Ucapan Duka Cita Wafatnya Bupati Kampar



detikriau.org — Memiliki anak yang cerdas dengan kemampuan mengesankan tentu menjadi impian dari banyak orang tua. Anak dengan otak yang cerdas dan berprestasi menjadikan orang tua sangat bangga akan dirinya.
Mengenai kecerdasan anak, melansir dari laman parents.com melalui vemale, kecerdasan anak tidak hanya didapat dari ilmu pengetahuan yang dipelajarinya di sekolah atau di rumah. Lebih jauh kecerdasan anak juga bisa disebabkan oleh nutrisi yang masuk ke tubuhnya. Semakin bernutrisi makanan yang dikonsumsi anak setiap harinya, ini bisa membuatnya semakin cerdas dan fokus saat belajar.
Adapun makanan bernutrisi yang bermanfaat mencerdaskan otak anak antara lain sebagai berikut.
1. Ikan
Makanan pertama yang mencerdaskan otak anak adalah ikan. Ikan mengandung asam lemak dan omega 3 yang sangat baik buat kecerdasan juga kesehatan otak. Nutrisi yang terkandung di dalam ikan juga sangat baik buat tumbuh kembang anak.
2. Telur
Makanan selanjutnya yang bantu mencerdaskan otak anak adalah telur. Telur adalah makanan kaya protein. Di dalam kuning telur bahkan mengandung kolin yang sangat baik untuk perkembangan otak.
3. Sayuran Berwarna
Tomat, wortel, kubis, labu, brokoli adalah sayuran yang kaya akan antioksidan dan sangat baik dalam mencerdaskan otak anak. Sayuran-sayuran ini bahkan sangat baik dalam meningkatkan tumbuh kembang fisik maupun psikis anak. Sayuran juga dipercaya bisa mencegah beragam penyakit salah satunya kanker.
4. Susu atau olahannya
Susu dan olahannya sangat baik dalam mencerdaskan otak anak. Susu mengandung protein tinggi, vitamin D dan vitamin B yang berperan aktif dalam menjaga dan memperbaiki sel-sel di otak.
5. Kacang Hijau
Makanan lainnya yang juga bermanfaat baik untuk fungsi otak anak adalah kacang hijau. Kacang hijau mengandung vitamin C, asam folat, zat besi, zinc, potassium, magnesium, mangan, fosfor, tembaga dan thiamin yang semuanya penting bagi kesehatan tubuh khususnya penting bagi otak.
Itulah beberapa makanan yang bernutrisi tinggi untuk membantu mencerdaskan otak anak. Semoga informasi ini bermanfaat dan sajikan makanan-makanan ini untuk buah hati ya mom.
Detikriau.org — Orang Papua yang menjadi pekerja PT Freeport Indonesia (PTFI) merasa seperti dijajah di negaranya sendiri.
Hal itu sebagaimana yang tertulis di sebuah kaos oblong yang dikenakan oleh salah satu pengunjuk rasa yang tergabung dalam Koalisi Pekerja Korban Ketidakadilan Freeport Indonesia di depan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (27/12) dilansir melalui rmol.co
Yairus Itlay mengaku memakai kaos tersebut karena merasa ada ketidakadilan yang dilakukan oleh manajemen selama dia dan ribuan pekerja lainnya bekerja di sana.
Khususnya saat PTFI memberlakukan furlough atau kebijakan efisiensi strategis. Kebijakan ini diambil karena adanya tarik ulur perundingan antara pemerintah Indonesia dengan PTFI terkait divestasi saham. Ribuan pekerja pun di-PHK secara sepihak.
“KAMI Indonesia. Dijajah di negara sendiri. @moker-furlough,” begitu kutipan yang tertulis di bajunya yang lusuh.
“Korban PHK sepihak. Buruh PT Freeport Indonesia menggugat!” tulisan di belakang kaos pria paruh baya itu.
Tidak hanya berujung PHK sepihak, menurut dia, manajemen Freeport juga sudah mencabut berbagai fasilitas yang mestinya mereka terima. Di antaranya fasilitas BPJS Kesehatan. Ujungnya, 35 orang kawan mereka meninggal dunia akibat tidak mampu membayar biaya berobat ke rumah sakit.
“Banyak teman meninggal itu sumbernya, yang mungkin dilakukan oleh Freeport dengan pemeritah. Makanya kita pakai baju ini,” ujar pria asal Papua ini kepada redaksi di lokasi.

Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan warga akan potensi tsunami di Selat Sunda sering peningkatan status Gunung Anak Krakatau dari waspada level II menjadi level III atau siaga.
“BMKG merekomendasikan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di pantai pada radius 500 meter hingga 1 kilometer dari pantai untuk mengantisipasi tsunami susulan. Tsunami yang dibangkitkan longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau,” demikian peringatan BMKG seperti disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (27/12) dilansir melalui CNN Indonesia
Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Anak Krakatau menjadi level III atau siaga terhitung mulai pukul 06.00 WIB pagi.
Sutopo mengatakan dari pengamatan Gunung Anak Krakatau hari ini pukul 00.00-06.00 WIB, aktivitas erupsi masih berlangsung, tremor terjadi terus menerus dengan amplitudo 8-32 milimeter (dominan 25 milimeter), dan terdengar dentuman suara letusan.
“PVMBG merekomendasikan masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 5 km dari puncak kawah karena berbahaya terkena dampak erupsi berupa lontaran batu pijar, awan panas dan abu vulkanik pekat,” kata Sutopo.
PVMBG juga mencatat hingga kemarin Gunung Anak Krakatau masih mengeluarkan letusan berupa awan panas. Akibat hal ini pula, muncul hujan abu vulkanik yang tertiup angin ke arah barat daya dan sebagian ke timur, tepatnya ke Serang dan Cilegon pada Rabu (26/12).
Perihal abu vulkanik ini, Sutopo mengatakan tidak berbahaya. Hanya saja ia mengingatkan agar warga menggunakan masker dan kacamata jika ingin tetap berkegiatan di luar rumah.

Pekanbaru – Masyarakat di Kelurahan Tanjung Rhu dikagetkan dengan penemuan jenazah di areal peti kemas Pelabuhan Sungai Duku, Kamis (27/12/2018).
Sekitar pukul 08.00 WIB, warga melihat ada jenazah mengapung di pinggir Sungai Siak, tersangkut disamping kapal.
“Saya mendengar ada ribut-ribut dari arah pelabuhan. Orang pun sudah ramai di sana, ternyata ada penemuan jenazah,” ujar Intan, salah satu warga berkantor tidak jauh dari pelabuhan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, jenazah dketahui berjenis kelamin laki-laki. Jenazah tersebut menggunakan kaos dan celana pendek hitam. Jenazah juga tampak sudah membengkak dan diperkirakan sudah meninggal beberapa hari yang lalu.
Tidak lama berselang, petugas kepolisian pun datang ke lokasi untuk mengevakuasi jenazah tersebut. Setelah berhasil diamankan, jenazah saat ini dibawa ke RS Bhayangkara untuk diperiksa lebih lanjut.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penemuan jenazah tersebut.
Sumber: cakaplah.com
“masyarakat agar tak beraktivitas pada jarak 500 meter hingga 1 kilometer dari tepi pantai demi menghindari potensi tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau”

Palembang — Warga Sumatera Selatan sempat dihebohkan oleh suara dentuman misterius dari langit pada malam hari sejak Senin (24/12). Belakangan, institusi terkait menyebut bahwa bunyi itu berasal dari erupsi Anak Gunung Krakatau. Warga pun tetap diimbau waspada.
seperti dikabarkan CNN Indonesia, Ayu, warga Sukajadi, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, mengaku sudah mendengar suara dentuman misterius sejak bulan lalu. Dentuman terjadi berkisar antara pukul 01.00 hingga pukul 03.00 dini hari.
“Pernah saya terbangun tidur gara-gara suara itu. Seperti suara benda keras memukul dinding, kaya barang berat jatuh ke beton. Kaca juga sampai bergetar,” ujar dia, Rabu (26/12).
Warga Palembang, Alam, berujar, dirinya pun mengaku mendengar suara dentuman tersebut di rumahnya yang berada di Jalan Ariodillah, Kecamatan Ilir Timur I.
“Jam setengah 3 itu kejadiannya. Kencang, kaya suara gas meledak. Saya kaget keluar rumah lihat sekitar tapi tidak ada apa-apa. Sampai akhirnya viral di medsos ternyata banyak warga lain yang dengar,” ujar dia.
Berdasarkan pantauan di media sosial Instagram, warga beberapa kabupaten/kota di Sumsel mengaku mendengar suara dentuman yang sama. Daerah tersebut yakni Kabupaten Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Ogan Ilir, Kota Prabumulih, dan Palembang.
Terpisah, Kepala Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau Suwarno mengatakan suara dentuman di langit Sumsel itu disebabkan oleh arah angin yang menghantarkan suara tersebut ke arah timur Pulau Sumatra.
“Erupsi Anak Gunung Krakatau sudah terjadi sejak Mei 2018 lalu. Jadi masuk akal kalau warga Sumsel sudah mendengar dentuman ini sejak bulan lalu. Sekarang erupsi Anak Krakatau masih, suara gemuruh yang keras,” ujar Suwarno, Rabu (26/12).
Suwarno berujar, selain dentuman, warga pun kemungkinan besar bisa merasakan getaran ringan yang bisa membuat kaca rumah bergetar bersamaan dengan suara dentuman tersebut.
“Kalau memang di sana [Sumsel] enggak ada gunung lain yang meletus, mungkin bisa juga getaran dan dentumannya keras sekali. Sekarang [erupsi] masih berlangsung. Letusan disini durasinya berkisar antara setiap 30 detik hingga 1 menit sekali meletus. Paling lama sampai dua menit,” kata dia.
Dirinya pun mengimbau warga Sumsel waspada selama Anak Krakatau masih erupsi. Meskipun berjarak ratusan kilometer dari Selat Sunda, katanya, Sumsel dipastikan akan terdampak debu vulnanik apabila terjadi erupsi yang sangat besar dari Anak Krakatau.
Sementara, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebut Gunung Anak Krakatay masih berstatus Waspada atau Level II, belum masuk status Siaga atau Level III.
“Gunung Anak Krakatau masih dalam tahap waspada level 2,” kata Sutopo saat Konferensi Pers di Gedung BNPB, Jakarta (26/12)
Menurutnya, radius berbahaya dari gunung di Selat Sunda tersebut adalah sejauh 2 kilometer. Masyarakat yang berada di luar radius itu aman dan bisa beraktivitas seperti biasa.
Selain itu, ia meminta masyarakat agar tak beraktivitas pada jarak 500 meter hingga 1 kilometer dari tepi pantai demi menghindari potensi tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Tidak boleh aktivitas dengan jarak 500 meter hingga 1 kilometer dari tepi pantai,” kata Sutopo.
Sampai saat ini, tercatat ada korban tewas sebanyak 430 orang akibat Tsunami yang menerjang beberapa daerah, yaitu Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Pesawaran, dan Kabupaten Tanggamus.
editor: faisal