumpulan masyarakat purnama bersatu ( PMPB ) di bentuk dengan maksud dan tujuan untuk menegakkan keadilan dan hak-hak masyarakat Purnama dari dampak negatif yang di rasakan selama ini akibat hilir mudik nya armada perusahaan di jalan lintas purnama, yang selama ini di nilai tidak adanya perhatian perusahaan kepada masyarkat Purnama, baik tenaga kerja,lingkungan,penerangan lampu jalan,infrasturktur dan hal sosial lainnya

Setelah di adakan rapat pembentukan pengurus perkumpulan masyarakat Purnama bersatu ( PMPB ) yang terpilih sebagai ketua Nofrizal Saputra,sekretaris Hendra Isolihin, Bendahara Bobi Saputra, sekaligus pembentukan pengurus lainnya.

Nofrizal Saputra ketua PMPB menyampaikan  pergerakan kita tidak akan berhenti sebelum hak-hak masyarakat Purnama terpenuhi dan kami akan selalu menyuarakan kepentingan masyarakat Purnama.

Tambah Nofri, “Dalam waktu dekat ini kita akan menyuarakan persoalan jalan Purnama yang sangat rusak parah yang bisa membahayakan penguna jalan. Jika dalam waktu dekat ini jalan Purnama tidak di perbaiki maka kami akan melakukan pergerakan besar.

Mohammad R.Tarigan selaku penasehat PMPB juga menjelaskan maksud dan tujuan Perkumpulan masyarakat purnama bersatu di bentuk.

“PMPB untuk masyarakat Purnama, tidak ada kepentingan pribadi, ini murni pergerakan masyarakat yang menginginkan dampak positif dari keberadaan perusahaan yang armadanya melintas di wilayah Purnama.”imbuhnya.

Tambah nya”saat ini masyarakat sudah kompak dan bersatu, maka Jangan pandang kami sebelah mata. Saat ini kami akan berjuang dan bergerak demi kepentingan masyarakat Purnama dan akan memberi perubahan untuk Purnama”tutup tarigan.(hrk).




LLMB Sungai Sembilan Lakukan Aksi Penanaman Pohon Pisang,Karena Jembatan Tak Kunjung Di Perbaiki

ARBindonesia,com.DUMAI – Jalan Lintas Purnama Lubuk Gaung merupakan akses hilir mudik masyarakat berkendara, baik kendaraan roda dua hingga kendaraan bertonase berat menuju ke perusahaan-perusahaan yang ada di Kelurahan Bangsal Aceh dan Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan.

Didalam akses jalan lintas ini terdapat jembatan yang dilintasi para pengendara, namun tentunya jembatan tersebut harus kokoh dan bertahan lama ketika dilewati kendaraan bertonase berat. Agar pengendara tidak merasa khawatir jembatan tersebut ambruk ketika dilewati.

Namun sepertinya jembatan yang disebut jembatan Sungai Mesjid yang menjadi perbatasan antara Kelurahan Purnama dengan Kelurahan Bangsal Aceh sangat dikhawatirkan para pengendara yang hendak melewatinya.

Sebab jembatan tersebut selain usianya sudah tua, jembatan ini ketika dilewati pengendara sangat terasa goyang sekali, dan juga lantai jembatan tersebut sudah tampak mengalami kerusakan berlubang, sehingga pengendara harus ektra hati-hati untuk melintasi jembatan ini.

Sebelumnya persoalan ini sudah menjadi sorotan Lembaga Laskar Melayu Bersatu (DPC LLMB) Sungai Sembilan yang dipimpin Datuk Amin Panglima Bungsu. Yang mana Datuk mengatakan, bahwa kondisi jembatan tersebut sangat mengkhawatirkan masyarakat yang hendak melintasinya. Pasalnya, jembatan tersebut sudah terlihat rusak.

Menurut Datuk Amin, jika jembatan tersebut tidak segera diperbaiki, maka dirinya khawatir jembatan tersebut akan ambruk dan bisa memakan korban jiwa.

Namun, sorotan Datuk Amin Panglima Bungsu LLMB Sungai Sembilan hanya sebatas isapan jempol belaka dari berbagai pihak. Yang mana jembatan tersebut tak juga kunjung diperbaiki, baik dari pihak Pemerintah Dumai, Provinsi dan juga pihak perusahaan yang ada d Kecamatan Sungai Sembilan.

Dengan tak kunjung diperbaiki jembatan tersebut, Datuk Amin beserta jajarannya melakukan aksi dijembatan tersebut dengan menanam pohon pisang dilokasi jembatan yang berlubang. Selain untuk sebagai tanda agar pengendara tidak masuk kelubang, penanaman pohon pisang tersebut juga sebagai bentuk kekecewaan LLMB Sungai Sembilan, sebab jembatan tersebut tak kunjung diperbaiki.

“Ya jika jembatan ini dibiarkan dan tidak segera diperbaiki oleh pemerintah maupun pihak perusahaan yang ada di kelurahan Bangsal Aceh dan Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan, maka kita khawatir jembatan ini akan ambruk dan memakan korban jiwa,” cetus Datuk Amin, Sabtu 14 Mei 2022.

Lanjut Datuk Amin mengatakan, sudah sepatutnya pihak perusahaan yang ada di Kelurahan Bangsal Aceh dan Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan memperbaiki jembatan ini, sebab mobil-mobil truck perusahaanlah yang dominan membuat jembatan ini rusak. Karena mobil truck-truck perusahaan yang bermuatan tonase berat. Sehingga jembatan ini lambat laun bisa roboh.

Datuk Amin menghimbau kepada Pemerintah Kota Dumai dan Pemerintah Provinsi Riau khususnya pihak perusahaan yang ada di Kecamatan Sungai Sembilan hendaknya peka terhadap persoalan ini.

“Jangan setelah jembatan tersebut ambruk dan terdapat korban jiwa, baru semua pihak sibuk memperbaikinya.” tegas Panglima Bungsu LLMB Sungai Sembilan Datuk Amin.

Selain itu kata Datuk Amin, LLMB Sungai Sembilan meminta pihak perusahaan di Kecamatan Sungai Sembilan agar secara bersama segera memperbaiki jembatan dan juga jalan-jalan yang rusak.

“Jika dalam kurun waktu 10 hari ini tak juga kunjung diperbaiki jembatan ini, maka jajaran LLMB akan memblokir jembatan ini. Sebab kita tidak ingin masyarakat sungai sembilan menjadi korban akibat jembatan ini kondisi rusak.” tegas Datuk Amin.

Terkait hal ini, lanjut Datuk Amin mengatakan, bahwa dalam waktu dekat ini, kita akan menyurati Camat Sungai Sembilan, pihak-pihak perusahaan yang ada di Kecamatan Sungai Sembilan dengan tujuan untuk segera memperbaiki jembatan dan jalan-jalan yang rusak.

“Sebenarnya, jika seluruh pihak perusahaan yang ada di Kecamatan Sungai Sembilan ini peduli terhadap kondisi jembatan dan jalan-jalan yang rusak dan bergotong royong secara bersama, menurut kita bukanlah persoalan yang rumit. Yang penting ada kemauan.” tandas Datuk Amin.(hrk).

Press Release DPC LLMB Sungai Sembilan




kondisi Jembatan Sungai Mesjid Sangat Berbahaya Bagi Pengendara Yang Melintas

ARBindonesia,com.Dumai-Jembatan yang menghubungkan kecamatan Dumai Barat dengan Kecamatan Sei Sembilan Kota Dumai sangat memprihatinkan.Kamis(12/05/22).

Jembatan sebagai sarana penghubung truk perusahaan dan juga warga sudah mulai kelihatan bolong, hal ini sangat bahaya sekali dengan pengguna jalan yang melintas di jembatan tersebut.

Jembatan tersebut harus segara diperbaiki sebelum memakan korban, aktifitas lalu lintas di jembatan tersebut sangat padat setiap harinya, ini harus menjadi perhatian Pemerintah atau mobil perusahaan yang melintas di jembatan tersebut.

Mannbow salah seorang warga mengungkapkan ke awak media dengan adanya bagian jembatan yang bolong sangat membahayakan pengguna jalan yang melintas di jembatan ini.

“Kita sangat khawatir dengan adanya bagian jembatan yang bolong, ini sangat membahayakan pengguna jalan yang melintas baik itu masyarakat atau pun truk perusahaan yang lewat.” ungkapnya.

Tambahnya,” Jangan sampai ada korban, baru ada perbaikan, jembatan ini harus cepat di perbaiki, karena jembatan ini sebagai penghubung antara Kecamatan Dumai Barat dan Kecamatan Sei Sembilan.”Imbuhnya.

Jembatan sebagai penghubung 2 kecamatan tersebut harus cepat di perbaiki, agar tidak ada memakan Korban. Masyarakat menunggu gerak cepat Pemerintah dan Perusahaan yang berada di Lubuk Gaung untuk memperbaiki jembatan tersebut.***